NovelToon NovelToon
Melampaui Takdir Langit (The Dao Beyond Heaven’S Sight)

Melampaui Takdir Langit (The Dao Beyond Heaven’S Sight)

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Naevys Presspire

Setitik debu mampu melahirkan dunia. Sehelai rumput dapat memutus takdir, hukum, dan karma.

Putra-putri takdir lahir satu per satu, sekte kuno membuka gerbang tersegel, dan para suci kembali mengejar keabadian.

Di sudut dunia yang tak layak dicatat sejarah, seorang pemuda membuka mata dengan ingatan dari dunia lain. Ia tidak menyembah keajaiban, melainkan membedah hukum di baliknya.

Ketika para jenius menunggu anugerah Langit, ia membongkar rahasia bumi. Ketika dunia menyebut keajaiban sebagai takdir, ia menyebutnya hukum yang belum dipahami.

Dengan pengetahuan fana dan bahan langit-bumi, ia menciptakan sesuatu yang mustahil di jalan kultivasi: jari emas buatan manusia.

Sejak ciptaan itu menyatu dengannya, takdir kehilangan jejak. Masa lalunya lenyap. Masa depannya tak terbaca. Bahkan Langit tak mampu melihat jalan yang akan ia tempuh.

Hingga ia mengangkat pandangannya ke Langit dan bertanya: apakah kultivasi anugerah Langit—atau rancangan keberadaan yang lebih tinggi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naevys Presspire, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22: Berita Su Xian, Misi Pertama.

“Sebenarnya, dengan bakat luar biasa yang Su Xian tunjukkan, dia memang mendapat perlindungan diam-diam dari Clan Su. Karena itu, beberapa fraksi tidak berani menyerangnya secara langsung. Mereka hanya bisa mengandalkan generasi muda untuk menekannya. Hanya saja…”

Su Baiyun berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang sedikit lebih berat.

“Peluang yang dia dapatkan terlalu menarik perhatian. Ditambah lagi, dia memiliki musuh di dalam keluarganya sendiri.”

“Musuh keluarga?”

Su Baiyun mengangguk. “Elder yang menyerang Su Xian itu adalah Elder yang usianya sudah mendekati batas akhir. Dia tidak lagi memiliki kesempatan untuk maju lebih jauh, sehingga dia mendambakan peluang yang dimiliki Su Xian. Tanpa perintah para petinggi Clan, dia diam-diam bertindak melawan Su Xian. Tapi siapa sangka…”

“Su Xian sangat beruntung, dan Elder itu justru kehilangan nyawanya?”

“Benar.” Su Baiyun menghela napas pelan. “Leluhur Keenam langsung turun tangan. Dia juga tahu alasan Su Xian membunuh Elder itu. Peluang milik kakek Su Xian dahulu juga direbut oleh Elder tersebut. Karena peluang itulah Elder itu berhasil mencapai Core Formation. Kejadian itu bahkan ikut menewaskan kedua orang tua Su Xian. Jadi, bisa dibilang permusuhan di antara mereka memang sudah lama tertanam.”

Setelah diam beberapa saat, Su Baiyun kembali berkata, “Dengan begitu, masalahnya menjadi semakin rumit. Elder itu bersalah, tetapi Su Xian juga bersalah karena telah membunuh Elder keluarga. Pada akhirnya, Leluhur Keenam memilih mempertahankan Su Xian, dengan syarat Su Xian harus menerima hukuman keluarga: menghadap tembok selama sepuluh tahun.”

Ia menatap Su Dingxuan sebentar sebelum melanjutkan, “Itu sebenarnya hukuman yang ringan. Jika mengikuti hukum keluarga sepenuhnya, dia seharusnya dihukum mati. Dari sini saja sudah jelas bahwa Leluhur Keenam sangat mementingkan bakat Su Xian.”

“Tetapi siapa sangka, Su Xian sama sekali tidak percaya. Dia menganggap Clan Su berniat jahat dan mengincar peluangnya. Terlebih lagi, dengan perlakuan yang dia terima selama ini, dia memang tidak memiliki banyak perasaan kekeluargaan terhadap Clan Su.”

Su Dingxuan terdiam sejenak, lalu bertanya, “Lalu, ketika dia menolak, bagaimana dia bisa lolos dari Leluhur Keenam yang berada di Nascent Soul?”

“Jika Leluhur Keenam benar-benar tidak membiarkan Su Xian pergi, mana mungkin dia dapat lolos?” Su Baiyun berkata dengan tenang. “Hanya saja, sejak saat itu, Su Xian tidak lagi dianggap sebagai bagian dari Clan Su. Maka, fraksi-fraksi yang sebelumnya diam mulai bergerak dan memburunya. Tapi siapa sangka, dalam setiap pertempuran dan pengejaran, Su Xian selalu berhasil lolos. Bahkan, dia mampu membunuh atau melukai orang-orang yang mengejarnya. Hal itulah yang membuat namanya terkenal sampai sekarang.”

Ayah dan anak itu sama-sama terdiam.

Su Baiyun tampak mengagumi keberanian dan keberuntungan Su Xian. Namun, pikiran Su Dingxuan justru berjalan ke arah lain.

‘Ciri-ciri Su Xian ini mengingatkanku pada buku yang pernah membahas keberuntungan. Seseorang dengan keberuntungan besar…’

Su Dingxuan tahu, keberuntungan adalah sesuatu yang unik. Ia tidak terlihat, tetapi pengaruhnya dapat dirasakan. Semakin tinggi keberuntungan seseorang, semakin mudah orang itu menemukan sumber daya dan peluang bagus di jalan keabadian.

Bahkan ada orang-orang yang keberuntungannya begitu besar sampai mampu mengubah bahaya menjadi keuntungan. Orang-orang seperti itu sering disebut anak langit.

Entah kenapa, Su Dingxuan merasa Su Xian sangat cocok dengan golongan terakhir.

Seolah menyadari sesuatu, Su Dingxuan tiba-tiba bertanya, “Ayah, apakah Clan memberikan perintah pengejaran terhadap Su Xian?”

“Bagaimana kamu tahu!?” Su Baiyun terkejut.

Perintah itu sangat rahasia. Clan memang sudah mengirim beberapa Foundation Establishment untuk mengejar Su Xian, tetapi sampai sekarang keluarga justru kehilangan dua orang di antaranya.

Su Dingxuan berpikir dalam hati, ‘Seperti yang kuduga.’

Lalu, dia berkata, “Aku hanya menduganya, Ayah… Tapi, bisakah Ayah menjanjikan dua hal padaku?”

“Apa itu?”

“Pertama, jangan pernah biarkan Ibu ikut campur dalam pengejaran Su Xian. Apa pun caranya, berapa pun harga yang harus dibayarkan, jangan pernah.”

Su Baiyun menatap putranya sejenak, lalu tersenyum hangat. “Oh? Kamu sudah mulai mengkhawatirkan kami, para orang tua ini? Tenang saja. Ibumu tidak ahli dalam pertarungan. Yang dikirim adalah mereka yang memang pandai bertarung.”

Mendengar itu, Su Dingxuan menghela napas lega. “Lalu, jika suatu hari nanti Ayah ditugaskan untuk ikut mencari Su Xian, bisakah Ayah berjanji satu hal?”

“Kamu ini, apa sebenarnya yang kamu pikirkan?” Su Baiyun sedikit terkekeh. “Aku seorang Elder Core Formation. Bagaimana mungkin aku akan dikirim untuk mengejar seorang Foundation Establishment?”

Namun, ekspresi Su Dingxuan tidak berubah. Ia tetap serius.

“Ini sangat penting, Ayah. Anggap saja ini demi aku.”

Mendengar nada itu, Su Baiyun perlahan berhenti bercanda. Raut wajahnya kembali tenang dan serius.

Ia tahu anaknya adalah anak yang pintar dan jauh lebih dewasa dibanding usianya. Biasanya, Su Dingxuan bisa bersikap manja di depan ibunya. Namun ketika bersama dirinya, Su Baiyun lebih sering memperlakukannya seperti teman bicara yang setara.

“Baik. Ayah berjanji. Jadi, apa itu?”

“Jika Ayah benar-benar ditugaskan memburu Su Xian, saat Ayah bertemu dengannya, bisakah Ayah tidak melawannya?”

Sebelum Su Baiyun menjawab, Su Dingxuan sudah melanjutkan, “Ayah bisa memikirkan aku. Bayangkan jika suatu hari nanti aku berada dalam situasi yang sama seperti Su Xian.”

Tubuh Su Baiyun sedikit merinding mendengar kalimat itu.

Jika hal seperti itu benar-benar terjadi pada Su Dingxuan, ia bahkan tidak berani membayangkannya.

Melihat kata-katanya diterima oleh sang ayah, Su Dingxuan kembali menjelaskan, “Jadi, jangan bertarung dengannya, Ayah. Jika memang tidak bisa menghindar, setidaknya berpura-puralah. Anggap saja ini langkah untuk membangun karma baik. Jika suatu hari aku juga berada dalam bahaya, karma itu mungkin akan membantuku. Mungkin akan ada orang lain seperti Ayah yang bersedia turun tangan.”

Su Baiyun terdiam lama.

Pada akhirnya, ia menghela napas. “Ayah akan mengingatnya.”

Dua bulan kemudian.

Su Dingxuan berhasil lulus dari kelas utama Clan Su. Sekarang, ia telah menjadi kultivator bebas di dalam Clan. Itu berarti Su Dingxuan sudah mencapai Qi Refining Tahap Menengah. Ia juga mendapatkan peningkatan sumber daya bulanan dari Clan. Namun sebagai gantinya, ia harus menyelesaikan satu tugas wajib setiap tahun.

Demi melancarkan rencananya, Su Dingxuan langsung mengambil tugas untuk tahun ini.

Saat ini, ia sedang dalam perjalanan untuk menyelesaikan misi tersebut. Misinya sederhana: memburu beberapa bandit yang membahayakan manusia fana.

Tugas itu mengharuskannya membunuh pemimpin bandit yang berada di Realm Qi Refining Awal Tingkat 1. Meskipun pemimpin bandit itu memiliki beberapa anak buah yang menguasai seni bela diri, misi tersebut hanya menargetkan sang pemimpin. Bagaimanapun, pemimpin itulah seorang kultivator yang terlibat dalam urusan manusia fana.

Su Dingxuan bergerak dengan kecepatan kultivasinya sendiri, tanpa menggunakan teknik kultivasi sama sekali.

Selama dua bulan sebelum misi ini, selain berusaha mendapatkan kebebasan di Clan Su dengan menembus Qi Refining Tahap Menengah, Su Dingxuan juga memusatkan perhatiannya pada pemahaman Talisman. Hasilnya, ia berhasil menjadi seorang Talisman Apprentice Tingkat 1.

Saat sedang bergerak sambil tenggelam dalam pikiran, Su Dingxuan tiba-tiba merasakan niat membunuh tidak jauh di depan.

Tanpa menunda, ia segera menggunakan Phantom Lightfoot. Gerakannya berubah cepat dan halus, seolah tubuhnya melayang ringan di atas tanah.

Di sisi lain.

Teriakan dan bau darah menyebar di sekitar sebuah desa yang sudah jatuh dalam kekacauan.

“Hahaha! Saudara-saudara, bunuh para pria dan sisakan wanita-wanita cantik!”

“Ambil semua barang berharga! Kita harus melakukannya cepat sebelum para kultivator datang!”

“Pemimpin, kita membawa semua anggota untuk penjarahan kali ini. Bukankah ini terlalu berisiko?”

“Diam. Aku tahu apa yang kamu khawatirkan.” Suara pemimpin bandit terdengar kasar. “Tapi setelah penjarahan ini, kita akan langsung bersembunyi. Bahkan jika sekte kultivator terdekat mengirim orang, paling tinggi hanya Qi Refining Awal. Dengan jebakan yang sudah kita pasang lebih dulu, utusan itu bisa kita kalahkan.”

Di sisi lain desa, hanya beberapa meter dari bagian belakang permukiman, seorang pria dan wanita sedang berlari ketakutan. Wanita itu menggendong seorang gadis kecil berusia sekitar delapan tahun yang menangis keras tanpa henti.

Pria paruh baya itu berlari di depan, memimpin jalan. Namun tiba-tiba, sebuah tawa terdengar dari belakang mereka.

“Hahaha, ada kelinci yang mencoba kabur?”

Begitu suara itu jatuh, beberapa bilah angin tajam melesat ke arah mereka sekaligus.

“Tidak baik!”

Pria itu segera mendorong istri dan anaknya hingga keduanya terjatuh ke samping. Pada saat yang sama, ia menggerakkan pedang untuk menangkis bilah-bilah angin yang datang.

Dari gerakannya, jelas bahwa ia menguasai seni bela diri, dan tingkatnya tidak rendah.

Pria paruh baya itu terdorong mundur sambil menepis bilah angin satu per satu. Gerakannya cepat, tetapi orang yang menyerang sudah muncul tepat di sampingnya ketika ia masih sibuk menghadapi serangan.

Meskipun penyerang itu seorang kultivator, terlihat jelas bahwa ia juga menguasai seni bela diri. Pengalaman tempurnya sangat kuat. Dengan satu ayunan cepat, pedang di tangannya memutus lengan kanan pria paruh baya itu.

“Ahhh!”

“Suami!”

“Ayah!”

Istri dan anaknya menyaksikan semua itu dengan mata membelalak.

Pria paruh baya itu menahan rasa sakit, lalu berteriak dengan seluruh tenaga yang tersisa, “Pergi!”

Istrinya tersentak. Ia menggertakkan gigi, lalu menggendong putrinya yang terus memanggil ayahnya.

“Mau kabur? Tidak mungkin.”

Penyerang itu segera bergerak, tetapi pria paruh baya tersebut menahannya. Serangan itu memaksa si penyerang menghindar.

“Hehe, kau tahu?” Penyerang itu menyeringai. “Dengan memutus lengan kananmu yang memegang pedang, kekuatanmu pasti berkurang setidaknya lima puluh persen. Itulah yang memang kuinginkan.”

Setelah mengatakan itu, Qi mengalir di sekitarnya dan membentuk beberapa bilah angin lagi.

Proses casting yang lambat itu membuat pria paruh baya tersebut merasakan bahaya. Ia segera bergerak untuk menghindar.

Saat bilah-bilah angin melesat, ia mengandalkan kecepatannya untuk menghindari serangan. Namun tetap saja, sebagian bilah itu menggores tubuhnya. Salah satunya bahkan melukai betisnya hingga ia jatuh berlutut.

Penyerang hanya tersenyum menyeramkan. Ia sama sekali tidak mendekat. Sebaliknya, ia kembali mengendalikan Qi untuk menghasilkan bilah angin berikutnya.

Ketika bilah angin itu hampir siap dilepaskan, penyerang tiba-tiba merasakan bahaya. Insting yang ditempa melalui seni bela diri membuat tubuhnya bereaksi sebelum pikirannya sempat memahami apa yang terjadi.

Ia segera mengaktifkan sebuah jimat. Perisai Qi muncul dan menyelimuti tubuhnya.

Hampir pada saat yang sama, suara siulan tajam terdengar.

Sebuah bilah angin dengan kecepatan luar biasa menghantam perisai Qi itu. Jika terlambat sedikit saja, tubuhnya pasti sudah terbelah.

Bilah angin tersebut berbenturan dengan perisai Qi, tetapi tidak mampu menembusnya. Namun setelah benturan itu, bilah angin pecah menjadi serpihan-serpihan kecil yang mengguncang dan meretakkan perisai.

Belum sempat si penyerang menarik napas lega, dua bilah angin lain dari High-Frequency Wind Blade sudah menyusul.

Dalam sekejap, tubuh pria itu terbelah menjadi tiga bagian.

Dari awal serangan hingga semuanya berakhir, tidak sampai satu detik berlalu. Penyerang itu bahkan tidak sempat menyangka bahwa Talisman Qi Shield Tingkat 1 miliknya akan gagal menahan serangan berikutnya.

Ia mati di tempat.

Pria paruh baya itu terdiam. Untuk sesaat, rasa sakitnya seolah menghilang karena keterkejutan.

“Ayah!”

“Suami!”

Panggilan itu menariknya kembali ke dunia nyata, bersama rasa sakit yang langsung menyerbu tubuhnya. Ia menoleh dan melihat istri serta anaknya berdiri di belakang seorang pemuda tampan dengan wajah yang indah.

Begitu menyadari bahaya telah lewat, ibu dan anak itu segera berlari mendekat. Sang istri berlinang air mata, penampilannya berantakan karena ketakutan dan debu.

Pria paruh baya itu menahan tubuhnya yang lemah, lalu membungkuk ke arah Su Dingxuan.

“Terima kasih, Dermawan, karena telah menyelamatkan nyawa saya dan keluarga saya.”

Sang istri, diikuti putrinya, juga segera mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih, Dermawan.”

“Terima kasih, Kakak.”

Su Dingxuan yang semula menatap ke arah desa menoleh. Ia tersenyum tipis, lalu mengusap kepala gadis kecil itu dengan lembut.

Setelah itu, ia mengeluarkan sebuah botol dan memberikannya kepada pria paruh baya.

“Ini dapat menyembuhkan lukamu dengan cepat,” katanya. “Tetapi tidak bisa mengembalikan lenganmu.”

Pria paruh baya itu menangkap botol elixir dengan tangan kirinya. Ia tampak terkejut. Namun sebelum ia sempat kembali mengucapkan terima kasih, Su Dingxuan sudah berbalik dan bergegas menuju arah desa.

End Chapter 22.

1
Hadi Hadi
up up up
Naevys: Siap kak 🫡
total 1 replies
Naevys
Halo para pembaca, Naevys di sini.
Chapter 7 sampai 11 itu merupakan harga tiket mc untuk masuk kedunia yang lebih besar.

Jdi reset penelitian ini hanya terjadi di chapter awal 7 sampai 11, setelah itu dunia kultivasi akan terbuka.

Dia bukan orang yang di beri jalan oleh langit, jdi dia membuka jalanya sendiri, satu satunya yang bisa dia andalkan hanya lah ingatanya sebagai seorang saintis. Karena memang tidak ada yang bisa dia andalkan selain itu.

Mohon bersabar hingga chapter 11 lewat, karena kemampuan mc tidak jatuh dari langit, atau tibatiba mendapatkan warisan.
Crimson Lotus Explosion
mau naya ni thor lu dpt ngak cuan di novel ini yg blm di tanda tangani salam pemula
Crimson Lotus Explosion: walaupun kita perbab bab update masih blm bisa ya di kontrak
total 2 replies
Hadi Hadi
lanjutkan
Dindinn
💪
Hadi Hadi
lanjutkan 😍😍😍😍
Naevys: Siap kak, 🫡
total 1 replies
Hadi Hadi
mantap 💪💪💪
Naevys: Sebentar lagi akan ada update chapter baru yah kak 🙏
Mkasih udah mampir
total 1 replies
Hadi Hadi
😍😍😍😍
Hadi Hadi
semangat 💪💪💪💪
Naevys: Thanks kak 🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up
Hadi Hadi
is good 😍😍😍
Hadi Hadi
lanjutkan
Hadi Hadi
up up up up
Nameless Monarch
goks
Naevys: Thankyou kak
total 1 replies
Little Miao
Thor padahal lebih enak kalau nyebutnya Akar Spiritual aj.

Cuman saran aj🙏👍
Naevys: Makasih saranya kak, iya benar, saya akan revisi.

Klw ada lagi jangan sungkan berikan masukan kak, saya butuh itu. Mohon bantuanya🙏
total 1 replies
Naevys
Mungkin ada yang merasa kenapa novel ini serasa baca novel terjemahan??

Itu semua karena gaya penulisan Author, Jdi dari 2013 author selalu baca novel terjemahan, bahkan sampai jalur mechine transate yang bikin kepala pusing (Biasanya di kenal sebagai penyimbangan kultivasi)😅

Apa yang sering dibaca mempengaruhi gaya tulisan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak tebiasa, 🙏
dan terimakasih sudah support novel ini.

Salam dari Naevys Presspire
Wawan
1 kembang dan iklan buatmu 💪✍️
T28J
/Rose//Rose//Rose/bunga untuk cerita sebagus ini
Naevys: Thanks kak, 🔥
total 1 replies
Ensley
Btw thor, bagi yang udah familiar dengan novel kultivasi memang aman sih nggak di jelaskan tentang tingkatan.

Ku lihat kingkatan kultivasinya menggunakan standar Xianxia yah, kyk ISSTH, Renegade Immortal RMJI dan kwn².

Bagi yang belum tau, dari bab sejauh ini bab 11 yah, tingkatan Kultivasinya Qi Refining => Foundations Establishment => Core Formatin (Biasanya novel terjemahan menggunakan nama Inti Emas/Golden Core) => Nascent Soul.

Untuk di atasnya, belum terungkap, wkwkw
Naevys: Nanti akan ada penjelasan tingkatan kultivasinya kak, tapi kondisi MC sekarang belum mendukung itu
total 1 replies
Ensley
Tinggal jejak dulu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!