Aurora Felicia atau biasa dipanggil dengan Cia. Gadis manis dan polos berusia 16 tahun yang hidupnya tiba-tiba berubah setelah bertemu dengan keluarga kandungnya.
Cia yang biasanya hidup susah tiba-tiba menjadi anak dan cucu kesayangan keluarga kaya raya. Bahkan Cia juga memiliki tiga orang kakak yang sangat posesif padanya.
Bagaimana Cia menghadapi keluarga yang ternyata sangat posesif padanya?.
Dan bagaimana bisa Cia terpisah dari keluarga kandungnya?.
ikuti terus kelanjutan ceritanya ya 🤗 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Puas berjalan-jalan, kini seluruh keluarga Smith memutuskan untuk pulang. Apalagi melihat princess kesayangan mereka yang sudah terlihat sangat lelah.
"Kamu capek ya sayang?" tanya mommy Aletta.
"Sedikit mom. Tapi aku bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama kalian. Makasih ya karena udah ajak aku jalan-jalan" ucap Cia.
"Sama-sama sayang. Mommy senang mendengar kamu bahagia. Kita harus sering menghabiskan waktu seperti ini oke. Nanti mommy akan atur waktu lagi agar kita semua bisa pergi bersama lagi seperti hari ini" ucap mommy Aletta.
"Wahh aku mau mom, kapan-kapan kita pergi lagi ya" ucap Cia.
"Iya sayang. Yaudah, sekarang lebih baik kamu tidur aja. Nanti kalau udah sampai mansion mommy akan membangunkan kamu" ucap Aletta.
"Iya mom, kebetulan aku juga merasa ngantuk nih" ucap Cia.
"Yaudah sekarang tidur ya. Sini bersandar di pundak mommy" ucap Aletta.
Cia sendiri langsung menyandarkan kepalanya di pundak sang mommy. Tanpa berlama-lama kedua mata Cia langsung tertutup dan Cia pun sudah larut kedalam mimpi.
Dengan lembut, mommy Aletta mengelus kepala putrinya yang sekarang ada di pundaknya.
"Tidur yang nyenyak princess" gumam mommy Aletta.
Daddy James yang duduk di depan sambil mengemudi langsung tersenyum melihat istri dan putrinya di belakang.
Daddy James memang sengaja tidak memakai supir karena ingin mobil tersebut hanya berisi dirinya bersama istri dan putrinya.
"Aku senang melihat kamu yang sekarang sayang. Semoga kebahagiaan kita tidak akan pernah ada yang mencoba mengganggunya".
"Karena aku tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan keluarga kita. Cukup sekali aku gagal melindungi putri kita. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti putri kita" batin Daddy James.
Sedangkan di mansion, seperti saat berangkat Arsen dan yang lainnya sudah sampai lebih dulu. Mereka sedang menunggu kedatangan mobil kedua orang tuanya.
"Ini Daddy mana si, kok belum nyampe ya" ucap Reynand.
"Seharunya si sebentar lagi" ucap Gara.
Tidak lama, mobil yang mereka tunggu akhirnya datang juga.
"Itu mereka" ucap Reynand saat melihat mobil kedua orang tuanya.
Baru saja mobil yang Daddy James kendarai berhenti, Arsen dan yang lainnya sudah berebut ingin membukakan pintu mobil untuk Cia.
"Gue yang bukain pintu" ucap Reynand.
"Gak bisa, biar gue aja" ucap Gara.
"Ehh kalian, gue yang berhak. Ingat, gue lebih tua dari kalian berdua" ucap Arsen.
"Duh mulai deh bawa-bawa umur" ucap Reynand.
Sedangkan di dalam mobil, gadis yang sedang di perebutkan masih tertidur dengan lelap.
"Mas, gimana ini princes masih tidur. Mau di bangunin atau gimana?" tanya mommy Aletta.
"Gak usah sayang, biar aku gendong aja ke kamarnya. Kasihan kalau di bangunin. Takutnya princess masih ngantuk. Pasti dia lelah" ucap Daddy James.
"Yaudah Daddy gendong aja. Tapi itu di luar anak-anak lagi ngapain si. Kok kelihatannya kaya lagi berdebat gitu si" ucap mommy Aletta.
"Biasa sayang, paling mereka lagi berebut mau bukain pintu buat princess. Mereka gak tahu aja kalau princess tidur" ucap Daddy James.
"Yaudah biarin aja deh mereka, mommy pusing lihat mereka berebut terus. Sekarang lebih baik kita bawa princess masuk aja".
"Kasihan kalau kelamaan tidur dengan posisi kaya gini pasti kurang nyaman" ucap mommy Aletta.
"Yaudah, mas turun dulu. Tunggu sebentar ya" ucap Daddy James.
Daddy James bergegas turun dari mobil, melihat itu Arsen dan yang lainnya langsung berebut untuk membuka pintu.
Tapi sebelum itu, Daddy James langsung melarang mereka semua.
"Eh tunggu" ucap Daddy James.
"Kenapa dad?" tanya Arsen.
"Jangan asal buka pintu mobilnya" ucap Daddy James.
"Emangnya kenapa dad?" tanya Gara.
"Princess lagi tidur. Kalau kalian langsung buka pintunya bisa-bisa princess kaget dan kebangun lagi. Kan kasihan" ucap Daddy James.
"Oh princess tidur dad. Yaudah kalau gitu biar aku aja yang gendong princess ke kamarnya" ucap Arsen.
"Enak aja, aku lah yang akan gendong princess" ucap Gara.
"Gak bisa, aku yang akan gendong princess" ucap Reynand tidak ingin kalah.
"Astaga kalian ini. Bisa gak si gak usah ribut terus. Nanti gara-gara kalian princess bisa bangun loh karena berisik" ucap Daddy James.
"Oh iya maaf dad" ucap ketiganya dengan kompak.
"Yaudah, makanya jangan ribut terus. Daddy pusing tahu lihat kalian berebut terus kaya gitu".
"Dan satu lagi, gak ada diantara kalian bertiga yang akan menggendong princess. Karena Daddy yang akan gendong princess ke kamarnya".
"Titik dan gak ada bantahan" ucap Daddy James sambil menatap putra-putranya dengan tajam.
"Yah...., Daddy lagi Daddy lagi" gerutu Arsen dan kedua adiknya.
Dengan hati-hati, Daddy James menggendong Cia ke kamarnya. Cia sendiri yang merasa ada pergerakan membuat tidurnya sedikit terganggu.
"Eugh....".
"Shut.... Tidur lagi princess" ucap Daddy James sambil mengelus rambut Cia dengan lembut.
Cia yang merasa nyaman akhirnya kembali tertidur. Melihat itu membuat Daddy James merasa gemas dengan putrinya.
"Cup".
"Tidur yang nyenyak ya princess-nya Daddy" gumam James.
Setelah memastikan putrinya sudah kembali tertidur, barulah Daddy James keluar dari kamar Cia. Dengan hati-hati dan tanpa menimbulkan suara, Daddy James berjalan keluar.
Didepan kamar Cia ternyata ada Arsen yang sedang menunggu sang Daddy.
"Eh astaga, Arsen. Kamu bikin Daddy kaget aja si. Ngapain kamu berdiri di depan kamar princess. Jangan bilang kamu mau gangguin princess ya" ucap Daddy James.
"Enggak, aku mau bicara sesuatu sama Daddy" ucap Arsen.
"Ada apa?".
"Kenapa wajahmu terlihat serius. Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Daddy James.
"Ini tentang princess dad" ucap Arsen.
"Princess?".
"Ada apa dengan princess?" tanya Daddy James lagi.
"Sebaiknya kita bicarakan hal ini di ruang kerja Daddy aja" ucap Arsen.
"Oh iya benar. Yaudah ayo kita ke ruang kerja Daddy" ajak James.
Keduanya bergegas berjalan menuju ruang kerja milik James. Sampai di dalam, Arsen langsung menutup pintu dengan rapat.
"Duduklah. Sekarang katakan ada apa ini sebenarnya".
"Kenapa ekspresi kamu terlihat sangat serius?" tanya Daddy James merasa penasaran.
Arsen langsung duduk didepan sang Daddy. Dengan wajah seriusnya, Arsen menatap sang Daddy.
"Aku sedang memikirkan princess dad" jawab Arsen.
"Iya ada apa dengan princess?. "Jangan bikin Daddy jadi khawatir" ucap James.
"Princess.....". Belum sempat Arsen melanjutkan ucapannya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang kerja Daddy James.
"Tok...tok...tok...".
Daddy James dan Arsen langsung saling tatap saat mendengar ada yang mengetuk pintu.
gak mau tau up lagi, Thor yang baik hati jangan pelit up ya😁😁😁