Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27: Tangga Giok Darah dan Tekanan Kehendak Kaisar
Pagoda Hitam Sembilan Lapis itu menjulang membelah awan jingga reruntuhan, terbuat dari material misterius yang tampaknya menyerap segala cahaya di sekitarnya. Di dasar pagoda, terbentang sebuah alun-alun raksasa yang kini dipenuhi oleh ratusan kultivator yang berhasil selamat dari keganasan Reruntuhan Kuno.
Ketika Lin Tian tiba di udara dan mendarat di pinggir alun-alun dengan jubah putihnya yang berkibar tenang, suasana di tempat itu sedang sangat tegang.
Empat faksi besar telah membagi wilayah mereka. Sekte Pedang Darah tampak kacau; jenius nomor satu mereka, Xue Ren, belum juga muncul, membuat mereka kehilangan sosok pemimpin. Di sisi lain, faksi Istana Es Ekstrem juga berada dalam kebingungan karena Gadis Suci mereka, Su Xue, menghilang tanpa jejak.
Di kubu Sekte Awan Azure, puluhan murid inti berdiri mengelilingi seorang pemuda tampan yang mengenakan jubah biru bercahaya. Fluktuasi Qi-nya sangat dalam, setara dengan Pembentukan Pondasi Tahap 8! Ia adalah Mo Fan, Murid Inti Nomor Satu Sekte Awan Azure.
Saat melihat Lin Tian mendarat, alis Mo Fan berkerut tipis.
"Lin Tian? Kau masih hidup?" ucap Mo Fan dengan nada meremehkan namun menyiratkan sedikit keterkejutan. Sebagai Murid Inti Nomor Satu, ia tahu Lin Tian membunuh Wang Jian, tetapi bertahan hidup sendirian di reruntuhan dan mencapai Pembentukan Pondasi Tahap 1 dalam waktu singkat adalah hal yang di luar ekspektasinya.
Lin Tian bahkan tidak melirik Mo Fan. Perhatiannya sepenuhnya tertuju pada sembilan puluh sembilan anak tangga yang terbuat dari giok berwarna merah darah, yang membentang dari alun-alun menuju gerbang perunggu di lantai pertama pagoda.
Banyak praktisi yang tergeletak memuntahkan darah di dasar tangga tersebut. Beberapa yang nekat mencoba menaikinya kini terjebak di belasan anak tangga pertama, wajah mereka pucat pasi dan lutut mereka bergetar hebat hingga terdengar suara tulang yang retak.
"Sistem, apa yang menghalangi mereka?" batin Lin Tian.
[Ding!]
[Menganalisis anomali ruang pada Tangga Giok Darah...]
[Hasil: Terdapat 'Tekanan Kehendak Kaisar Kuno'. Setiap anak tangga melipatgandakan gravitasi spiritual dan tekanan pada lautan kesadaran jiwa. Jika Inang memaksakan diri tanpa pondasi yang kuat, Dantian dan Jiwa bisa hancur.]
"Tekanan Kehendak Kaisar..." Sudut bibir Lin Tian melengkung membentuk seringai haus darah. "Sempurna. Tubuh Logam Kaisar Emas milikku baru saja diasimilasi, ia butuh 'palu' yang kuat untuk menempanya agar menyatu sempurna dengan tulangku."
Sementara Lin Tian menganalisis tangga, seorang rahib bertubuh raksasa dari Kuil Teratai Hitam berjalan maju. Kulitnya berwarna perunggu gelap, dan fluktuasi Qi Tahap 8 Pembentukan Pondasi memancar dari tubuhnya. Ia adalah Yuan Kui, salah satu monster dari faksi iblis.
"Minggir, para semut!" raung Yuan Kui. Gelombang suara yang dilapisi Niat Iblis menyapu para kultivator lemah hingga terpelanting.
Yuan Kui melangkah menaiki tangga.
Satu langkah... sepuluh langkah... tiga puluh langkah!
Tekanan yang meremukkan tulang bagi orang lain tampak bisa ditahan oleh fisik perunggu sang rahib. Ratusan pasang mata menatapnya dengan iri dan gentar.
"Seperti yang diharapkan dari Seni Tubuh Iblis Teratai Hitam. Hanya praktisi pemurnian tubuh yang bisa menahan Tekanan Kaisar dengan mudah," gumam Mo Fan dari Sekte Awan Azure, matanya menyipit penuh perhitungan. Ia kemudian mengalirkan Qi-nya dan mulai melangkah naik, menggunakan artefak payung giok di atas kepalanya untuk menahan tekanan.
Melihat murid-murid elit mulai bergerak, Lin Tian tidak ingin membuang waktu. Ia berjalan santai menembus kerumunan dan menjejakkan kakinya di anak tangga pertama.
BUM!
Seketika, Lin Tian merasa seolah ada gunung tak kasat mata yang dijatuhkan tepat di atas bahunya. Tidak hanya fisiknya, lautan kesadarannya juga dihantam oleh niat agung yang memaksa manusia fana untuk berlutut.
"Berlutut? Kepada Kaisar yang sudah mati?" Lin Tian mendengus dingin. "Sistem! Aktifkan Penggilingan Dao! Ekstrak Tekanan Kehendak ini dan gunakan sebagai palu tempa untuk tulang logamku!"
[Ding! Menerima perintah.]
[Mengubah ancaman eksternal menjadi sumber daya tempa...]
[Proses Penempaan Fisik: 1%... 5%...]
Alih-alih melawan tekanan itu dengan Qi, Lin Tian membuka seluruh pori-pori tubuhnya, membiarkan gravitasi spiritual itu menghantamnya secara brutal. Setiap kali tekanan itu mencoba meremukkan tulangnya, Sistem memurnikannya, mengubah daya hancurnya menjadi energi yang mendorong Sumsum Logam Kaisar menyatu semakin dalam dengan sel-sel tubuh Lin Tian.
Lin Tian melangkah naik. Langkahnya tidak cepat, tetapi memiliki ritme yang sangat konstan.
Dua puluh langkah... empat puluh langkah... enam puluh langkah!
Lin Tian berjalan seolah ia sedang mendaki bukit biasa, tangannya bahkan disilangkan santai di belakang punggung. Pemandangan ini membuat seluruh alun-alun gempar.
"Siapa bocah dari Awan Azure itu?! Dia hanya di Tahap 1 Pembentukan Pondasi!"
"Mustahil! Bahkan Kakak Senior Mo Fan yang berada di Tahap 8 harus menggunakan artefak pelindung di langkah kelima puluh, tapi bocah itu tidak menggunakan perisai Qi sama sekali!"
Mo Fan yang berada di langkah ke-55 menoleh ke belakang, matanya membelalak tak percaya. Lin Tian dengan cepat menyusulnya, bahkan melewatinya begitu saja seolah Mo Fan adalah patung batu.
Di langkah ke-70, Lin Tian akhirnya menyusul sang rahib iblis, Yuan Kui. Keringat sebesar biji jagung menetes dari dahi Yuan Kui, otot-ototnya berkedut menahan beban puluhan ribu pon. Ketika ia melihat seorang pemuda berjubah putih Tahap 1 berjalan santai di sampingnya, harga diri Yuan Kui meledak.
"Bocah Awan Azure, beraninya kau berjalan di depanku!"
Mata Yuan Kui memerah. Ia mengumpulkan seluruh Qi Iblisnya ke kepalan tangan kanannya dan melepaskan pukulan ke arah pelipis Lin Tian. Di bawah tekanan gravitasi ini, serangan tiba-tiba dari Tahap 8 seharusnya berakibat fatal karena target tidak bisa bermanuver!
"Mati!"
BAM!
Pukulan yang diklaim bisa menghancurkan tebing baja itu mendarat telak di kepala Lin Tian.
Mo Fan dan murid-murid di bawah menahan napas.
Namun, bukannya kepala Lin Tian yang meledak, justru terdengar suara KRAK yang memilukan dari pergelangan tangan Yuan Kui.
Lin Tian perlahan menoleh. Wajahnya tidak bergeser satu sentimeter pun dari hantaman itu. Kulit di pelipisnya memancarkan cahaya emas keperakan yang redup. Ia menatap Yuan Kui dengan pandangan sedatar air.
"Pukulanmu..." Lin Tian bergumam, matanya berkilat sedingin es. "Terlalu ringan."
Yuan Kui memucat. Rasa sakit merambat dari pergelangan tangannya yang patah hingga ke bahu. "T-Tubuh Fisik macam apa—"
Sebelum Yuan Kui bisa menarik tangannya, Lin Tian mengangkat kakinya. Tendangan itu terlihat sangat lambat, namun membawa beban ledakan Inti Bintang dan kekuatan fisik yang telah disempurnakan oleh Tekanan Kaisar.
DUAARR!
Sepatu bot Lin Tian menghantam dada Yuan Kui. Rahib raksasa itu memuntahkan darah hitam, tulang rusuknya melesak ke dalam. Tubuhnya terlempar ke belakang, berguling-guling jatuh menuruni puluhan anak tangga Giok Darah, merobohkan beberapa murid lain di bawah, sebelum akhirnya terkapar tak bergerak di dasar alun-alun dengan dada berlubang.
Rahib Tahap 8... diselesaikan dengan satu tendangan kasual!
Mo Fan menelan ludah dengan susah payah. Kakinya yang tadinya melangkah tiba-tiba terasa terpaku. Ia baru sadar, pemuda yang selama ini diremehkan oleh Faksi Inti Awan Azure adalah seekor naga kuno yang menyamar menjadi manusia.
Tanpa memedulikan tatapan ngeri ribuan orang di belakangnya, Lin Tian terus melangkah.
Delapan puluh... sembilan puluh... sembilan puluh sembilan.
[Ding! Penempaan selesai. Tingkat asimilasi Tubuh Logam Kaisar Emas mencapai 100%.]
Lin Tian menghembuskan napas panjang yang mengandung percikan emas. Ia berdiri di puncak tangga, tepat di depan gerbang perunggu raksasa berukir Sembilan Naga Bintang.
Ia meletakkan kedua tangannya di atas gerbang yang konon beratnya mencapai jutaan pon itu. Dengan sedikit dorongan kekuatan fisik, gerbang itu berderit terbuka, memancarkan cahaya ungu kuno yang menelan sosok Lin Tian ke dalam Pagoda.