NovelToon NovelToon
Terjerat Dua Cincin Sang CEO

Terjerat Dua Cincin Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Pelakor / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adzana Raisha

Layaknya drama, memaksa seseorang Azzara biantika, menjalani perannya sebagai tokoh antagonis, yang menjelma menjadi orang ketiga dalam kehidupan pernikahan Anastasya dan Arkana surya atmadja, seorang CEO muda karena adanya sesuatu hal.

Mampukah Azzara bertahan, hingga menemukan kebahagiaan yang selama ini dirinya impikan. Ataukah kian terpuruk dalam hubungan tanpa kepastian, yang semakin erat membelenggunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adzana Raisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Tatap Aku

Sedikit demi sedikit Zara mulai belajar memainkan perannya sebagai seorang istri yang baik. Gadis mungil itu berada di walk in closet dan memilih pakaian yang akan dikenakan sang suami.

"Tuan, anda ingin memakai pakaian yang mana?" tanya Zara dengan membalikkan sedikit tubuhnya, menatap kearah Arka yang berdiri menunggu di belakangnya, namun sedetik kemudian gadis itu pun lekas membalikkan pandangan kearah semula, setengah menahan malu bersitatap dengan suaminya.

"Aku serahkan semua padamu. Apa pun yang kau pilih, pastilah terlihat pantas untuk kugunakan." goda Arka sedikit menjahili istrinya yang tengah sekuat tenaga menaha rasa malu dan canggung.

Jika tempo hari dirinya hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh atletisnya, agar tak mengejutkan sang isrtri hingga membuatnya terjatuh untuk yang kedua kali, kini ia tak mau mengulanginya lagi dan melapisinya lagi dengan piyama handuk.

Zara berfikir dengan keras. Sesungguhnya ia masihlah sangat minim pengetahuan jika menyangut masalah memadu padankan pakaian agar terlihat pas, namun apalah daya, memilih dengan asal pun kali ini pasti akan gadis itu lakukan, toh jika Arka tak akan Lll"lmemakainya kalau pun pilihannya itu terlihat aneh.

Stelan jas berwarna Navy dengan kemeja putih polos dan dasi berwarna gelap menjadi pilihan setelah menghabiskan beberapa menit untuk berfikir.

"Bagaimana jika yang ini, Tuan." Zara menunjukan pakaian yang masih menyisakan gantungan pakaian di tangannya.

Arka tersenyum simpul dan tak menunjukan penolakan.

"Berikan kemeja dan celana bahannya padaku," titah Arka dengan mengulurkan tanggan kanannya.

Kenaca hanya celana dan kemejanya, lalu bagaimana dengan jas dan dasinya.

"Jas dan dasinya Tuan?"

"Pengang itu lebih dulu, aku akan berganti pakaian."

Entah apa maksud di balik ucapan pria tampan itu, yang jelas Jas beserta dasi ia tinggalkan begitu saja meski sesungguhnya ia tengah mengganti pakaiannya di sudut ruangan yang lain.

Zara masih berdiri terpaku pada tempatnya semula dengan jas dan dasi di tangan. Arka yang sudah rapi dengan kemeja dan celana bahannya, tiba-tiba muncul dengan mengulas senyum tipis di bibirnya.

"Kemarilah," pinta Arka pada Zara.

Zara pun mendekat dan berhenti dalam jarak dua meter dari suaminya.

"Pakaian dasi itu keleherku."

Zara menelan salivanya berat.

Bagaimana ini, aku belum pernah memakaikan dasi pada siapa pun sebelumnya. Aku pasti tidak akan bisa melakukannya.

"Mendekatlah, agar kau tak kesusahan."

Zara berjalan lebih mendekat lagi hingga berada tepat di hadapan suaminya. Menatap tubuh tinggi menjulang yang mustahil bisa ia pasangkan dasi jika suaminya tak menunduk.

Sebenarnya apa saja yang Tuan Arka dulu

makan hingga tubuhnya bisa setinggi ini.

"Ta-tapi Tuan terlalu tinggi, saya cukup kesulitan untuk memakaika dasinya," lirih Zara berucap. Takut jika sang suami akan marah.

Sudut bibir Arka tampak berkedut menahan tawa. Diraihlah kursi bulat yang sempat di duduki istrinya itu hingga berakhir tersungkur lalu mendudukinya untuk mensejajari tinggi istrinya.

"Lebih mudah bukan? Sekarang pasanglah."

Dekat. Posisi keduanya sangat dekat. Zara yang sempat gelagapan dengan tingkah spontan suaminya hanya bisa tertegun dan terdiam.

"Tapi saya belum pernah memasangkan dasi sebelumnya Tuan." Sumpah demi apa pun, gadis mungil itu sudah tak lagi kepada tugas yang di limpahkan padanya, melainkan kini teralih pada wajah rupawan suaminya.

"Aku akan mengajarinya." ucap Arka dengan lembut.

Zara pun mulai melingkarkan kain berwarna gelap itu keleher suaminya. Ketika ragu hendak memulai dari mana, tiba-tiba sepasang tangan kokoh itu membimbingnya denga perlahan hingga akhirnya dua pasang tangan dengan ukuran berbeda itu saling mengayun dan berpaut membentuk simpul indah beraturan yang tergambar jelas di keras kemeja putih yang Arka kenakan.

"Bagaimana, mudah bukan?"

Suara lembut itu membuyarkan segala fikiran yang berkecamuk di benak Azzara.

Tidak jika dalam posisi seperti ini Tuan. Terlebih jika anda sedang menatapku. Lama-lama aku bisa benar-benar pingsan karenamu Tuan.

"Sekarang, sisir rambutku." Arka meraih sebuah benda mungil berwarna hitam dari saku kemejanya yang tak lain ialah sisir kecil dengan diameter tak lebih dari saku jas yang ia pakai.

Benarkah aku harus melakukan ini.

Gadis itu pun menerima sisir mungil dari tangan suaminya dan mulai menyentuh surai hitam yang masih setengah basah itu. Jantungnya mulai berdetak tak beraturan tatkala pandangan mereka saling berpaut dengan jarak yang begitu dekat.

Aku mohon jangan tatap aku Tuan.

"Tuan ingin saya mengaturnya seperti apa."

Lagi-lagi Arka menatap istri mungilnya itu lekat seraya tersenyum lembut.

"Terserah padamu saja. Kau pasti tau yang terbaik untukku," jawab Arka masih dengan menatap lekay istrinya.

Stop Tuan. Jangan menatapku seperti itu, aku bisa benar-benar pingsan karenamu.

Zara mulai menyisir surai hitam yang terasa sangat lembut itu kebelakang. Aroma shampo yang wangi dan helaian surai yang begitu lembut itu memudahkan sang gadis untuk berlama-lama menyisir. Tak lupa ia memberikan pijatan lembut disela sisirannya.

Membuat sang suami memejamkan netra, menikmati sentuhan yang terasa begitu nyaman.

Di sela kesadaran, Arka mengarahkan kedua tangan dan melabuhkan pada pinggang istrinya. Entah mengapa dirinya begitu nyaman dengan posisi seperti ini.

Zara yang terkesiap dan sempat menegang, membiarkan itu terjadi. Suami di hadapannya itu terpejam sembari menikmati setiap setuhan tangan di kepalanya. Walau sejujurnya ia ingin menolak dan berlari jauh, namun hatinya seolah berkata lain dan menikmati setuhan yang diberikan Arka padanya.

Dalam keadaan dan posisi seperti inilah untuk pertama kalinya keduanya terlihat intim. Saling menyalurkan rasa satu sama lain yang selama ini belum keduanya temui. Merasakan senyar rasa asing dan kenyamanan satu sama lain.

1
Surati
bagus
sinta febrianti
udah bisa di tebak pas Zara nyuruh suaminya ngelepasin sandy pasti bkln kya gni. hrusnya arka wlaupun Zara ngmng sruh lepaskan hrusnya dia ttep nyuruh bodyguard nya buat beresin sandy biar gak bkin ulah lgi.. lah ini malah di bebasin yo wis jdinya begitu sandy berulah lgi
Rikawaii San
Luar biasa
Retno Elisabeth
menarik ceritanya thor
Inaqn Sofie
knp manggilnya tuan trs ya
Adeva Rizky
kok Zara,ngomong sama arka msh aj formal.gk cocok
Lena Sari
masa lalu seperti apa yg nona Anastasya sembunyikan???
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus bahagia
fifid dwi ariani
trusvsukses
fifid dwi ariani
trus sehat
Murwa Malefy
heheeee puncak kepala thor...😀 semangaattt thor..
YK
memang lebih baik dengan Ken yg didewasakan dengan cobaan. bukannya rangga yg lari dari cobaan dan meminta sahabatnya yg bertanggungjawab atas permasalahan yg disebabkan oleh dirinya sendiri...
YK
noh, siapa yg kemaren sibuk menghujat arka????
YK
cowok kere aja belagu...
YK
apakah tasya sakit? HIV mungkin?
Sri Wahyuni
kan s zara msih punya bpk knp pke wali y hakim
Sri Wahyuni
hrus nya s tasya itu memprbaiki dri dn hrs bersyukur msih ada yg mau mengeluarkn dri dunia lmbah hitam s arka mau menikahi nya hrs hidup lah yg lbih baik nikmati yg udah d sdiakan suami nya the real az hidup dn hnya krn cinta yg blm d dpt jd tmbah hilng arah cp tau dngn bnyk bersyukur dn brsbar akn tba wktu y yg d ingin kn tpi ini klkuan bkin jengah suami az
Sri Wahyuni
mungkin tdi y tasya itu jalang yg taubat..dan s zara skrng az blng ga mau k dpn y pasti bucin merem melek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!