NovelToon NovelToon
BOS MAFIA MUDA

BOS MAFIA MUDA

Status: tamat
Genre:Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gibela26 Siyoon93

Felisberta Divya Deolinda gadis pemalas dan putri kesayangan keluarganya, Naumi sebagai seorang sahabat selalu membantu dia dalam pelajaran. Sampai suatu hari terjadi kecelakan dan membuat Feli koma, saat terbangun dia terkejut mendapatkan dirinya ada di dalam novel yang selalu dibacanya berjudul ‘Bos Mafia Muda’. Pemeran utama wanita di novel itu bernama Shanaya, dalam cerita Shanaya berakhir menyedihkan. Feli menjadi Shanaya dan menjadi istri dari Bos Mafia Muda itu yang bernama Shankara Pramudya Anggara. Di usia yang masih muda Shankara bisa menaklukkan semua Mafia yang ada di Negaranya, sosok laki-laki itu ditakuti semua orang tidak ada siapa pun yang berani menentang maupun melawannya karena itu Shankara Pramudya Anggara dikenal sebagai Bos dari semua Mafia yang ada di Negaranya atau di sebut Bos Mafia Muda. Alur ceritanya berubah seiring waktu setelah Feli menjalankan kehidupannya bersama Shankara.

@KaryaSB026

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gibela26 Siyoon93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

“Sepertinya dia orang kaya baru.”

“Pakaian ini membuatku sulit berjalan,” keluh Feli menarik keatas sedikit roknya.

“Perayaan yang meriah,” berjalan bersama Feli.

“Hampir lupa, apa Shankara dan Hera datang juga ?” batin Feli.

“Semua orang pasti datang orang yang berniat membunuh Feli juga pasti datang,” batin Kakek waspada.

Menepuk tangan Feli “Tetap bersama kakek.”

“Kenapa dengannya ?” heran.

“Terlalu semangat sampai lupa bahayanya Feli berada di sini.”

“Eh sekarang kakek malah diam,” menatap Kakek.

Kakek memberikan undangan lalu masuk bersama Feli, pelayan menunjukan tempat duduk untuk mereka.

“Silahkan !”

“Terima kasih.”

“Ah Feli anak yang baik dan sopan,” batin Kakek.

“Kakek kapan acaranya di mulai ?”

“Orang yang paling penting di acara ini belum datang.”

“Oh …” meminum jus jeruk.

Orang-orang mulai riuh “Mereka sudah datang.”

Semua orang berdiri menyambut orang penting itu yang tidak lain adalah Shankara dan orang yang disampingnya adalah Hera.

“Kenapa hatiku terasa teriris,” memegang dadanya.

MC menyambut “Selamat datang Bos Shan dan Nona Hera.”

“Semuanya sudah berubah semenjak kepergianku tapi aku tidak menyangka ternyata dia sekarang bersama wanita lain,” Feli berlinang air mata.

Kakek menghiburnya “Ada kakek,” Feli tersenyum sambil mengangguk.

Siapa sangka disaat Shankara memberikan satu dua kata sebagai sambutan, Khara yang baru tiba tidak sengaja melihat Feli.

“Annya ?” tanpa jeda Khara langsung menghampirinya.

“Annya kamu masih hidup ?” memegang tangannya.

Feli melepaskan tangan Khara “Maaf aku tidak mengenalmu.”

“Tidak mungkin wajahmu mirip sekali dengannya.”

“Mirip bukan berarti aku orang yang kamu maksud.”

“Sepertinya pria ini ada hubungannya dengan Feli,” kakek memperhatikan wajahnya.

“Dia cucuku, dia tinggal di kampung baru kali ini datang ke kota besar.”

“Maaf aku salah paham.”

“Tidak apa-apa Nak, tadi nama yang kamu sebutkan ?”

“Dia adalah orang yang aku cintai.”

“Istrimu ?”

“Jika saat itu aku yang menjadi suaminya tidak akan aku biarkan siapapun menyakitinya.”

“Takdir tidak memihak mu.”

“Dan aku terlalu bodoh.”

“Siapa namamu nak ?”

“Khara.”

“Kakek Malk, Feli …” menunjuk Feli.

“Feli tidak ingin mengungkap identitasnya, baiklah aku akan mengikutinya.”

“Senang bisa mengenalmu nona,” Feli membalasnya dengan senyum dingin.

“Ah anak ini.”

“Jika di ijinkan bisakah saya bergabung ?”

“Silahkan.”

“Kakek bercanda ?”

“Lebih banyak teman lebih baik.”

Terdengar MC “Sebelum acara persembahan senjata terbaik di Negeri ini silahkan para tamu undangan menikmati jamuannya,” iringan piano dan seorang wanita bernyanyi di atas panggung.

“Dimana keluarganya Bos Shan aku tidak melihatnya,” orang mulai bergosip.

“Aku dengar setelah kepergian istrinya keluarga Bos Mafia jarang terlihat di depan umum.”

“Benar hanya Bos Shan berserta kaki tangannya saja yang sering terlihat.”

“Sungguh tragis.”

“Benarkah yang dikatakan mereka ?” Feli mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut mereka.

“Kenapa aku merasa kalau dia adalah Annya,” melirik Annya.

“Lihat apa ?” Feli menegurnya.

“Bunga yang disana sangat cantik.”

“Oh.”

“Acara dansa emn bisa kah aku berdansa denganmu ?”

“Tidak.”

“Astaga dia jutek sekali.”

“Katakan apapun keluhanmu !!”

“Ehh mau kemana ?”

“Ke toilet mau ikut ?”

“Auranya menarik.”

“Pria memang tidak bisa mengerti wanita, sebaiknya kamu duduk saja di sini temani aku.”

Feli melewati Shankara yang sedang mengobrol dengan rekannya, seakan merasakan Shankara langsung berbalik melihatnya.

“Gadis itu mirip sekali dengan Annya.”

“Bos sangat merindukan Annya sampai melihat orang lain mirip dengannya.”

“Kamu benar.”

“Semenjak Annya meninggal Bos menjadi sangat berbeda.”

“Dika ??”

“Loe baru datang ?”

“Sorry tadi kelincinya tidak mau di tinggal.”

“Annya menyukai kelinci,” tersenyum sedih mengingat kenangan bersama Shanaya.

“Heh bukan saatnya,” memukul kepala Dika cukup keras.

“Loe !!!”

Raymond juga mengingat Shanaya tapi dia tidak mau memperlihatkannya.

“Pesta dansa sebentar lagi di mulai silahkan para tamu undangan bersiap.”

“Shan …” Hera mengajak Shankara berpasangan dengannya.

“Tidak.”

“Gue masih kalah sama orang mati,” kesal Hera.

Shankara sendirian berjalan menuju taman tampa sengaja melihat Feli yang duduk di atas pohon.

“Nampaknya bukan hanya aku yang tidak menyukai keramaian.”

“Disini lebih nyaman,” jawab Feli.

“Suaranya serasa tidak asing,” batin Feli membuka mata perlahan.

“Dengan gaun indah kamu duduk di atas pohon.”

“Emang ada larangan tidak boleh pake gaun memanjat pohon.”

“Tidak takut jatuh ?” mereka berdua mengobrol tanpa melihat satu sama lain.

“Jatuh ? aku pernah berada di ambang kematian jatuh hanya hal kecil.”

“Menurutmu orang yang mati bisa hidup kembali ?”

“Kamu gila yang mana ada,” tidak hati-hati Feli terjatuh.

Shankara menangkapnya “Kegilaanku semakin parah sampai melihatmu saja mirip dengannya.”

“Shankara ?”

“Turunkan aku.”

“Kamu ?”

“Oh namaku Feli,” mengajaknya berjabat tangan.

“Shankara.”

“Wajahnya mirip sekali dengan Annya, tidak mungkin Annya kan ??”

“Yah malah bengong.”

“Jangan sampai dia tau aku benar Shanaya,” batinnya.

“Dari mana kamu berasal ?”

“Dari dunia tentunya.”

Shankara tersenyum “Dunia lain ?” candanya.

“Sudah lama tidak melihatnya tersenyum,” Feli pun diam-diam tersenyum.

“Berikan ponselmu !”

“Aku tidak memiliki ponsel.”

“Tidak ?”

“Di hutan mana ada jaringan untuk ponsel.”

“Hah ?”

“Di kampungku tidak ada jaringan jadi warga disana tidak satu pun yang memiliki ponsel.”

“Daerah pedalaman.”

“Bisa dikatakan begitu.”

“Anak itu diam-diam bertemu dengan nya,” Kakek mencari Feli karena khawatir tapi siapa sangka dia menemukan Feli sedang bersama Shankara.

“Sudah saatnya kamu kembali,” ucap Kakek kembali.

“Guru ??”

“Dari mana saja kou kenapa baru datang,” memukulnya dengan tongkat.

“Maafkan aku guru, mengurus tempat tinggal di kota besar seperti ini cukup sulit. Oh iya dimana Annya ?”

“Nanti kou akan bertemu dengannya, saat ini ayo temani aku minum.”

“Eeeh guru …”

Sesampainya di caffe “Pesan semua makanan dan minuman yang enak !”

“Baiklah,” menuju kasir.

“Permisi, saya pesan semua menu terbaik di caffe ini.”

“Baik Nona.”

“Sudah memesannya ?”

“Hemn, oh iya Guru tadi itu Annya seperti bersama Bos Mafia tapi seharusnya dia berada di ruang festa bukannya di taman ?”

“Mereka ditakdirkan bersama meski sudah terpisah cukup lama pasti di pertemukan kembali.”

“Aku harap Annya bisa hidup bahagia bersama orang yang dicintainya tapi setelah kejadian itu aku merasa tidak ingin Annya berada di sisi Bos Mafia lagi.”

“Sekarang dia bukan Shanaya tapi Feli, lahir kembali dengan banyak kemampuan.”

“Kali ini aku akan melindungi adik kecilku, tidak akan aku biarkan siapapun melukainya.”

“Kou sudah banyak berubah semenjak punya adik seperguruan.”

“Tentu saja, berkat guru dan adanya adik kecil aku harus menjadi kuat untuk menjaga kalian.”

“Dulu saat pertama kali bertemu kamu dalam keadaan putus harapan, meski sudah menjadi muridku tidak ada perubahan sebagus ini. Adik kecilmu sungguh membuat berubah total dalam dirimu.”

“Iya tapi aku bingung bagaimana menjelaskan padanya saat nanti bertemu,” memelas.

“Dia pasti senang jangan khawatir.”

Pelayan caffe mengantarkan pesanan “Permisi pesanan Anda, selamat menikmati !”

“Wah untuk pertama kalinya Guru bersikap santai seperti itu padaku.”

“Kou sudah menyelidiki nya ?”

“Tidak ada orang dibelakangnya.”

“Lalu ?”

“Dia menggunakan ilmu hitam untuk mempengaruhi orang-orang itu agar mengikuti perintahnya.”

“Ilmu hitam di Negara Mafia, mendengar nya tidak masuk akal.”

“Ehk dia bukan dari dunia ini Guru.”

“Dia dari dunia lain ?”

“Aku tidak sengaja mendengarnya, dia memiliki ilmu hitam itu dari buku yang sebelumnya di abaca di dunianya. Di dunianya ilmu itu tidak berfungsi berbeda dengan dunia ini.”

“Pantas saja dia memiliki kekuatan sebesar itu.”

“Lalu kenapa seluruh keluarga Bos Mafia tidak terpengaruh ?”

“Soal itu aku juga tidak tau.”

“Dan Feli ?”

“Dia juga tidak terpengaruh.”

“Selidiki lebih lanjut.”

“Baik Guru.”

“Disana ternyata, aku sudah lelah mencari guru tapi dia malah enak-enak makan,” kesal Feli bergegas masuk ke caffe.

“GURU !!!”

“Jangan membuat keributan !”

“Dia kemari,” menyembunyikan wajah.

“Guru tau aku dari tadi mencari mu, tapi Guru malah ….” menunjuk semua menu makan di meja.

“Dan siapa dia ? apa jangan-jangan pacar guru karena itu Guru ingin ke kota untuk menemuinya bukan karena barang berharga itu kan !!!”

“Tenanglah dulu !”

“Tidak bisa, hey siapa loe …” bengong.

“Maya ?”

“Hay Shanaya,” menyapa dengan ragu.

“Apa semua ini ?”

“Jangan salah paham, duduklah dulu !” menggeser kursi.

“Jelaskan !!” menatap keduanya.

“Sebenarnya gurumu adalah guruku,” Feli super kaget.

“Dulu saat aku pergi ke kota, gagal mendapat pekerjaan dan malah di tipu orang lain. Lalu aku memutuskan kembali ke desa tapi uang yang aku miliki sudah habis.”

“Kembali ke desa jalan kaki ?”

“Benar, diperjalanan aku sudah lelah bukan karena berjalan tapi keadaan hidupku. Guru datang memberiku air minum dan menawarkan pekerjaan dengan syarat harus menjadi muridnya. Awalnya aku tidak mau tapi tidak ada jalan lagi, Guru membawaku ke hutan tempatmu sekarang tinggal. Disana aku banyak belajar sampai aku mendengar kabar kamu pulang.”

“Tunggu itu artinya Kak Maya adalah kakak seperguruan ku ?”

“Benar.”

“Sebentar jangan bilang orang yang membawaku ke Guru adalah Kak Maya ?”

“Iya.”

“Itu artinya selama ini Kak Maya tau aku berada di hutan bersama guru ?”

“Iya.”

“Ahhh aku yang bodoh atau kalian yang pintar berbohong sih ?”

“Tidak bisa di sebut berbohong, kamu tidak bertanya.”

“Kenapa guru sembunyikan semua ini padaku ?”

“Ah aku tidak bermaksud menyembunyikannya tapi ini demi kebaikanmu juga, perlahan keadaanmu semakin membaik dan perlahan waktu memberimu kesempatan.”

“Maksud guru ?”

“Sudah waktunya kamu kembali.”

“Ah tidak tidak lebih baik kita kembali saja kehutan, nyawaku hanya satu.”

“Feli tunggu !” menahan tangannya.

“Dunia ini dalam masalah.”

“Masalah ?”

“Maya buat tempat kita kedap suara.”

“Baik Guru.”

“Ada rahasia yang selama ini aku tidak tau,” batin Feli.

“Dimensi antar ruang sudah dua kali terbuka, kemungkinan ada dua orang yang terdorong ke dunia ini. Awalnya aku mengira itu hanya cahaya biasa, Maya baru saja mendapatkan informasi kalau Hera Nona Muda keluarga kecil itu merupakan orang dari dunia lain.”

“Itu artinya dia sama dengan ku ?”

“Hah ?” Maya meliriknya.

“Bukan apa-apa.”

“Sepertinya aku sudah menemukan kedua cahaya itu.”

“Guru kenapa tiba-tiba tersenyum ?”

“Kenapa guru tidak melanjutkan ceritanya ?”

“Haus,” meneguk air.

“Dahulu kala seorang manusia biasa ingin memiliki ilmu hitam untuk menguasai dunia ini tetapi karena ketidak mampuannya dia gagal, hingga akhirnya anak lelaki yang tidak sengaja menemukan mayatnya dan memutuskan menguburnya. Sejarah menyebutkan keegoisan orang itu belum hilang dia akan kembali dengan bentuk yang berbeda, meski anak itu masih kecil pemikirannya seperti orang dewasa. Melihat kertas yang ditulis orang itu dia bertekad untuk membasmi keegoisan itu dengan tangannya sendiri, sayangnya setelah dia dewasa keegoisan tertanam dalam dirinya. Dia menghabisi banyak nyawa demi mendapatkan dunia ini, karena itu Negara ini di sebut Negara Mafia.”

“Orang itu adalah nenek moyang negeri ini ?”

“Ratusan wanita di negeri ini di lecehkan nya sampai suatu ketika anaknya sendiri memberinya racun.”

“Membalas dendam untuk Ibunya dia membunuh Ayahnya sendiri, dunia yang kejam.”

“Dan anak itu dibunuh Shankara.”

“Kamu memang pintar.”

“Selama ini aku baru tau sejarahnya, hah menyebalkan.”

“Sekarang masalahnya bukan itu.”

“Hah lalu apa ?”

“Benar Guru apa itu ?”

“Keegoisan terbesar sudah lahir hingga bisa menciptakan ilmu hitam yang akan menghancurkan negeri ini.”

“Hera itu penghancur ?”

“Hera ? bukannya dia …”

“Dia tercipta dari keegoisan terbesar di Negeri ini, jika sampai dia berhasil menaklukan satu point terakhir maka sudah berakhir.”

“Apa solusinya Guru ?”

“Menemukan orang pertama yang terlahir ke dunia ini dengan cahaya putih.”

“Siapa dia ?”

“Kita harus mencarinya Guru.”

“Aku harus memastikan dulu orang yang kita cari ada dimana.”

“Setuju.”

“Kenapa guru memandang Shanaya berbeda ?” batin Maya.

“Aku masih belum tau cara kembali ke duniaku, selama aku belum menemukan cara sebaiknya tetap hidup dengan baik di dunia ini.”

“Dan apa yang di pikirkan Shanaya.”

“Oh iya jangan panggil aku Shanaya, Shanaya sudah mati.”

“Ah ????”

“Feli panggil aku Feli.”

“Tapi …”

“Jangan tapi-tapi.”

“Shanaya sudah mati hanya ada Feli,” tambah Guru membuat Maya tak berkutik.

Selesai membahas semuanya Feli, Maya dan Gurunya pergi ke penginapan yang sudah di pesan Maya sebelumnya. Penginapan yang di pilih Maya jauh dari permukiman warga kota, tempat itu sangat sulit di temukan untungnya di perjalanan menuju festa Maya berhasil mendapatkannya.

“Tempat ini sangat nyaman,” Feli menghirup udara segar dari balkon kamarnya.

“Kak Maya pintar juga mencari tempat,” sinar matahari pagi memasuki kamar Feli.

Feli memilih kamar yang menghadap danau bagian Barat lantai 3. Sedangkan Guru berada di lantai 1, usianya yang sudah tidak muda lagi memilih kamar paling bawah dan Maya di kamar sebelah Gurunya.

“Kemana anak itu ?”

“Biarkan dia tidur lebih lama.”

“Pilih kasih sekali.”

“Aku juga ingin tidur lebih lama tapi kamarnya cuman ada 3 terpaksa bersampingan dengan Guru, yang udah pasti tidak akan mendapatkan apa yang aku inginkan,” batin Maya mengeluh.

Selesai mandi Feli berjemur di balkon “Hangatnya.”

1
Yaniee.25
/Slight/
Chimer02609
wokey 👌
Azαzel
mampir juga thor😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!