NovelToon NovelToon
Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: premier MT

Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Ujian Perburuan di Hutan Dalam

Beberapa hari setelah kedatangan tamu dari Sekte Angin Emas, para tetua mengumumkan sebuah acara rutin: Perburuan dan Pengumpulan Bahan di Hutan Dalam.

Hutan Dalam adalah area di luar batas aman sekte, di mana tumbuh banyak tanaman obat langka dan hidup binatang roh tingkat rendah hingga menengah. Ini menjadi kesempatan bagi murid-murid untuk melatih keberanian, memahami alam, dan mengumpulkan bahan berguna.

Semua murid, termasuk tamu dari Sekte Angin Emas, diizinkan ikut serta. Bai Hao dan Su Ling segera mendatangi Mu Chen.

"Mu Chen, ikutlah bersama kami! Hutan Dalam itu menarik, dan kita bisa saling menjaga," ajak Bai Hao antusias.

Mu Chen mengangguk senang: "Boleh saja! Kalau ada tanaman obat, mungkin saya bisa mengolahnya menjadi masakan yang lebih enak. Atau kalau ada buah-buahan, bisa dimakan langsung!"

Di kejauhan, Zhao Feng yang melihat mereka mendekat dengan wajah dingin. Ia masih merasa kesal karena kejadian mengangkat batu tempo hari, dan diam-diam berencana mencari kesempatan untuk menunjukkan bahwa kekuatan Mu Chen tidak berguna dalam situasi nyata.

 

Setelah pengarahan singkat dari para tetua, kelompok-kelompok kecil berangkat memasuki hutan. Mu Chen, Bai Hao, dan Su Ling berjalan bersama, sedangkan Zhao Feng sengaja mengikuti dari jarak agak jauh.

Di awal perjalanan, suasana terasa menyenangkan. Su Ling yang pandai mengenali tumbuhan sering berhenti untuk menjelaskan, dan Mu Chen dengan santai menunjukkan cara-cara sederhana agar tanaman yang dipetik tidak rusak.

Namun, semakin dalam berjalan, udara terasa semakin lembab dan tenang. Suara burung perlahan menghilang, digantikan oleh gemerisik dedaunan yang tidak diketahui asalnya.

Tiba-tiba, Su Ling berhenti dan mencium bau yang tidak sedap: "Hati-hati... ada aroma binatang roh yang kuat di depan!"

Belum selesai bicara, suara gemuruh berat terdengar, dan dari balik semak belukar muncul seekor Babi Hutan Berduri sebesar kerbau, dengan kulit tebal yang sulit ditembus dan taring tajam berkilau. Matanya memerah, menandakan ia sedang marah dan terancam.

"Ini binatang roh tingkat menengah! Hati-hati, jangan biarkan ia mendekat!" seru Bai Hao, segera mengumpulkan energi di telapak tangannya.

Zhao Feng yang melihat dari balik pohon tersenyum tipis. Ia sengaja tidak bergerak, ingin melihat bagaimana Mu Chen menghadapi bahaya nyata — apakah kekuatan fisiknya bisa diandalkan, ataukah ia akan panik.

 

Babi Hutan Berduri itu mendengus keras, lalu tiba-tiba menyeruduk dengan kecepatan yang mengejutkan ke arah mereka!

Bai Hao melompat mundur dan melepaskan serangan angin, tapi serangan itu hanya memantul di kulit tebal binatang itu. Su Ling mencoba melempar bubuk penenang, tapi angin kencang saat binatang itu berlari membuatnya terhempas.

Saat binatang itu hampir mencapai mereka — Mu Chen melangkah maju dengan santai.

Ia tidak mengumpulkan energi besar, tidak berteriak, bahkan tidak terlihat tegang. Ia hanya mengalirkan lapisan tipis Air Neraka di telapak tangannya — cukup membuatnya padat dan kuat, tapi tidak terlalu berat.

Begitu binatang itu mendekat dan hendak menyeruduk, Mu Chen menyentuh dahi binatang itu dengan lembut.

"Hei, jangan kasar ya..." gumamnya pelan.

DUAR!

Tidak ada suara ledakan besar, tapi energi padat di telapak tangannya mengalir perlahan — bukan untuk melukai, tapi menekan pusat keseimbangan dan membuat aliran energi dalam tubuh binatang itu menjadi kacau sekejap.

Babi Hutan Berduri itu langsung berhenti mendadak, tubuhnya terhuyung, lalu terjatuh ke samping dengan mata berputar pusing — tanpa luka sedikit pun!

 

Bai Hao dan Su Ling tertegun, mulut mereka terbuka lebar. Mereka sudah bersiap untuk bertarung keras, tapi masalah selesai hanya dengan satu sentuhan sederhana!

"Kau... bagaimana bisa melakukannya begitu saja?!" tanya Bai Hao tidak percaya.

Mu Chen menggaruk kepalanya dan menjelaskan polos: "Saya lihat jalannya tidak stabil, dan energinya berkumpul di dahi. Jadi saya hanya menekan sedikit saja — seperti menekan tutup panci yang mau meledak agar tidak berantakan. Ia cuma pusing sebentar, tidak apa-apa."

Di balik pohon, Zhao Feng yang menyaksikan semuanya menatap dengan tatapan rumit. Ia melihat bahwa apa yang dilakukan Mu Chen bukan keberuntungan semata — ia memahami struktur energi binatang itu dengan cara yang sangat mendasar, padahal ia seharusnya tidak pernah belajar hal seperti itu.

"Apakah... dia benar-benar memahami hal yang tidak dimengerti orang lain? Atau hanya kebetulan lagi?" gumamnya dalam hati, merasa semakin tidak nyaman.

Namun sebelum mereka sempat melanjutkan perjalanan — gemuruh yang lebih keras terdengar dari arah yang lebih dalam!

Tanah di bawah kaki mereka sedikit bergetar, dan udara menjadi semakin dingin. Bahkan Babi Hutan yang tadinya pusing itu langsung bangun, gemetar ketakutan, lalu lari secepatnya meninggalkan area itu.

 

Su Ling memucat: "Ini... getarannya lebih kuat dari binatang roh tingkat menengah! Kita sebaiknya mundur perlahan..."

Tepat saat mereka hendak berbalik, dari balik tebing kecil muncul sosok yang membuat napas mereka tertahan — seekor Ular Tanah Perunggu sepanjang dua puluh meter, kulitnya berkilau seperti logam, matanya memancarkan cahaya dingin. Ini adalah binatang roh tingkat tinggi yang seharusnya tidak muncul di area ini!

"Kita terjebak! Ia menghalangi jalan mundur kita!" seru Bai Hao dengan suara tegang.

Zhao Feng yang tadinya diam akhirnya keluar dari persembunyiannya. Ia menatap Ular Tanah itu dengan wajah serius, lalu berkata: "Berhati-hatilah! Kulitnya sekeras besi biasa, serangan biasa tidak akan mempan! Kita harus bekerja sama!"

Ia mengumpulkan energi angin yang tajam di pedangnya, siap menyerang kapan saja. Bai Hao dan Su Ling juga bersiap, meski napas mereka sedikit memburu.

Namun Mu Chen justru melangkah maju lagi — kali ini menatap ular besar itu dengan pandangan penasaran, bukan takut.

"Wah, panjang sekali... dan warnanya bagus. Kulitnya mengkilap seperti perunggu. Apakah ia juga punya energi yang kuat seperti itu?" gumamnya polos.

Di dalam benaknya, suara Kitab Jalan Bintang tiba-tiba terdengar:

"Ia sedang terluka. Ada retakan kecil di bagian kepalanya, dan aliran energinya tidak teratur. Ia marah karena kesakitan, bukan karena ingin menyerang."

Mu Chen mendengarkan penjelasan itu, lalu menoleh ke teman-temannya: "Tunggu sebentar, sepertinya ia sakit saja. Jangan serang dulu ya."

Sebelum ada yang sempat melarang, ia berjalan perlahan mendekati ular besar itu — yang mendesis keras dan mengangkat kepalanya tinggi, siap memukul kapan saja!

 

Bersambung... 😄

1
premier MT
mantap
Riekcy Rachmat
lanjut trus🙏
Riekcy Rachmat
menarik sekali, semoga updatenya banyak nnti
Riekcy Rachmat
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!