NovelToon NovelToon
Witch Hunter

Witch Hunter

Status: tamat
Genre:Perperangan / Action / Fantasi / Akademi Sihir / Iblis / Light Novel / Tamat
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayanagi Souma

Penyihir

Makhluk biadab yang memangsa manusia. Tak peduli siapa dirimu.
Mereka akan memangsamu. Membunuhmu.

Di dunia ini sihir terbagi dua.
Sihir cahaya dan sihir kegelapan.

Berabad-abad tahun lepas. Umat manusia berperang melawan makhluk mengerikan yang dinamakan penyihir. Sang para pengguna sihir kegelapan.

Umat manusia yang berjuang melawan mereka disebut 𝘛𝘩𝘦 𝘩𝘶𝘯𝘵𝘦𝘳. Mereka menggunakan sihir cahaya untuk membunuh para penyihir.

Kini saatnya untuk memburu penyihir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayanagi Souma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 –[ Pernyataan Perang ]–

18 Mei 2023

DUM!

Suara berdentum menggelegar, membuat permukaan gunung bergetar keras. Lantas, kubah pelindung transparan di luar Akademi pecah berhamburan. Padahal walau dihujani ribuan misil, kubah pelindung transparan itu akan baik-baik saja. Semua telinga berdenging setelah pecahan kubah itu lenyap. Dan seketika senyap semua mulut. Berganti dengan pertanyaan apa yang terjadi?

Para kepala cabang, termasuk Luxia yang menciptakan kubah pelindung transparan raksasa itu, seketika tersadar apa yang sedang terjadi.

"ASHLEY! JASON! PERGI DARI TENGAH ARENA!"

Jianying menjerit memberi peringatan.

Terlambat. Sesuatu seperti meteor sudah merobek atap gedung arena. Mendarat tepat di tengah.

Ashley tertegun melihat sosok manusia kekar sebesar rumah itu. Walau tampak seperti manusia, perawakannya lebih seperti monster. Giginya penuh bertaring tajam laksana hiu. Matanya merah pekat. Buas.

Membeku, hawa yang dirasakan Ashley membuatnya tidak bisa bergerak. Mematung bergemetaran.

"ASHLEY!"

Buk!

Sizhu segera berlari menghantam monster kekar itu. Mengalihkan perhatian, sementara Reza berlari menarik lengan Ashley agar menjauh dari arena. Anna menunggangi Moza mengambil tubuh Jason yang tidak sadarkan diri.

Monster kekar itu tidak bergeming. Rasanya seperti menghantam gunung. Kokoh. Tangan monster itu terkepal. Bersiap membalas hantaman.

BUM!

Tanah berlubang sedalam sepuluh meter, Sizhu segera melesat mundur. Semua orang di gedung itu senyap. Terperanjat. Masih mencoba memahami situasi darurat ini.

Seseorang berjubah hitam lebar, berambut hitam panjang tergerai sepinggang, beriap-riap, mengapung pelan ke bawah dari atas atap gedung arena. Matanya merah seperti monster, kulitnya pucat seperti orang mati. Dengus nafasnya membuat sesak semua makhluk.

"Terima kasih sudah membuatkan jalan, Parmenas." Suaranya seakan mendengar makhluk dari kegelapan lubang dalam.

Jianying meremas jemari. Mengeras wajahnya. Membara tatapannya.

Dia adalah ...

Lucifer.

"SEMUANYA KELUAR DARI GEDUNG INI!"

Belum habis teriak Jianying. Lucifer sudah selesai merapal mantra.

"Erhebt euch aus der Finsternis, Millionen Schattenhände! Wurzelt tief, wachst hoch, und verschlingt das Licht—ein Wald aus endloser Nacht! Schattensturm entfesselt!

"Kelereng realitas ... Fluch-Dimension."

"「天道昭昭,金辉化障,万邪不侵,太初金钟,起!」

(Tiāndào zhāozhāo, jīnhuī huà zhàng, wàn xié bù qīn, Tàichū Jīnzhōng, qǐ!)

"Kelereng realitas! 保護神的祝福! (Bǎohù shén de zhùfú!)"

Gedung arena menjadi senyap, bagai tertelan kegelapan.

Berubah menjadi hutan dengan ribuan tangan kegelapan bayangan.

Sekaligus, disusul oleh kubah pelindung transparan berwarna emas. Membatalkan efek pasti kena domain lawan. Ratusan tangan, sulur, duri, jarum, berbentuk bayangan gelap berusaha menembus kubah emas. Luxia hanya mampu membuat kelereng realitas sejauh radius seratus meter. Sedangkan musuh sepuluh kali lipat radius kelereng realitas milik Luxia.

Kubah pelindung emas itu melindungi seratus meter di sekelilingnya. Di luar itu, hancur oleh kelereng realitas musuh. Mati tercabik, menjadi keping.

Sizhu dan teman-temannya berada di dalam kubah emas. Jianying, An dan Lang Zen juga berada di dalam kubah emas. Separuh murid yang ada di gedung arena tadi berhasil selamat dari kelereng realitas musuh. Separuh lagi sayangnya tidak terselamatkan. Sekitar dua ratus murid dan Professor berhasil berlindung di balik kubah emas.

Mengerikan. Pemandangan di luar kubah sangatlah mengerikan.

Lidah-lidah tajam bayangan berusaha menghantam, menghancurkan kubah emas buatan Luxia. Suara derit ngeri menggema memberi teror. Seperti suara besi yang digaruk-garuk keras. Memekikkan telinga.

Menciptakan kelereng realitas sangat menguras mana. Luxia terduduk lelah sembari menjaga ketahanan kubah emas.

DUM! DUM!

Monster kekar itu menghantam keras kubah emas Luxia. Membuat kubah bergetar. Tubuh-tubuh yang berlindung bergidik jeri. Takut kubah emas itu pecah, lalu nasib temannya akan menimpa mereka.

Sizhu dan sepuluh temannya bersiap, Amon dan Jason sudah tersadar dari pingsan. Bersiap menghadapi segala kemungkinan. Begitu pula Jianying, An, dan Lang Zen. Mereka bersiap menghunus senjata masing-masing.

DUM! DUM!

Getaran kubah emas semakin keras. Luxia bertahan sekuat tenaga agar kubah emas tidak hancur. Namun, mana-nya diujung tanduk. Dia sudah tidak kuat lagi. Rasanya sangat berat seakan mengangkat gunung dengan kedua tangan.

Trak! Trak!

Kubah emas mulai retak. Semua kepala mendongak khawatir. Wajah ketakutan tersirat. Kecuali mereka yang sudah siap menghunus senjata.

DUM!

Kubah emas pecah berkeping. Hutan tangan bayangan itu segera merangsek mencari mangsa.

Perang siap meletus.

ZAP!

Jianying lengah dilumpuhkan oleh orang di sampingnya. An, dia memukul cepat tengkuk leher Jianying. Melumpuhkannya. Merebut pedang Goujian yang sedari tadi Jianying pegang. Jianying tidak pingsan, namun tubuhnya menjadi lumpuh sementara. Dia tidak bisa bergerak.

"Tuan Muda Lucifer. Cukup hentikan, kita sudah mendapatkan pedang Goujian." An berseru memberitahu. Lucifer dengan anak buahnya, Parmenas berhenti mendekat. An berayun dengan jaring kawatnya, menuju tuan muda Lucifer. Memberikan pedang Goujian.

"Wahai, kerja bagus, Timon. Lengkap sudah pembebasan segel Arch Witch kuno itu. Sekarang, sudah tidak ada gunanya kita di sini. Habiskan mereka, Parmenas."

Monster kekar itu mengangguk menerima perintah tuannya.

Hutan bayangan lenyap mengiringi tuannya pergi. Terbang melayang ke atas. Memasuki ramp door kapal terbang raksasa. Bayangan kapal itu menutupi cahaya matahari. Saking besarnya hingga menutupi seluruh bangunan akademi.

Lucifer dan An berdiri di ambang pintu kapal besar. Menatap Jianying sekejap. Melepas sarung tangan. Memperlihatkan tato rune salib terbalik berhuruf T yang ada dibalik sarung tangan kawatnya. Tersenyum picik.

Jianying menggertakan rahang keras. Bedebah licik itu pengkhianat! Dia berteriak.

"AKAN KUBUNUH KALIAN PENGKHIANAT!"

An melambaikan tangan untuk terakhir kali sebelum kapal besar berangkat.

"Zàijiàn, sahabatku."

Pintu kapal besar itu menutup. Lantas, dengan kecepatan tinggi meninggalkan Akademi Sihir.

"Professor Jianying!" Mei Mei mendekat, merapal sihir penyembuh. MembantuJianying bangkit berdiri.

Keadaan ini kacau balau. Luxia yang kehabisan mana terduduk lemas, Lang Zen sedari tadi hanya diam membisu. Entah apa yang dia pikirkan. Sizhu dan kawan-kawan juga terdiam, bersiap melawan musuh monster kekar di hadapan mereka. Murid-murid dan Professor mencari perlindungan di belakang. Panik berlari keluar gedung arena akademi. Menyisakan seorang monster kekar dan empat belas orang di lapang.

Monster kekar itu mendengus. Berteriak keras memekakkan telinga.

ROARRR!

Keras sekali sehingga membuat gendang telinga Xue pecah, yang lain karena sudah membuka gembok ketiga mereka bisa bertahan dari gelombang suara itu. Mei Mei segera berlari ke arah Xue yang terkulai jatuh. Menyembuhkannya.

Monster kekar itu memijak permukaan keras, membuat retak radius sepuluh meter. Bersiap melesat menyerang.

Lang Zen mengeluarkan golok dari sarungnya. Api biru turut muncul bersama bilah golok. Memasang kuda-kuda, satu langkah ...

"Jurus api biru pertama; 藍色火焰斬; (Tebasan Api Biru!)"

Satu langkah saja, bilah golok tajam berekor api biru melesat secepat kilat, mengiris leher monster kekar, Parmenas.

SLASH!

BUM!

Tebasan golok api biru diiringi ledakan. Kepala Parmenas tidak putus. Golok itu setengah jalan memenggal lehernya. Lang segera mencabut goloknya, melompat mundur.

Sedetik, luka gorokan leher langsung kembali menyatu, utuh. Monster kekar itu memiliki regenerasi tingkat tinggi. Langsung membalas serangan. Memukul uppercut Lang yang mengambang di udara.

DUM!

Lang berusaha menahan pukulan dengan golok. Terpental menembus atap gedung arena. Membuat lubang kecil di samping lubang besar. Parmenas mengejar Lang, tidak memberi kesempatan lari.

***

"Kita harus keluar dari sini!" Reza berseru. Di atas atap gedung pertempuran sengit berlangsung. Membuat jatuh puing langit-langit gedung arena. Bongkahan batu besar jatuh berdebam. Asal mendarat dimana saja.

Sebuah puing terjatuh di atas kepala Luxia.

Dor! Bum!

Jianying menembak batu itu dengan pistol. Dia menyatukan jimat kertas ke dalam pelurunya. Membuat setiap pelor tembakan memiliki sihir ledakan api.

Puing batu yang terjatuh meledak berkeping. Menghujani kepul debu. Membuat yang menghirupnya terbatuk.

"Ya, kita harus keluar dari sini. Sebelum terkubur hidup-hidup oleh bebatuan atap gedung."

Jianying mengangkat tubuh Luxia seperti tuan putri. Dia memang sudah sangat lemas. Kulit putih saljunya pucat karena kehabisan mana. Sizhu dan kawan-kawan mengangguk. Berlari ke arah pintu keluar arena.

AAAHHH!

Di luar, tidak jauh berbeda. Kumpulan orang-orang berbaju hitam ketat sedang sibuk melawan murid-murid dan para profesor. Ramai pekik mantra sihir mengambang. Api, air, tanah, petir, angin mencoba mengalahkan orang-orang berbaju hitam ketat.

Blar! Zrat! Bum! Slash!

Jerit parau meneriaki lawan. Tidak menyerah.

"Serang orang-orang berbaju hitam itu! Jangan kasih mereka kesempatan beregenerasi!"

Benar kata orang itu. Musuh bisa meregenerasi setelah berkali-kali menerima serangan sihir. Walau tubuhnya hancur, terbakar, bagian badan terputus, dengan mudah mereka meregenerasi cepat. Membalas serangan.

"Bunuh anak-anak itu! Cari ketua divisi Agensi!"

TRATATAT! TAT! TAT! TAT!

Timah panas menghambur menembaki murid-murid dan profesor yang sudah bersiap memasang pelindung. Menghantam pelindung transparan beruntun tiada henti.

Sizhu merangsek menembus hujan peluru. Menyembur api besar, membakar radius sepuluh meter ke depan.

BLAR!

"Jangan menyerah! Ingat tuan muda yang menyuruh kita! DEMI KEHIDUPAN ABADI SEJATI!"

Pekik musuh saling menyemangati. Bahu-membahu berusaha maju satu langkah walau diserang bertubi-tubi oleh sihir.

TRATATAT! TAT! TAT! TAT!

"Habislah kita ..." ujar seorang murid yang berusaha mempertahankan pelindung transparan tingkat menengah. Retak pelindungnya karena dihujani peluru senjata api.

Dor! Dor!

Dua orang berbaju hitam ketat terkapar. Jianying yang menembaknya. Asap keluar dari moncong pistol.

"Semuanya! Arah pusat mana mereka! Pusat mana itu ada di tengah perut!" Berseru memberi tahu.

Amon berlari melesat, tinju apinya merangsek ke tengah lawan. Buk! Buk! Satu tinjuan, menembus perut. Jianying benar. Orang-orang ini akan berhenti meregenerasi setelah pusat mana-nya hancur. Amon seperti petinju atlet memukuli orang berbaju hitam yang mendekat. Lupakan tembak menembak. Senjata tajam dikeluarkan. Berkelebat mencecar Amon.

Wus! Zrat! Zrat!

Reza turut membantu Amon. Memanggil roh angin tingkat menengah. Angin berpilin menembus perut musuh juga menghempaskan mereka yang berani mendekat. Tangan Reza sibuk mengendalikan roh tersebut. Satu-dua orang berbaju hitam mulai bertumbangan.

Di sisi lain, Ashley, Hana, Xue, Mei Mei, juga Anna dan kucingnya saling membahu menjaga sayap kanan. Mereka buas berperang, tidak memberi kesempatan orang-orang berbaju hitam untuk meregenerasi.

Pedang air, bunga api sakura, cakaran tajam Moza, pedang ramping, pentungan baseball, menghujani orang-orang berbaju hitam. Rasanya terlihat kejam, namun mau bagaimana lagi. Jika tidak mereka yang akan bernasib seperti itu di tangan musuh. Abaikan bercak darah yang menggenang membasahi tanah. Ini keadaan hidup dan mati.

Jason, Kai dan Baldur, mereka bertiga juga membantu menghabisi orang-orang berbaju hitam. Dengan kapak besar dan atribut esnya, Baldur mudah membelah pusat mana lawan. Di sampingnya Jason tak kasat mata membelek perut lawan. Di belakang mereka, Kai dengan golok api biru (Golok khas milik keluarganya) menari menebas musuh. Bagai remah roti musuh mulai bergelimpangan.

Dor! Dor!

Jianying menembak musuh yang nekat berlari menerjang. Target mereka adalah nyawa Nona Luxia. Sizhu di sampingnya juga turut menjaga. Membakar hangus orang berbaju hitam yang mendekat.

"Kita bisa menang! Habisi mereka!"

Seru-seruan murid bertambah semangat karena bala bantuan di sisi mereka. Berhasil di atas angin. Memukul musuh mundur.

Orang-orang berbaju hitam nekat tidak peduli nyawa. Mata mereka memerah seperti sakau setelah meminum banyak obat. Atau secara harfiah.

Gerakan mereka menjadi semakin ganas. Berteriak seperti hewan buas.

"JANGAN MENYERAH! BUNUH KETUA DIVISI ITU!"

Kacau. Di saat merasa akan menang, musuh mengeluarkan kartu asnya. Berbagai senjata api berat dikeluarkan. Bom dan bazooka di tembakan. Tidak peduli rekan mereka juga terkena imbas.

BUM! BUM!

"Kyaa!"

Pertahanan sayap kiri hancur, terbuka. Ledakan bazooka berhasil menghancurkan pelindung transparan tingkat menengah. Orang-orang berbaju hitam bagai air bah menyembur masuk. Membawa senjata tajam, berkelebat mengayun kesana-kemari. Melukai siapa saja yang ada di jangkauannya.

Sizhu segera berlari membantu sayap kiri memulihkan pertahanan. Disusul oleh tembakan senjata berat selanjutnya.

BUM! BLAR!

Sizhu lebih dahulu menyemburkan api, menyelamatkan murid yang hampir terkena tembakan bazoka. Ledakannya meledak di tengah jalan. Anggota badan musuh tercerai berai. Namun puluhan jumlah mereka masih merangsek. Sizhu terkesiap menyambutnya.

Buk! Buk! Buk!

Memutar tongkat anggun, apinya mengekor indah, bagai menari, Sizhu menghantam siapa saja yang berani melewati batas pelindung. Professor lain segera menambal celah sayap kiri itu. Bertahan habis-habisan.

Dor! Dor! Bum! Bum!

Jianying juga turut menembaki dari jauh. Walau jarak pandangnya tertutup oleh banyak tubuh. Jianying akurat menembak, tembus tepat di pusat mana. Pelurunya meledak di dalam.

Sepuluh menit serangan ganas itu berlangsung, akhirnya semua orang berbaju hitam ketat telah berhasil dikalahkan. Dengus nafas terdengar menderu di halaman depan gedung arena. Apa ini sudah berakhir?

Belum.

ROAAARRR!

Suara raungan menggema membuat getar permukaan.

DUM! DUM!

Satu pukulannya membuat pijakan bergoyang. Di atas atap gedung sana, Lang bertarung sengit dengan Parmenas.

DUM! DUM!

Tak terbilang atap gedung arena masih utuh. Malah seperti bolong tanpa atap.

DUM!

Pukulan Parmenas berhasil mengenai kakek Lang. Membuatnya terhempas ke atas lahan pegunungan. Mendarat di dinding markas Agensi Hunter.

Bum!

Lang meludah ke samping. Membuang darah yang terasa asin di mulut. Parmenas mengejar, tidak memberi istirahat.

DUM!

Sepertiga bangunan markas pusat Agensi hancur. Wow, akan diperlukan biaya yang sangat banyak untuk membangun kembali pagoda tinggi ini. Lang menarik nafas, menggenggam erat pegangan golok.

"Jurus api biru kedua; 靈魂火詞; Líng hún huǒ cí! (Api Jiwa!)"

SLASH! SLASH!

Lang berhasil memutus kedua tangan Parmenas. Lang mendengus, melanjutkan tebasan selanjutnya.

Buk!

Parmenas menendang Lang, menembus ke dalam markas pusat Agensi. Menghantam dinding merah. Keras sekali, membuatnya terbentur. Kepalanya menetes darah segar.

ROAAARRR!

Parmenas meraung ganas, berlari mengejar Lang.

Lang terkekeh. "Tak kusangka harus menggunakan jurus ini untuk melawan mu anak muda!" Lang bangkit berdiri gagah. Parmenas sepuluh langkah di depannya dengan wajah penuh amarah sedang merangsek dalam kecepatan penuh.

Memasang kuda-kuda, golok sejajar dengan muka. Serius.

"Jangan buat kakek ini kecewa! Anak muda!"

***

1
Story
Kok jadi POV 1🤔
Story
yang benar harusnya bergeming. 🤔
Ayanagi Souma: bergeming = tidak bergetar atau bergerak kecil

tak bergeming = bergerak atau bergetar kecil

source dari gugel
total 1 replies
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
gak nyangka baca sampai sini😅
Ayanagi Souma: terima kasih sudah membaca, semoga terhibur~
total 1 replies
Filan
udah jasad masih bisa mati juga hehe
Filan
jangan2 ga ada yg baca pesan dia wkwkwk...
Filan
emang bawa2 HP terus semua orang? Ada waktu ngetik daripada ngomong?
Ayanagi Souma: ponsel si Kai punya fitur voice changer, jadi ketikan dia bisa bersuara
total 1 replies
erlis nia★🎀
bagus bang..jngn lupa mampir yeah
Ceritera ini mirip-mirip sama inuyasa, ya gak sih?
✐⃝ ♞𝓛𝓾𝓴𝓪 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪❤️⃟Wᵃf
apakah serigala nya kuat
✐⃝ ♞𝓛𝓾𝓴𝓪 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪❤️⃟Wᵃf
kayak tulisan jepang bagus/Facepalm/
✐⃝ ♞𝓛𝓾𝓴𝓪 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪❤️⃟Wᵃf
hadir bang.bagus novel nya
✐⃝ ♞𝓛𝓾𝓴𝓪 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪❤️⃟Wᵃf
bahasa Korea ya/Doubt/
✐⃝ ♞𝓛𝓾𝓴𝓪 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪❤️⃟Wᵃf
ngeri nya
Ayanagi Souma
Sizhu kan orang tampan dan pendiam😁👍
Filan
Dan bagaimana bisa dia terlihat ga kesakitan?
Filan: iya sih
total 2 replies
Filan
Dalam keadaan seperti itu bagaimana bisa ttp datar? /Sweat/
leasiee~。
hai kak aku mampir... yukk mampir juga di novel' ku jika berkenan 😊
Dian
Lanjut thor semangat 💪🏻
off
jadi apa yang dimaksudnya Aamon?
off
wkwkwkw kayak merasa deg deg degan lagi
/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!