NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vvhiiiiivhy

Jika ada kehidupan kedua, aku bersumpah akan menyeret kalian ke neraka yang paling dalam!"
Di kehidupan pertamanya, Elena adalah Nona Muda yang naif. Ia menyerahkan seluruh harta dan pengaruh keluarganya demi membantu Gavin, sang suami, naik takhta menjadi Kaisar. Namun setelah tujuan tercapai, Gavin justru mengkhianatinya. Pria itu berselingkuh dengan adik tiri Elena, merebut takhtanya, membantai putranya yang masih kecil, dan membakar Elena hidup-hidup di sel penjara bawah tanah.
Namun, takdir berkata lain. Alih-alih pergi ke akhirat, Elena terbangun dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat tiga tahun sebelum pernikahan terkutuk itu terjadi.
Berbekal ingatan dari masa depan, Elena bersumpah tidak akan lagi menjadi domba yang penurut. Ia akan menghancurkan satu per satu orang yang telah menginjak-injak harga dirinya.
Demi melancarkan aksi balas dendamnya, Elena mendekati Duke Killian—sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di kekaisaran—dan menawarkan sebuah aliansi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vvhiiiiivhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Benih Aliansi dan Siasat Terselubung

Lampu kristal di aula utama kediaman Duke Killian memantulkan cahaya redup, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di atas lantai marmer hitam. Suasana di dalam ruangan itu begitu hening, seolah-olah waktu sengaja berhenti untuk menghormati sang pemilik takhta kegelapan. Di ujung meja panjang berbahan kayu ek pekat, duduklah sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di seantero Kekaisaran—Duke Killian. Tatapan matanya yang sewarna batu safir malam begitu tajam, mampu menguliti keberanian siapa pun yang berani menatapnya langsung.

Di hadapannya, Elena berdiri dengan punggung tegak. Tidak ada lagi sisa-sisa Elena yang naif, gadis bodoh di kehidupan pertamanya yang rela menyerahkan seluruh harta dan pengaruh keluarganya demi melambungkan Gavin ke takhta kaisar. Elena yang sekarang adalah wanita yang terlahir kembali dari kobaran api neraka penjara bawah tanah. Ingatan akan pengkhianatan Gavin, pembantaian keji terhadap putra kecilnya, serta tawa mengejek adik tirinya yang merebut posisinya sebagai permaisuri, menjadi bahan bakar yang membakar habis rasa takutnya.

"Kau datang ke kediamanku tanpa undangan, Nona Muda Elena, dan sekarang kau dengan berani menawarkan sebuah aliansi?" Suara Killian terdengar berat dan dingin, bergaung di ruangan yang sunyi itu. Satu sudut bibirnya terangkat, membentuk senyuman sinis yang meremehkan. "Apa yang membuatmu berpikir seorang tirani sepertiku tertarik pada kesepakatan dengan seorang wanita dari keluarga bangsawan yang bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri?"

Elena tidak berkedip. Ia melangkah satu tapak lebih maju, membiarkan gaun sutra kelamnya berdesir lembut. "Karena saya tahu apa yang paling Anda inginkan, Yang Mulia Duke. Dan saya tahu persis bagaimana cara menggulingkan Gavin sebelum dia sempat memperkuat cengkeramannya di istana."

Mendengar nama Gavin disebut, kilatan ketertarikan yang samar melintas di mata Killian. Gavin adalah pangeran yang ambisius, dan Killian sangat sadar bahwa pria itu sedang menyusun kekuatan untuk menyingkirkan siapa saja yang menghalangi jalannya menuju takhta, termasuk sang Duke sendiri. Namun, melihat seorang wanita muda yang biasanya hanya tahu tentang pesta teh tiba-tiba membicarakan politik tingkat tinggi kekaisaran adalah hal yang tidak biasa.

"Gavin adalah tunanganmu, jika ingatan pembantuku tidak salah," ujar Killian sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, menopang dagunya dengan jemari yang kokoh. "Mengapa kau ingin menghancurkan pria yang seharusnya menjadi suamimu?"

"Dia bukan lagi siapa-siapa bagi saya, melainkan seekor serigala berbulu domba yang harus diseret ke neraka yang paling dalam," jawab Elena, suaranya bergetar oleh kebencian yang mendalam namun tetap terkendali. "Tiga tahun dari sekarang, pernikahan terkutuk itu dijadwalkan terjadi. Namun, saya tidak akan membiarkan sejarah itu tertulis. Saya memiliki informasi mengenai jalur pasokan senjata rahasia yang sedang dibangun Gavin di wilayah barat, sesuatu yang bahkan belum dicium oleh mata-mata Anda."

Killian menyipitkan matanya. Wilayah barat adalah basis pertahanan yang sangat krusial. Jika Gavin benar-benar membangun kekuatan militer rahasia di sana, itu akan menjadi ancaman nyata bagi kedudukan Killian. "Informasi adalah komoditas yang murah jika tidak bisa dibuktikan, Elena."

"Saya tidak hanya membawa informasi, Yang Mulia. Saya membawa kunci untuk memotong jalur tersebut," Elena mengeluarkan sebuah gulungan perkamen kecil yang disembunyikan di balik lengan bajunya yang lebar, lalu meletakkannya di atas meja. Gulungan itu berisi peta topografi terperinci beserta segel resmi dari salah satu bangsawan kaki tangan Gavin yang berhasil Elena manipulasi beberapa hari lalu menggunakan ingatan masa depannya. "Ini adalah bukti awal keseriusan saya. Hancurkan pasokan ini, dan Gavin akan kehilangan setengah dari pendanaan militernya sebelum tahun ini berakhir."

Killian mengulurkan tangan, mengambil perkamen tersebut dan membacanya dengan cermat. Semakin lama tatapannya tertuju pada tulisan di dalamnya, kedutan di rahangnya semakin mengeras. Informasi ini sangat akurat, bahkan terlalu detail untuk ukuran seseorang yang tidak terlibat langsung dalam lingkar dalam Gavin. Killian mendongak, menatap Elena dengan pandangan yang kini dipenuhi rasa ingin tahu yang besar. Gadis di depannya ini bukan lagi domba penurut. Ada kegelapan yang pekat di dalam matanya, jenis kegelapan yang hanya dimiliki oleh mereka yang telah kehilangan segalanya.

"Menarik," bisik Killian, melempar perkamen itu kembali ke atas meja. "Kau tahu rahasia yang bisa menghancurkan seorang calon kaisar. Lalu, apa yang kau inginkan dariku sebagai imbalannya? Uang? Perlindungan?"

"Saya ingin kekuatan Anda untuk meremukkan mereka satu per satu," Elena mengepalkan tangannya di samping tubuh hingga buku-buku jarinya memutih. "Saya ingin Gavin menyaksikan segala hal yang dia dambakan runtuh di depan matanya sendiri. Dan untuk adik tiri saya... saya akan memastikan dia merasakan dinginnya sel penjara bawah tanah tempat dia membuang saya dahulu." Elena sengaja menyamarkan bagian 'dahulu' sebagai metafora kemarahannya, agar Killian tidak mencurigai rahasia reinkarnasinya. "Secara resmi, saya ingin Anda menjadi pelindung saya. Sebuah aliansi pernikahan kontrak. Dengan begitu, Gavin tidak akan bisa menyentuh saya atau keluarga saya tanpa harus berhadapan langsung dengan pedang milik Duke Killian."

Mendengar kata 'pernikahan', Killian terkekeh pelan. Suara tawanya terdengar berbahaya, seperti gesekan logam tajam. "Menikah dengan seorang tirani? Kau sedang menukar harimau dengan naga, Nona Muda. Tidakkah kau takut aku akan memanfaatkannya untuk menghancurkan keluargamu juga setelah urusan kita selesai?"

"Saya sudah pernah mati sekali oleh cinta yang buta, Yang Mulia," sahut Elena dengan senyum getir yang penuh teka-teki. "Menghadapi seorang naga yang transparan dengan ambisinya jauh lebih aman daripada mempercayai serigala yang bermuka dua. Setidaknya, Anda dan saya sama-sama tahu nilai dari sebuah keuntungan."

Killian bangkit dari kursinya, melangkah perlahan mengitari meja panjang itu hingga jarak di antara mereka mengikis. Sosok tubuhnya yang tinggi besar seketika menaungi Elena, memberikan tekanan intimidasi yang luar biasa. Namun, Elena tetap bergeming, menatap lurus ke dalam manik mata sang Duke tanpa ada keraguan sedikit pun. Killian mengamati wajah Elena, mencari tanda-tanda kebohongan atau kepanikan, namun yang ia temukan hanyalah tekad baja yang membara.

"Kau benar-benar telah berubah, Elena," ucap Killian dengan nada suara yang melembut namun tetap terasa dingin. Ia mengulurkan tangannya, membiarkan jemarinya yang mengenakan sarung tangan kulit hitam menyentuh dagu Elena dengan lembut, memintanya untuk mendongak lebih tinggi. "Baiklah. Aku menerima aliansi ini. Kita akan bermain dalam permainan yang kau ciptakan sendiri. Aku akan menjadi perisai dan pedangmu, dan kau akan menjadi pemandu jalan untuk menghancurkan Gavin."

Elena merasakan hembusan napas Killian yang hangat di wajahnya, namun hatinya tetap sedingin es. Ini adalah langkah pertamanya. Aliansi dengan sang tirani berdarah dingin telah resmi terbentuk. Di dalam benaknya, Elena sudah bisa melihat bayangan Gavin yang merangkak memohon ampun, dan adik tirinya yang menangis darah di bawah kakinya.

"Terima kasih atas kerja samanya, Yang Mulia Duke," ucap Elena, membiarkan kilatan kepuasan muncul di wajahnya untuk pertama kali.

Setelah kesepakatan malam itu tercapai, Elena melangkah keluar dari kediaman Duke Killian dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Kereta kuda pribadinya sudah menunggu di gerbang luar yang dijaga ketat oleh para ksatria berbaju zirah hitam. Saat kereta mulai bergerak membelah malam yang berkabut, Elena menatap keluar jendela, memandang kastil megah Killian yang perlahan menjauh. Ia tahu, jalan yang ia pilih ini sangat berbahaya. Bermitra dengan Killian sama saja dengan berjalan di atas tali yang rapuh di atas jurang yang dalam. Namun, demi pembalasan dendamnya, Elena rela menyerahkan jiwanya pada iblis sekalipun.

Sementara itu, di dalam aula utama kastil, Killian masih berdiri di posisi semula, menatap perkamen peta yang ditinggalkan oleh Elena. Tangan kanannya mengetuk-ngetuk meja berirama. Tak lama kemudian, sebuah bayangan muncul dari sudut ruangan yang gelap—Xavier, tangan kanan sekaligus kepala mata-mata pribadi sang Duke.

"Yang Mulia, apakah Anda benar-benar memercayai Nona Elena?" tanya Xavier dengan nada khawatir. "Informasi yang dibawanya memang sangat berharga, tetapi perubahan sikapnya yang begitu drastis dalam semalam terasa sangat mencurigakan. Bagaimana jika ini adalah jebakan yang direncanakan oleh Gavin untuk menjebak kita?"

Killian tidak langsung menjawab. Ia mengambil perkamen itu dan melemparkannya ke dalam perapian yang menyala di sudut ruangan. Api dengan cepat melahap kertas tersebut hingga menjadi abu. "Gavin tidak akan pernah mengorbankan jalur pasokan rahasianya hanya untuk menjebakku, Xavier. Pria egois seperti dia menghargai militer lebih dari apa pun. Elena tahu sesuatu yang tidak seharusnya ia ketahui, dan kebencian di matanya saat menyebut nama Gavin... itu bukan sesuatu yang bisa dipalsukan."

Killian berbalik, menatap ke arah pintu tempat Elena pergi tadi. Senyum tipis yang penuh teka-teki kembali menghiasi wajah tampannya. "Awasi setiap pergerakan Nona Muda itu. Aku ingin tahu dari mana dia mendapatkan semua informasi rahasia ini. Jika dia terbukti berguna, pernikahan kontrak ini akan menjadi senjata terbaik kita untuk merebut kekaisaran dari tangan Gavin. Namun, jika dia berkhianat..." Killian menjeda kalimatnya, matanya berkilat kejam. "...aku sendiri yang akan memastikan dia kembali ke tempat asalnya."

Di tempat lain, di dalam istana sekunder kekaisaran, Gavin sedang duduk di ruang kerjanya yang mewah, sama sekali tidak menyadari bahwa fondasi kekuatan yang sedang ia bangun dengan susah payah mulai digerogoti dari dalam oleh wanita yang pernah ia khianati dan ia bakar hidup-hidup. Permainan balas dendam Elena telah resmi dimulai, dan babak baru kekaisaran ini akan ditulis dengan darah para pengkhianat.

1
Pelangi Jingga
ceritanya di ulang trus
jenny
pelayan setianya ganti kak? bukannya namanya Yana?
jenny
Misha atau Dara
Nycthophile
banyak bener nih adik tiri punya nama😌
jenny: ha ha hs
total 1 replies
Nycthophile
Thor mohon maaf nih sebelum nya minta tolong kalo ada pergantian nama karakter kasih tau Thor soal nya nama adik tiri nya Elena ganti ganti terus 🙏😔
jenny: saya pikir bukan cuma saya yang bingung cz banyak nama di setiap chapter... 🤭 atau mungkin adik tirinya lebih dari satu dan semuanya tergila-gila dengan Gavin 😄
total 1 replies
Nycthophile
nama adik tiri nya yang benar Mya atau Misha Thor😔
Nycthophile
lagi perasaan tiga bab udah di ulang terus😔
Nycthophile
nama adiknya ganti ya terus Thor awalnya Dara abis itu Misha sekarang Mya😔
Siskasuryaningsih
namanya semua di ganti2, eh bambang lu ye, buat kepala ane pening tau, 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!