NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Malam itu juga, tim pengawal pribadi segera mengevakuasi Keanu dan Bunga ke sebuah vila tersembunyi yang dijaga jauh lebih ketat. Meski tak semewah vila pertama, tempat ini terasa hangat, tenang, dan memiliki tingkat keamanan maksimal.

Di dalam kamar yang baru, Bunga menggerakkan jemarinya dengan raut cemas, mengisyaratkan keinginannya untuk segera pulang ke Jakarta karena takut keselamatan mereka terus terancam. Namun, Keanu menggeleng lembut seraya menggenggam jemari istrinya. Keanu menolaknya karena ia melihat betapa bahagianya Bunga menikmati suasana Belitung sebelum insiden tadi, dan ia tak ingin ketakutan merenggut senyum itu begitu cepat.

Sebelum beristirahat, Keanu merogoh ponselnya dan segera menghubungi Adrian serta Detektif Jordan. Dengan nada tegas, Keanu memperingatkan bahwa pergerakan mereka sudah tercium oleh musuh hingga mengirim orang ke Belitung. Mendengar kabar tersebut, Detektif Jordan dan Adrian sepakat untuk menghentikan sementara aksi penyelidikan tertutup mereka demi keamanan dan keselamatan semua pihak.

"Bunga, lusa baru kita pulang. Kalau sampai malam ini kita kembali ke Jakarta, pasti Papah bakalan murka. Tapi kenapa tiba-tiba saja Papah mengirimkan pengawal ke sini? Apakah Papah sudah tahu akan terjadi hal ini?" ucap Keanu yang tiba-tiba saja menaruh curiga.

Mendengar gumaman suaminya, Bunga buru-buru mengambil buku kecilnya dan menuliskan sesuatu di sana. Ia menyodorkannya pada Keanu.

'Mungkin Papah sudah mendapatkan informasi soal si pelaku yang akan menyerang kita malam ini, Kak!'

"Mungkin juga, Bunga..." gumam Keanu seraya mengusap dagunya, mencoba mencerna teka-teki sikap sang ayah.

Tak ingin membiarkan luka di lengan Keanu terlalu lama dibiarkan, Bunga pun mencari kotak obat di dekat area kamar mandi. Saat Keanu melihat Bunga berjalan mendekat membawakan kotak obat, Keanu sempat menolaknya.

"Biar aku saja yang membersihkan lukanya," tolak Keanu pelan, tak ingin merepotkan istrinya.

Namun Bunga tak peduli. Dengan tatapan penuh penegasan namun lembut, ia duduk di hadapan Keanu dan tetap telaten membersihkan serta mengobati luka sabetan di lengan suaminya. Tangannya yang dingin diusapkan sangat hati-hati agar tidak menyakiti Keanu.

Selesai memberikan pengobatan dan memasang perban, Bunga duduk tepat di samping Keanu. Wanita itu menatap dalam-dalam paras tampan suaminya yang selalu siap menjadi perisai hidupnya. Dengan perlahan, ia kembali menuliskan sesuatu di dalam buku kecilnya:

'Terima kasih, Kak Keanu. Aku berhutang nyawa lagi sama Kakak... Entah aku harus bagaimana untuk bisa membalas semua kebaikan Kakak.'

Membaca tulisan tulus itu, sudut bibir Keanu terangkat. Senyum menggoda terukir di wajahnya. Pria itu berniat mengerjai istrinya agar suasana mencekam bekas serangan tadi tidak membuat Bunga semakin tegang.

"Kamu ingin membayarnya, Bunga? Ada satu hal yang bisa membayar kebaikanku ini," ujar Keanu dengan nada berseri-seri yang misterius.

Bunga menaikkan kedua alisnya, menatap Keanu polos. Ia menggerakkan tangannya, sebuah isyarat yang kini sudah cukup dimengerti oleh Keanu.

Apa itu, Kak?

Keanu memangkas jarak, memiringkan tubuhnya lalu berbisik sangat dekat di telinga Bunga. Suaranya agak sedikit pelan dan terkekeh malu untuk mengatakannya, meskipun ini sebenarnya sekedar hiburan untuk menggoda Bunga.

"Aku ingin malam ini kamu memakai pakaianmu dari dalam kopermu yang sudah diganti oleh Papah..." bisik Keanu sangat rendah.

Deg!

Seketika itu juga Bunga langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam karena rasa malu yang membakar hebat.

"Ya ampun, Kak Keanu... Gak salah ngomong kayak gitu?!" batin Bunga berteriak panik.

Namun di balik keterkejutannya, ada desir hangat yang asing merayap pelan di lubuk hatinya.

"Tapi... entah kenapa aku pun tak keberatan memakainya di depan Kak Keanu. Walau bagaimanapun, dia adalah suamiku dan... dan sudah menjadi kewajibanku untuk melayaninya," batinnya mulai bergemuruh hebat, sementara kedua pipinya sudah berubah warna menjadi merah pekat.

Belum sempat kekokohan canggung di antara mereka mencair, ponsel di saku celana Keanu mendadak berdering nyaring. Keanu merogoh ponselnya, lalu menggeser layar saat melihat nama ayahnya tertera di sana.

"Aku terima telepon dulu sebentar," pamit Keanu pelan.

Ia melangkah keluar menuju balkon kamar, membiarkan hembusan angin malam pantai Belitung menerpa wajahnya seraya menatap hamparan laut yang gelap gulita.

Di dalam kamar mandi, Bunga yang masih terngiang-ngiang akan permintaan gila suaminya meremas jemarinya panik. Namun, rasa hangat dan tekad di dadanya perlahan mengalahkan rasa malu. Dengan jantung berdebar kencang, ia membuka koper dan meraih salah satu pakaian tidur lingerie sutra berwarna merah menyala.

Bunga mengunci pintu kamar mandi, lalu menghela napas panjang untuk menetralkan gemuruh dadanya. Secara perlahan, ia mengganti kemeja besarnya dengan gaun tidur transparan berenda tipis yang membentuk sempurna lekuk tubuh mulusnya. Setelah itu, ia melepaskan jepitan rambutnya, membiarkan rambut hitam panjang yang halus terurai bebas menjuntai dengan indah melewati bahunya.

Tak lupa, ia memoleskan sedikit lipstik berwarna merah menyala di bibir mungilnya, sentuhan akhir yang membuatnya terlihat luar biasa memikat. Bunga mendongak, menatap pantulan dirinya di cermin. Pipinya memerah padam, hampir tak percaya melihat penampilan dirinya yang berubah seratus delapan puluh derajat.

Sementara itu di balkon, Tuan Alexander mengonfirmasi bahwa dirinya sengaja menyiagakan pengawal karena sudah mencium pergerakan mencurigakan dari Jakarta. Sang ayah menegaskan agar kejadian barusan tidak mengusik rencana mereka, dan tetap meminta Keanu menyelesaikan masa honeymoon satu minggu penuh di Belitung.

"Baik, Pah. Keanu paham," ucap Keanu sebelum mengakhiri panggilan.

Ia menghela napas panjang, mengusap tengkuknya, lalu memutar badan melangkah masuk kembali ke dalam kamar. Tepat saat Keanu menggeser dan menutup pintu kaca balkon, terdengar bunyi engsel pintu kamar mandi yang terbuka perlahan.

Klek.

Keanu memutar pandangannya, dan seketika itu pula langkah serta napasnya terhenti total.

Mata Keanu membelalak tak percaya. Di hadapannya, Bunga berdiri mematung dalam balutan lingerie merah yang begitu kontras dengan kulit putih bersihnya. Gaun tipis itu memperlihatkan setiap jengkal keindahan alami istrinya yang selama ini tersembunyi rapat, dipadu dengan riasan bibir merah menyala yang benar-benar membakar seluruh naluri pria dewasa di dalam diri Keanu.

Keanu sampai menelan ludahnya kasar, tenggorokannya mendadak serasa terbakar. Tatapan matanya terkunci rapat, tak sanggup beralih sedikit pun dari sosok di hadapannya.

"B... Bunga, kamu...!" suara Keanu tercekat, parau dan berat.

Bunga menundukkan wajahnya yang terasa amat panas, lalu mengangkat tangannya yang gemetar perlahan, memadukannya dengan gerakan bibir tanpa suara yang begitu jelas dibaca oleh Keanu.

"A... Aku hanya ingin menebus kebaikan Kakak selama ini!"

Keanu memejamkan matanya sejenak, menghembuskan napas berat demi mempertahankan sisa kesadarannya. Secara perlahan, pria itu mulai melangkah mendekat. Sementara Bunga hanya bisa berdiam diri kaku di dekat pintu toilet, merasakan setiap derap langkah Keanu yang kian mengikis jarak di antara mereka.

Selangkah demi selangkah, hingga akhirnya Keanu berdiri sangat dekat. Pria itu mengulurkan kedua tangannya, mencengkeram lembut kedua bahunya Bunga seraya menghembuskan napas hangatnya yang berhembus di pucuk kepalanya Bunga.

"Kau yakin hanya karena sekedar membalas kebaikanku... atau ada sesuatu yang lainnya, Bunga?" bisik Keanu dalam dan menuntut.

Bunga tak berani berkata-kata lagi. Wajahnya sudah memerah padam karena malu, seumur hidupnya, ia belum pernah semalu ini di hadapan seorang pria. Bunga menatap raut tampan Keanu di hadapannya, bertarung dengan batinnya sendiri. Apakah ini murni rasa budi, ataukah hatinya memang sudah sepenuhnya milik pria ini?

Melihat Bunga yang terbungkam, Keanu mengulurkan jemarinya, meraih lembut dagunya Bunga dan mengangkatnya pelan agar mata mereka saling bertaut. Pandangan Keanu jatuh pada bibirnya Bunga yang berbalut lipstik menyala, menyempurnakan paras cantiknya malam ini sebagai wanita paling memikat di matanya.

"Bunga... ayo jawab!" desak Keanu lembut namun sarat akan kehangatan.

Bunga tak sanggup mengeluarkan kata-kata. Suasana kamar seketika menjadi begitu hening, hanya menyisakan deru napas mereka yang semakin berpacu. Keanu menatap lekat pada bola mata jernih istrinya, lalu membisikkan sebuah kalimat secara perlahan:

"Bunga... boleh aku..."

Belum sempat Keanu meneruskan kalimatnya, Bunga sudah lebih dulu mengangguk-anggukkan kepalanya pelan dengan tatapan pasrah yang penuh kepastian.

Melihat isyarat kepasrahan itu, senyum penuh damba terukir indah di bibir Keanu. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Keanu memangkas sisa jarak dan secara perlahan kembali mem4gut bibirnya Bunga dengan lahap dan penuh gair4h. Ciuman hangat dan mendalam itu seketika menyapu bersih seluruh keraguan, membuat Bunga terhenyak pasrah dalam dekapan erat suaminya hingga hampir saja kehilangan pasokan oksigen.

Bersambung...

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!