seorang wanita yang berumur 35 tahun
setelah di tinggal suami nya ia menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupkan kedua anaknya
Chintya Amora adalah janda yang memiliki 2 anak ya itu Rendy Azalia Amora dan Cantika Azalia Amora
setelah 3 tahun kepergian sang suami Chintya tetap memilih untuk sendiri padahal banyak lelaki dan duda mapan siap menjadikan nya istri
mau tau lanjutnnya silahkan baca ya , semoga terhibur dan semoga betah ya bacanya 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Masitah Putri Asni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 26
Setelah semua tamu pulang mama Erika menghampiri mereka untuk mengucapkan selamat
" kamu lelah sayang ,, ?" katanya sambil mengusap kepala Chintya
" sedikit nyonya , " jawabnya
" ehh mama kan sekarang kamu istrinya Arlan jadi jangan panggil nyonya lagi harus mama " katanya panjang lebar
" iya nyo, ,eh mama " kata chintya
" arlan bawalah Chintya kekamar kasian dia seharian berdiri " kata mama Risa lagi
arlan menggendong Chintya menuju kekamar , sesampainya di kamar dia mendudukkan chintya di tepi ranjang lalu duduk di sampingnya
" terimakasih telah mau menjadi pendampingku , " ucapnya sambil mencium bibir Chintya , saat ini arlan merasa sangat bahagia karna ia berhasil mendapatkan wanita yang selama ini telah tinggal di hatinya ,
Chintya mendorong dada Arlan hingga ciuman itu pun terlepas
" biarkan aku mandi terlebih dahulu badanku lengket semua " kata Chintya
" mau mandi bersama " kata arlan yang langsung di geleng oleh chintya
" tidak , Karna aku tahu tidak hanya sekedar mandi " ucapnya berlalu kekamar mandi
Arlan yang melihat Chintya masuk kamar mandi kini keluar kamar untuk menemui Riko
" Riko , " panggilnya
Riko yang tengah berbincang bersama rekannya menoleh " ya tuan anda perlu sesuatu ,,?" tanya Riko yang selalu setia
" kamu pulang lah , besok kembali lah lebih pagi Karna aku ada tugas untukmu " kata arlan
" baik tuan , saya permisi " kata Riko bergegas pulang
Lima orang bawahan Arlan hendak mengikuti Riko namun mereka dihentikan oleh Arlan
" kalian mau kemana ?" tanyanya
" pulang tuan , " jawab mereka serentak
" aku tidak menyuruh kalian pulang " kata Arlan , Kelima anak buah Arlan kembali mendekat kearah arlan
" Hendri , Dimas , dan Irvan besok pergilah ke kota U temukan tikus di perusahaanku , bawa semua yang terlibat ke markas " perintah nya
Mereka yang mendapat perintah segera membubarkan diri
" jekky kau dan Rio pergilah ke proyek di pantai Cemara aku mendapat laporan ada penyelewengan dana disana , selidiki dan bawa yang terlibat markas " katanya lalu beranjak pergi menuju kekamar
Chintya yang sudah sangat lelah kini tertidur pulas , Arlan yang melihat itu hanya bisa pasrah Karna malam pertamanya gagal .
setelah membersihkan diri Arlan ikut merebahkan diri di samping Chintya sambil menarik badan chintya kedalam pelukannya " tidur lah sayang aku tidak akan meminta hak ku malam ini " katanya sambil mengecup singkat leher Chintya dan merekapun tidur tanpa adanya kegiatan suami istri di malam pertamanya ,
Pagi harinya Chintya mulai membuka mata ia merasa badannya berat tertimpa sesuatu yang besar ia meraba dan ternyata itu adalah tangan besar Arlan , Chintya menggeserk tangan Arlan dan beranjak menuju ke kamar mandi .
Arlan membuka matanya saat meraba kesamping ia tak mendapati keberadaan chintya terdengar percikan air di kamar mandi menandakan Chintya sedang mandi .
Chintya keluar menggunakan bathrobe nya arlan yang melihat itu menelan kasar ludahnya , Chintya yang tidak melihat Arlan hanya berlalu menuju ke walk in clothes, Namun belum sampai kakinya melangkah Arlan sudah lebih dulu menarik tangannya .
" akhh,,," teriak Chintya kaget
" sayang apa yang kamu lakukan ,,? " kata Chintya yang berhasil membuat Arlan diam sejenak ,
" semalam kamu meninggalkanku tidur " kata Arlan sambil memeluk Chintya
" aku menunggumu sangat lama Namun kau juga belum kembali dan aku terlelap" kata Chintya
" tapi kita melewatkan malam pertama kita " kata Arlan
" bukankah masih ada nanti malam " kata Chintya yang hendak melepaskan pelukan arlan , Namun Arlan bukannya melepaskan tapi malah mempererat dan mencium bibir Chintya dengan sangat lembut , Chintya yang mendapat ciuman itu tak tinggal diam ia pun membalas , kini Arlan semakin liar menyesap setiap inci rongga mulut Chitnya lidah merek saling bertaut hingga mampu membuat badan keduanya panas Karna gairah ,
Arlan membawa Chintya ke atas ranjang dan membaringkannya pangutan bibir Meraka tidak terlepas tangan Arlan mulai menjelajah setiap inci tubuh Chintya , meremas dan sesekali menyesap kini bathrobe Chintya telah terlepas sehingga menampakkan tubunya yang putih dan mulus dengan bentuk badan yang sempurna , Arlan memandangi setiap incinya ia kagum dengan ciptaan Tuhan yang sangat sempurna ini , Chintya yang malu Karna di lihat oleh Arlan seperti itu menutup mukanya ,
" jangan menutup muka mu sayang biarkan aku melihatnya " kata Arlan menjauhkan tangan Chintya
" jangan melihatku seperti itu , aku malu " kata Chintya sambil melihat kesamping
Arlan kembali mencium bibir chintya turun ke leher jenjang nya menyesap hingga meninggalkan bekas merah disana terus turun ke dada Chintya hingga tiba di bagian inti Chintya, ia menyesap dengan lembut hingga Chintya mengeluarkan suara indahnya , Arlan terus melakukannya hingga badan Chintya bergetar saat itulah arlan menghentikan apa yang dia buat ,Chintya melihat itu sedikit kecewa
" aku akan menggantikan dengan ini sayang " kata sambil menunjukkan pusakanya yang sudah berdiri tegak
dengan satu hentakan pusaka Arlan berhasil di telan oleh milik Chintya , Arlan mulai menggerakkan pinggulnya dengan ritme pelan yang lama kelamaan menjadi cepat tangannya yang tak bisa diam meremas kedua bagian Chintya yang menonjol .
" ahh, , , ughh,, sayang bagaimana kau bisa senikmat ini ," racau Arlan yang makin mempercepat gerakan nya
" ah,, ahh ,, sayang aku hampir " kata Chitnya
" sabarlah sayang sebentar lagi " dan mereka pun sama-sama mencapai puncak kenikmatan, Arlan yang masih belum puas mengulanginya lagi hingga tiga kali pertempuran barulah ia tumbang di samping Chitnya
" terima kasih sayang "kata Arlan mengecup kening Chintya yang sudah terlelap karna kelelahan melayani Arlan yang sangat buas di ranjang itu , Arlan berlalu ke kamar mandi untuk membilas tubuhnya saat di dalam kamar mandi ia melihat pantulan tubuhnya di cermin dimana terdapat beberapa tanda kepemilikan yang di buat oleh Chintya termasuk leher , ia tersenyum
" kau adalah candu bagiku sayang, bagaimana bisa hanya membayangkan wajahmu bagian tubuh bawahku langsung merespon " katanya.