NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Murni
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Purpledee

Noari Liora, gadis sederhana yang hidup dalam keterbatasan, tiba-tiba ditarik masuk ke dunia mewah keluarga Van Bodden, ketika Riana, sepupu perempuan kaya yang pernah menyakitinya di masa lalu, justru memintanya menjadi istri pengganti untuk suaminya, Landerik.

Di tengah rasa iba, dan desakan keadaan, Noa menerima tawaran itu. Pernikahan yang seharusnya hampa justru menyeretnya ke dalam lingkar emosi yang rumit, cinta, kehilangan, luka dan harapan.

Ketika Riana meninggal karena sakit yang dideritanya, Noa dituduh sebagai penyebabnya dan kehilangan pegangan hidup. Dalam rumah megah yang penuh keheningan, Noa harus belajar menemukan dirinya sendiri di antara dinginnya sikap Landerik, dan kehadiran Louis, lelaki hangat yang tanpa sengaja membuat hatinya goyah.

Akankah Noa bertahan di pernikahan tanpa cinta ini?
Atau justru menemukan dirinya terjebak dalam perasaan yang tidak pernah ia duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purpledee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26. Pesta

Langkah Noa yang anggun menuruni anak tangga, Gaun yang ia kenakan jatuh dengan anggun mengikuti setiap langkahnya, warnanya lembut namun tegas, membuat sosoknya terlihat berbeda dari biasanya. Bukan mencolok, bukan berlebihan, tapi terlihat tenang dan dewasa. Di ruang tamu, Landerik sedang menunggunya, Ia berdiri dengan setelan jas hitam rapi, satu tangan dimasukkan ke saku celana. Saat mendengar langkah kaki, ia menoleh. Dan berhenti.

Sesaat, waktu seperti tertahan. Noa berdiri di anak tangga terakhir, wajahnya tenang, ekspresinya tertutup rapi. Rambutnya disanggul sederhana, menampakkan leher jenjangnya yang selama ini jarang ia perlihatkan. Tidak ada riasan yang berlebihan, hanya cukup untuk menonjolkan garis wajahnya yang lembut.

Landerik menatapnya lebih lama dari yang seharusnya.

Ada sesuatu yang berubah. Bukan hanya tentang kecantikan, Noa selalu cantik. Namun malam ini, ia tampak, mempesona, Dewasa dan Jauh dari sebelum-sebelumnya, Seolah ada dunia yang tak lagi bisa ia jangkau begitu saja.

“K-kita berangkat sekarang,” ucap Landerik akhirnya, suaranya datar, terkendali.

“Iya,” jawab Noa singkat.

Tak ada pujian, Tak ada komentar, Keheningan kembali mengisi ruang itu, namun kali ini terasa lebih berat.

Saat mereka berjalan beriringan menuju pintu, jarak di antara mereka terasa begitu nyata, cukup dekat untuk terlihat sebagai pasangan, cukup jauh untuk menyadari bahwa ada dinding tak kasatmata yang berdiri diantara mereka.

Di dalam mobil, Landerik menyetir sendiri. Mesin dinyalakan, lampu dashboard menyala redup. Noa duduk tegak di kursi penumpang, menatap lurus ke depan.

Beberapa menit berlalu tanpa suara. “Kau terlihat berbeda malam ini.” Kalimat itu akhirnya keluar. Rendah. Hati-hati. Seolah ia menimbang setiap kata. Noa menoleh sekilas, lalu kembali menatap jalan. “Hanya berdandan sedikit.”

“Tidak,” sanggah Landerik pelan. “Bukan itu.”

Ia terdiam, rahangnya mengeras. Ada sesuatu di dadanya yang terasa asing, namun jelas.

Noa tak menanggapinya. Tangannya menggenggam kecil kain gaunnya di pangkuan, menahan perasaan yang masih belum tertata.

Lampu-lampu kota mulai bermunculan di kejauhan. Mobil melaju stabil, namun di dalamnya, dua orang yang duduk berdampingan justru terasa semakin jauh.

Landerik sesekali melirik Noa dari sudut matanya, diam-diam, cepat, seolah takut ketahuan. Ada rasa terpesona yang tak ingin ia akui, bercampur dengan sesuatu yang lebih dalam, ketakutan. Takut kehilangan sesuatu yang baru saja ia sadari, mulai berarti. Namun malam itu, tidak satu pun dari mereka mengatakannya.

Dan mobil terus melaju cepat menuju pesta, membawa dua hati yang sama-sama retak, namun kini dengan retakan yang berbeda.

...♡...

Ballroom hotel itu dipenuhi cahaya lampu mewah dan suara percakapan yang terkontrol rapi. Gaun-gaun mahal, jas sempurna, dan senyum-senyum profesional menyambut siapa pun yang masuk. Begitu Noa dan Landerik melangkah masuk, suasana seolah bergeser.

Tangan Landerik otomatis melingkar di pinggang Noa gestur yang terlatih, sopan, dan tepat. Sentuhannya hangat, namun Noa tahu, itu bukan miliknya. Itu milik peran yang harus mereka mainkan malam ini.

“Tenang,” bisik Landerik rendah di telinganya, senyum tipis terpasang di wajahnya. “Kita hanya perlu terlihat seperti pasangan biasa” Noa mengangguk kecil, bibirnya ikut terangkat membentuk senyum yang sempurna. Dari luar, mereka tampak serasi dan Elegan.

Namun di dalam, Noa merasa dadanya sesak.

Mereka berjalan menyusuri ruangan, menyapa kolega satu per satu. Landerik berbicara lancar, suaranya mantap, penuh karisma. Sesekali ia memperkenalkan Noa dengan nada bangga. “Istri saya.” Dua kata itu menghantam lebih keras dari yang Noa duga.

Setiap kali kalimat itu terucap, Noa merasakan sesuatu mencubit hatinya, bukan karena status itu, melainkan karena semua orang mempercayainya sebagai sesuatu yang utuh. Padahal ia sendiri masih berantakan.

Ketika seseorang memuji kecantikannya, Landerik menunduk sedikit, mendekat ke arahnya.  “Kau membuat mereka terkesan,” ucapnya pelan, jari-jarinya menekan pinggang Noa sedikit lebih erat.

Noa menahan napas.

Sentuhan itu terlalu nyata. Terlalu dekat. Ia teringat wajah Louis. Ciuman singkat yang belum juga menghilang dari ingatannya. Dan kini, ia berdiri di sini, berpura-pura menjadi istri yang sempurna.

“Lepaskan sedikit,” bisik Noa hampir tak terdengar, tanpa menoleh. Landerik tersenyum di depan para tamu, tapi rahangnya mengeras. 

“Jika aku melakukannya, mereka akan bertanya.”

Noa menelan salivanya, Ia tahu. Ia mengerti. Tapi tetap saja, perannya terasa seperti beban.

Saat James dan istrinya menghampiri, Landerik merangkul Noa lebih dekat. Tangannya naik ke punggung Noa, seolah-olah itu tempat yang paling wajar di dunia.

“Pesta yang indah,” kata Landerik. “Terima ksasih sudah datang, istrimu sangat muda dan cantis sekali.” Puji istri James, Margaret.

“Ya, dia sangat cantik.”

Noa menoleh cepat. Ia tidak tahu itu akan dikatakan.

Namun ia tetap tersenyum, memainkan perannya dengan sempurna. “Suamiku terlalu berlebihan,” katanya ringan, bahkan sempat tertawa kecil.

Landerik menatapnya sesaat lebih lama dari yang dibutuhkan. Di balik senyumnya, ada sesuatu yang mengeras di dadanya. Ia merasakan ada jarak yang tak bisa ia sentuh, meski Noa berada begitu dekat.

Saat mereka berdansa, pelan, formal, dikelilingi tatapan kagum, Noa bisa merasakan detak jantung Landerik melalui telapak tangannya. Kuat. Stabil. Berlawanan dengan miliknya yang tak beraturan.

“Kau terlihat gelisah,” ujar Landerik lirih.

“Aku baik-baik saja.”

“Kau berbohong.”

Noa mendongak, mata mereka bertemu. Untuk sesaat, dunia di sekitar mereka memudar. “Apa kau ingin aku terlihat bahagia, atau benar-benar bahagia?” tanyanya pelan, nyaris seperti bisikan.

Pertanyaan itu membuat Landerik terdiam.

Musik terus mengalun. Orang-orang terus menatap mereka dengan kekaguman. Namun di antara langkah-langkah tarian yang selaras, dua jiwa itu bertabrakan—bukan dengan suara keras, melainkan dengan sunyi yang menyakitkan.

“Aku hanya ingin kau aman,” jawab Landerik akhirnya.

Noa tersenyum tipis. “Kadang, aman dan bahagia bukan hal yang sama.”

Dan saat musik berakhir, mereka tetap berdiri berdekatan, masih berperan sebagai pasangan sempurna. Namun malam itu, kepura-puraan terasa lebih melelahkan dari sebelumnya.

...♡...

Setelah acara dansa selesai, James bersama istrinya mengajak beberapa kolega penting berpindah ke sebuah ruangan lain yang lebih tertutup dan privat. Ruangan itu jauh dari keramaian ballroom—lampunya temaram, suara musik teredam, dan suasananya terasa lebih berat.

Tak ada yang tampak heran. Wajah-wajah di ruangan itu datar, seolah apa yang akan terjadi adalah sesuatu yang lumrah bagi mereka.

James berdiri di tengah ruangan dan tersenyum kecil.

“Kita akan memainkan sebuah permainan,” katanya santai. “Adult game.”

Kata itu membuat Noa langsung menegang.

Di hadapan mereka terdapat sebuah roda board besar yang diletakkan di atas meja. Di sekelilingnya, para tamu mulai mendekat. Noa ikut melangkah, meski hatinya mulai tidak tenang. Saat ia membaca tulisan-tulisan yang tertera di roda itu, napasnya tertahan.

Noa tercekat.

Semua pilihan di sana, setiap perintah yang mungkin ditunjuk oleh roda jelas mengarah pada adegan-adegan yang melampaui batas kesopanan. Tidak tertulis secara gamblang, namun maknanya begitu jelas hingga membuat dadanya terasa sesak.

Tangannya refleks menggenggam ujung gaunnya. Ia melirik sekeliling. Tidak ada yang menunjukkan keberatan. Tidak ada yang tersenyum, tidak pula menolak. Semua tampak siap—tenang, dingin, dan tanpa ekspresi.

Bagi mereka, ini hanyalah permainan. Namun bagi Noa, roda board itu terasa seperti jebakan.

Ia menoleh perlahan ke arah Landerik, mencari sesuatu, penolakan, kemarahan, atau setidaknya tanda bahwa ia tidak sendirian merasa asing di ruangan ini. Wajah Landerik tetap terkendali, namun rahangnya mengeras tipis.

Noa menelan ludah.

Untuk pertama kalinya malam itu, ia benar-benar merasa berada di tempat yang salah.

To Be Countinue…

Mademoiselle:

1
Kam1la
hati2 Laderick bisa tergoda Mora
Kam1la
💪💪💪 lanjut , Noa
Kam1la
Tidak... Noa!!🤭
Deii Haqil
ow.. no, Noa..🙈💪💪
Miu Nuha.
rasany nyesek ya, harus menahan diri demi mewujudkan keinginan orla 🤧
Miu Nuha.
paham banget kalo mau nentuin kapan meninggoynya 😩😩😩
Deii Haqil
lanjut lagi..hemhemhem🤭
Kam1la
makin seru nnih ....! semangat up. dan jangan lupa mampir di Terlambat Mencintaiku...😍
Deii Haqil
makin seru😊 lanjut kak💪
Afriyeni
setidaknya kamu punya hak untuk itu saat ini noa. sebab landerik juga tidak punya kuasa untuk menekan mu.
Afriyeni
Riana, noa dan landerik adalah orang orang yg tengah bermain di atas luka masing masing
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): ouh suka bnget kata-kata nya kak😭
total 1 replies
Deii Haqil
keren kak, mantap! semagat nulisnya😁
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Kam1la
lanjutkan...
Deii Haqil
jangan lupa ngopi. kak. semangat😁
Kam1la
alur yang bikin nyesek..... semangat berkarya Kak !!
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih kak🤗
total 1 replies
Kam1la
semangat 2.....up😍
Deii Haqil
lanjut baca, kasian juga Riana😭
ss
Kak semangat yahh...
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Kam1la
sedih....
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): wah... makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Miu Nuha.
kekny si ibu gk dpt perlakuan baik dari keluarga Landerik 🤔 ,, jadi nikah gk nih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!