NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:115.9k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

"Apa sudah menemukan barang yang kau mau..?" tanya Xiao Jian penuh perhatian.

Song Aran mengangguk "cermin kecil ini..!" ucapnya menunjukkan benda yang digenggaman.

"Apa nyonya mau melihat yang lain..?" Manajer Zhao memandang Song Aran terkejut.

Gadis itu memiliki mata yang tajam. Meski cermin kecil ini nampak biasa saja, sebenarnya itu adalah harta karun berharga.

Song Aran menggeleng "ini saja sudah cukup. Tuan, berapa harganya..?"

Manajer Zhao hendak menggratiskan, tapi melihat kode kerlingan mata dari Xiao Jian, pria paruhbaya itu kontan saja berdehem.

"Tujuh puluh koin, anggap saja itu sebagai hadiah pernikahan dariku."

"Suamiku...!" seru Song Aran memasang puppy eyes ke sang suami.

Xiao Jian terkekeh, sebelum mengeluarkan koin tembaga dengan jumlah yang telah disebutkan dari kantong uangnya.

Sesampainya diluar, tanpa mau menunggu lagi, Aran langsung mencecar sang suami.

"Apa isinya..?" Aran melirik keranjang yang digendong suaminya.

"Kau akan tahu sendiri nanti."

Sontak saja, Aran berdecih keras mendengar jawaban sang suami.

"Kau selalu saja menjawab begitu jika aku bertanya." sungut Aran cemberut.

Xiao Jian tergelak, membawa sang istri kesebuah gang sepi, lalu mengangkat sedikit tutup keranjangnya.

Aran tersentak melotot, mulutnya menganga lebar

"Apa yang sudah kau lakukan untuk tuan Zhao..?" Aran menatap pria jangkung itu dengan ekspresi rumit.

Kepalanya mendadak pening, melihat sabit, pisau dapur, alat pemotong kayu, dan cangkul, memenuhi keranjang.

Terlebih kesemuanya terbuat dari besi, salah satu logam yang harganya selangit.

Pemerintah memiliki aturan ketat soal senjata dan peralatan berbahan besi. Walau untuk pisau dapur serta alat pertanian perizinannya tak terlalu rumit, tapi dengan segitu banyak benda dikeranjang jika ketahuan konsekuensi akan memberatkan.

"Sttt...!"

Xiao Jian merotasi sekeliling untuk memastikan tidak ada yang melihat mereka disana.

"Toko gadai itu tidak menerima senjata, tapi ada pengecualian untuk semua barang yang aku bawa ini. Aku berencana akan meleburnya lalu diubah menjadi pedang atau senjata lainnya."

Song Aran tersenyum lebar, ia bersorak lirih.

"Suamiku, kau ini pintar sekali..? aku beruntung bisa menjadi istrimu."

Netra Xiao Jian bergetar, dadanya berdebar kencang. Ia menatap lembut Song aran dengan netra mengharu biru.

"Aku juga beruntung bisa menjadi suamimu." balas tulus sepenuh hati Xiao Jian bahagia.

"Terimakasih sudah mau terbuka padaku." balas Aran.

"Ingat ya..? jangan pernah menyembunyikan apa pun dariku."

Xiao Jian tersenyum, mengangguk mantap "baik, aku berjanji tidak akan menyembunyikan masalah apa pun darimu."

Xiao Jian merah telapak tangan sang istri "ayo pulang, Lin Yei pasti sudah menunggu kita."

"Baik..!"

Dengan saling bersenda gurau, pengantin baru itu menunju kelokasi dimana Lin Yei telah menanti.

Didalam gerobak keledai, ada empat keranjang bambu berisi gandum.

Lin Yei menyambut, mengatur tempat duduk.

Karena ada keranjang gandum, kabin pedati menjadi lebih sempit. Aran dan Xiao Jian jadi duduk menempel bak lem.

Kalau Song Aran bersikap santai, sebab diabad modern duduk berdekat dengan kekasih seperti itu adalah hal yang yang lumrah.

Berbeda dengan Xiao Jian. Terlebih didepan umum seperti ini.

Diabad kuno yang semua serba kolot, tidak ada suami istri yang berjalan bergandengan. Meski berdampingan, kontak fisik mereka hindari.

Bahkan malah ada yang berjalan menjaga jarak, suami didepan, istri mengekori dibelakang.

Tidak mengenal yang namanya pacaran, jika menyukai seseorang langsung dilamar. Tidak boleh saling menyentuh kalau belum sah.

Makanya Song Aran asli sampai dibilang tidak tahu malu, sebab ia mengejar Kang Yance bak jalang haus belaian.

Kelakuan macam Zhao Jiao, itu sudah termasuk aib besar yang menjijikkan dan bisa mempengaruhi karier juga kehidupan masa depan.

Lin Yei mengantar pasangan suami istri itu kembali ke desa, berhenti tidak jauh dari rumah tua yang terbengkalai, sebelum pergi dengan gerobak keledainya.

Xiao Jian menyimpan palawija yang tadi dibeli kegudang bawah tanah dengan bantuan sang istri yang mengawasi keadaan.

Melihat wajah Xiao Jian yang dibanjiri keringat, ingin rasanya Aran menggunakan Ruang Saji untuk menyimpan semua palawija tadi.

Lebih praktis, serta aman tanpa takut akan hilang.

Tapi Aran tidak mungkin mengungkapkan rahasianya, ia takut dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Meski pun liontin giok sudah mengakui kehadiran Xiao Jian, hati manusia bisa berubah kapan saja. Terlebih kalau sudah menyangkut emas dan beras.

Walau Xiao Jian tidak akan bisa mengambil apa pun dari Ruang Saji, ia juga tak akan bisa mendapatkan liontin giok tersebut. Namun Aran tidak mau mengambil resiko.

Tapi, kalau tidak jujur memberitahu Xiao Jian, maka tak ada kebebasan jika ingin mengeluarkan dan menyimpan barang. Bisa curiga kalau tiba-tiba ada makanan dan daging disaat kelaparan.

"Aku harus mencari waktu yang tepat untuk mengatakan soal Ruang Saji ini. Ya, aku harus jujur padanya."

"Apa yang kau sedang pikirkan..?" Xiao Jian mengusap pucuk kepala sang istri lembut.

"Aku berpikir selain semua yang sudah kita simpan, anggur beras juga sangat berguna untuk perjalanan kepengungsian. Aku ingin mencoba untuk membuatnya..?"

"Ibu mewariskan padaku dan kakak cetak biru untuk alat penyuling. Nanti kita kepengerajin kayu untuk membuatnya. Selain arak beras, anggur obat yang diminum sendiri, kita juga bisa menjualnya."

"Apa kau tidak khawatir cetak birunya bocor..?"

Song Aran menggeleng "kalau pun itu terjadi, selama digunakan dengan baik dan bisa membantu orang lain, aku tidak akan menyesal."

Xiao Jian manggut-manggut "baik, nanti aku akan mencari seseorang untuk membuatnya agar tidak ada mencuri cetak biru itu."

"Aku akan meminta cetak birunya kepada kakakku nanti, terimakasih ya..?"

"Kita ini suami istri, sudah seharusnya saling mendukung."

Semakin mengembang saja senyum Aran, mendengar ucapan manis Xiao Jian.

"Kita harus segera pulang untuk masak, kalau tidak ibumu akan mengomeliku lagi." bibir Aran mengerucut.

"Baik, ayo kita pulang..!"

Di perjalanan, Xiao Jian mengeluarkan sisir kayu persik dengan gagang berukir bunga teratai kembar.

"Ini untukmu, seratus koin sudah cukup."

Song Aran memandang Xiao Jian bingung "maksudnya..?"

"Cermin perunggu yang kau beli tujuh puluh koin, sisir kayu persik ini tiga puluh koin, jadi totalnya seratus koin kan..?"

Song Aran mengangguk.

"Ibu memberikan seratus koin karena dia ingin kita membeli daging dan biji-bijian untuk keluarga, tapi aku tidak mau berbagi." ketus lucu Xiao Jian.

Song Aran tergelak, suaminya itu kadang suka menampilkan wajah dan sikap menggemaskan.

"Benar, kita hanya akan memasak makanan enak untuk diri sendiri, jangan biarkan mereka mendapat keuntungan dari kita."

"Setuju..!" Xiao Jian mengacungkan dua jempol pada sang istri.

Pasangan itu terbahak bersama, melangkah cepat setelah mendongak kelangit untuk melihat posisi matahari.

"Kalian pergi selama itu tapi pulang tanpa membawa apa-apa." sembur Wang Lian, begitu melihat putra dan menantunya memasuki halaman rumah.

"Oh, kalian pergi untuk menghindari pekerjaan rumah ya..? mau bermalas-malasan, begitu..?" Wang Lian berkancah pinggang dengan garangnya.

Song Aran memutar matanya "ibu, bisa tidak kalau bertanya itu satu-satu..?" ucapnya lembut tersenyum tapi penuh sindiran perlawanan.

"Sialan, menantu kurang ajar..!" tuding Wang Lian menggelegar.

"Dosa apa yang telah kulakukan dikehidupan sebelumnya sampai melahirkan anak sepertimu..? bahkan istrinya saja tidak tahu sopan santun.

1
Datu Zahra
Laosan ini aslinya baik, tapi terlalu takut dan pasrah sama ibunya
Fauziah Daud
lanjuttt
Sribundanya Gifran
lanjut
chataleya
wah jangan2 anak tuan besar tuh
Memyr 67
𝖽𝖾𝗁. 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗁𝗎𝖺. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝖺𝖽𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗇𝖾𝗁
Memyr 67
𝗍𝖺𝗆𝖻𝖺𝗁 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝖻𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺𝗂𝖻, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝗂𝗍𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗃𝖾𝗅𝗆𝖺𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀
Memyr 67
𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖾𝗋𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆, 𝗌𝗈𝗆𝖻𝗈𝗇𝗀 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖺𝗉𝖺 𝗌𝗂𝗁 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝖼𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Andira Rahmawati
thorr knp blm up...dr kemarin kutunggu2 ..
Memyr 67
𝗒𝖺𝖺𝗁, 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗇𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺, 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉𝖾𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝗈𝗈𝗁. 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗂𝗇𝗂, 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖾𝗉𝖺𝗅𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀
Memyr 67
𝖺𝗉𝖾𝗌 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀. 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗁𝖺𝗋𝗍𝖺 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍𝗉𝗎𝗇 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀.
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂? 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗌𝗁𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗀𝗎𝖺 𝗁𝗂𝗋𝖺 𝗒𝖺? 𝗅𝗂𝖺𝗍 𝗌𝗍𝖺𝗅𝖺𝗄𝗍𝗂𝗍 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆?
Memyr 67
𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇 𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺? 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗋𝗎𝖺𝗇, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇? 𝗍𝗎 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝖺? 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗇𝗂 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺.
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
dari awal praduga itu ternyata benar, kalo Xiao Jian bukan anak kandung mereka
miss blue 💙💙💙
curga lian keturunan pedagang chen. 🤔🤔🤔
chataleya
Wang Lian ini ternyata lebih buruk daripada tuan crab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!