NovelToon NovelToon
Mandala Yin Yang

Mandala Yin Yang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Romansa / Penyelamat
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tian Xuan

Che Tian, seorang Saint terkuat di alam dewa, kecewa ketika kekasihnya, Yuechan, direbut oleh Taiqing, penguasa alam dewa yang dipilih oleh Leluhur Dao. Merasa dihina, Che Tian menantang Taiqing dan dihukum, diturunkan ke bumi untuk mencari kekuatan yang lebih besar. Dengan senjata sakti, Mandala Yin Yang dan Kipas Yin Yang, Che Tian membangun kekuatan baru dan mengumpulkan murid-murid yang setia. Dalam perjalanannya, ia menghadapi pengkhianatan dan rahasia alam semesta, sambil memilih apakah akan membalas dendam atau membawa keseimbangan yang lebih besar bagi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tian Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Ujian Kedua – Tekad dan Ketahanan

Ye Qingxian berdiri dengan napas masih sedikit tersengal setelah melewati ujian pertama. Meski tubuhnya sudah lelah, matanya masih bersinar dengan tekad.

Kaisar berambut putih yang melangkah maju memiliki aura yang berbeda dari yang lain. Wajahnya tenang, tetapi matanya seolah dapat melihat ke dalam jiwa seseorang.

"Ujian kedua: Tekad dan Ketahanan!" katanya dengan suara dalam. "Kekuatan fisik tanpa ketahanan mental hanyalah kekuatan kosong. Seorang penguasa sejati zaman kuno bukan hanya kuat secara tubuh, tetapi juga memiliki tekad yang tak tergoyahkan. Jika kau ingin mendapatkan warisan ini, kau harus membuktikan bahwa tekadmu cukup kuat untuk menanggungnya."

Ye Qingxian mendengar kata-kata itu dan mengangguk. "Apa yang harus kulakukan?"

Kaisar itu mengangkat tangannya. Seketika, dunia di sekitar Ye Qingxian berubah.

Langit menjadi gelap, reruntuhan menghilang, dan ia kini berdiri sendirian di tengah lautan api. Udara panas menyengat, dan angin membara berdesir di sekelilingnya.

Namun, ini belum apa-apa.

"Mulai sekarang, kau akan mengalami ilusi yang menguji ketahanan mentalmu. Jangan tertipu oleh apa yang kau lihat dan rasakan. Jika kau gagal… kau akan kehilangan dirimu sendiri selamanya," suara Kaisar itu menggema di sekelilingnya.

Tiba-tiba, dari dalam api, muncul sosok-sosok yang dikenalnya.

"Guru… tolong aku!"

Ye Qingxian tersentak. Di depannya, tubuh Che Tian berlumuran darah, satu lengannya terputus, dan wajahnya penuh luka.

"Aku tidak bisa bertahan… Ye Qingxian, mengapa kau tidak menolongku?" suara Che Tian lemah, penuh rasa sakit.

Ye Qingxian merasakan dadanya mencelos. Tangannya gemetar. "Ini… tidak mungkin nyata…" bisiknya.

Namun, di saat yang sama, rasa sakit di hatinya terasa begitu nyata.

Sementara itu, di luar ilusi, Che Tian yang sebenarnya duduk santai di kursinya sambil menyeruput teh. Ia menyaksikan ujian Ye Qingxian dengan tatapan santai dan bahkan mendengus kecil.

"Sungguh penghinaan," gumamnya dengan nada malas. "Bagaimana mungkin aku berlutut dan terluka parah seperti itu? Ilusi ini terlalu konyol."

Ia menggelengkan kepala sedikit, lalu melanjutkan minum tehnya dengan tenang, seolah semua yang terjadi hanyalah tontonan yang tidak masuk akal.

Namun, Ye Qingxian yang berada dalam ilusi tidak menyadari hal itu.

Belum sempat ia bereaksi, tiba-tiba terdengar suara lain.

"Qingxian… kau telah mengecewakan kami."

Ia menoleh.

Di sana berdiri ayah dan ibunya. Wajah mereka dipenuhi kekecewaan, mata mereka penuh kesedihan.

"Kami mempercayakan harapan kepada putri kami… tapi kau gagal… kau terlalu lemah…" suara ayahnya bergema, menusuk hatinya lebih dalam daripada pedang mana pun.

Ye Qingxian merasakan dadanya sesak.

Lalu, satu per satu sosok lain muncul—orang-orang yang pernah ia kenal, orang-orang yang ia sayangi, semua menatapnya dengan tatapan yang sama. Kekecewaan. Kemarahan. Pengkhianatan.

Suasana semakin menekan. Jantungnya berdebar keras.

"Ini ilusi…" katanya pelan, tetapi suaranya goyah.

Tiba-tiba, Che Tian yang berlumuran darah itu berlutut di depannya, menatapnya dengan mata penuh rasa sakit.

"Ye Qingxian… mengapa kau tidak pernah cukup kuat? Kau mengecewakanku…"

"Tidak…!" Ye Qingxian berteriak, menggenggam kepalanya.

Rasa sakit menggerogoti pikirannya. Ia merasa seperti tenggelam dalam lautan kegelapan, tanpa jalan keluar.

Namun, di tengah kekacauan itu… sebuah suara terdengar di dalam hatinya.

"Ye Qingxian, apa tujuanmu?"

Suaranya sendiri.

Ye Qingxian membuka matanya.

"Tujuanku…" ia bergumam.

Ingatan tentang perjalanan yang ia lalui, tentang semua penderitaan dan perjuangan, muncul dalam pikirannya. Ia ingat betapa kerasnya ia berlatih. Ia ingat mengapa ia ingin menjadi kuat.

Ia tidak berlatih untuk mendapatkan pengakuan orang lain.

Ia tidak berjuang untuk melarikan diri dari masa lalu.

Ia berlatih untuk dirinya sendiri.

Ye Qingxian mengangkat wajahnya. Ia menatap lurus ke arah semua sosok yang menatapnya penuh kebencian, kekecewaan, dan rasa sakit.

"Aku tidak hidup untuk memenuhi ekspektasi kalian!" serunya dengan suara penuh keyakinan. "Aku hidup untuk diriku sendiri! Aku akan terus melangkah maju, terlepas dari siapa pun yang menghakimiku!"

Saat kata-kata itu keluar dari bibirnya, api di sekelilingnya mulai redup. Sosok-sosok di depannya mulai memudar, hingga akhirnya semuanya menghilang.

Dunia kembali terang.

Ye Qingxian kembali berdiri di reruntuhan, berkeringat dan terengah-engah.

Kaisar berambut putih menatapnya dengan ekspresi puas. "Bagus… kau lulus ujian kedua."

Ye Qingxian mengepalkan tangannya. Ia merasa seperti beban berat telah terangkat dari hatinya.

Namun, sebelum ia sempat merasa lega, Kaisar lain melangkah maju.

"Sekarang, ujian terakhir!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!