NovelToon NovelToon
My Boyfriend Is Daddy'S Friend

My Boyfriend Is Daddy'S Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Cintapertama
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Mencintai ayah sahabat sendiri adalah bencana yang Sintia nikmati setiap harinya. Bersama Arga, ia menemukan kedewasaan yang tidak ia dapatkan dari laki-laki lain. Tapi, menyembunyikan status "kekasih" dari Ara, sahabat terbaiknya, adalah beban yang semakin berat.
Keadaan semakin rumit saat pihak ketiga muncul dengan niat busuk untuk merusak hubungan mereka. Satu rahasia terbongkar, maka semua akan binasa. Sanggupkah Arga melindungi Sintia saat badai mulai datang menghantam komitmen rahasia mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, Arga datang tapi tidak sendiri. Ia dengan wanita kemarin. Wanita itu menggandeng tangan Arga, membuat Sintia reflek cemberut. Ia memajukan bibir begitu Arga sampai di meja dimana Sintia saat ini duduk.

"Kamu nggak bisa datang sendiri, ya? Ngapain sih sama Tante ini lagi?"

"Nama saya Rosa. Dan btw saya bukan tante kamu, ya. Anak kecil!"

"Terserah, mau namanya Rosa, Rose, Lisa, Jennie. Aku nggak peduli! Yang jelas ngapain, sih Tante ngintilin Arga mulu!"

"Ya kan saya pacarnya Arga. Ya, kan sayang?"

Mendengar itu Sintia menatap Arga menunggu jawaban dari pria itu dan sialnya Arga mengangguk. Sintia meremas tangan, bisa-bisanya Arga sudah punya pacar lagi padahal baru putus dari dirinya kemarin.

"Tante Lisa aku boleh nggak sih ngomong berdua sama Arga sebentar? Tante gak usah disini," katanya. Lisa menggeleng wanita itu tetap ikut duduk diantara mereka. Sintia mengkode lagi Arga, lewat lirikan mata seolah menyuruh pria itu agar Lisa bisa pergi dari sini. Dan berhasil Arga langsung menyuruh Lisa untuk menunggu di parkiran.

"Aku nggak punya banyak waktu kalo mau ngomong 5 menit dari sekarang."

Sintia mendecak kesal. "Perasaan dulu kamu punya banyak waktu buat aku!"

"Itu dulu, sekarang beda Sintia," jawaban Arga membuat gadis itu tersentil. Nyatanya hubungan mereka memang sudah berakhir dan itu karena dia.

"Aku mau jelasin soal rekaman itu." Gadis itu menghela nafas sebelum akhirnya melanjutkan. "Iya, itu emang bener rekaman suara aku sama Mama. Itu dulu pas awal kamu nembak aku. Niatnya aku cuma mau manfaatin kamu, Ga. Tapi seiring berjalannya waktu aku sayang sama kamu dan pure nggak ada dalih apapun."

Arga hanya diam mendengarkan. "Dan soal Jefry aku diancem sama dia. Dia punya rekaman itu kalo aku nggak nurut apa kata dia, rekaman itu bakal dikirim ke kamu. Aku terlalu takut kamu ninggalin aku pas tau itu. Aku nggak ada hubungan apapun sama Jefry."

"Berarti kamu nggak percaya sama aku," ucap Arga. Sintia yang semula menunduk lalu mendongakkan kepala. "Maksudnya?"

"Karena kamu malah lebih milih nurutin Jefry dibanding jelasin sama aku soal rekaman itu."

"Bukan itu Arga maks—"

"Aku harus balik ke kantor. Lisa udah nunggu."

Arga berdiri pria itu memasukkan tangan ke saku, Sintia buru-buru memegang jas Arga. "Ga, maafin aku. Plis."

Arga menepis tangan Sintia yang berada di jasnya. Laki-laki itu tak memberi jawaban apapun. Ia buru-buru pergi. Air mata Sintia keluar lagi. Arga sudah kecewa dengan dia terlihat dari cara pria itu merespon tadi.

***

Dan disinilah Sintia sekarang didepan halaman rumah Arga. Gadis itu sengaja kesini karena ia tahu bahwa Tante Lisa tidak akan mungkin ke rumah Arga. Gadis itu langsung masuk, pintu terbuka lebar seolah menyuruh ia masuk saja. Di sofa ada Arga dengan laptop dipangkuan. Ia mengendap-endap berjalan ke arah pria itu dan....

"Ngapain kamu?"

Ketahuan. Arga sudah lebih dulu melirik ke arahnya, Sintia tersenyum kikuk.

"Ara mana, om?"

Ia sengaja menekan kata 'om' ingin melihat reaksi Arga bagaimana, dan pass pria itu langsung mengeluarkan uratnya. Pasti sebentar lagi bilang.

"Saya bukan om kamu!"

Hahaha, sudah ketebak bukan.

"Template banget kata-kata om," ledeknya.

"Sintia!"

"Apa, om?"

"Aku bukan om kamu, Sintia!"

"Om om om!"

Gadis itu tertawa ngakak, ia sudah berhasil mengerjai Arga. Namun pria itu berbeda. Ia langsung menarik pinggang ramping Sintia dan melahap bibir gadis itu. Sintia yang tidak siap ingin mendorong Arga, tapi tenaga pria itu terlalu besar.

****

Setelah adegan kiss itu Sintia jadi malu setengah mati. Ia menutupi bibirnya dan melotot ke arah Arga. Pria itu sedang meminum kopi dengan ekspresi santai. Disana juga ada Ara, gadis itu sedang membaca novel. Tadi untungnya Ara belum pulang dari Gramedia.

"Jadi udah baikan nih. Papa sama Sintia?"

"Iya." Itu jawaban dari Arga. Pria itu menatap ke arah Sintia. Gadis itu juga mengangguk.

"Bagus deh. Jadi kapan Papa ngelamar ulang Sintia?"

"Nunggu dia siap aja," jawab Arga.

"Kapan siapnya lo, Sin?" Ara melempar pertanyaan kepada Sintia. Gadis itu menggeleng kemudian berujar. "Logikanya kalo nggak ada yang ngelamar gue juga nggak siap."

Jawaban itu menyetil Arga.

***

Maaf ya telat post. Buntu ide, nih!

1
Ekasari0702
kenapa lama sekali up nya
Nadhira Ramadhani: nanti malam insyaallah up kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!