kayle Wanita Mandiri , seorang perancang pernikahan. Mau tak mau menjalani kisah pernikahannya sendiri yang jauh di luar perencanaannya. Adalah Dave, pria terhormat pebisnis Handal di dunia legal dan ilegal yang bahkan tidak pernah memilihnya sebagai pasangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEMBURU
“Kay”. Lydia melambai. “cepatlah”. Lydia berlari sambil menggenggam tangan Kayle.
“Kau ini, Memupuskan harapanku saja, setelah pergi waktu itu kau tak kembali lagi”, ucap Lydia.
“Maafkan aku”. Jawab Kayle sambil mengangkat bahunya. “ya ya ya sudah lah, mari kita segera ke aula”. Ajak Lydia.
Matteo nampak tersenyum cerah melihat kehadiran Kayle. “Apa kabar Kay?. Lama tak bertemu”. Sapa Matteo. Dengan wajah memerah Kayle menjawab “sangat baik”.
“Jika saja ini bukan tugas mendadak, pasti aku akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, Hmmm seperti halnya mengajak kau ikut denganku kesana”. Ujar Matteo sambil setengah bercanda kepada Kayle. Kayle hanya bisa tersenyum sementra wajahnya menjadi lebih merah dari semula.
Degh,degh,degh hati Kayle berdentum kencang bagai genderang yang di tabuh dengan kencang. “ Ya Tuhan mengapa cinta datang terlambat”. Lirih Kayle.
“Mau kah kau berdansa denganku, Dansa perpisahan kita”. Matteo mengulurkan tangannya. Mereka berdua mulai berdansa dengan saling memandang wajah yang memerah.
“Jika suatu saat kau ke Afrika ingatlah untuk mencariku, jangan sungkan”. Matteo berbisik sendu ke telinga Kayle dan disambut dengan anggukan mengiyakan dari Kayle.
-----------*
Landmark 76
Braaakaaak , suara kursi terlempar . Raut wajah Dave benar-benar tidak enak dipandang. Seketika Ruangan meeting dan para petingi Dynamic General Corp menjadi hening dan tegang.
Hanya David yang memahami sikap Tuannya. “Nona , kali ini kau berlaku apalagi sehingga mematik api cemburu Tuanku”. Batin Dave lirih.
Dzzzrt,. David menerima sebuah video dari Damitri. Seketika wajah David pun sesuram wajah Dave.
“Tuan-tuan untuk meeting kali ini , akan dilanjutkan lain hari “. David berinisiatif menutup meeting.
----------*
Institute Of Hopkins,
“Kay , bisa kita bicara sebentar”. Panggil Rachel, Assiten Dokter Matteo.
“ Tentu saja “. Jawab kayle.
Rachel membawa Kayle ke toilet wanita, dan begitu masuk Rachel langsung menampar Kayle. Jejak merah pun terlihat di pipi Kayle.
“Apa maksudmu?”. Kayle bertanya penuh keheranan sambil menahan sakit.
“ Berani-beraninya kau menggoda Dokter Matteo”. Ucap Rachel penuh kemarahan dan cemburu.
“Kau salah paham , aku dan Dokter Matteo hanya berteman baik. Tidak lebih”. Jawab Kayle.
“Kau pikir aku buta, cara dia memandang kau jelas menyiratkan sesuatu”.
“Hey jangan salahkan aku jika dia menyukaiku”. Jawab Kayle sambil bersungut-sungut dan keluar meninggalkan toilet.
Rachel sekali lagi ingin menampar Kayle, namun di tepis Kayle dan malah mendorong Rachel sampai tersungkur jatuh dan langsung pergi meninggalkan Rachel.
“Bodoh, aku tak ada waktu meladenimu”. Ucap Kayle sambil berlalu marah meninggalkan Rachel yang tingkat kebenciannya semakin bertambah satu tingkat kepada kayle.
Kayle berjalan dengan cepat ke Arah Damitri. “kita Pulang”. Perintah Kayle.
------------*
Paviliun Secret Garden.
Kayle merebahkan diri di Sofa Ruang Tamu. Benar-benar hari yang mengagetkan. Mendengar kepergian Matteo yang tiba-tiba, lalu ditampar wanita yang cemburu buta.
“Owwwh Hatiku, bertahanlah”. Lirih kayle dengan sedih.
Braak, terdengar suara pintu ditutup dengan keras. Kayle tersentak kaget dan terbaangun.
“Dave , apa yang terjadi”. Tanya Kayle. Dave melangkah pelan ke arah Kayle, menarik lengannya kencang menaiki tangga menuju ke kamar Kayle. Bruuugh Dave melemparkan Kayle ke tempat tidur.
“Dave apa-apaan kau, apa kau salah makan?”. Tanya Kayle dengan mendengus marah. Dave menindih Kayle ketika ingin berusaha berdiri.
“Sudah ku bilang kau miliku, tidak boleh memikirkan pria lain”. Bisik Dave Parau di telinga Kayle.
“Dave apa-apaan kau, apa kau salah makan?”. Tanya Kayle dengan mendengus marah. Dave menindih Kayle ketika ingin berusaha berdiri.
“Sudah ku bilang kau miliku, tidak boleh memikirkan pria lain”. Bisik Dave Parau di telinga Kayle. Dengan marah Dave merobek kemeja Kayle, membenamkan wajahnya ke kedua payudara Kayle yang halus dan menggairahkan.
Kayle sekuat tenaga menendang Dave, namun tiada daya melawan kekuatan Dave yang menguncinya.
Dave mencium serampangan ke leher Kayle, mengecap telinga kayle mengembara kembali ke leher kayle, memberi tanda merah disana. Menciumi mata , hidung dan ******* bibir Kayle seakan tidak ada hari esok. Gerakan Dave berhenti ketika mengecap air mata Kayle di pipinya.
Merasakan gerakan Dave melonggar, kayle langsung menendangnya dan berlari dengan cepat ke kamar mandi sambil menangis .” Bajingan”. Teriak Kayle kepada Dave sambil menutup keras pintunya.
Dave hanya terduduk diam, sambil mengacak-ngacak rambutnya. “Sepertinya dia memang keterlaluan terhadap kayle “. pikir Dave.
itu yg bener kak karena udah pake did jadi say, bukan said yaa ☺