Chen Yiyi adalah pelayan di Puncak Sakte. Namun nyaris tak ada satu pun murid atau Tetua Sekte yang pernah melihat wajahnya. Dia tak pernah turun ke bawah, tak pernah bergaul, tak pernah meminta apa-apa.
Selama ini dia hanya mengurung diri di gubuk tua itu, merawat taman bunga obat dan menjaga tempat ini untuk orang yang pernah memberinya tempat bernaung — Tetua Puncak Sakte.
Hingga hari itu, kabar datang bagaikan badai: Tetua Puncak telah meninggal dunia. Tanpa pelindung, tanpa nama, tanpa keluarga, Chen Yiyi merasa tak ada lagi alasan baginya untuk tetap hidup. Di tengah malam yang sunyi, di dalam gubuk tua itu, dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri.
Darah menetes ke lantai kayu yang lapuk. Matanya perlahan tertutup. Napasnya berhenti.
Namun kematian bukanlah akhir.
Saat kesadaran asli Chen Yiyi lenyap, seketika itu juga cahaya menyelimuti ruangan. Sebuah jiwa dari dunia lain, seorang manusia dari zaman modern yang baru saja meninggal, tersentak masuk ke dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Kultivasi Tertutup
Beberapa hari berlalu. Lin Yue mengumpulkan ketiga muridnya di halaman utama, di bawah Pohon Roh Suci.
Wajahnya tenang namun berwibawa — jarak yang dia jaga membuat mereka merasa hormat sekaligus sadar bahwa Guru Sekte bukan orang yang bisa ditemui sembarangan.
Lin Yue: "Mulai hari ini, Sekte Surgawi Langit menutup gerbangnya. Selama satu tahun penuh, kalian tidak akan keluar dari sekte. Tidak ada urusan dunia luar, tidak ada gangguan. Satu-satunya tujuan kalian adalah berkultivasi, memperkuat fondasi, dan menaikkan tingkat kekuatan kalian.!"
Xiao Tian, Su Ling, Tie Shan: "Siap, Guru!"
Tanpa menunggu lebih lama, ketiga murid itu mulai bergerak. Dan Lin Yue sendiri — dia berdiri di tepi tebing, menatap ke kejauhan.
Cadar kain putih menutupi separuh wajahnya, seakan selalu siap untuk pergi, namun untuk saat ini... dia tetap di sini, menjaga mereka dari kejauhan.
Gerbang batu giok putih tertutup rapat. Formasi Pelindung bersinar redup, menolak siapa pun yang mendekat — termasuk penduduk desa maupun utusan Sekte Awan Tinggi yang sesekali lewat di kaki gunung. Di dalam, waktu terasa berjalan berbeda.
Di Aula Kultivasi Suci, ketiga murid duduk bersila berhari-hari. Aura Penyerapan Qi +20% membuat energi di sekeliling mereka jauh lebih pekat dibandingkan tempat lain.
Pohon Roh Suci di halaman utama memancarkan cahaya keemasan setiap pagi, menyembuhkan kelelahan dan mempercepat pemulihan tubuh.
[ XIAO TIAN — TINGKAT 5 → TINGKAT 7. FONDASI QI MURNI SEMAKIN KOKOH.]
[ SU LING — TINGKAT 4 → TINGKAT 6. ELEMEN ANGIN SEMAKIN MENYATU DENGAN DIRINYA.]
[ TIE SHAN — TINGKAT 1 → TINGKAT 4. TUBUH SUCI MULAI MENYESUAIKAN DENGAN ENERGI.]
Sesekali mereka beristirahat di pinggir Kebun Teh Pencerahan. Menyeduh teh hangat yang daunnya baru dipetik.
Aromanya yang menenangkan membuat pikiran jernih, dan hal-hal yang sebelumnya sulit dipahami, tiba-tiba menjadi mudah dimengerti. Mereka tidak berbicara banyak — hanya duduk, minum teh, dan membiarkan ketenangan itu menyatu dengan diri mereka.
Lin Yue tidak sering muncul. Hanya jika dia sendiri yang memanggil, barulah mereka bisa bertemu dengannya.
Setiap kali dia datang, dia hanya memberikan satu atau dua petunjuk penting, lalu pergi kembali — memberi mereka ruang untuk tumbuh dengan cara mereka sendiri.
***
Bulan keempat. Mereka menyempurnakan teknik masing-masing:
Xiao Tian — Teknik Cahaya Bintang bisa menyerang jauh dengan kekuatan terkonsentrasi
Su Ling — Teknik Angin Hutan bisa menghilang tanpa jejak.
Tie Shan — Teknik Badan Emas Tak Tergoyangkan, kulit sekeras baja murni
***
Bulan keenam. Di ruang pribadinya, Lin Yue membuka mata — cahaya keemasan berputar di sekelilingnya.
[ MENCAPAI TAHAP 3 — PEMADATAN!]
[ MENERIMA HADIAH NAIK TAHAP:]
✓ Harimau Roh Perak — binatang pelindung suci
✓ Pedang Langit Menjatuhkan Bintang — teknik serangan tinggi
✓ Batu Komunikasi Roh — kirim pesan suara & gambar ke seluruh benua
✓ Seragam Murid Inti — Jubah Putih Lis Emas — tanda kehormatan.
✓ Kecepatan kultivasi seluruh anggota +10%
Lin Yue menyerahkan jubah dan batu komunikasi kepada ketiganya.
Lin Yue: "Jubah ini tanda status Murid Inti. Batu ini penghubung kita — jika aku panggil, segera datang. Jika dalam bahaya, tekan batu itu. Hanya tujuh orang yang berhak memakai jubah ini. Kalian bertiga adalah yang pertama.!"
Ketiga Murid: "Terima kasih, Guru! Kami jaga kehormatan ini!"
***
Dua belas bulan berlalu. Ketiga murid berdiri berjejer dengan jubah putih lis emas yang berkilau di bawah sinar matahari — aura mereka jauh lebih kuat dari setahun lalu.
Xiao Tian Tahap Pembentukan Qi Tingkat 3
Su Ling Tahap Pembentukan Qi Tingkat 2
Tie Shan Tahap Pembentukan Qi Tingkat 1
Lin Yue Tahap 3 Pemadatan Tingkat 1
Lin Yue: "Satu tahun telah berlalu. Fondasi kalian sudah kokoh. Ini baru permulaan. Tahun depan, dunia luar akan mulai tahu nama kita. Sekte Awan Tinggi... mereka akan mulai merasakan ancaman yang sesungguhnya.
...----------------...
Tahun pertama berlalu. Gerbang Sekte Surgawi Langit terbuka lebar untuk pertama kalinya. Lin Yue berdiri di depan gerbang, cadar putih menutupi separuh wajahnya. Di belakangnya, ketiga murid berdiri berjejer — jubah putih lis emas berkilau di bawah sinar matahari.
Lin Yue: "Hari ini kita turun gunung. Kalian akan ikut serta dalam urusan dunia luar. Tapi ingat — jaga sikap. Jangan sombong, tapi jangan pula merendahkan diri. Kalian adalah Murid Inti Sekte Surgawi Langit.!"
Xiao Tian, Su Ling, Tie Shan: "Siap, Guru!"
Mereka berjalan turun dari Gunung Langit. Kabut tipis perlahan tertinggal di belakang, berganti menjadi jalan tanah yang ramai.
Penduduk desa melihat mereka dari kejauhan — jubah putih berkilau itu membuat orang tanpa sadar menunduk hormat, meski tak tahu siapa mereka.
Lin Yue berjalan di depan, cadarnya berkibar tertiup angin, sosok misterius yang membuat siapa pun tak berani menatap terlalu lama.
***
Tiga hari perjalanan membawa mereka ke Kota Pusat — kota terbesar di Wilayah Timur. Gerbang kota menjulang tinggi, jalan lebar dipenuhi pedagang dan pemuda dari berbagai sekte.
Di alun-alun tengah, bendera besar dikibarkan, Pertandingan Penyulingan Qi, diadakan sekali setahun, siapa pun boleh mendaftar tanpa syarat.
Saat Lin Yue melihat bendera itu, suara Sistem tiba-tiba bergema di benaknya.
[ MISI BARU DITEMUKAN !]
[ MISI: MENDAFTARKAN MURID INTI DAN MERAIH 3 BESAR DI PERTANDINGAN PENYULINGAN QI!b]
[SYARAT: TANPA MENGGUNAKAN KEKUATAN DI ATAS TAHAP 3 .]
[HADIAH KEMENANGAN: TEKNIK LANGKAH RUANG — BISA MELANGKAH MELINTASI JARAK DALAM SEKETIKA! ]
[ HADIAH : MENARA KULTIVASI DAN 1000 BUTIR PIL PENAWAR RACUN !]
Lin Yue berhenti sejenak, lalu menatap ketiga muridnya "Kalian bertiga — pergilah ke meja pendaftaran. Daftarkan nama kalian. Aku akan berkeliling kota sendiri untuk mengenal wilayah ini lebih baik. Jika ada hal penting, tekan Batu Komunikasi Roh itu. Aku akan segera tahu.!"
Xiao Tian: "Tapi Guru... bukankah kita harus menonton?"
Lin Yue: "Kalian fokus pada pertandingan. Aku akan kembali saat pertandingan dimulai. Ingat — jaga kehormatan jubah yang kalian pakai.!"
Tanpa menunggu jawaban, Lin Yue berbalik dan berjalan menyusuri jalan kota. Sosoknya dengan cadar putih itu perlahan menghilang di keramaian — meninggalkan ketiga murid yang berdiri tegak, siap mendaftar.
Xiao Tian, Su Ling, dan Tie Shan berjalan ke meja pendaftaran. Petugas di sana melihat jubah putih lis emas mereka, matanya membelalak — belum pernah melihat seragam seperti itu.
Petugas: "Maaf... boleh saya tahu dari sekte mana Tuan-tuan ini? Seragamnya... belum pernah kulihat sebelumnya.!"
Xiao Tian: "Sekte Surgawi Langit.!" ucapnya dengan jujur.
Petugas mengernyitkan dahi "Sekte Surgawi Langit? Tidak pernah terdengar. Tapi peraturan berkata siapa pun boleh mendaftar tanpa syarat. Silahkan — nama kalian?"
"Xiao Tian.!"
"Su Ling!"
"Tie Shan!"
Petugas: "Baik. Terdaftar. Nomor urut — 73, 74, 75. Pembukaan pertandingan tiga hari lagi di arena utama. Jangan terlambat.!"
Ketiga murid itu mundur. Mereka melihat sekeliling — ratusan pemuda dari berbagai sekte sedang mendaftar.
Banyak dari mereka mengenakan pakaian bermotif awan biru — lambang Sekte Awan Tinggi. Beberapa pemuda dari Sekte Awan Tinggi melihat jubah putih mereka, lalu tertawa meremehkan.
Pemuda Sekte Awan Tinggi: "Sekte Surgawi Langit? Tak pernah dengar. Mungkin sekte kecil yang baru saja berdiri. Lihat saja nanti — mereka akan kalah di babak pertama.!" ucapnya dengan tatapan meremehkan.
Su Ling berbisik pelan "Mereka meremehkan kita...!"
Tie Shan: 'Biarkan mereka meremehkan. Guru bilang — jangan sombong, tapi jangan pula takut.!"
Xiao Tian: "Benar. Biarkan kekuatan kita yang berbicara.!"
***
Sementara itu, Lin Yue berjalan sendirian di jalan-jalan kota. Cadarnya menutupi separuh wajah, namun matanya melihat segalanya.
Dia memperhatikan sekte-sekte yang berkuasa, melihat bagaimana rakyat hidup, dan mendengarkan bisik-bisik tentang Sekte Awan Tinggi.
Warga kota: "Berkat Sekte Awan Tinggi, pertandingan ini bisa diadakan setiap tahun. Mereka adalah pelindung kita...!" katanya dengan nada memuja.
Pedagang: "Katanya tahun ini murid-murid Sekte Awan Tinggi akan mendominasi lagi. Sudah tiga tahun berturut-turut juara satu dari mereka...!"
Pemuda lain: "Siapa sosok berjubah putih dengan cadar itu? Sejak tadi dia berkeliling sendirian... auranya membuatku tak berani mendekat...!"
Lin Yue diam saja, dia tidak berhenti, tidak berbicara dengan siapa pun. Dia hanya mengamati, menyimpan semua informasi di dalam hatinya.
Semakin dia melihat, semakin dirinya paham — Sekte Awan Tinggi memang menguasai kota ini sepenuhnya. Tapi itu tidak masalah. Sebab tiga tahun lagi... semua itu akan berubah.
[ INFORMASI KOTA PUSAT DIPERBARUI — SEKTE AWAN TINGGI MENDOMINASI PERTANDINGAN SELAMA 3 TAHUN BERTURUT-TURUT.]
[ TUJUAN MENDAPATKAN 3 BESAR MENJADI SEMAKIN BERMAKNA — MEMATAHKAN KETINGGIAN SEKTE AWAN TINGGI!]
Saat matahari mulai terbenam, Batu Komunikasi Roh di saku dadanya berdenyut pelan — tanda ketiga murid sudah selesai mendaftar.
Lin Yue berbalik arah, kembali ke penginapan mereka. Langkah kakinya pelan namun pasti — seakan setiap langkah membawa Sekte Surgawi Langit semakin dekat ke puncak.
.
.
.
.
cerita nya seru banget.... singgah juga di karya baru aku ya🤭🔥🔥