NovelToon NovelToon
Pak Direktur Mengejar Cintaku

Pak Direktur Mengejar Cintaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.

Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.

Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.

Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya tahu.

Ia akan muncul langsung di hadapan Shintia.

Dan untuk pertama kalinya... Memperkenalkan dirinya yang sebenarnya.

***

Di tempat lain.

Sella baru saja sampai di apartemennya. Ia melempar tas ke sofa lalu menjatuhkan tubuhnya ke kursi ruang tamu.

Hari itu terasa melelahkan baginya. Belum lagi berita di media sosial yang semakin ramai.

Ponselnya bergetar.

Satu notifikasi baru muncul, Sella segera membukanya. Dan wajahnya seketika berubah.

Foto dirinya dan Raffa kembali muncul. Kali ini disertai puluhan komentar.

Beberapa komentar memuji, beberapa komentar penasaran. Namun sebagian lain mulai menghakimi.

Sella mendecakkan lidah.

“Jeffry memang gak ada kerjaan.”

Ia memijat pelipisnya. Yang paling membuatnya kesal bukan gosip itu sendiri.

Melainkan kemungkinan Andreas melihat semuanya.

Karena jika Andreas mulai curiga... Maka masalah akan menjadi jauh lebih rumit.

Sella menatap layar ponsel beberapa detik.

Lalu tanpa sadar membuka foto Raffa yang tersimpan di kontak kerjanya.

Ia terdiam.

Untuk pertama kalinya hari itu. Dan untuk pertama kalinya juga... Sella bertanya pada dirinya sendiri.

“Jangan-jangan aku benar-benar suka sama dia?”

Pertanyaan itu membuatnya langsung menutup layar ponsel.

“Ah, ngaco.”

Ia bangkit dari sofa, Mencoba mengusir pikiran itu.

Karena ia tahu satu hal. Tatapan Raffa tidak pernah benar-benar tertuju padanya. Tatapan itu selalu mencari seseorang yang lain.

***

Malam semakin larut.

Di kamarnya, Shintia sedang berbaring sambil melihat langit-langit.

Besok gladi bersih terakhir. Lalu beberapa hari lagi wisuda. Akhirnya masa kuliah benar-benar selesai.

Ia tersenyum sendiri, Banyak hal terjadi dalam hidupnya akhir-akhir ini.

Menyenangkan, Menyedihkan, Membingungkan.

Namun perlahan semuanya mulai terasa lebih ringan.

Tangannya tanpa sadar menyentuh cincin di jari.

Cantik, Sederhana, Tapi entah kenapa membuatnya merasa nyaman.

“Terima kasih, Kak Andreas...” gumamnya pelan.

Tak lama kemudian matanya mulai mengantuk. Satu per satu pikirannya menghilang.

Namun tepat sebelum tertidur... Bayangan seorang laki-laki kembali muncul.

Raffa.

Wajah itu masih sangat jelas di ingatannya.

Senyumnya, Caranya bicara. Dan perhatian-perhatian kecil yang pernah diberikan kepadanya.

Shintia memejamkan mata. Lalu tersenyum tipis.

“Semoga kamu tenang di sana...”

Ia benar-benar percaya laki-laki itu sudah tiada.

Tidak pernah menyangka... Bahwa dalam waktu tiga hari lagi. Orang yang ia doakan setiap malam itu akan berdiri tepat di hadapannya.

Masih hidup.

Masih mencintainya, Dan membawa kebenaran yang selama ini disembunyikan.

...

Pagi datang bersama suara hujan yang mengguyur atap rumah tanpa henti.

Rintik-rintik deras memukul kaca jendela kamar Shintia hingga membuat suasana terasa begitu dingin dan nyaman untuk tidur.

Shintia menggeliat malas di atas ranjang.

"Ya ampun... hujan."

Ia menarik selimut hingga menutupi sebagian wajahnya.

"Mana harus ke kampus lagi."

Matanya melirik jam.

Masih pagi.

"Ck..."

Shintia malah memeluk guling lalu kembali memejamkan mata. Namun baru beberapa menit kemudian...

Tok. Tok. Tok.

Pintu kamarnya diketuk pelan.

"Shintia..."

Suara Andreas terdengar dari luar.

Shintia mengerang.

"Hm..."

"Bangun."

"Males."

"Bangun."

"Hujan."

"Justru karena hujan."

Shintia memutar tubuh membelakangi pintu.

"Nanti aja."

"Kalau lima menit lagi belum keluar, kakak masuk."

Mata Shintia langsung terbuka.

"Jangan!"

Andreas terkekeh dari luar.

"Ya sudah. Bangun."

Dua puluh menit kemudian... Shintia akhirnya keluar kamar dengan rambut berantakan dan wajah setengah sadar.

Andreas yang sedang duduk di meja makan menggeleng.

"Kamu ini."

"Hujan enak tidur, Kak."

Andreas menyeruput kopinya.

"Hari ini berangkat sama kakak."

"Hah?"

"Iya."

Shintia langsung mengernyit.

"Enggak usah."

"Harus."

"Aku bisa naik motor."

"Hujan deras begitu?"

"Aku gak bakal sakit."

Andreas menghela napas.

"Shintia."

"Hm?"

"Kamu naik mobil."

"Tapi..."

"Tidak ada tapi."

Shintia mendecakkan lidah.

"Kalau gak ada mobil juga aku tetap naik motor."

"Kalau gak ada mobil, kakak antar pakai payung."

"Kak..."

Andreas menatapnya datar.

"Tidak boleh naik motor."

Shintia balas menatap.

Andreas tetap diam.

Lima detik, sepuluh detik, dua puluh detik. Akhirnya Shintia menyerah lebih dulu.

"Iya iya."

"Nah gitu."

"Menyebalkan."

Andreas malah tersenyum puas.

"Pergi mandi."

Tak lama kemudian, Keduanya sudah duduk di meja makan. Sarapan pagi terasa hangat ditemani suara hujan di luar rumah.

Shintia makan sambil sesekali melirik jendela. Andreas sedang membaca beberapa pesan pekerjaan di ponselnya.

Suasana tenang.

Sampai akhirnya... Entah kenapa pagi itu Shintia merasa ingin membuka Instagram. Padahal sudah lama sekali ia tidak aktif melihat media sosial.

Dengan santai ia membuka aplikasinya. Awalnya tidak ada yang aneh.

Sampai...

Deg.

Sendok di tangannya hampir jatuh, matanya membesar, Napasnya tertahan, Tubuhnya membeku.

Di layar ponselnya terpampang berita yang sedang ramai diperbincangkan.

Foto-foto seorang laki-laki.

Laki-laki yang sangat ia kenal.

Raffa.

Shintia langsung duduk tegak, Jantungnya berdetak sangat keras.

Tidak.

Tidak mungkin.

Tangannya mulai gemetar, Ia membuka berita itu.

Lalu foto berikutnya. Dan berikutnya lagi, Matanya semakin membulat.

Raffa. Itu benar-benar Raffa.

Masih hidup, sehat, tak ada luka. Tidak ada cacat.

Tidak ada tanda-tanda kecelakaan fatal seperti yang diberitakan beberapa minggu lalu.

Masih bernapas, Masih tersenyum. Air di pelupuk mata Shintia langsung menggenang.

Bukan karena bahagia, bukan juga karena sedih.

Ia bahkan tidak tahu perasaan apa yang sedang menghancurkan dadanya saat ini.

Kepalanya terasa kosong, Pikirannya berantakan. Karena selama berminggu-minggu... Ia menangisi seseorang yang ternyata tidak meninggal.

Dan yang lebih membuat dadanya sakit... Di foto itu Raffa sedang bersama seorang wanita cantik.

Sella.

Mereka tertawa, Berjalan berdua, Terlihat dekat.

Sangat dekat.

Bibir Shintia bergetar. Lalu pandangannya turun ke bagian artikel. Dan saat membaca kalimat berikutnya... Hatinya benar-benar runtuh.

Direktur Utama Hotel Permata. Shintia menatap tulisan itu lama.

Sangat lama.

Direktur? Direktur utama?

Bukankah dulu Raffa mengatakan dirinya hanya asisten pribadi direktur utama?

Jadi... Selama ini dia berbohong? Tangannya menggenggam ponsel semakin erat.

Dadanya sesak.

Anehnya... Ia tidak punya hak untuk marah.

Raffa bukan pacarnya. Mereka bahkan hanya saling mengenal selama dua hari, meski Raffa pernah mengatakan suka.

Dua hari yang terlalu singkat. Namun ternyata cukup untuk meninggalkan luka sebesar ini.

Matanya panas, Ia ingin menangis. Namun Shintia merasa di bohongi.

Tapi siapa dirinya? Bukan siapa-siapa. belum kekasih. Bukan tunangan. Bahkan mungkin hanya gadis asing yang pernah ditemui Raffa sebentar.

Lalu kenapa rasanya sesakit ini?

"Shintia."

Suara Andreas terdengar. Namun Shintia tidak mendengarnya.

Pandangannya masih terpaku pada layar. Pada wajah Raffa yang tersenyum. Pada wanita di sampingnya. Pada kebohongan yang baru saja ia ketahui.

"Shintia."

Masih tidak ada jawaban. Andreas mulai mengernyit.

"Shin?"

Baru saat itu Shintia tersentak. Ia langsung mengunci layar ...

1
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa knp??
Raffa tertabrak.? 🥲🥲

di tunggu updatenya ya author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuuu🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh kasihan Raffa, gara-gara gosip itu, Shintia jadi salah paham🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Kasihan Raffa 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
makin seruuuu akhirnya Raffa tahu gosip hubungan nya dg Sella
tapi syg nya Shintia terlanjur marah 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Shintia salah paham...
kira² Andreas bakal cerita ke Raffa gk yaa??

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyyy quuu 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh hati nya Shintia pasti hancur banget lihat berita tersebut dan salah paham🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh akhirnya Shintia tahu dan melihat berita tersebut🥲
pasti Shintia salah paham🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Dasar Sella licik.. .
duhhh kapan Raffa sadar akan berita itu yaaa
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Jefry bener stresss bin gila...
duhhh gmn nnt reaksi nya Raffa jika tahu yaaa
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh gmn yaaa jika nnt Shintia, Andreas, Raffa tahu berita tersebut?? gagal dong rencananya Raffa 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh knp gk Raffa saja ksh langsung ke Shintia
takutnya Shintia kecewa 🥲🥲

fuhhh Sella...
kasihan Andreas punya pacar kyak Sella
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Andreas tahu Raffa masih hidup..

kira² Andreas bakal kasih tau Shintia gk yaaa??
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa cepat dong temui Shintia...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa mau di jodohkan ke Sella 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Shintia masih khawatir tuh sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Shintia kangen sama Raffa tuhhh
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa harusnya temui Shintia dong 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee ya tuh Raffa sebenarnya berarti buat shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia... Raffa itu masih hidup 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Sella ganggu Raffa mulu..

duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲

jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!