NovelToon NovelToon
PELAKOR ITU IBUKU SENDIRI

PELAKOR ITU IBUKU SENDIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Cinta Terlarang / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Sri tidak menyangka jika rumah tangganya akan berakhir karena orang yang paling dia cintai dan hormati, entah bagaimana dia mendeskripsikan hati yang tidak akan pernah sembuh karena perselingkuhan suami dengan perempuan yang tak lain ibunya sendiri.

Dia berusaha untuk tabah dan melanjutkan hidup tapi bayangan penghianatan dan masalalu membuatnya seakan semakin tercekik.

mampu ka dia kembali bangkit setelah pengkhianatan itu diatas dia juga memiliki kewajiban berbakti pada orangtua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Irfan menatap ibunya tidak mengerti, apa hubungan kariernya dengan pekerjaan mantan istrinya itu.

"Bagaimana bisa pekerjaan Siti mendukung karier ku mommy ada-ada saja". Sungutnya dengan kesal.

"Dia seorang dokter Arman, dan tempat dia bekerja adalah rumah sakit ternama, seorang anggota DPR dan seorang dokter itu adalah pasangan sangat bagus, gaji dan semua yang dia miliki juga point penting walau dia berasal dari kampung".

Irfan mengerjapkan matanya, perkataan ibunya ada benarnya, Sri memiliki wajah cantik warisan ibunya walau penampilannya sederhana tapi wajahnya sangat cantik dan dia seorang dokter muda yang tengah diperhitungkan dirumah sakit tempatnya bekerja.

"Sudahlah tidak ada gunanya juga, kalian berdua sudah bercerai, nanti ibu carikan kamu yang lebih baik tapi kamu harus mulai mencari pekerjaan setelah semua massa baik media sosial maupun media massa sudah tidak mengungkit permasalahan mu lagi".

Sang ibu meninggalkan sang anak untuk menemui suaminya, dia harus meredakan amarah suaminya yang membesar sekarang, dia yakin suaminya sudah tenang karena ini sudah lebih sejam dari amarahnya tadi.

"Jangan berulah dan bertingkah, ibu tidak mau dapat masalah dengan daddy mu lagi". Ucapnya saat menutup pintu kamar sang anak.

Sri yang memang akan pindah hari ini pun telah menyiapkan semua barang yang akan dia bawah, dia mendapatkan rumah dinas dari rumah sakit tapi dalam keadaan kosong dan barang yang diberikan ibunya sangat berguna untuknya kini.

"Ibu yakin mau ikut denganku??". Tanya Sri dengan pelan.

"Iya, tidak perlu mengantar ibu ke bandara nanti, cukup ibu mengantarmu ketempat baru kamu nanti ibu beli tiket setelah kamu sampai disana". Jawabnya datar tanpa ekspresi.

Sri memang akan diantar semua keluarganya, termasuk kedua ibu dan juga ayahnya.

"Syukurlah kalau begitu mbak, jangan terus menerus menyakiti anakmu, setelah ini kalian akan jarang bertemu karena berbeda pulau". Jawab Niar menatap sendu sang anak.

Siti tersenyum tipis tanpa ada yang tahu, anaknya beruntung memiliki ibu tiri yang menyayangi dirinya dan menganggapnya sebagai anak sendiri.

"Iya". Hanya itu yang dia katakan tanpa kata lain.

"Ayo nak kita berangkat, semuanya sudah siap". Tarjo mengajak mereka semua untuk berangkat menuju ketempat Sri tinggal dan perjalanan kesana lumayan jauh karena sekitar 5 jam perjalanan.

Sri tidak mengalami tanda-tanda kehamilan seperti pada umumnya, sedangkan Siti sejak tadi memuntahkan isi perutnya karena mual yang dia rasakan.

"Ayah, kita singgah ke apotik sebentar, aku akan. Belikan ibu obat lebih dulu untuk mengurangi rasa mualnya". Ucap Sri yang menatap ibunya dengan khawatir.

Tarjo tidak menjawab tapi langsung mencari apotik terdekat sesuai keinginan sang anak.

"Sebaiknya ibu istirahat saja nanti sampai disana, besok baru kita ke bandara bersama-sama, aku antar ibu ke bandara karena kondisi ibu tidak memungkinkan". Ucapnya menahan tangis.

Dia sangat khawatir melihat wajah pucat ibunya dan kondisi yang selalu muntah karena hamil muda.

"Iya mbak, kita akan menginap dirumah Sri malam ini, besok setelah mengantar mbak Siti kami baru pulang kembali ke kampung". Niar sejak tadi mengelus punggung Siti yang tak henti-hentinya muntah.

"Iya". Hanya itu yang kembali bisa dia ucapkan karena tenaganya terasa hilang tanpa sisa.

Ketiga adik Sri yang ikut mengantar sang kakak hanya diam saja, mereka tidak ingin mencampuri urusan keluarga yang cukup rumit, mereka memang menyayangi kakaknya tapi jika bersangkutan dengan ibu kandung kakaknya itu mereka hanya bisa terdiam

Setelah sampai dirumah, Sri langsung memasang infus pada sang ibu karena ibunya bahkan pingsan dijalan saat perjalanan mereka sudah hampir sampai

Mereka semua bekerja sama untuk mengangkut barang kedalam rumah dan langsung menatapnya sedangkan Siti sudah beristirahat didalam kamar Sri saat ini.

"Bujuk ibumu nak untuk tidak pergi dulu, kondisinya tidak memungkinkan hidup sendiri apalagi dia mengalami ngidam seperti ini". Niar kini menatap sang anak dengan khawatir.

Mereka sudah menyelesaikan semua barang beruntung rumah dinas itu sudah dirapikan dan dibersihkan sebelumnya.

"Iya Bu, aku akan mencoba membujuknya, walau aku yakin susah untuk berhasil".

"Bujuk saja kak, seperti nya anak yang ibu kakak kandung itu ada 2, tadi aku memeriksanya dan belum tahu pasti, nanti biar dia periksa kerumah sakit untuk lebih pastinya".

Ya adiknya ini memang juga seorang dokter tapi dokter kandungan yang usianya masih muda.

"Iya dek, kakak akan coba yah, biar ibu sementara disini sampai keadaannya stabil".

"Kakak jangan lupa periksa diri juga, sekalipun kakak dokter, kakak sedang mengandung sekarang". Ucap sang adik memperingati sang kakak.

" Iya nak, kamu juga harus memperhatikan dirimu sendiri setelah ini, jangan hanya ibumu kamu perhatikan, ingat kamu juga ada yang harus dijaga". Sang ayah menatap anaknya dengan mata berkaca-kaca.

Dia sangat berat melepas anaknya ini tinggal seorang diri seperti ini apalagi dalam keadaan mengandung muda seperti ini tapi itu sudah keputusan sang anak yang tidak bisa dia ganggu.

"Iya ayah, aku akan memperhatikan lagi kedepannya ".

Mereka kemudian bangkit untuk beristirahat karena keesokan hari mereka akan pulang kembali dan menempuh perjalanan cukup jauh.

Sri yang kini duduk disamping ibunya hanya bisa mengelus kepala ibunya dengan sayang, ibunya tidak pernah sakit seperti ini apalagi sampai di infus karena tidak ada tenaga.

"Ibu jangan sakit yah, aku semakin khawatir untuk membiarkan ibu pergi seorang diri seperti ini". Ucapnya pelan takut membangunkan sang ibu.

Akhirnya selama dia menjadi anak ibunya dia bisa mengelus ibunya seperti ini, dia selalu takut untuk mendekatkan diri karena takut itu membuat ibunya tidak nyaman.

Dia pun membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah tapi dia tidak sadar jika Siti sudah bangun dan mendengar apa yang dia katakan

Airmata Siti menetes, dia baru sadar jika anaknya begitu tulus menyayangi dirinya sedangkan dirinya bahkan selalu menyakitinya, dia sungguh tersentuh.

Mungkin inilah yang dirasakan seorang ibu ketika melihat anaknya menyayangi dirinya walau dia seperti orang yang mati rasa tapi dia tetaplah manusia yang memiliki hati dan perasaan.

"Aku ibu yang jahat sekaligus paling beruntung memiliki anak sepertinya, aku harus bisa memberikannya kasih sayang seperti layaknya seorang ibu, kasihan dia". Ucapnya dalam hati.

Keesokan harinya Siti terbangun dan mendapati kamar itu telah kosong entah kemana sang anak.

"Biarkan saja ibumu istirahat nak, kami pulang dulu". Ucap sang ayah berpamitan karena mereka akan pulang.

"Iya ayah, kalian semua hati-hatilah dijalan, maaf aku tidak bisa memberikan apapun, nanti kalau aku pulang kampung akan ku bawakan oleh-oleh yang banyak". Ucapnya sambil memeluk mereka satu persatu.

"Kamu tidak mau memberitahukan ibumu tentang ini nak?". Ucap sang ayah mengelus perut sang anak.

1
Machmudah
otw karma buat Siti Dan Irfan.....otw bahagia buat sri
Machmudah
macam org gak py Iman aja kamu Siti, balas dendam kok sm anak......kelaut aja miodelan siti
Sulfia Nuriawati
kok blm up jg y knp?????
Sulfia Nuriawati
g lanjut lg y, dah lama g up, gantung berarti y
Machmudah
gemes banget thor....kasih karma yg smp mereka tdk kuat menanggungnya
Putra Putra
tipe org egois, g pernah merasa slh sll org lain yg D slh kan, dy yg berbuat org lain yg D blng pembentukan sial
Putra Putra
manusia bln yuh ibu sm menanti, g ada laki² lain atw wanita lain sampai segitunya, apa pun alasannya ttp salah y
Machmudah
hadeh Irfan bkn org kaya aja byk tingkah.....kasih Sri pengganti Irfan yg lbh baik Thor......ibu nya jg jablay kegatelan.....tunggu kehancuran kalian...semangat Sri Dan othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!