NovelToon NovelToon
PLAYING WITH FIRE

PLAYING WITH FIRE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:118.2k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Jordan Carlton mengira Vanessa adalah wanita lemah yang tak akan pernah berani meninggalkannya.

Yessika mengira ia berhasil merebut segalanya dari Vanessa, termasuk calon suaminya.

Namun Vanessa memegang kunci takhta sejati keluarga Carlton dan ia memilih untuk menyerahkannya pada pria yang paling dibenci Jordan.
Alessio Carlton mungkin terlihat menakutkan, dingin, dan licik. Namun saat Vanessa menawarkan pernikahan sebagai senjata balas dendam, Alessio tersenyum gelap. Sebab, jauh sebelum Vanessa memasuki kamarnya malam itu, Alessio sudah menyiapkan panggung untuk menjadikannya sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Ruang tunggu VVIP rumah sakit dipenuhi atmosfer yang begitu mencekam. Arthur Carlton duduk tegak di sofa kulit dengan wajah mengeras, sementara Jordan gelisah melangkah bolak-balik di atas lantai marmer yang berkilau.

Di sudut ruangan, Vanessa menyandarkan tubuhnya santai ke dinding, menyesap kopi dinginnya.

Di sampingnya, Alessio berdiri dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana kain hitamnya, sesekali melirik Vanessa dengan senyum tipis yang penuh arti.

Yessika sendiri duduk gemetar di kursi pemeriksaan, masih terbungkus mantel tebal, dengan wajah seputih kertas. Tangannya tak berhenti meremas ujung mantel, menyadari bahwa waktunya sudah habis.

Kebohongannya akan terungkap dalam hitungan detik.

Pintu kaca ruang pemeriksaan akhirnya terbuka. Dokter kepala rumah sakit keluar membawa sebuah stopmap putih tebal, didampingi dua perawat.

"Bagaimana hasilnya, Dokter?" potong Jordan tidak sabar, langsung menerjang maju.

"Tunjukkan pada Ayahku bahwa bajingan itu sudah merusak gadis polos seperti Yessika!"

Dokter tersebut membetulkan letak kacamata berbingkai emasnya, lalu menghela napas pendek sambil melirik ke arah Arthur Carlton.

"Tuan Arthur, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik mendalam, serta tes swab forensik yang baru saja kami selesaikan..." Dokter membuka lembaran dokumen resmi berstempel rumah sakit. "...tidak ditemukan adanya jejak kekerasan fisik, memar, maupun bekas paksaan pada tubuh Nona Yessika."

Langkah Jordan terhenti. Terkejut.

"Apa maksudmu?! Periksa lagi yang benar!"

"Bukan hanya itu, Tuan Muda Jordan," lanjut dokter itu tegas, tidak terintimidasi oleh bentakan Jordan.

"Hasil analisis laboratorium dan pemeriksaan ginekologi memastikan tidak ada tanda-tanda Nona Yessika telah melakukan hubungan seksual dalam jangka waktu belakangan ini, termasuk tadi malam. Sama sekali tidak ada jejak aktivitas seksual."

Brak!

Suara dokumen yang ditutup dokter menggema di ruangan yang mendadak sunyi bagai kuburan.

Jordan membeku di tempat. Wajahnya yang tadinya memerah penuh amarah kini berubah pucat pasi, tergantikan oleh rasa terkejut dan kehinaan yang amat luar biasa.

Pria itu perlahan berbalik, menatap Yessika yang kini menunduk dalam-dalam, menangis tanpa suara karena ketakutan.

"T-tidak ada jejak aktivitas seksual semalam?" gumam Jordan patah-patah.

Alessio melangkah maju satu langkah, terkekeh rendah dengan nada yang begitu dingin dan menusuk.

"Bagaimana, Jordan? Apa kau butuh dokter kedua untuk mengonfirmasi bahwa perempuan ini adalah seorang pembohong besar?"

Arthur Carlton berdiri dari sofanya, dadanya naik turun menahan emosi yang meluap.

"Yessika!" bentak Arthur dengan suara menggelegar, membuat seluruh perawat di ruangan itu terlonjak.

Jordan menerjang menghampiri Yessika, mencengkeram kedua bahu wanita itu dengan kasar hingga Yessika meringis kesakitan.

"Kau membodohiku?!" raung Jordan, matanya membelalak penuh kemarahan.

"Kau bilang dia memaksamu?! Kau bilang dia memperkosamu, Brengsek?! Kau membuatku seperti orang tolol di depan Ayah dan saudaraku!"

"J-Jordan, dengarkan aku dulu..." pinta Yessika histeris. Dia memegang tangan Jordan yang menguncinya.

"Aku... aku takut kau membuangku jika tahu aku masuk ke kamar Alessio! Aku terpaksa berbohong, Jordan! Tolong maafkan aku!"

"Kau bukan hanya berbohong, wanita ular!" bentak Jordan seraya menepis Yessika hingga wanita itu tersungkur jatuh dari kursi ke lantai marmer.

"Kau mempermainkanku! Kau memfitnah Alessio dan membuatku memukul saudaraku sendiri demi membela wanita murahan sepertimu!"

Vanessa melangkah mendekat, berdiri anggun di samping Alessio sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Matanya menatap Yessika yang merayap di lantai dengan pandangan jijik yang penuh kemenangan.

"Melakukan fitnah kekerasan seksual demi menutupi niat gatalmu sendiri..." sindir Vanessa datar, suara tenang namun tajam. "Yessika, tindakanmu ini bukan cuma murahan, tapi sangat menjijikkan."

Yessika mendongak, menatap Vanessa dengan rasa benci yang membakar, namun ia tak punya daya lagi untuk membalas.

"Cukup!" Arthur Carlton menghentakkan kakinya keras. Pria tua itu menatap Yessika seperti menatap tumpukan sampah yang tak berharga.

"Pengawal, bawa wanita ini pergi dari pandanganku! Mulai hari ini, aku batalkan seluruh rencana pertunangan antara Alessio dengannya, dan pastikan jika dia tak akan pernah menginjakkan kaki di Kediaman Carlton lagi!"

"Paman! Tolong Paman, jangan buang aku! Aku minta maaf. aku benar-benar tidak bermaksud begitu. Jordan!" jerit Yessika memohon-mohon, memegang ujung celana Jordan.

"Selamatkan aku, Jordan! Aku tidak mau pergi!!" lanjut Yessika berteriak.

Jordan justru membuang tatapannya ke arah lain. Perbuatan Yessika yang sengaja menggoda Alessio benar-benar membuatnya sakit hati.

Kemudian Jordan, yang merasa harga dirinya hancur berkeping-keping di depan Alessio dan Vanessa, menendang tangan Yessika dengan kasar.

"Pergi kau dari hidupku, Yessika!" desis Jordan penuh dendam, lalu berbalik dan melangkah pergi tanpa menoleh lagi sedikit pun.

Pengawal pribadi segera menyeret Yessika yang menangis histeris keluar dari ruang VVIP, meninggalkan koridor rumah sakit yang kini kembali tenang.

Alessio merapikan kerah kemejanya, menatap ayahnya yang tampak lelah dan menahan malu. Lalu, matanya beralih menatap Vanessa. Sudut bibir Alessio terangkat, mengukir senyuman miring yang tenang dan penuh kemenangan.

"Nah, Ayah..." ujar Alessio santai, suara beratnya mendominasi ruangan. "Sekarang, sudah terbukti siapa yang bersalah, kan? Apa Ayah tidak berniat untuk meminta maaf padaku?"

Arthur menghela napas panjang, mengusap pelipisnya yang terasa pening.

"Ayah... minta maaf, Alessio. Ayah benar-benar tidak tahu jika ternyata Yessika yang sengaja memfitnahmu. Tapi, sekarang dia sudah diusir dari rumah. Pertunangan mu dengannya pun sudah dibatalkan. Jadi, kau tidak mungkin masih marah pada Ayah, kan?"

Alessio tersenyum miring. "Ayah pikir, aku orang yang bisa dibujuk semudah itu?"

Arthur menarik napas. "Lalu, kau ingin Ayah bagaimana?"

"Berikan aku kompensasi!"

"Kompensasi? Baiklah. Ayah akan berikan. Katakan saja! Kau ingin kompensasi apa?"

"Aku ingin Ayah memberikan rumah sakit ini padaku!"

1
Muft Smoker
si Jordan emnk dasar otak udang rebon mah susah ,,
cuma dengar uang 2.5 ember ,, lngsung otak2 menggap2 kayak ikan kurang air ,,
ketipeng anda woooy Jordan ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
Aduuh aq gx liat ap2 yx ,, sumpah ,, 🫣🫣🫣🫣🫣😂😂😂😂😂
Umi Zein
diiih playing victim 😏😏
mery harwati
Jordan Jordan 😜
mery harwati
Otak udang vs otak kancil 😜
Muft Smoker
masa aktif mu tinggal 3 harii Jordan ,, 🤫🤫🤫🤫😂😂😂😂
Muft Smoker
masuk laa si macan ompong ke perangkap alessio/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Fathan Fahri efendi
65545
rurry Irianty
sandiwara d mulai😄
ryuka
jordan jordan.. mampus kamu bener2 mampus 3 hari lgi
Umi Zein
sebenernya benci Gedeg banget sma Arthur bapak sekaligus suami durjana, menelantarkan anak dan istrinya demi gundik dan anak haramnya yg gak tau diri. tpi drah daging tetep lah darah daging yg gak bisa dirubah oleh apapun. sebesar apapun kesalahan yg udh di perbuat ayahmu di masa lalu biar Tuhan yg bales, kita sbgai manusia gak berhak membalas dendam itu. jangnlah terlalu kejam Ale sma ayahmu, dia sdh merasakan penderitaan itu kamu sbgai anak hrs ttp menolong nya, klo gak bs sebagai anak seenggaknya sebagai kemanusiaan. walaupun dlm kenegaraan kamu sudah putus hubungan tpi ikatan darah gak bisa putus gtu aja🥺🥺
rurry Irianty
ohh selamat toh,ku kira meninggoy kena serangan jantung🤭
ryuka
allesio kamu kuat.. kamu hebat
Umi Zein
dahlah menyesal pun tiada guna, sekarang nikmat apa yg sudah kamu perbuat di masa lalu ke ibu Alesio, skrng dpet karma nya
Umi Zein
kasiaan kamu chatur hanya di manfaatkan oleh gundik dan anak kandung palsumu. yg kandung kamu sia2in, justru yg anak gundik mu kamu jaga sayangi sepenuh hati😏😏😬
ryuka
abis kamu jordan di hempaskan ke jurang berkali kali sma allesia 🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
rurry Irianty
sangat mudah alessio,..Jordan kan bodoh cuma bisa sodok² jalang🤭
rurry Irianty
haa kan benar tebakan ku,...lgan pelacur d percaya,..udh byk perkutut yg masuk🤣🤣🤣
Umi Zein
kira2 apa ya kejutan yg di terima chatur?! bikin penasaran aja kak othor /Shy//Shy//Chuckle/
Umi Zein
pas baca di siksa sampe luka parah tulang patah. aku kasiaan liat penderitaan hidup nya. tpi gak sadar2 juga, ilfil jdinya sma si Jordan 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!