NovelToon NovelToon
Silam 1989

Silam 1989

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Kutukan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: The Hollow Archive

Di penghujung tahun 1989, Kota Marunda digegerkan oleh hilangnya Nirmala Hadiningrat, anak perempuan berusia tujuh tahun dari keluarga terkaya dan paling berpengaruh di kota tersebut. Tanpa ada tuntutan uang tebusan, satu-satunya petunjuk yang ditinggalkan pelaku di kamar korban hanyalah sebutir talas hutan misterius yang dibungkus kain kafan kusam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Hollow Archive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benturan

"Bertahan di sini, Jan! Telepon ambulans!" teriak Aris tanpa menoleh lagi. Keselamatan Herman berada di ujung tanduk, dan dia tidak boleh kehilangan momentum dalam hitungan detik yang sangat krusial ini.

Aris melompat melewati pagar belakang rumah aman, berlari sekuat tenaga menuju Toyota Corolla DX miliknya yang masih dalam kondisi mesin menyala. Dia menggeser tuas transmisi, menginjak pedal gas, dan memutar balik mobilnya menuju jalan utama yang sejajar dengan gang belakang tersebut.

Langit Kota Marunda mulai berubah warna menjadi jingga kemerahan, membawa atmosfer senja tahun 1989. Di ujung jalan raya suburban yang lengang, Aris menangkap siluet mobil van abu-abu sewaan itu.

Mobil tersebut melaju liar, berzigzag menyalip beberapa kendaraan umum, dengan kecepatan tinggi. Aris menekan klaksonnya dalam-dalam, menembus kemacetan kecil di persimpangan jalan. Ban Corolla DX-nya menjerit keras saat dia memotong jalur demi terus menempel di belakang van tersebut.

"Kau tidak akan lolos, Anwar," desis Aris, matanya melihat pelat nomor kendaraan di depannya. Tangan kanannya mencengkeram erat roda kemudi, sementara tangan kirinya bersiap di dekat jendela, memegang pistol revolver kaliber .38 miliknya.

Mobil van itu tiba-tiba berbelok tajam ke kanan, meninggalkan jalan beraspal kota menuju jalur proyek jalan lingkar luar yang masih berupa tanah merah. Area ini adalah wilayah perluasan kota yang terbengkalai, wilayah yang pengerjaannya berada langsung di bawah wewenang Dinas Pekerjaan Umum tempat Anwar berkuasa.

Di kanan dan kiri jalan, hanya ada jajaran tiang beton. Guncangan hebat menghantam kabin mobilnya saat bannya menerjang lubang-lubang tanah.

Debu tebal yang beterbangan dari roda belakang van abu-abu di depannya mulai menghalangi pandangan Aris. Pintu belakang mobil van abu-abu itu terbuka sedikit dari dalam.

Sebuah senapan berburu laras panjang menyembul dari celah pintu, langsung mengarah tepat ke kaca depan mobil Aris. DOOOR! Satu dentuman keras, peluru menerjang kap mesin mobil Aris, menimbulkan percikan api dan kepulan asap dari sela-selanya.

Aris merundukkan kepalanya serendah mungkin di balik dasbor saat peluru kedua dari senapan laras panjang kembali, memecahkan sisa kaca depan Corolla DX miliknya.

Pecahan beling kaca beterbangan di dalam kabin, menggores pipi detektif hingga mengeluarkan tetesan darah segar.

Namun, tangannya tidak melepaskan cengkeraman pada setir. Alih-alih melambat atau membalas tembakan yang bisa meleset di jalanan berbatu, Aris justru menginjak pedal gas lebih dalam lagi. Raungan mesin tua Corolla DX bergema di area proyek jalan lingkar luar.

Dia memanfaatkan momentum ketika debu tebal menutupi jangkauan pandang penembak di dalam van.

"Rasakan ini, Anwar!" desis Aris, urat-urat di lehernya menegang. Dengan kecepatan penuh, Aris mengarahkan besi mobilnya langsung menuju sudut kiri belakang mobil van abu-abu tersebut.

Taktik tabrakan sudut (PIT maneuver) yang sering dia pelajari di akademi kepolisian kota diterapkan tanpa ragu di atas tanah merah yang licin. BRAAAAAAAK!Benturan keras dua bodi besi itu mengguncang seluruh area proyek.

Moncong Corolla DX Aris ringsek parah, namun hantaman telak itu berhasil memaksa bagian belakang mobil van abu-abu kehilangan traksi sepenuhnya.

Roda belakang van tersebut selip di atas tanah lumpur, berputar tak terkendali sebelum akhirnya terguling dua kali ke sisi kanan jalan dan menghantam salah satu tiang beton dengan keras.

Mobil Aris sendiri berputar setengah lingkaran dan berhenti dengan kap mesin yang mengeluarkan api kecil serta kepulan asap hitam. Aris menendang pintu mobilnya yang macet akibat benturan hingga terbuka. Dengan memegang pistol di tangan kanannya, dia melompat keluar.

Sisa pecahan kaca berjatuhan dari jaket kulit cokelatnya saat dia melangkah mendekati bangkai mobil van yang posisinya kini terbalik. Dari dalam kabin van, suara erangan kesakitan.

Aris mendekat dengan sangat waspada, mengarahkan senjatanya ke celah pintu van yang hancur. Dia harus memastikan keselamatan Herman, sekaligus bersiap menghadapi Ir. Anwar yang kini telah terpojok.

1
Syauqi Purnama
lanjutt dongggg😭😭😭
The Hollow Archive: D tunggu ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!