NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 02

Kabar rencana pernikahan antara Gani dan kakak iparnya yakni Teani menyebar dengan cepat. Seluruh cabang TBBA yang berjumlah 7 cabang itu tak luput mendengar kabar tersebut.

Beberapa orang nampak tidak senang dengan kabar itu.

"Bagaimana bisa mereka merencanakan pernikahan di tengah duka ini. Bahkan sampai sekarang tubuh Bu Rinda belum ditemukan. Atau jangan-jangan memang mereka tidak mencarinya?"

"Hush, diam. Jangan sampai omongan kamu sampai ke telinga mereka. Jadi kacau nantinya. Biarkan saja mereka mau berbuat apa. Kita sebagai orang kecil mending diam. Jangan ikut campur urusan milik atasan."

Sebenarnya banyak yang berpikir demikian. Naiknya Teani menjadi pimpinan saja sudah sangat mencurigakan, sekarang malah kabar bahwa Gani akan menikah dengan Teani mencuat.

Meskipun merasakan banyak kejanggalan, semua orang yang berada di bawa TBBA hanya diam. Mereka tak berani bertanya apapun. Karena memang tak ada wewenang bagi mereka untuk ikut campur.

"Oh iya, aku kok tidak lihat Jexen ya. Itu lho asisten pribadi Bu Rinda."

"Jex? Setahu ku setelah Bu Rinda dinyatakan tidak ketemu dan pencarian dihentikan, dia resign dari posisinya. Kabarnya, Bu Teani meminta Jexen kembali, tapi Jexen menolak. Bahkan ditawari gaji besar pun, Jexen tetap tidak mau. Sttt, diam."

Bisik-bisik membicarakan seorang asisten pribadi itu pun selesai seketika. Suasana langsung senyap saat Teani datang dan melewati mereka. Para karyawan yang ada di sana langsung terdiam. Mereka tak berani bicara lagi dan memilih untuk menundukkan wajah.

"Jadi kapan kamu akan melangsungkan pernikahan?"

"Akhir bulan, semua sedang dipersiapkan Ma."

Teani tengah berbicara di telepon dengan ibunya. Selama beberapa waktu ini Teani memang sangat sibuk. Bukan karena pekerjaan tapi sibuk untuk pernikahannya.

Klak

Sesampainya di ruangan, Teani menjatuhkan tubuhnya di kursi. Dia meletakkan ponselnya. Matanya menatap ke seluruh ruangan, tangannya mengusap meja lalu kursi yang didudukinya.

Haaah

Teani membuang nafasnya panjang. Ia merasa ada yang kurang.

Ponsel yang tadi diletakkan secara sembarangan kembali diambilnya. Ia teringat akan satu orang yang agaknya sulit untuk ditaklukan.

"Halo, Jex bisa kita bertemu? Aku masih berharap kamu mau menjadi Aspri ku."

Teani sungguh berharap. Ucapannya juga terdengar memohon. Namun pemuda 25 tahun yang bernama Jexeen hanya mendengus. Dia bahkan tak peduli jika Teani mendengarkannya.

"Sudah aku bilang, aku tidak mau. Aku hanya bekerja untuk Bu Rinda. Jadi aku tidak mau jadi asisten pribadi siapapun kecuali Bu Rinda. Sebaiknya Anda cari orang lain saja. Aku yakin masih banyak yang mau kok, apalagi gaji yang Bu Teani tawarkan besar. Jadi selamat siang dan Anda tak perlu bertemu dengan ku."

Grrrrt

Teani menggertakkan gigi-giginya, dadanya bergemuruh mendengar penolakan dari Jexeen. Ia tak habis pikir, mengapa pemuda itu begitu loyal kepada Rinda, bahkan saat Rinda sudah tak ada pun, Jexen tetap tak bisa Teani bawa ke pihaknya.

"Jexen Eryen, jangan sombong kamu ya. Mentang-mentang aku berkali-kali meminta mu untuk jadi aspri-ku, lantas membuatmu besar kepala. Lihat saja, meski tanpa mu, aku tetap bisa melakukan semuanya. Dasar sialan!"

Teani melempar ponselnya ke meja. Dia lalu mengusap wajahnya kasar. Tak pernah disangka bahwa Jexen sangat sulit direngkuh. Ia pikir Jexen hanya orang biasa pada umumnya, yang mana jika dikasih uang banyak maka akan luluh.

"Apa aku kurang banyak memberinya? Tidak, gaji dua digit yang aku tawarkan seharusnya sudah cukup bagi pemuda seperti dia. Sial, aku yakin dia hanya jual mahal. Kita lihat saja nanti."

Teani mengetuk-ngetuk jarinya. Saat ini dia harus melakukan semua pekerjaannya sendiri. Ia sedikit kewalahan.

Tentu saja demikian, selama ini Teani hanya menjadi direktur. Dan CEO nya atau pimpinannya ada di tangan Rinda. Rinda lah yang mengurus semua pekerjaan, entah itu ada di kantor pusat atau di toko-toko cabang.

Sedangkan Teani, dia hanya mengurus kantor pusat, dan itu pun hanya sebagian saja.

Tok tok tok

"Masuk."

Teani menegakkan punggungnya. Dia bersikap tenang dan menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang pimpinan yang harus dihormati sekarang.

"Maaf Bu, ada yang harus saya sampaikan," ucap seorang wanita berhijab dengan kaca mata yang bertengger di hidungnya.

"Aina, ada apa? duduk."

Aina, dia adalah kepala HRD dari TBBA. Wajahnya tampak tidak nyaman, di tangannya membawa beberapa hard file.

"Maaf Bu Teani, saya membawa laporan dari beberapa cabang toko kita. Dimana semuanya berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang. Silakan diperiksa lebih dulu, saya permisi."

Aina memberikan tumpukan berkas itu kepada Teani. Dia yang memang tak duduk, segera pamit undur diri.

"Tunggu!" ucap Teani keras yang mana membuat Aina menghentikan langkahnya.

"Apa ada yang kurang Bu?

"Kamu menyuruhku melakukan pekerjaan receh ini?"

Degh!

Aina terhenyak mendengar ucapan Teani. Sudah lima tahun dirinya berkerja di TBBA, tapi baru kali ia mendapat perkataan seperti itu.

"Maaf Bu, ini bukan pekerjaan receh. Apapun yang berhubungan dengan karyawan, itu adalah hal penting karena menyangkut jalannya perusahaan. Dan saya bukannya lancang meminta Ibu mengerjakannya. Saya ingin Ibu meninjau lalu membuat keputusan yang bijak."

Aina berkata dengan percaya diri. Karena selama ini begitulah dia bekerja. Di bawah kepemimpinan Rinda pun memang demikian prosesnya.

"Ck, halah ini paling cuma akal-akalan kamu saja buat tidak bekerja kan. Lagian aku tidak ada waktu untuk mengerjakan hal itu. Kamu tahu kan kalau aku sedang sibuk sekarang, jadi kerjakan dan ambil keputusan yang benar. Ambil lagi berkas-berkas ini."

Aina menyipitkan kedua matanya, ia juga menghela nafasnya pelan. Sungguh tidak disangka bahwa pekerjaan yang sudah disiapkannya selama seminggu, hanya akan dikembalikan lagi padanya. Padahal dia sudah sangat bekerja keras untuk menyusun rapi. Aina hanya butuh ditinjau saja.

"Baik, permisi."

Tak ingin membuang energinya, Aina mengambil tumpukan berkas itu dan segera melenggang pergi. Atmosfir di ruangan pimpinan terasa sangat menyesakkan baginya.

"Ugh, aku rindu Bu Rinda. Ya Allah, apa benar beliau sudah Engkau ambil? Aku masih berharap ada keajaiban," gumam Aina lirih. Matanya berkaca-kaca mengingat tentang atasannya yang sebelumnya.

Tring

Aina mengusap matanya yang basah. Dia juga segera mengambil ponselnya di saku dan melihat pesan dari siapa yang baru saja masuk.

"Jex? Anak itu tumben nge-chat?"

Aina bergegas kembali ke ruangannya. Ia meletakkan tumpukan berkas itu, duduk, dan menelpon Jexen.

"Jex, kamu ngechat aku ya? Bukan salah pencet kan? Tumben, ada apa? Sudah dua bulan ini kamu tak kelihatan?"

Aina mengajukan pertanyaan secara beruntun yang cukup membuat Jexen tersenyum simpul di seberang sana.

"Mbak, orang itu pasti menjengkelkan kan?"

Aina mengerutkan alisnya, awalnya dia tak mengerti siapa yang dibicarakan oleh Jexen, tapi akhirnya Aina paham juga.

"Ah ya, sangat. Aku juga pengen kayak kamu yang resign. Tapi aku tidak bisa, aku punya anak yang harus aku biayai. Baru dua bulan menjabat, sudah membuat aku pusing tujuh keliling."

"Sabar Mbak, Mbak tidak boleh resign. Setidaknya demi anak Mbak. Tenang aja Mbak, semua pasti akan kembali seperti dulu. Ya sudah, selamat bekerja Mbak Aina."

"Eh, Jex. Tung~"

Tuuut

Sambungan telepon itu diputus secara sepihak oleh Jexen, dimana membuat Aina bingung.

"Sebenarnya, anak itu ngomong apa sih?"

TBC

1
GiZaNyA
denger tuh Jexen.. jangan kebablasan lhooo sama Rinda... bisa dijadiin penyetan kamu sama keluarga kamu kalo macem2🤣🤣🤣
GiZaNyA
heh Gani... situ kenapa Rinda kecelakaan ngga dicari dulu main langsung nikah aja... ya sekarang makanlah penyesalan kamu dan bersiap untuk diceraikan oleh Rinda...
dewi rofiqoh
Harus bersabar jexen! Dan harus bisa menahan diri 🤭🤭
GiZaNyA
akhirnya Rinda ngurus berkas cerai nya.... gaya banget si Teani mau balik ke TBBA... bae2 kena sleding Jexen kalo kerjanya main2...
Arin
Tapi lumayan lah hari ini bisa peluk Rinda sambil curi kecupan di kepala nya..... iya kan Jex. Mumpung Rinda gak sadar🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh sok pamer tp bukan harta km dasar mokondo
GiZaNyA
pepet teeusss Rinda nya Jex... 🤣🤣
Arin
Ternyata yang ditakutkan Gani adalah kehilangan penopang hidupnya🤣🤣🤣. Gak ada yang biayain lagi untuk berfoya-foya dan bergaya seperti orang kaya. Sokor
Mundri Astuti
makanya buruan pisah rinda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
di kristen mana bisa suami atau istri lebih dari satu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: berarti mualaf cmn buat bisa nikah aja?
total 6 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bisa jd kecelakaan itu emng disengaja tinggal siapa pelakunya blm jelas
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pede bgt km masih ditempatkan posisi direktur kerjaan ajh g becus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
orang numpang tapi mau menguasai huh,ada itu g ada hak ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih di gampar biar tau km tuh g PNY apa apa atas harta rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ada hak apa yang bangun itu rumah PNY ibunya Rinda,hak apa yg km mau akui km tuh cm numpang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
alasan aja padahal mah mau dekat sama Rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahahah kaget kan km
dewi rofiqoh
Sepertinya rinda harus mengkaji ulang jabatan yang diberikannya pada temani! 🤔🤔Jika perlu tendang aja si tes dari TBBA
Sri Supriatin
Kalau kalimatnya bisa dimengerti hanya typo buat sy g masalah thor 👍👍👍
Ilfa Yarni
yg tegas ya rinda parasit hrs disingkirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!