NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Suhu di sekitarnya meningkat drastis hingga menyentuh titik yang bisa membakar jiwa seorang kultivator biasa.

Xue Mingyue terpaksa mundur beberapa langkah dan menciptakan dinding es berlapis-lapis untuk melindungi dirinya dari hawa panas yang menyengat tersebut.

"Lin Xiao! Api itu mengunci ruang dimensi, kau tidak bisa menghindarinya menggunakan kecepatan ilusi!" teriak Xue Mingyue memperingatkan tuannya dengan panik.

Lin Xiao yang berdiri tepat di jalur utama serangan api itu sama sekali tidak menunjukkan ekspresi kepanikan.

Pemuda itu perlahan mengangkat pedangnya secara vertikal di depan wajah topeng rubahnya.

"Kau menyebut percikan api kecil ini sebagai pemusnah, anak manja?" bisik Lin Xiao dengan nada yang luar biasa arogan.

"Kakek es, tunjukkan pada bocah ingusan ini perbedaan antara api mainan dan kekuatan alam yang absolut." batin Lin Xiao memanggil roh kaisar kelima.

"Dengan senang hati, bocah sombong." jawab Roh Penguasa Glasial dari dalam Dantian dengan tawa tua yang menggema.

Sring.

Suhu tubuh Lin Xiao langsung merosot hingga melanggar hukum termodinamika di dunia kultivasi tersebut.

Sebuah kabut es yang sangat pekat dan berwarna biru keputihan meledak dari tubuhnya, menelan seluruh kobaran api hitam milik Yan Huo.

Sss. Kriet.

Suara desisan uap yang sangat keras terdengar saat kedua elemen ekstrem itu saling berbenturan untuk mendominasi ruang tersebut.

Namun hanya butuh waktu kurang dari tiga detik bagi es abadi milik Kaisar Kuno untuk membekukan lautan api hitam itu sepenuhnya.

Api nirwana kebanggaan Yan Huo kini telah berubah menjadi pecahan kristal es yang berjatuhan ke jalanan dengan suara gemerincing yang menyedihkan.

"T-tidak mungkin! Api esensi nyawaku membeku?!" jerit Yan Huo jatuh berlutut, seluruh sisa harapan dan arogansinya hancur berkeping-keping.

Pemuda berambut merah itu akhirnya menangis ketakutan, merangkak mundur menjauhi Lin Xiao yang melangkah menembus kabut beku tersebut.

"Tolong ampuni aku... kumohon! Aku akan membatalkan pernikahan itu! Aku akan memberikan semua kekayaanku padamu!" ratap Yan Huo merendahkan dirinya hingga mencium lantai kotor.

Lin Xiao berhenti tepat di depan pemuda yang sedang bersujud memohon ampun tersebut, matanya menatap tanpa sedikit pun rasa kasihan.

"Aku sudah memiliki semua kekayaanmu saat kau membawa dompetmu ke tempat ini, Tuan Muda." jawab Lin Xiao dengan rasional.

"Dan untuk pernikahan itu, aku lebih suka membatalkannya dengan memajang kepalamu di gerbang turnamen nanti."

Menyadari bahwa negosiasi telah tertutup rapat, Yan Huo merogoh dadanya dengan putus asa dan menghancurkan sebuah jimat teleportasi darah.

Wush.

Pusaran cahaya merah darah langsung menelan setengah tubuh Yan Huo, mencoba menariknya kembali ke markas Sekte Api Nirwana ribuan mil jauhnya.

"Aku akan kembali dengan ayahku dan menghancurkan seluruh generasimu, bajingan!" teriak Yan Huo dengan senyum kemenangan yang gila sebelum kepalanya ikut masuk ke dalam portal.

Xue Mingyue membelalakkan matanya ngeri melihat musuh utama mereka akan berhasil melarikan diri.

"Lin Xiao! Jangan biarkan dia lolos, atau identitas kita akan terbongkar!" teriak gadis es itu bersiap melemparkan pedangnya.

Namun Lin Xiao hanya tersenyum tipis dan mengulurkan tangan kanannya yang kini memancarkan aura kegelapan murni.

"Kau pikir jimat darah murahan bisa menyelamatkanmu dari genggaman dewa kematian di tahap Jiwa Murni?" bisik sang Kaisar Bayangan.

Srak.

Sebuah rantai besi hitam pekat melesat keluar dari telapak tangan Lin Xiao dengan kecepatan yang membelah dimensi.

Rantai Kutukan Makam itu menembus pusaran portal merah tepat sebelum portal itu menutup sepenuhnya.

"Kembali ke sini, anjing penakut." perintah Lin Xiao menarik rantai itu dengan sentakan kasar.

Krak.

Suara jeritan yang luar biasa mengerikan bergema dari dalam pusaran portal tersebut.

Lin Xiao menarik tangannya ke belakang, dan tubuh Yan Huo ditarik keluar secara paksa dari dimensi teleportasi hingga terhempas keras ke atas jalanan batu giok.

Bugh.

Yan Huo memuntahkan darah segar yang bercampur dengan potongan organ dalamnya, jiwa dan fisiknya telah rusak parah akibat gangguan dimensi tersebut.

"B-bagaimana kau bisa menembus hukum ruang dari jimat tingkat suci..." rintih Yan Huo menatap Lin Xiao dengan keputusasaan yang tidak berujung.

"Karena akulah hukum ruang itu sendiri di tempat ini." jawab Lin Xiao menempelkan ujung sepatunya ke wajah Tuan Muda tersebut.

Lin Xiao tidak memberikan kesempatan bagi Yan Huo untuk mengucapkan kata-kata terakhirnya.

Cras.

Satu tebasan pedang perak yang sangat halus melintasi leher Yan Huo, memisahkan kepala berambut merah itu dari tubuhnya secara permanen.

Mata Tuan Muda Sekte Api Nirwana itu masih melotot lebar, tidak percaya bahwa kehidupannya yang penuh kemewahan harus berakhir di sebuah gang kotor di tangan pengelana tanpa nama.

Lin Xiao mengambil kepala Yan Huo dan membungkusnya dengan kain hitam yang dia ambil dari cincin penyimpanannya.

"Ini akan menjadi hadiah pernikahan yang sangat indah untuk Nona Yue nanti." gumam Lin Xiao memasukkan bungkusan itu ke dalam cincinnya.

Xue Mingyue berjalan mendekat, menyarungkan pedang esnya setelah memastikan tidak ada satu pun musuh yang masih bernapas di area tersebut.

"Kau benar-benar seorang psikopat gila, Lin Xiao." komentar gadis itu melihat kelakuan bosnya mengoleksi kepala manusia.

"Aku menganggap itu sebagai pujian tertinggi atas dedikasiku dalam bekerja, Xue'er." balas Lin Xiao membersihkan bilah pedangnya dan menyarungkannya kembali.

"Ayo kita kembali ke markas, keributan ini pasti akan segera memancing anjing-anjing penjaga kota untuk datang kemari."

Mereka berdua memungut semua cincin penyimpanan dari mayat elit sekte tersebut, memastikan tidak ada harta yang tertinggal sedikit pun.

Setelah jarahan terkumpul, Lin Xiao kembali menggunakan kamuflase bayangan untuk menyembunyikan eksistensi mereka.

Dalam hitungan detik, mereka berdua melebur ke dalam kegelapan malam, menghilang tanpa jejak dari lokasi pembantaian tersebut.

Beberapa menit kemudian, pasukan penjaga Kota Awan Suci tiba di lokasi kejadian, dan pemandangan yang mereka temukan langsung membuat mereka jatuh berlutut karena ngeri.

Tumpukan mayat elit dari Sekte Api Nirwana dan mayat tanpa kepala dari Tuan Muda Yan Huo telah menjadi saksi bisu atas kebrutalan malam itu.

Keesokan paginya, seluruh pusat Benua Surgawi akan terguncang oleh berita pembunuhan yang tidak masuk akal ini.

Sebuah faksi bayangan telah bangkit dari selokan kota, dan mereka baru saja memukul genderang perang yang akan menenggelamkan Empat Sekte Suci ke dalam lautan darah.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!