NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26

Kyna selalu memastikan ada sup hangat yang menanti di meja makan setiap kali Aldrian pulang larut malam dengan aroma alkohol yang menyengat. Dia akan memijat pelipis pria itu dengan sabar, mendengarkan keluh kesahnya tentang dunia bisnis yang kejam, dan menelan bulat-bulat rasa sepinya sendiri demi menjadi pelabuhan yang tenang untuk suaminya.

Namun sekarang, melihat serpihan vas yang hancur dan kelopak bunga lili yang terinjak-injak di lantai marmer, Kyna hanya merasakan kekosongan yang mutlak. Rasa khawatir itu telah mati, terkubur bersama ilusi pernikahan mereka.

"Sani, setelah selesai membersihkan ini, tolong bantu aku mengemas pakaianku," ucap Kyna tiba-tiba, suaranya terdengar sangat ringan namun tegas.

Sani yang sedang memunguti pecahan kaca seketika menghentikan gerakannya. Dia mendongak dengan tatapan cemas. "Nyonya... Anda mau pergi ke mana? Ini sudah larut malam."

"Ke kamar tamu di apartemen sebelah," jawab Kyna sambil tersenyum tipis. "Pakaian yang esensial saja. Sisanya bisa ditinggalkan di sini."

Sani menggigit bibir bawahnya. Sebagai orang yang bekerja di rumah ini, dia menyaksikan sendiri bagaimana dinginnya sikap Aldrian belakangan ini, terutama sejak kemunculan Anara. Tanpa banyak bertanya lagi karena takut melukai perasaan majikannya, Sani mengangguk patuh. "Baik, Nyonya. Aku akan siapkan sekarang."

Setelah Sani bergerak menuju kamar, Kyna berjalan mendekati jendela besar yang menghadap langsung ke arah danau buatan di area kompleks apartemen mewah tersebut. Dari lantai atas, dia bisa melihat siluet samar seorang pria yang duduk di bangku taman tepi danau di bawah temaram lampu jalan.

Itu Aldrian. Pria itu menyandarkan kepalanya ke belakang, menatap langit malam dengan pundak yang tampak begitu merosot—pemandangan yang sangat asing bagi seorang presiden direktur yang biasanya selalu berdiri tegap dan penuh percaya diri.

Kyna tahu, Aldrian saat ini bukan hanya meratapi proyek Evan yang melayang, tetapi juga egonya yang hancur karena mendapati bahwa Kyna—istri yang selama ini dia anggap sebagai pajangan penurut di rumah—ternyata berani mengambil langkah untuk melawannya. Terlebih lagi, tuduhan Aldrian tentang Eldric memperlihatkan betapa piciknya sudut pandang pria itu. Aldrian tidak bisa menerima kenyataan bahwa ada orang lain yang menghargai Kyna di saat dia sendiri selalu mengabaikannya.

‘Jangan naif,’ kata Aldrian tadi.

Kyna menyentuh dadanya yang berdegup pelan. Dia tidak naif. Dia tahu persis bahwa Eldric melindunginya malam ini murni karena rasa hormat dan utang budi masa lalu sebagai sesama penari, bukan karena motif asmara seperti yang dituduhkan Aldrian dengan penuh prasangka. Namun, Kyna sengaja tidak membantah. Membiarkan Aldrian tenggelam dalam kecurigaannya sendiri terasa jauh lebih baik daripada harus terus berdebat tanpa ujung.

Setengah jam kemudian, Sani kembali dengan sebuah koper berukuran sedang. "Sudah selesai, Nyonya. Semua barang penting dan dokumen Anda sudah aku masukkan."

"Terima kasih, Sani. Kamu juga beristirahatlah," ujar Kyna hangat.

Kyna menarik pegangan kopernya, lalu melangkah keluar dari unit apartemen utama yang telah menjadi sangkar emasnya selama lima tahun terakhir. Langkah kakinya yang pincang bergema pelan di koridor sunyi yang menghubungkan ke unit kamar tamu di sebelah. Begitu pintu unit baru itu tertutup dan terkunci rapat, Kyna bersandar di balik pintu, melepaskan helaan napas panjang yang telah dia tahan sepanjang malam.

Dia menatap kalender di ponselnya. Angka 29 hari berkedip di sana. Waktu keberangkatannya ke Paris kini terasa seperti sebuah garis finis yang sangat dia dambakan.

Kyna berjalan ke arah meja kerja kecil di sudut kamar, membuka laptopnya, dan kembali mengirimkan draf revisi sinopsis novelnya kepada sang editor. Di saat yang sama, sebuah notifikasi pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal, namun Kyna langsung tahu siapa pemiliknya dari kalimat pertama yang tertulis di sana.

Pesan dari Nomor Tidak Dikenal:

"Kak Kyna, maaf mengganggumu larut malam. Bu Sonia baru saja mengirimkan kontak Profesor lini saraf terbaik di Paris bersamaku. Jadwal konsultasimu sudah dikonfirmasi untuk tanggal 10 bulan depan. Jangan menyerah pada kakimu, karena panggung dunia sedang menunggumu kembali. Istirahatlah dengan baik, Gadis Walet."

Kyna baru saja akan membalas pesan dari Eldric ketika tiba-tiba terdengar suara gedoran pintu yang teramat kasar dan tidak sabaran dari arah luar unit kamar tamunya. Melalui layar interkom keamanan di samping pintu, Kyna tersentak saat melihat layar menampilkan wajah Aldrian yang sudah basah kuyup oleh air hujan mendadak, matanya merah padam karena amarah dan alkohol, memegang sebuah surat gugatan pembatalan hak asuh dan perawatan medis Nenek Kyna yang baru saja dikirimkan oleh ibunya sebagai bentuk balas dendam atas kekacauan di pesta.

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!