Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Senyum sumringah kakek tua itu menunjukan raut kebahagiaan.Ia tengah duduk di sebuah Halte menunggu bus arah kampungnya lewat.Ia membuka amplop yang diberikan Damar sebelum dirinya masuk ke kampus Lastri.Satu gepok uang merah yang bisa ia gunakan untuk membelikan anaknya motor second.
"tunggu bapak pulang ya nak..kita beli motor baru buat kamu,biar kamu gak cape lagi jalan kaki ke sekolah"lirihnya.
Bus yang sedang di tunggunya pun datang.berhenti di halte itu.Satu persatu orang yang ikut menunggu masuk secara tertib.kek adam tak ingin uangnya hilang atau terjatuh.ia memasukkan tasnya ke dalam baju.
...****************...
2 jam sudah kek adam tiba di kampungnya,teriknya matahari menyinari kepalanya yang sedikit botak.ia berjalan dengan langkah kaki yang sedikit cepat tak sabar untuk menemui anak semata wayangnya.
jalanan tampak sepi,tak ada siapapun warga yang melintas di arah sana.namun saat melewati hutan bambu langkah kakek tua itu terasa berat,Angin bertiup begitu kencang membawa aroma bunga melati yang menyengat bercampur bau anyir darah yang pekat.
kakek adam menghentikan langkahnya.Jantungnya berdegub kencang.Dari arah depan kabut tebal mendadak turun dan bergulung-gulung di atas tanah.
Sreeekkk...sreeekkk
Suara langkah kaki yang terseret di atas tanah kering terdengar mendekat.Dari balik rerimbunan pohon bambu,sesosok bayangan putih melayang keluar.Rambutnya hitam panjang menutupi wajahnya yang hancur.
kek adam tak bisa berkutik.ia mematung tak bisa menggerakan semua tubuhnya.
Sosok hantu Lastri mendongak.Di balik helaian rambutnya,terlihat mata merah yang menyala tanpa bola mata mengalirkan darah hitam.
Makhluk itu mengeluarkan suara tawa melengking yang memekakkan telinga.Jiwa lastri telah tertelan oleh dendam air terjun karena kematiannya yang tidak mendapat keadilan.
Sebelum kakek adam sempat berlari,makluk itu melesat dengan cepat seperti kilat.Tangan dengan kuku-kuku hitam panjang mencengkeram leher rentan sang kakek.Mengangkatnya ke udara,lalu dengan enteng menjatuhkannya ke tanah membuat mulut kek adam mengeluarkan darah.
Napasnya semakin sesak,matanya terbelalak menatap wajah Lastri yang sangat mengerikan.Dalam detik detik terakhir kesadarannya,ia menyadari satu hal tragis.
Penyamarannya yang berpura pura menjadi kakek lastri,juga menutup kebohongan para temannya membuat Lastri marah.
"Ma-maafkan saya"
Lastri tak memberi ampun sang kakek tua itu.Ia melenyapkannya begitu saja tanpa rasa kasihan.Mayat sang kakek terbaring begitu saja di semak semak.
Cahyo anak sang kakek dan teman sekolahnya berjalan menuju ke arah rumah mereka masing masing.Karena ingin segera tiba di rumah,seperti biasa mereka mencari jalan tikus.
Siapa sangka anaknya sendiri lah yang menemukan mayat sang kakek,saat hendak menalikan tali sepatu miliknya.Cahyo terkejut melihat sebuah kaki yang sudah keriput.Saat dibukanya semak semak itu,tampak bapaknya sendiri lah yang sudah tak bernyawa.
Cahyo menutup mulutnya tak percaya.ia berteriak histeris mengundang orang orang yang lewat di jalan itu ikut menyaksikan kematian kek adam.
"Bapaaaaakkkk!!!!!" Teriaknya.
"Ya allah..kek adam.nak cahyo yang sabar nduk"ucap ibu ibu yang sempat melintas di jalan itu.ia mengusap bahu milik anak remaja itu.
Atas aduan dari ibu tadi dan teman teman cahyo.kini kek adam sudah di kuburkan di pemakaman kampungnya.Persis di samping kuburan milik Lastri.
Setelah kematian kek adam.Setiap malam setelah maghrib,warga yang rumahnya berada di dekat aliran sungai mendengar suara wanita menangis pilu di sertai bau anyir darah dari dasar sungai.
Suara itu berpindah pindah.Dari balik rumpun bambu hingga ke belakang rumah warga. saat warga mencoba memeriksa,suara tangisan itu berubah menjadi tawa melengking yang menyerikan.
Sebagian warga menyimpulkan jika kematian kek adam ada sangkut pautnya dengan Lastri.Akibat teror yang semakin membabi buta ini,warga desa menjadi lumpuh total setelah jam enam sore.Tidak ada yang berani keluar rumah,hingga pada akhirnya kepala desa dan juga sesepuh sepakat untuk memasang tali pembatas dan menutup akses air terjun tersebut.
Tepat seminggu setelah kematian tragis lastri,desas desus tentang arwahnya yang gentayangan mulai menyebar dari mulut ke mulut di warung kopi pinggir desa.
Alih alih takut,cerita mistis ini justru memicu rasa penasaran sekelompok remaja kota yang haus akan tantangan.Di pimpin oleh nevan,mereka nekat datang ke kawasan air terjun untuk melakukkan camping malam minggu.
"Ah paling cuma mitos warga lokal biar tempat ini gak di kotorin" Ujar nevan malam itu,meremehkan peringatan warga yang sempat mereka temui di batas desa.
Mereka mendirikan tiga tenda tepat di area datar,hanya beberapa meter dari bibir kolam air terjun. Malam semakin larut,dan suara gemuruh air terasa semakin menekan dada. Kabut tipis mulai merayap naik,menyelimuti tenda-tenda mereka.
Sekitar pukul satu dini,suasana berubah mencekam.Api unggun yang mereka nyalakan mendadak padam total,menyisakan kegelapan pekat.Dari arah air terjun,terdengar suara wanita bernyanyi lirih-sebuah kidung kematian yang sangat menyayat hati.
Nevan yang penasaran membuka risleting tendanya dan mengarahkan senter ke arah air terjun.Cahaya senternya menangkap sesosok wanita mengenakan gaun merah kusam sedang berdiri di atas batu besar di tengah pusaran air.Wajahnya tertutup rambut panjang.
"guys..lihat itu.."bisik nevan,nyalinya mendadak ciut.
namun,belum sempat teman temannya merespons,Sosok itu mendongak.Di bawah sorotan lampu senter,wajah lastri terlihat sangat menyerikan.Matanya bolong mengalirkan darah dan senyumnya menyeringai lebar sampai ke telinga.Detik berikutnya lastri melesat layaknya bayangan hitam yang mengamuk.
Malam itu berubah menjadi ajang pembantaian.Jeritan histeris para remaja memecah kesunyian hutan.Mereka mencoba lari,namun kekuatan ghaib lastri membuat mereka berputar-putar di tempat yang sama.Satu per satu dari mereka di tarik ke dalam gelapnya dasar air terjun.
Nevan,yang mencoba merangkak menjauh,menjadi korban terakhir.Ia di cekik dan di seret masuk ke dalam pusaran air yang dingin.Mereka semua mati tak terselamatkan.
Keesokan harinya warga desa yang curiga menemukan area perkemahan dalam kondisi hancur berantakan.Tenda-tenda robek dan darah berceceran di atas batu-batu kali.Jasad nevan dan teman temannya di temukan mengambang di permukaan air terjun dengan wajah yang membiru penuh ketakutan.
"Kayaknya ini anak anak bandel nih,udah tau air terjun ini di tutup malah nekat masuk aja.gini kan jadinya"Ucap salah satu warga tak tahan melihat kenakalan anak itu.
"hus..jangan ngomong sembarangan.Daerah rawan nanti hantu Lastri marah!!!
Mereka membungkam mulutnya.memilih untuk berdiam dan menyaksikan para warga lainnya yang tengah mengurus kematian sekelompok para remaja itu.
Kematian masal para remaja ini membuat gempar seluruh wilayah.Sadar bahwa arwah Lastri sudah menjadi iblis penuntut balas yang sangat berbahaya.Para sesepuh desa segera mengambil tindakan tegas.
Mereka mengadakan ritual darurat di batas hutan. Di bawah pimpinan sesepuh tertinggi,di pasanglah tali pembatas ghaib dan papan peringatan keras.
Sesepuh desa melarang total semua orang,baik warga lokal maupun orang luar untuk menginjakan kaki mereka ke dalam kawasan air terjun itu.Siapapun yang melanggar,di anggap menyerahkan nyawanya sendiri kepada lastri.
Larangan inilah yang nantinya membuat desa menjadi sepi,Hinga akhirnya warga memilih pindah ke kota karena trauma.Dan arwah arwah yang mati,termasuk nevan terjebak membangun desa ghaib di sana.