Di dunia ini, tidak semua orang bekerja demi mengejar mimpi. Sebagian hanya berusaha bertahan hidup.
Ling Qi adalah salah satunya.
Sebagai penambang biasa di China, hidupnya dipenuhi debu tambang, utang yang terus menumpuk, dan hari esok yang tidak pernah menjanjikan harapan. Ketika sebuah kejadian menghancurkan sisa keberuntungannya, ia mengira hidupnya telah mencapai titik terendah.
Namun, jauh di bawah tanah, sebuah portal misterius membuka jalan menuju dunia yang belum pernah dijamah manusia.
Di balik kegelapan gua-gua kuno, tersembunyi mineral berharga, reruntuhan yang menyimpan rahasia, serta monster yang menjaga harta mereka dengan nyawa.
Di sana, Ling Qi memperoleh 《World Mining System》, sebuah sistem yang mengubah setiap ayunan pickaxe menjadi kesempatan untuk mengubah takdir.
Tetapi semakin dalam ia menambang, semakin ia menyadari bahwa dunia itu bukan sekadar tambang.
Ada sesuatu yang jauh lebih besar menunggu di balik setiap portal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Ling Qi menoleh cepat, jantungnya berdegup kencang antara waspada dan lega begitu mengenali sosok yang berdiri di ujung gang.
Rambut hitam panjang, wajah yang sudah dia kenal, meski kali ini mengenakan pakaian sederhana yang jauh berbeda dari kostum maid yang pernah dia lihat di mall.
"Shi Yao?" gumamnya, suaranya tercekat sesaat.
Shi Yao melangkah masuk lebih dalam ke gang itu, matanya menyapu tubuh Ling Qi dari atas ke bawah, memastikan sesuatu sebelum akhirnya berhenti beberapa langkah darinya.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Shi Yao, nada suaranya tenang, tetapi matanya menyimpan kewaspadaan yang tidak dia sembunyikan sepenuhnya.
"Aku kabur," jawab Ling Qi singkat, masih berusaha mencerna semua yang baru saja terjadi—pertarungan dengan Long Xuan, wajahnya yang berubah menjadi sesuatu yang mengerikan di mata orang lain.
Dia menatap Shi Yao lebih lama, sesuatu mengganjal di benaknya.
"Kenapa kau terlihat santai?" tanyanya, mengangkat alis di balik wajahnya yang menurut pantulan air tadi sudah tidak berbentuk manusia. "Wajahku terlihat seperti monster sekarang, bukan? Tapi kau tidak lari, tidak berteriak seperti orang-orang di parkiran tadi."
Shi Yao menghela napas pelan, mencoba menjawab dengan nada seyakin mungkin. "Aku tahu kau tidak berpihak pada monster. Jadi aku cukup tenang saja."
Ling Qi mengangguk pelan, hampir percaya begitu saja. Namun sesuatu dalam dirinya, insting yang sudah terlatih bertahun-tahun membaca kebohongan di tambang, mendorongnya untuk menguji jawaban itu.
Dia melangkahkan satu kakinya maju.
Shi Yao, refleks, mundur setengah langkah, matanya sekilas melebar sebelum buru-buru menormalkan ekspresinya kembali.
Ling Qi menatapnya diam-diam, sudut hatinya sedikit tergores oleh kenyataan yang baru saja tersingkap. 'Dia jelas takut. Hanya berusaha menahannya.'
Rasa kesal sempat menyeruak di dadanya, tetapi dia menariknya kembali, menyadari bahwa memaksa Shi Yao mengakui ketakutannya tidak akan mengubah apa pun. Dia menarik napas dalam, mengatur emosinya sebelum melanjutkan.
"Tidak penting hal itu sekarang," ucapnya akhirnya, suaranya kembali datar. "Aku ingin tahu kenapa dunia berubah."
Shi Yao menatapnya lama, seperti menimbang apakah dia boleh menjawab atau tidak, sebelum akhirnya menghela napas dan mulai bicara.
"Yang terjadi di mall waktu itu adalah proses awakening," ucapnya pelan. "Aku berasal dari tempat yang tidak pernah dijamah manusia biasa. Tempat di mana para immortal hidup."
Ling Qi mengerutkan kening. "Immortal?"
"Ya."
"Kau salah satunya?"
Shi Yao mengangguk pelan, sedikit menunduk seperti mengakui sesuatu yang memalukan. "Iya. Tapi aku digolongkan yang paling lemah. Bahkan para manusia yang baru saja mengalami awakening lebih kuat dariku."
Ling Qi terdiam, mencerna informasi itu satu per satu, sebelum sebuah pertanyaan yang jauh lebih penting muncul di benaknya, membuat dadanya mendadak sesak. "Sudah berapa lama aku pergi?"
Shi Yao menatapnya dengan ekspresi yang sulit dibaca, jeda sesaat sebelum menjawab. "Enam tahun."
Ling Qi membeku total, tubuhnya kaku seperti disiram air es. Dunia di sekitarnya seolah berhenti berputar sesaat, hanya suara detak jantungnya sendiri yang terdengar begitu jelas di telinganya.
"Enam... tahun?" bisiknya, suaranya nyaris tidak terdengar.
Dia hanya merasakan beberapa jam, mungkin sehari penuh sejak dia masuk ke dalam gua mulut naga itu. Tidak mungkin waktu berjalan sejauh itu di dunia asalnya.
"Ibuku—" suaranya tercekat, matanya yang tersembunyi di balik wajah anehnya membelalak panik. "Bagaimana keadaan ibuku?!"
"Ibumu baik-baik saja," jawab Shi Yao cepat, mencoba menenangkan. "Aku juga memberikan sedikit penyembuhan agar ibumu tidak lagi merasakan sakit di kakinya."
Sesaat, kelegaan besar membanjiri dada Ling Qi, hampir membuat kakinya lemas. Namun kelegaan itu segera digantikan tekad yang membara. "Aku ingin bertemu dengannya. Sekarang."
"Tidak bisa," Shi Yao menggeleng tegas. "Kalau kau muncul dalam kondisi seperti ini, itu akan menarik perhatian para Hunter. Mereka akan langsung datang."
Ling Qi ingin membantah, tetapi logikanya perlahan mengalahkan dorongan emosinya. Dia mengepalkan tangan, menahan diri, lalu menghela napas panjang. "...Aku mengerti."
"Untuk sekarang," Shi Yao melanjutkan, "sembunyilah dulu. Aku akan mencari cara untuk membantumu."
Ling Qi mengangguk pelan. Dia merogoh sakunya, mengeluarkan segepok uang yang masih tersisa dari hasil penjualan material sebelumnya, menyodorkannya kepada Shi Yao. "Berikan ini kepada ibuku."
Shi Yao menerima uang itu, mengangguk sekali, matanya menatap Ling Qi sejenak dengan ekspresi yang sulit dia artikan sebelum akhirnya berbalik dan berjalan pergi, langkahnya menghilang di ujung gang yang gelap.
Ling Qi berdiri sendirian, bersandar pada dinding gang yang lembap, menatap langit malam yang mulai dipenuhi bintang di antara siluet gedung-gedung tinggi.
'Enam tahun. Dunia sudah berubah sejauh itu tanpa aku sadari.' Dia menghela napas panjang, menutup matanya sejenak, mencoba menerima kenyataan baru yang begitu berat untuk dicerna dalam waktu singkat.