NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 26

...BAB 26: RAVA DAN RYUJIN MENGUTUK KENZIE...

...****************...

"Akhirnya aku telah menemukan tempat yang bisa dipakai untuk bermalas-malasan," ucap Kenzie Laurent sembari mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar barunya yang nyaman. Ia merebahkan diri sejenak di atas kasur, sebelum akhirnya bangkit berdiri dengan seringai licik. "Hehehe... Selanjutnya adalah mengatur porsi latihan yang tepat untuk mereka."

Senyuman Kenzie tampak begitu penuh dengan pikiran siasat jahil yang patut diwaspadai oleh siapa pun yang menjadi korbannya. Namun, di tengah-tengah tawanya, raut wajah Kenzie mendadak berubah heran saat memikirkan salah satu rekan satu timnya.

"Tunggu dulu... Sepertinya tadi aku melihat wajah wanita bernama Snowy itu tampak datar dan terlihat begitu kaku sepanjang waktu. Apakah wanita itu memang sedingin salju di setiap situasi?" gumam Kenzie kebingungan memikirkan sifat Snowy yang misterius dan tidak memperlihatkan emosi apa pun di permukaan.

Sambil menggelengkan kepala, Kenzie memutuskan untuk tidak terlalu ambil pusing. "Biarlah, sebaiknya aku mempersiapkan diri saja sekarang," ujarnya kemudian, sembari menerawang masuk ke dalam dimensi cincin penyimpanannya untuk memeriksa barang-barang miliknya.

Mata Kenzie seketika berbinar cerah saat menemukan sebuah benda spiritual di sudut ruang cincinnya. "Haa! Ternyata ada di sini! Aku kira pak tua itu lupa memberikannya padaku sebelum aku pergi," kata Kenzie dengan senyum usil yang semakin melebar. Otaknya langsung dipenuhi berbagai pikiran liar untuk membagikan penderitaan dari pengalaman hidupnya selama delapan tahun di Gunung Celestara.

Kenzie segera menarik benda tersebut keluar. Seketika, sebutir kristal sihir (*crystal magic*) berwarna ungu berpendar lembut di telapak tangannya. Kristal khusus tersebut digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh, yang di mana Arvendel telah menghubungkan kristal milik Kenzie langsung dengan kristal miliknya sendiri sebelum mereka berpisah.

Tanpa membuang waktu, Kenzie mengalirkan sedikit energi spiritualnya ke dalam kristal tersebut untuk mengaktifkannya. *Wush!* Secercah cahaya ungu melesat naik, menandakan jalur komunikasi spiritual telah terhubung sempurna.

Kenzie memandangi kristal di tangannya, lalu merapatkan benda tersebut di dekat bibirnya yang merah cerah sembari berseru santai, "Tes... Tes... Bisakah Master mendengar suaraku dari kristal ini?.."

*"Yah.. Ada perlu apa kamu menghubungi gundulmu ini, hah?!"* Suara berat nan ketus milik Arvendel seketika menyahut dari balik kristal. *"Cepat katakan padaku ada urusan apa! Jangan mengganggu waktu sibukku!"* bentak Arvendel terdengar sangat malas meladeni murid nakalnya itu.

"Jangan begitulah, Master. Murid kesayanganmu yang tampan ini sedang merindukan gurunya yang agung. Masa Master begitu abai dan tega pada anak emasmu ini?.." seru Kenzie merayu dengan nada manja yang sengaja dibuat-buat untuk memancing emosi sang guru.

*"Baru dua hari berpisah dari hutan kamu sudah mulai rindu padaku? Jelas itu hanya omong kosong busukmu saja! Pasti ada udang di balik batu. Cepat katakan barang apa yang ingin kamu minta dari diriku yang sangat sibuk ini!"* jelas Arvendel langsung mempertegas poin utama tanpa bisa dikelabui.

Padahal, jika melihat situasi aslinya di kediaman Vargan saat ini, "kesibukan" yang digembar-gemborkan oleh Arvendel hanyalah omong kosong belaka. Di dalam ruangan megah itu, Arvendel sedang melakukan aktivitas harian biasanya: duduk bersandar malas di atas kursi empuk dengan sepasang kaki diangkat ke atas meja, ditemani oleh teko arak legendaris miliknya yang aromanya menguar ke seluruh ruangan.

Arvendel memegang cangkir arak favoritnya dengan satu tangan, sementara kristal sihir komunikasi miliknya dibiarkan melayang bebas di hadapannya demi meladeni panggilan Kenzie.

"Hehehe... Master memang tahu betul apa yang ada di dalam isi kepalaku. Heh... begini, Master, aku mau memintamu agar memberiku beberapa barang," ujar Kenzie memperjelas tujuannya, walau nadanya terdengar sedikit canggung dan gugup dengan permintaannya yang agak tidak masuk akal ini.

Arvendel meneguk araknya sebelum menyahut bingung, *"Barang? Sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan sekarang di luar sana, Bocah Nakal?"*

"Tidak ada apa-apa, Master. Aku awalnya ingin langsung melakukan petualanganku, tapi di tengah jalan aku bertemu dengan beberapa kenalan baru yang kini telah resmi menjadi temanku di dalam akademi. Karena setelah aku perhatikan mereka semua tampak terlampau lemah, jadinya aku berniat melatih mereka dan ingin meminta beberapa barang darimu," bujuk Kenzie sembari memberikan penjelasan logis. "Boleh kan, Master? Hehehe..."

*"Sebutkan saja barang apa yang ingin kamu minta dari gudang senjataku?"* tanya Arvendel kembali, acuh tak acuh dengan alasan Kenzie selama barang yang diminta bukan pusaka berharga miliknya.

"Aku ingin meminta dibuatkan pedang kayu pusaka yang memiliki pemberat internal, sama seperti pedang milikku yang dulu sering aku pakai untuk latihan. Tolong bantu saya, Master, buatkan lima pedang kayu seperti itu," jelas Kenzie memberi tahu spesifikasi barang incarannya.

*"Lima?! Itu banyak sekali! Untuk apa kamu membutuhkan lima pedang kayu sekaligus?!"* Arvendel tersentak kaget dari posisi santainya, tidak menyangka muridnya akan meminta mainan kayu dalam jumlah banyak secara tiba-tiba.

"Seperti yang kubilang tadi, Master, aku ingin memberikan pelatihan dasar yang solid pada teman-temanku yang ada di dalam akademi. Sebab menurut standarku, mereka terlalu lemah jika harus ikut berpetualang denganku di masa depan. Jadi, aku ingin mengasah kemampuan mereka terlebih dahulu sebelum melanjutkan petualangan murni," ujar Kenzie menyatakan tujuan sebenarnya dengan nada sok bijak.

Arvendel menghela napas pasrah, *"Hah... Baiklah kalau begitu, aku akan memberikan lima pedang kayu itu kepadamu. Tapi dengan syarat, kamu sendiri yang harus datang kemari untuk mengambilnya! Aku sedang sangat sibuk bersantai dan tidak bisa diganggu gugat untuk melakukan perjalanan!"*

"Baik, Master! Aku akan segera pergi ke tempatmu sekarang. Tapi... sebenarnya ada satu lagi barang berharga yang ingin aku pinjam dari Master," kata Kenzie, suaranya terdengar semakin canggung dan kikuk saat menggaruk tengkuk lehernya yang sama sekali tidak gatal.

Arvendel mendelik kesal pada kristal melayang di depannya, *"Apalagi yang kamu inginkan dari guru tuamu ini, Kenzie?!"*

"Aku ingin meminta... meminjam tongkat naga gajah esensi kura-kura padamu, Master. Apakah boleh aku membawanya?" ujar Kenzie tanpa tahu malu meminjam dua barang latihan ekstrem milik gurunya.

Mendengar nama dua barang ekstrem tersebut, Arvendel langsung memijat pelipisnya yang mendadak pening, *"Aduh... Murid nakal ini benar-benar tidak tahu diri. Baiklah, datanglah kemari dan ambil sendiri semua barangmu ini. Tapi satu hal yang perlu kupastikan, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan pada teman-teman barumu dengan barang-barang penyiksa itu?"* tanya Arvendel yang mulai mencium gelagat tidak beres dan sedikit penasaran.

"Hehehe... Tidak ada apa-apa, Master! Aku murni hanya ingin meminjamnya saja sebagai pajangan!" jawab Kenzie tertawa penuh kebohongan yang sangat kentara.

*"Datanglah, aku dan Vargan akan menunggumu di sini,"* restu Arvendel akhirnya, memilih untuk tidak menggali lebih dalam mengenai tujuan asli Kenzie yang terlampau mencurigakan.

"Baik, Master, aku siap berangkat! Tapi... ada satu hal kecil lagi, Master!.." Kenzie terus berbicara berbelit-belit dengan rentetan permintaannya yang seolah tiada habisnya.

*"APALAGI SIH?!"* teriak Arvendel dengan nada tinggi karena telah kehabisan sisa kesabarannya akibat waktu santainya diganggu tanpa henti oleh Kenzie.

"Maaf, Master, aku hanya ingin memastikan... Apakah sihir pemanggil kendaraan langit milik Master yang dulu pernah diajarkan kepadaku sudah bisa aku gunakan untuk pergi ke tempatmu sekarang?" tanya Kenzie memastikan legalitas sihir tersebut.

Mendengar pertanyaan konyol itu, Arvendel merasa harga dirinya sebagai guru hebat tercoreng, *"Aku telah mengajarkan seluruh teori dan prakteknya kepadamu, bahkan hampir semua jenis sihir tingkat tinggi milikku telah berhasil kamu kuasai dengan sempurna! Apakah kamu benar-benar masih tidak bisa menggunakannya, hah?!"*

"Bukan tidak bisa, Master. Aku hanya berpikir sihir yang Master ajarkan waktu itu hanya sebuah lelucon belaka... karena mantranya terdengar begitu lebay, berlebihan, dan memalukan untuk diucapkan di depan umum..." ucap Kenzie dengan nada datar yang teramat menyebalkan.

*"BOCAH SIALAN! Jangan main-main dengan gurumu ini, ya! Apakah sihir agung milikku mirip seperti lelucon komedi bagimu, hah?!"* ketus Arvendel memberi peringatan keras pada Kenzie karena sangat kesal dengan sikap muridnya yang terlampau kurang ajar.

"Heheh... Maaf, Master, aku hanya bercanda saja dan bicara sembarangan. Baik, kalau begitu aku tutup komunikasinya sekarang, aku akan segera pergi ke tempat Master," potong Kenzie dengan cepat sebelum Arvendel meledak lebih parah, lalu memutuskan koneksi kristal ungu tersebut.

Sementara itu, di kediaman mewah seberang, sang guru tua yang tengah bersantai kini menggerutu panjang pendek karena waktu istirahatnya dirusak total oleh muridnya sendiri. Ia kemudian menoleh ke arah Vargan yang sedang duduk di sofa seberang sembari meminta tolong agar disiapkan lima pedang kayu khusus beserta kristal sihir pengatur gravitasi.

"Apakah Kenzie sangat membutuhkannya? Mengapa dia tiba-tiba meminta disiapkan lima pedang kayu yang memiliki berat ekstrem seperti itu?" tanya Vargan sembari tersenyum tipis ke arah Arvendel dengan wajah penuh rasa penasaran.

"Entahlah, aku sendiri juga tidak mengetahui apa yang sebenarnya ingin direncanakan oleh bocah nakal itu dengan lima pedang kayu tersebut. Tapi dia tadi berkata ingin melatih teman-teman barunya di akademi. Entah itu niat tulus yang benar atau hanya bualan liciknya saja, aku juga tidak tahu," jawab Arvendel sembari memijat kepalanya yang sedikit puyeng memikirkan tingkah laku Kenzie yang selalu di luar nalar.

Kembali ke area kamar di Akademi Gunung Langit, Kenzie tertawa puas dengan ekspresi usil yang sangat kentara di wajah tampannya. Rencananya kini dipastikan akan berjalan dengan kesempurnaan mutlak. Ia tidak hanya bisa melarikan diri dari jadwal latihan resmi Master Helena yang membosankan, melainkan juga bisa menikmati waktu melatih teman-temannya sembari bersantai, sekaligus membagikan penderitaan trauma delapan tahunnya secara adil.

Kenzie segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju halaman tengah, di mana Ryujin dan Rava kebetulan sedang duduk bersandar di bawah pohon. Tanpa memberikan penjelasan apa pun, Kenzie langsung mencengkeram kerah baju belakang kedua pemuda tersebut.

"Hei! Kakak Senior Kenzie! Apa yang ingin Anda lakukan?!" teriak Rava panik saat tubuhnya diseret paksa.

"Kakak Kenzie, kita mau ke mana?!" seru Ryujin ikut kebingungan.

Kenzie tidak menjawab. Ia menyeret keduanya ke area terbuka, lalu merentangkan satu tangannya ke atas langit sembari merapalkan mantra sihir pemanggil kendaraan terbang milik Arvendel dengan ekspresi menahan malu karena kalimatnya yang terlampau lebay:

*"Aetherion Vahl Astra... Bukalah jalur langit dan hadirkan kendaraan terbang!"*

*Glaaarrr!*

Langit di atas kediaman Helena mendadak terbelah oleh kilatan cahaya keemasan yang megah. Detik berikutnya, sebuah kereta kuda tanpa roda yang diselimuti oleh sayap energi magis murni meluncur turun dari balik awan, mendarat dengan anggun tepat di hadapan mereka bertiga. Kendaraan langit milik Arvendel telah hadir secara sempurna.

Sebelum melompat naik ke atas kereta terbang bersama Rava dan Ryujin yang masih melongo tak berdaya, Kenzie menoleh ke arah tiga gadis faksi mereka—Wulan Tsuyoki, Liera, dan Snowy—yang kebetulan baru saja keluar dari bangunan rumah mereka.

"Kalian bertiga, nona Wulan, Liera, dan Snowy! Tunggulah di tempat yang sudah kukatakan tadi, tepat di area belakang kediaman Master Helena di dekat air terjun besar yang memiliki lahan luas! Tempat itu sangat cocok untuk digunakan sebagai tempat latihan kita sore nanti!" seru Kenzie dengan suara lantang dari atas kereta kuda terbang.

"Aku akan pergi sebentar untuk mengambil alat-alat latihan khusus kita. Ingat, jangan ada yang terlambat datang ke air terjun sore nanti jika kalian tidak ingin menerima hukuman dariku!" ancam Kenzie sembari melambaikan tangan, sebelum akhirnya menyentak tali kekang kendaraan langit tersebut.

*Wushhhh!*

Kereta terbang itu melesat membelah langit dengan kecepatan kilat menuju tempat kediaman Arvendel dan Vargan, meninggalkan kepulan asap magis di halaman, serta menyisakan Rava dan Ryujin yang mulai menjerit histeris karena ngeri melihat senyuman licik Kenzie di sepanjang perjalanan. Di dalam hati mereka, insting liar mereka kompak mengutuk Kenzie habis-habisan karena tanpa pemberitahuan dan diseret dengan paksa oleh kenzie.

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!