Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16.Jejak racun Masa Lalu
Iring-iringan mobil militer Keluarga Ye melesat membelah jalanan Ibukota Imperial yang diguyur hujan lebat. Di dalam kabin mobil utama yang kedap suara, atmosfer terasa begitu tegang. Ye Jincheng duduk dengan posisi tegak, sesekali menyeka sisa air hujan di wajahnya, sementara Ye Min duduk di sudut kursi dengan kepala tertunduk dalam. Gadis sombong itu kini tidak berani bahkan untuk sekadar bernapas terlalu keras di dekat Lin Xiu.
Lin Xiu sendiri duduk dengan santai di kursi tengah. Tas kain usangnya diletakkan di pangkuan, dan sepasang matanya menatap keluar jendela, mengamati deretan gedung pencakar langit Ibukota yang perlahan berganti menjadi pagar beton tinggi khas kawasan militer elit.
"Tuan Lin Xiu," Ye Jincheng membuka suara dengan nada yang sangat amat hormat, memecah keheningan. "Kondisi Ayah saya sudah kritis sejak tiga hari yang lalu. Serangan racun ini terjadi secara mendadak setelah beliau menghadiri perjamuan tertutup dengan beberapa tetua klan kuno. Kami sudah mencoba segala cara, namun tidak ada satu pun yang berhasil."
"Kutukan Racun Meridian Hitam bukan sesuatu yang bisa disembuhkan oleh peralatan medis modern," jawab Lin Xiu datar tanpa menoleh. "Racun itu bekerja dengan cara meniru aliran energi *Zhenqi* negatif. Semakin kuat targetnya, semakin cepat racun itu menyebar karena dia memakan energi spiritual inangnya sendiri. Jika ayahmu bukan seorang praktisi bela diri tingkat tinggi yang memiliki fondasi kuat, dia sudah mati dalam hitungan jam sejak malam pertama."
Mendengar penjelasan Lin Xiu yang begitu akurat padahal belum melihat kondisi pasien secara langsung, kekaguman di mata Ye Jincheng semakin mendalam. Dia mengepalkan tangannya, berharap penuh pada pemuda misterius ini.
Tidak lama kemudian, mobil berhenti tepat di depan lobi kediaman utama Keluarga Ye. Lin Xiu turun dari mobil, dipandu langsung oleh Ye Jincheng yang berjalan tergesa-gesa memimpin jalan menuju kamar perawatan VVIP di lantai dua.
Begitu pintu kamar dibuka, bau amis darah dan hawa busuk yang pekat langsung menusuk hidung. Belasan dokter yang tadi berlutut kini berdiri menyambut dengan wajah frustrasi. Jenderal Tua Ye yang berada di atas ranjang tampak semakin mengenaskan; napasnya satu-satu, dan lapisan kulit di sekitar dadanya mulai memancarkan pendaran hitam keunguan yang mengerikan.
"Jenderal Ye! Anda sudah kembali!" Kepala tim dokter menyambut panik. "Kondisi Jenderal Tua semakin memburuk! Detak jantungnya turun di bawah tiga puluh denyut per menit!"
"Minggir kalian semua! Berikan ruang untuk Tuan Lin Xiu!" bentak Ye Jincheng tegas.
Para dokter itu terkejut melihat seorang pemuda berpakaian kasual melangkah maju mendekati ranjang sang jenderal besar. Beberapa dari mereka ingin memprotes, namun tatapan mata Ye Jincheng yang membunuh langsung membungkam mulut mereka seketika.
Lin Xiu berdiri di samping ranjang Jenderal Tua Ye. Dia tidak membuang waktu. Dengan satu gerakan cepat, dia menarik selimut yang menutupi tubuh sang jenderal dan merobek bagian depan kaus pasien yang dikenakan pria tua itu, menampilkan dada kurusnya yang kini dipenuhi guratan urat hitam pekat yang menjalar seperti akar pohon iblis menuju ke arah jantung.
Melihat guratan hitam tersebut, pupil mata Lin Xiu mendadak mengecil. Kilatan amarah yang sangat pekat dan sedingin es langsung meledak dari dalam sepasang mata emas murninya, membuat suhu di dalam ruangan ber-AC itu mendadak turun drastis hingga membuat semua orang merinding ketakutan.
*Urat hitam berpola cabang sembilan... Ini bukan sekadar Racun Meridian Hitam biasa,* batin Lin Xiu dengan rahang yang mengencang keras. *Ini adalah **Racun Pemutus Jiwa Sembilan Pembalikan**! Jenis racun mistis yang sama persis dengan yang digunakan untuk melumpuhkan Ibu panti kami tiga belas tahun yang lalu sebelum mereka membakar habis rumah kami!*
Selama bertahun-tahun, Lin Xiu selalu mencari tahu asal-usul racun yang membuat Ibu pantinya tidak berdaya malam itu. Dia mengira jejaknya sudah musnah bersama dengan Asosiasi Daoist Jiangnan, namun siapa sangka, racun yang sama justru muncul kembali di tubuh seorang jenderal militer tertinggi di Ibukota Imperial!
"T-Tuan Lin Xiu? Apakah ada yang salah?" tanya Ye Jincheng dengan suara bergetar saat merasakan aura membunuh yang sangat mengerikan mendadak keluar dari tubuh Lin Xiu.
"Diam dan jangan ganggu aku," kata Lin Xiu dingin.
Lin Xiu menarik tas kain usangnya, lalu mengeluarkan sebuah gulungan kulit tempat dia menyimpan **Jarum Perak Surgawi**. Dengan satu sentakan tangan, gulungan itu terbuka di udara, menampilkan puluhan jarum perak yang berkilauan di bawah lampu kamar.
Lin Xiu memejamkan matanya selama satu detik untuk menenangkan gejolak emosinya, lalu menggerakkan tangan kanannya dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
*Swis! Swis! Swis! Swis! Swis!*
Dalam hitungan kurang dari tiga detik, tiga puluh enam bilah jarum perak surgawi telah tertancap dengan sempurna di tiga puluh enam titik meridian utama di seluruh tubuh Jenderal Tua Ye—mulai dari dahi, dada, hingga ujung kaki. Teknik penancapan jarum ini begitu mulus dan presisi hingga tidak ada setetes darah pun yang keluar dari bekas tusukannya. Itulah teknik legendaris **Formasi Jarum Pengunci Takdir**.
"Aktifkan!" Lin Xiu bergumam pelan.
Dia mengarahkan telapak tangan kanannya di atas dada Jenderal Tua Ye. Energi *Zhenqi* Sembilan Matahari murni yang berhawa panas ekstrem meledak keluar dari telapak tangannya, mengalir masuk melalui jarum-jarum perak tersebut ke dalam jaringan tubuh sang jenderal.
*WUSH!!!*
Tiba-tiba, tiga puluh enam jarum perak itu mulai bergetar hebat secara bersamaan, memancarkan pendaran cahaya perak suci yang terang benderang. Energi panas dari Lin Xiu bertindak seperti pembersih alami, memburu dan membakar energi racun hitam yang bersembunyi di dalam meridian Jenderal Tua Ye.
"Ugh..." Jenderal Tua Ye yang tadinya koma tiba-tiba mengerang keras. Tubuhnya bergetar, dan dari pori-pori kulit di dadanya, mulai keluar cairan lendir berwarna hitam pekat yang mengeluarkan bau sangat busuk dan uap hitam yang langsung menguap begitu terkena hawa panas energi Lin Xiu.
Melihat fenomena gaib ini, belasan profesor medis di dalam ruangan itu terbelalak horor dengan mulut terbuka lebar. Mereka yang mengandalkan sains modern selama puluhan tahun belum pernah menyaksikan teknik pengobatan mistis yang begitu menentang logika seperti ini.
"Jarum penarik jiwa, kembalilah!" Lin Xiu mengibaskan tangannya kembali.
Tiga puluh enam jarum perak itu melesat keluar dari tubuh Jenderal Tua Ye secara serempak, terbang kembali dan tertata rapi di dalam gulungan kulit di tangan Lin Xiu.
*UHUK!!!*
Tepat setelah jarum terakhir dicabut, Jenderal Tua Ye mendadak terduduk di atas ranjangnya dan memuntahkan seteguk besar darah hitam kental ke lantai. Begitu darah hitam itu keluar, guratan urat-urat kehitaman di leher dan dadanya langsung memudar dengan kecepatan yang luar biasa, berganti dengan warna kulit kemerahan yang segar dan sehat.
Alat monitor medis di sudut ruangan yang tadinya berbunyi konstan tanda kritis, kini mendadak berbunyi ritmis dengan grafik detak jantung yang kembali stabil di angka normal tujuh puluh denyut per menit.
Jenderal Tua Ye membuka sepasang matanya yang tadinya keruh. Matanya kini jernih dan penuh energi, tidak tampak seperti seseorang yang baru saja berada di ambang kematian beberapa menit lalu.
"Jincheng... aku... di mana ini?" suara Jenderal Tua Ye terdengar serak namun bertenaga.
"Ayah!!! Anda sudah sadar?!" Ye Jincheng langsung berlari maju dan berlutut di samping ranjang, air mata kebahagiaan seorang jenderal bintang tiga pecah seketika di depan ayahnya.
Ye Min juga ikut menangis lega, sementara belasan dokter di ruangan itu langsung menjatuhkan diri berlutut ke arah Lin Xiu, memandang pemuda itu seolah-olah dia adalah dewa obat yang turun dari langit. "Keajaiban... Ini benar-benar keajaiban medis!"
Namun, Lin Xiu sama sekali tidak memedulikan sorak-sorai dan pujian di sekelilingnya. Wajahnya tetap sedingin es saat dia berjalan mendekati ranjang dan menatap lurus ke arah Jenderal Tua Ye yang sedang menghela napas lega.
"Jenderal Tua Ye," kata Lin Xiu dengan suara yang jernih namun menekan. "Aku sudah membersihkan racun di tubuhmu dan menyelamatkan nyawamu. Sekarang, giliranmu untuk membayar utang budi ini dengan sebuah jawaban."
Jenderal Tua Ye menoleh, menatap Lin Xiu dengan pandangan penuh rasa hormat yang mendalam. Sebagai seorang jenderal perang kuno, dia bisa merasakan sisa tekanan energi *Grandmaster* yang luar biasa masif dari dalam tubuh pemuda di depannya ini. "Tuan Muda... Anda adalah penyelamat nyawa tua ini. Katakan saja, apa pun yang ingin Anda ketahui, jika aku mengetahuinya, aku tidak akan menyembunyikannya sedikit pun."
Lin Xiu menunjuk ke arah genangan darah hitam di lantai yang mengeluarkan bau busuk racun. "Siapa orang di Ibukota Imperial ini yang telah meracunimu dengan Racun Pemutus Jiwa Sembilan Pembalikan? Di mana faksi atau keluarga yang memegang formula racun tersebut?!"
Mendengar nama racun itu disebut dengan begitu spesifik oleh Lin Xiu, wajah Jenderal Tua Ye yang baru saja memulih mendadak berubah drastis menjadi sangat pucat, dan sepasang matanya memancarkan ketakutan yang teramat sangat—ketakutan yang bahkan lebih besar dibanding saat dia menghadapi kematian beberapa saat lalu.
"K-Kau... bagaimana kau bisa tahu nama racun terlarang itu?!" bisik Jenderal Tua Ye dengan suara bergetar hebat, melirik ke arah anak dan cucunya dengan pandangan yang penuh kerahasiaan.
Lin Xiu menyipitkan matanya, memancarkan kilatan aura dewa perang yang siap meruntuhkan seluruh kediaman tersebut jika dia tidak mendapatkan jawaban malam ini. "Karena tiga belas tahun yang lalu, racun yang sama digunakan oleh para bajingan itu untuk membantai keluargaku di panti asuhan Jiangnan. Katakan padaku, Jenderal Tua... siapa mereka?!"
Atmosfer di dalam kamar perawatan mewah itu kembali membeku, menandakan bahwa tabir misteri terbesar yang menyelimuti asal-usul Lin Xiu dan adik-adiknya kini telah resmi mulai terkelupas di pusat kekuasaan Ibukota Imperial.