satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadi Di keroyok
Motor Bimo membelah jalan Garuntang dengan kecepatan tinggi , namun Satria heran karena motor itu menuju ke Duren Payung, bukan ke Way Halim di mana rumah Hadi berada
" eh pekok, loe salah jalan"tegur Satria
" nanti juga loe tahu sendiri" ucap Bimo , motor terus melaju dan berhenti di Rumah Sakit Bumi Waras
" kok di sini?" tanya Satria heran
" Hadi sedang di rumah sakit, dia di keroyok orang" sahut Bimo sambil menunduk
" Kenapa baru ngasih tahu!" seru Satria kesal
" Anter gw kesana" pinta Satria, Bimo mengangguk , ia memarkirkan motornya dan membawa Satria masuk ke dalam rumah sakit
Satria sakit hatinya saat melihat sahabatnya terbaring dengan tubuh memar dan di beberapa tempat di balut perban
" siapa yang mengeroyoknya?" tanya Satria pelan namun nadanya terdengar dingin , Bimo sampai merinding bulu kuduknya mendengar suara Satria
" cuma Hadi yang tahu, tapi udah tiga hari ini dia belum sadarkan diri" jawab Bimo menunduk
" apa tak ada cctv di tempat hadi di keroyok?" tanya Satria heran, Hadi di keroyok di parkiran cafe, dan ga mungkin ga ada kamera CCtvnya
" rekaman CCtvnya sudah ada yang menghapus duluan dan pihak Cafe bilang CCTV sudah seminggu rusak belum di perbaiki" jawab Bimo, saat sedang bertanya , pintu kamar Hadi terbuka, Ibu Nani , ibunya Hadi datang dengan rantang di tangan
" Tante, " Satria yang melihat itu segera menghampiri dan mencium punggung tangan Ibu Nani
" Satria kamu datang, apa Bimo yang memberitahumu?" tanya Ibu Nani, mereka bertiga memang bersahabat dari Sekolah menengah atas, jadi akrab dengan orang tua Hadi maupun Bimo
" Bukan tante, kebetukan aku sedang cuti, tetapi mengapa hal seperti ini tak memberitahuku tante?" tanya Satria
" Kami memang tak memberitahu karena kamu baru saja bekerja , tante takut mengganggu pekerjaanmu" Jawab Tante Nani
" Tante , tante kan tahu sendiri, Bimo dan Hadi sudah seperti saudara sendiri, masalah pekerjaan aku bisa mencari lagi jika mereka tak mengizinkan aku menengok saudaraku" tegas Satria
" Iya iya tante minta maaf , mungkin tante yang khawatir mengganggumu, kalian duduk dulu tante mau bertanya pada dokter yang menangani Hadi" sahut Tante Nani
" Ya Tante, " sahut Satria dan Bimo serempak
Setelah Tante Nani pergi, Satria mendekat ke arah Hadi yang masih terbaring di ranjang pasien, ia memegang tangan Hadi, dengan perasaan remuk redam
Teng
Namun saat memegang sontak ia bisa mengetahui apa saja yang di derita oleh Hadi, ternyata rusuknya retak dan ia mendapat luka dalam di dada akibat pukulan benda tumpul, kaki kirinya pun patah di bagian tulang keringnya
" Kurang ajar , mereka kejam sekali, kalau ketahuan aku akan mematahkan kedua kaki mereka!" geram Satria
" sabar " Bimo yang mendengar geraman Satria dengan cepat
membujuk Satria, Satria tersadar akan keadaan ia memejamkan mata meredam emosinya
" sepertinya ada ingatan dari Eyang Resi untuk mengobati" gumam Satria dalam hati, saat sedang berpikir dokter yang menangani Hadi datang bersama Tante Nani
" Dokter, kaki Hadi patahnya tak parah kan? tidak perlu di amputasi?" tanya Satria , ia jelas melihat tulang kering Hadi bisa di katakan hampir remuk
" sepertinya harus di amputasi " sahut Dokter itu dengan sorot mata penuh penyesalan
" Jangan Dokter, jangan di amputasi, aku akan mecari cara agar kakinya sembuh" pinta Satria
" tidak bisa, jika di biarkan membusuk malah membahayakan nyawanya" balas Dokter itu
" Tidak dokter, beri aku waktu aku akan mencari ahli tulang terbaik, aku pernah mendengar pengobatan Sangkal Putung , banyak yang berobat kesana kakinya sembuh" ucap Satria
dokter itu terdiam, pengobatan Sangkal Putung memang sering ia dengar, namun ia yang lulusan dokter tak begitu mempercayai pengobatan tradisional
" Aku akan memberi waktu seminggu, jika lebih dari itu maka resikonya aku tak berani tanggung jawab" seru Dokter itu , sedangkan tante Nani hanya mendengarkan saja, ia memang sudah mengambil keputusan bersama suaminya jika kakinya tak bisa di selamatkan maka akan di amputasi, saat mendengar pengobatan Sangkal Putung ia baru teringat jika hal itu bisa di coba
" Terima kasih dokter, aku akan ke Sangkal putung sekarang" ucap Satria senang, ia berpamitan dan kembali pulang ke rumah Bimo.
" Loe beneran mau ke sangkal Putung?" tanya Bimo saat sampai di rumah
" ya, cuma itu satu satunya cara menyelamatkan kaki Hadi," sahut Satria, ia lalu mengambil handphonenya dan menelpon seseorang
" Assalamualaikum kak niken" ucap Satria saat sambungan telepon tersambung
" Waalaikum salam, eh Satria kemana aja loe baru inget nelpon kakak!" terdengar suara teguran dari sebrang
" kerja kak, di sana ga ada sinyal listrik juga ga sampai rumah mess, cuma sampe rumah mandor" sahut Satria
" Ini kayanya nelpon ada perlu deh" sindir suara di sebrang
" he he he, kak Niken memang paling Cantik dan pintar bisa nebak" satria tertawa kecil
"Bilang ada perlu apa?" tanya Niken
" Kak, temanku Hadi di keroyok di Cafe Permata di Kemiling, tapi CCtvnya katanya rusak, aku merasa ada yang janggal deh bisa retas ga" pinta satria
" Gampang, tapi sun Jauh dulu" goda Niken dari sebrang
" Kak jangan becanda deh nanti kalau aku ga tahan gimana" gerutu Satria
" ga tahan apanya?" goda niken lagi
" ga tahan mau cium beneran" sahut Satria memberanikan diri
" Cium aja langsung kalau berani, ha ha ha" Niken malah tertawa nantangin
" awas yah , tanggung jawab nanti, muach" Satria mengkiss jauh Niken
" Ok, nanti aku retas dan aku kirim ke handphone mu" ucap Niken senang
DI samping Satria Bimo bengong melihat Satria menelpon seorang wanita dengan cukup mesra, karena selama ini yang ia tahu Satria tak pernah dekat dengan wanita manapun
" loe nelpon siapa?" tanya nya heran
" Kakak angkat gw, kenapa ?" sahut Satria bertanya balik
" mesra amat, kayanya bukan kakak deh"
" Kepooo"
" sue" Bimo menggerutu sendiri, namun ia senang jika sahabatnya mempunyai kekasih
malam itu setelah Bimo tidur, Satria bersemedi, ia menggali ingatan yang di tinggalkan oleh Resi Wiratama, dan ternyata ada, bahannya juga mudah untuk patah tulang, hanya untuk obat luka dalam ia tak mengerti akan nama nama bahan obatnya, ia kembali menggali ingatannya, dan ternyata ada cara mengobati luka dalam menggunakan tenaga dalam
Satria mempelajari cara mengobati luka dalam, dan untuk pengobatan Patah tulang ia akan mencari Pengobatan sangkal Putung terlebih dahulu, karena jika ia menangani dengan kemampuannya yang sekarang ia pasti belum mampu, mending di serahkan pada ahlinya sekalian dia belajar
Tepat jam satu malam handphone Satria bergetar, saat ia melihat ternyata ada chat masuk dari Niken
Tapi sayang kalau Satria jika dipecat dari kerjanya, soalnya kerjanya sudah mantap tuh, santai dan lingkungannya sangat mendukung untuk latihan²nya... 😁