Karya asli!!!
on-Going
Salah satu Sovereign tertinggi di Alam Semesta yang Tak Terbatas ini, ia segera menjalani Jalan menuju Dao tertinggi di alamnya, mereka mengetahui dari catatan kuno, jika seseorang bisa melewati batas Penguasa Tertinggi, ia bisa menjadi God King.
Namun siapa sangka, Wanita yang ia anggap mencintainya, dikhianati olehnya. Saat itu ia hendak menerobos melewati batas itu, namun saat menerobos ia sempat terdampak oleh Tribulasi Hukum. Saat itulah kesempatan wanita itu menusuknya dengan Kabut beracun yang asalnya tidak diketahui, bahkan melukai Primordialnya.
Jadi, sisa jiwanya ia bereinkarnasi menjadi pangeran muda dengan nama yang sama "Huang Di", namun jalan takdir yang ia jalankan sangat bertengtangan dengan sifat Ke Angkuhannya sebagai Absolute. Bagaimana perjalanannya menjalankan takdir ini?
Di kebaradaan Dimensional yang lebih tinggi bahkan God King itu hanya seperti Dewa biasa!
"Jika Takdir mempermainkanku! aku akan memandang rendah Semuanya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arceusssxara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26 Gerbang seribu sekte
Langit masih menyisakan riak-riak hukum yang terpecah setelah integrasi besar tadi. Tapi Huang Di tidak ingin menarik lebih banyak perhatian. Dunia Asal bukan tempat untuk mengumbar kekuatan sebelum waktunya.
[Saran Sistem: Untuk menghindari deteksi entitas level Absolut, disarankan untuk menyembunyikan jejak Dao, serta menyusun identitas baru.]
"Buatkan aku identitas baru."
[Nama baru: Ye Qingchen]
[Identitas: Pengembara muda dari Sektor Barat Laut, ahli hukum minor ‘Pengikat Jiwa’ tingkat dasar.]
[Jejak energi, spiritual core, dan tanda hukum telah ditransformasikan.]
Tubuh Huang Di berkedip.
Sekejap saja, rambut emas keperakannya berubah menjadi hitam gelap. Aura Sovereign-nya sirna sepenuhnya, berganti dengan aura netral milik seorang pemuda biasa. Matanya tampak biasa—tapi tetap menyimpan kedalaman hukum tak terjamah.
[Identitas Ye Qingchen berhasil diaktivasi.]
Dengan mengenakan jubah sederhana warna abu gelap dan topeng separuh wajah yang terukir simbol tanpa asal-usul, ia melangkah keluar dari reruntuhan integrasinya, menyusuri batas timur wilayah Dunia Asal yang dijuluki sebagai:
Sektor Daluo – Gerbang Seribu Sekte.
Tempat di mana para genius berkumpul.
Tempat di mana entitas-entitas muda dunia ini saling bertarung untuk status, kehormatan, dan warisan.
“Aku akan naik dari dasar... dan menuliskan hukumku sendiri dari sana.”
Tiga Hari Kemudian – Gerbang Pendaftaran Seribu Sekte, Kota Langit Emas
Sebuah kota raksasa yang tergantung di udara dengan formasi hukum berlapis. Di tengahnya, sebuah lapangan luas menjadi tempat pendaftaran kultivator baru yang ingin meniti jalan menuju kejayaan.
Barisan panjang kultivator muda mengular, masing-masing mengenakan lencana nama dan memperlihatkan batu kelahiran Dao mereka.
Ketika giliran Huang Di tiba—atau kini, Ye Qingchen—seorang penjaga berwajah dingin bertanya datar:
“Nama dan asal.”
“Ye Qingchen, Sektor Barat Laut. Ahli hukum minor: Pengikat Jiwa tingkat dasar.”
Penjaga itu mengerutkan kening. Lalu mengambil batu uji hukum dan meletakkannya di hadapan Huang Di.
“Taruh tanganmu di atas. Biarkan hukummu terbaca.”
Huang Di menekan telapak tangannya perlahan ke batu itu.
Dan…
…batu itu mulai retak.
Penjaga dan beberapa kultivator di sekitar menegang.
“Apa?!”
[Hukum Tertangkap: Tak Terdefinisi.]
[Level: Tidak Terdeteksi.]
[Status: ???]
Namun, sebelum batu itu hancur sepenuhnya, Huang Di mengedipkan Sovereign Eye di balik topengnya—mengatur ulang persepsi hukum batu itu.
Sekejap kemudian…
[Data diperbarui – Pengikat Jiwa Tingkat Dasar.]
[Stabil.]
Penjaga itu menghela napas, lalu mencatat namanya.
“Masuklah. Kau adalah peserta ke-81.292 dalam seleksi terbuka seribu sekte. Lencana pendaftaranmu, dan peta sektor.”
Ye Qingchen mengambilnya tanpa sepatah kata pun. Tapi di balik tatapannya yang tenang, ia sudah merancang langkah selanjutnya:
Menyusup ke dalam Seribu Sekte…
Menemukan celah hukum dari dalam…
Dan perlahan… menyentuh pusat takhta hukum Dunia Asal.
Lapangan seleksi Seribu Sekte dipenuhi aura yang liar dan tak teratur. Ratusan arena kecil terbentuk dari formasi alamiah hukum. Setiap arena akan mempertemukan dua peserta secara acak dalam Duel Eliminasi Hukum.
Ye Qingchen berdiri di tengah arena ke-1149. Matanya memindai lawan yang muncul di seberangnya:
seorang pemuda tinggi dengan mata kuning menyala dan sisik tipis di leher serta lengan.
"Heh, kau terlihat lemah. Tapi aku suka membunuh yang lemah."
"Namaku Bai Tulong. Pewaris Hukum Ular Surgawi."
Dari belakangnya, aura berbentuk seekor ular emas bersayap, dengan taring menggantung, muncul menggeliat.
[Hukum Minor: Ular Surgawi – Tingkat Lanjut]
[Efek: Racun Tertinggi, Gigitan Dimensi, Ilusi Skala Jiwa, Pembatasan Gerak]
Kerumunan mulai bersorak.
“Bai Tulong itu favorit taruhan, katanya sudah menelan 8 hukum minor dari musuh sebelumnya!”
“Lawannya cuma pemuda misterius dari sektor barat laut. Si topeng abu itu siapa?”
Sementara itu, Ye Qingchen hanya berdiri diam, tangan di balik jubah.
Tak ada aura. Tak ada tekanan.
“Kau tidak menarik, maka aku akan mengakhirimu dengan satu gerakan.”
Bai Tulong menggigit ujung jarinya sendiri, darahnya meletup dan berubah menjadi ular raksasa emas yang menggulung arena.
"—Ular Surgawi Ketujuh: Lilitan Jiwa Maut!"
Langit seketika menjadi ungu gelap. Suara desisan menggema dari segala arah.
Semua penonton mundur. Bahkan beberapa elder dari sekte kecil mulai berdiri khawatir.
Tapi di tengah semua itu… Ye Qingchen hanya mengangkat kepala.
Dan dalam sekejap—
Sovereign Eye of Absolute Law terbuka setengah.
Mata kiri di balik topeng menyala lembut. Waktu seakan berhenti dalam radius lima langkah di sekelilingnya.
“Hukum Ular Surgawi.”
“Struktur: Vektor Spiral, Inti Racun Dimensi, Fragmen Ilusi pada layer keempat.”
“Titik celah: Tulang belakang naga palsu di leher hukum.”
Suara itu hanya terdengar di dalam pikirannya. Ia menunjuk dengan dua jari ke udara.
"Void Point Dissect."
ZRAAK!
Seketika itu juga, ular raksasa berhenti. Lalu tubuhnya retak-retak dari dalam, meledak jadi serpihan hukum yang terurai.
Bai Tulong memucat. Darah keluar dari mulutnya.
“Apa—apa kau juga pengguna hukum ilusi? Bagaimana kau bisa membongkar hukumku?”
Ye Qingchen berjalan perlahan.
“Aku tidak membongkar... Aku memerintah.”
Ia menatap lurus ke mata Bai Tulong. Sovereign Eye terbuka sepenuhnya.
"Kudeta Hukum Minor: Pembatalan Paksa."
Dalam sekejap, hukum Ular Surgawi di tubuh Bai Tulong terhapus dari jalur meridiannya. Energinya hancur. Fragmen hukum menyebar seperti debu.
Bai Tulong jatuh ke lututnya, wajahnya kosong… tubuhnya gemetar.
[Pemenang: Ye Qingchen – Status: Tanpa Cedera]
[Catatan: Menghancurkan hukum lawan sepenuhnya. Peringkat ancaman meningkat drastis.]
Kerumunan sunyi.
Para tetua mulai membicarakannya dalam bisik-bisik panik.
“Siapa anak itu... bagaimana bisa membatalkan hukum selevel itu tanpa benturan frontal?”
“Mata itu... jangan-jangan dia...”
Tapi Ye Qingchen hanya membalikkan badan dan berjalan turun dari arena.
“Banyak yang menyaksikan.”
“Terlalu cepat menarik perhatian. Mulai sekarang, kontrol harus lebih ketat.”
[Saran Sistem: Matikan fungsi Sovereign Eye sepenuhnya untuk 3 ronde ke depan. Gunakan teknik biasa untuk penyamaran.]
“Setuju.”
Desiran angin sejuk menyapu dataran luas yang menjadi pusat sektor Selatan dari Dunia Asal. Langit berlapis awan ungu dan merah menggantung rendah, menyiratkan energi hukum yang kompleks dan mendalam. Dunia ini bukanlah sekadar tempat biasa. Tiap langkah membawa tekanan, dan tiap napas seolah menghirup hukum eksistensi itu sendiri.
Di tengah hiruk-pikuk para kultivator muda yang sedang menanti giliran untuk dites dan dipertarungkan demi hak tinggal dan pengakuan resmi di wilayah ini, seorang pria muda berdiri sendirian di tepi arena seleksi.
Rambutnya hitam legam, terurai hingga pinggang, mengalir seperti bayangan malam. Wajahnya dingin, seperti pahatan batu yang menolak semua emosi duniawi. Pupil matanya bersinar keemasan, membawa kilau dari zaman yang telah dilupakan. Di belakang punggungnya, lingkaran Dao kuno berputar pelan—simbol pencapaian seseorang yang telah melampaui sekat-sekat ranah lama.
Tangannya terulur, di atasnya mengambang sebuah pusaran kecil—pusaran hukum. Ia telah melewati integrasi hukum, membentuk ulang semua yang ia raih di dunia fana. Kini, hukum Sovereign Eye of Law dan Api Kekacauan Mutlak kembali bergema dalam jiwanya. Lebih dari itu, hukum itu bukan sekadar bagian darinya... hukum itu tunduk padanya.
Namanya di dunia ini bukan lagi Huang Di.
Tapi Ye Qingchen.
Sebuah nama yang dalam bahasa Dunia Asal berarti Langit Tersembunyi yang Menyinari Kegelapan.
“Nomor seleksi berikutnya: Ye Qingchen dari zona luar!”
Suara lantang juri menggema dari atas menara penguji. Banyak kepala menoleh, sebagian dengan rasa ingin tahu, sebagian lagi dengan ejekan.
“Zona luar? Hmph, lagi-lagi pendatang liar yang tak tahu batasan.”
“Apa dia pikir bisa masuk Sektor Selatan hanya dengan wajah tampan dan jubah mewah itu?”
Namun ada satu sosok yang tak tertawa. Seorang pemuda jangkung dengan mata seperti ular dan rambut hijau tua berdiri di tengah arena. Di tubuhnya, energi seperti ular langit mengalir deras, dan setiap gerakannya menyisakan jejak hukum ilusi yang menggigit ruang.
“Ye Qingchen?” Pemuda itu menyeringai. “Aku berharap kau lebih dari sekadar wajah rupawan. Karena kalau tidak, aku tak bisa menjamin tubuhmu akan utuh saat kau keluar dari arena.”
“Siapa dia?” bisik seorang penonton.
“Itu Qing Mo dari klan Bai She! Pewaris langsung dari Hukum Ular Surgawi!”
“Gila! Dia sudah masuk tahap Third Level Insight dari Manifestasi Hukum!”
Ye Qingchen melangkah perlahan ke tengah arena, tak berkata sepatah kata pun.
Mata keemasan itu menatap lurus ke lawan, membuat jantung Qing Mo berdetak aneh sejenak.
“Apa matamu... adalah bentuk hukum?” tanya Qing Mo dengan sedikit tekanan.
Ye Qingchen hanya mengangguk ringan.
Dalam sekejap, arena sunyi. Bahkan para tetua penguji yang duduk di atas menara mulai memfokuskan perhatian.
Lonceng berbunyi. Pertarungan dimulai.
Qing Mo langsung menerjang, tubuhnya berubah menjadi bayangan panjang seperti ular surgawi, menerkam dari delapan arah sekaligus. Setiap serangan membawa ilusi hukum yang akan menghancurkan kesadaran biasa.
Namun…
BUK!
Satu tatapan dari Ye Qingchen membuat seluruh bayangan itu membeku di udara.
“Sovereign Eye of Law – True Gaze.”
Seruan itu menggema dalam ruang kesadaran Qing Mo. Tiba-tiba, ia merasa dirinya telanjang di hadapan penguasa mutlak, semua rahasia tubuh dan jiwanya dibuka secara brutal.
Dan kemudian...
BOOM!!
Sebuah semburan api abu-abu meledak dari kaki Ye Qingchen. Api Kekacauan Mutlak mengalir liar, menelan hukum ilusi milik Qing Mo dan mereduksi semua yang disentuh menjadi debu.
“Bagaimana bisa... hukumku ditelan seperti itu?” Qing Mo terdorong ke belakang, tubuhnya gemetar.
Ye Qingchen melangkah mendekat. Satu jentikan jarinya mematahkan semua manifestasi hukum ular surgawi di sekitar arena.
Dalam hitungan detik, Qing Mo berlutut.
“Saya... saya menyerah!”
Hening.
Sektor Selatan tak pernah menyaksikan pertarungan yang begitu sepihak melawan pewaris klan kuat.
Di menara atas, seorang tetua berdiri dengan kaget. “Dua hukum mutlak... dan keduanya berada dalam tahap kontrol penuh. Bocah ini... bukan dari dunia biasa.”
“Catat: Ye Qingchen – disetujui sebagai kultivator inti Sektor Selatan!”
Dan seperti itu...
Dalam satu hari, nama Ye Qingchen menggema di seluruh penjuru sektor.
Namun yang tidak diketahui siapa pun...
Adalah bahwa di balik nama itu, tersembunyi kekuatan yang menanti untuk mengguncang dunia asal hingga ke akarnya.
Dan perjalanan menuju takhta kekosongan...
baru saja dimulai.
gaassss....