Keramahan dan perhatian yang disalah artikan yang akhirnya menjadi musibah.
Seorang pria yang sudah berkeluarga, mapan , dengan wajah ganteng, ramah juga perhatian dengan siapa saja termasuk pada lawan jenisnya sangat mudah membuat salah paham. Dan yang lebih buruknya kalau membuat orang menjadi baper lalu timbul niat ingin memiliki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TRAGEDI SOFA
Nia tidak membuang kesempatan itu, dia memundurkan badannya sehingga posisinya rebah di sofa. Nia makin memeluk Surya dengan erat sampai tak ada batas antara mereka.
Surya berusaha mundur untuk bangkit tapi pelukan Nia sangat kencang membuat Surya sedikit sulit, justru tanpa sengaja mereka berciuman.
Nia sengaja mengecup bibir Surya dengan memejamkan matanya.
Surya merasakan dada Nia melekat erat di dadanya. Surya merasakan sensasi seperti ada aliran listrik di tubuhnya. Apalagi Nia sengaja menggerakkan badannya pelan, terutama badan bagian bawah. Surya sebagai laki-laki normal menikmati kedekatan itu sampai dedek kecilnya pun terbangun karena gerakan tubuh Nia. Nia sengaja membuka lebar-lebar kakinya agar Surya lebih nyaman diatas tubuhnya.
Sedetik kemudian Surya sadar kalau semua ini salah. Surya berusaha melepaskan pelukan Nia dan segera bangkit dari atas tubuh Nia.
" Maaf Nia, saya nggak bermaksud melecehkan kamu. Ini semua nggak seperti yang kamu pikirkan. Saya hanya ingin membantu kamu duduk saja. Sekali lagi maafkan saya dan saya harap kamu melupakan kejadian tadi, anggap saja tidak terjadi apa-apa " ucap Surya dengan berdiri menjauh dan merapikan pakaiannya. Wajah Surya memerah karena sejujurnya Surya menikmati kedekatan mereka tadi, dan Surya menginginkan lebih. Tapi Surya juga sadar kalau itu salah dan nggak boleh terjadi.
Surya lalu berjalan ke meja kerjanya sambil berusaha menidurkan lagi dedek kecilnya yang terbangun.
Nia tersenyum smrik dan berusaha duduk dengan memegang kepalanya.
" Bapak nggak salah kok. Saya yang salah karena tadi saya mencium bibir bapak. Maaf kan saya bapak, kalau saya sempat menikmati semuanya, mungkin karena sudah lama saya tidak merasakan sentuhan laki-laki. Saya malu dengan diri saya sendiri kenapa jadi seperti pelac** murahan gitu. Kalau bapak nggak berkenan dan mau memecat saya, saya terima bapak hiks.... " cicit Nia dengan pura-pura menangis.
" Sudah lah Nia, nggak ada yang salah. Semua terjadi karena tidak sengaja, yang terpenting kita lupakan semua tadi dan anggap saja tidak pernah terjadi. Kamu sudah enakan? " tanya Surya.
" Kepala saya masih pusing sedikit bapak. Terimakasih bapak. Bapak benar-benar baik juga bijaksana. Saya semakin kagum dengan bapak " ucap Nia sengaja memuji Surya untuk mengambil hatinya.
" Kamu tadi berangkat bawa motor? " tanya Surya yang sudah bisa menguasai keadaan.
" Iya bapak. Kalau saya naik ojol sayang uangnya. Suami saya kasih uang bulanan cuma 2 juta. Padahal gajinya sudah dua digit, semua itu karena untuk bersenang-senang dengan selingkuhannya " Nia berusaha mencari simpati Surya.
" Maaf bapak kalau saya malah jadi curhat semuanya ke bapak. Tapi jujur, saya sedikit lega setelah menceritakannya ke bapak " lanjut Nia sambil mengangkat bokongnya untuk berdiri dari sofa.
Surya yang melihat itu langsung menegur Nia " Kamu duduk dulu saja Ni. Sampai kamu benar-benar nggak pusing. Kamu kalau pulang naik motor pasti bahaya dengan kondisi kamu saat ini. Sebaiknya kamu naik taksi online saja, motor kamu biar ditinggal di kantor " titah Surya.
" Saya naik motor saja bapak, sayang uangnya " jawab Nia pelan.
[ Sialan. Kok aku malah disuruh naik taksi online sih? Harusnya kamu bilang dong " Aku antar ya sayang " huh.... Nggak pengertian banget sih ] bati Nia kesal.
BIP... BIP.... ponsel Surya berbunyi.
" Assalamu'alaikum. Pagi bapak, gimana jadi kan? " tanya Surya di panggilan teleponnya.
" Baik bapak, terimakasih " jawab Surya sambil mematikan teleponnya.
" Ni, kamu pulang bareng saya saja. Saya ada janjian dengan Pak Deri, kebetulan searah dengan rumah kamu " Surya segera mengambil file yang diperlukan dan dimasukkan ke tas kerjanya.
Nia senang sekali mendengar itu dan Nia mulai menyusun rencana selanjutnya agar nanti di mobil mereka bisa bermesraan.
" Tidak merepotkan bapak? Saya naik motor saja nggak apa-apa bapak, nanti saya pelan-pelan bawanya " jawab Nia pura-pura menolak ajakan Surya.
" Kamu nggak usah ngeyel. Kondisi kamu saja seperti itu, kalau kamu paksa naik motor nanti kalau ada apa-apa dijalan gimana? Kamu nggak mikirin anak kamu? " titah Surya sambil menghubungi seseorang lewat telepon kantor.
" Sari, tolong kamu ke ruangan saya sekarang ya untuk bantu Nia " ucap Surya lalu mematikan panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Sari.
ada kok temen kerjaku di sini dia selingkuh bertahun-tahun krn suaminya ya terlalu cinta buta dan letoi kyak si reza. smp sekarang blm ketahuan ya krn suaminya mcam si reza itu, istri gk tlp krn alasan minggu lembur pdhl ya libur sm aku tp dia ma selingkuhannya. gk pernah upload photo suaminya juga 😂
baik boleh tp bodoh jangan.