Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Bu Mulan menatapi anak dan suaminya yang berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu, padahal Ia sudah sangat lelah dari Subuh sudah berada di dapur, dari jam 05.00 ia bangun langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya.
Tapi sungguh sayang, justru nasi
gorengnya sangat asin, Bahkan ia sendiri pun tidak ingin memakannya.
Bu Mulan menoleh ke arah dapur yang sangat berantakan, hanya membuat nasi goreng dan dadar telur saja dapurnya sudah berantakan, apalagi setumpuk perabotan kotor di wastafel yang belum tersentuh, wanita paruh baya itu menghela nafas panjang melihat pemandangan itu.
Pagi-pagi sekali tubuhnya sudah merasa capek, padahal Ia hanya baru memasak nasi goreng saja, itu pun tidak dimakan karena terlalu asin, rumah itu masih sangat berantakan belum ada yang di rapikan satupun.
Bu Mulan melangkah memeriksa pekerjaan rumah, teras yang belum di sapu bahkan sampai ke dalam rumah, juga dapur dan kamar, cucian perabotan yang menggunung, serta cucian baju yang masih menumpuk.
Di tempat yang berbeda, perlahan Clarissa membuka matanya, rasanya masih sangat ngantuk, Clarissa dengan malas melihat jam di ponsel, ia sangat terkejut saat melihat jam menunjukkan 08:00.
"Mampus! Aku kesiangan," ujar Clarissa dengan panik, lalu segera turun dari ranjang, namun ia jadi bingung saat melihat kamarnya yang sudah berbeda, Clarissa pun terdiam sesaat mengingat-ingat barulah ia tersenyum dan berkata, "Oh iya aku kan sudah ngontrak."
Clarissa pun kembali duduk dan merebahkan dirinya di kasur empuk yang baru saja ia beli kemarin, ia kembali bersantai mengingat ini bukan di rumahnya, setelah beberapa menit kemudian ke lari sabun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Clarissa sudah mandi dan rapi, yang mereka tinggi rambutnya, dan mengenakan make up tipis-tipis Clarissa memperhatikan kontrakannya tersebut dan tersenyum tipis.
Lalu berkata, "Ternyata sangat nyaman aku bahkan sampai kesiangan. "
Pagi ini Suasananya sangat berbeda Clarissa hanya perlu merapikan tempat tidur dan mencuci bajunya yang bekas tadi malam, serta menyapu kontrakannya yang mungil itu, itu semua terasa sangat cepat bahkan gadis cantik tersebut tidak berkeringat sedikitpun setelah melakukan pekerjaannya.
...****************...
Pekerjaaan Clarissa hari ini sangat lancar, meski suasana hatinya masih berantakan, namun Clarissa merasa lega, ia sudah tidak perlu lagi melihat kebencian di wajah ibunya.
Sebelum kembali ke kontrakan, Clarissa membeli sesuatu untuk ia makan di kontrakannya, gadis itu memutuskan membeli nasi beserta lauknya sesuka hati.
Di tempat yang berbeda Clarissa juga membeli segelas jus, untuk ia nikmati nanti, Clarissa menenteng kantung belanjanya, ia sudah tidak sabar ingin cepat pulang ke kontrakan barunya.
Ia ingin segera samapai, mandi dan makan, lalu beristirahat di kasur empuknya, yang tentunya masih sangat baru.
Tin! Tin!
Clarissa terkejut dengan suara klakson, ia mengutuk pengendara dengan kesal, padahal ia sudah ada di trotoar, kenapa pengendara masih saja berisik. "Dasar sombong! baru punya mobil aja sudah belagu! "
Memang suara klakson di jalan sudah biasa, apalagi dengan kemacetan yang lumayan, suara klakson tidak bisa berhenti. Tapi kali ini suara klakson tersebut sangat menjengkelkan bagi Clarissa.
Padahal di depan lampu sudah merah, pertanda harus berhenti dan pengendara pun berjalan dengan pelan.
Suara klakson sangat menjengkelkan bagi Clarissa.
Tin! Tin! Tiiiiiiinnnnn!
Clarissa semakin jengkel. Ia segera menoleh bersiap memaki pengendara tersebut. Clarissa bertolak pinggang dengan sebelah tangannya yang masih menenteng belanjanya.
Pintu kaca mobil turun setengah, lalu seseorang di dalam mobil berkata, "Cepat masuk!" ujarnya memerintah.
Clarissa sedikit membungkukkan tubuhnya, agar dapat melihat siapa yang berani memerintahnya, Clarissa juga sedikit menurunkan kaca matanya, agar nampak jelas siapa yang sudah lancang menyuruhnya naik.
Mata Clarissa berkedip kedip saat melihat sosok Zayn Austin yang tampan rupawan, yang menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil.
"Masuk! Atau ku tinggal," ujar Zayn Austin yang justru terdengar mengancam.
Clarissa justru menunjukkan senyum, wanita itu tidak berpikir dua kali langsung masuk ke mobil Zayn Austin.
"Ngapain kamu berdiri di situ?" ujar Zayn tanpa menoleh, setelah Clarissa menutup pintu mobilnya.
Clarissa menganga, merasa pertanyaan Zayn tak masuk akal, lalu Clarissa pun berkata, "Apa Kak Zayn memiliki penyakit mata? rabun misalnya? "
Zayn Austin melirik Clarissa dengan tak senang, Clarissa merasa heran pada Zayn yang menatapnya tak senang, Clarissa pun membela diri, "Aku tidak berdiri, Aku sedang berjalan di trotoar."
Zayn Austin masih menatap tak percaya pada Clarissa, "Benarkah?! "
Clarissa menghela nafas, pria di sebelahnya ini memang sangat menyebalkan. Tapi mau bagaimana lagi Clarissa sungguh sangat terpesona dengan ketampanan Zayn.
Jika saja Zayn Austin tidak begitu tampan, sudah pasti Clarissa mencakar pria sombong itu.
"Jangan di biasakan mengutuk orang," ujar Zayn Austin tanpa menoleh, tatapannya tetap lurus kedepan, sambil menunggu lampu hijau.