Cover by @Iqbald26
Nadya Rahman seorang gadis yang menikah dengan duda beranak dua yang berprofesi sebagai dokter.
Kevin Fadila seseorang yang berkepribadian introver, dingin dan bersikap semaunya tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Keputusannya menikahi Nadya adalah untuk menjadi ibu pengganti bagi anak Kevin,apakah Kevin menerima pernikahan ini sampai akhir atau dia tetap bertahan dengan keegoisannya.
jangan berharap ada pelakor dan pebinor dicerita ini, siapkan tisu dan selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertama Kalinya
Mereka benar-benar hancur atas terbongkarnya pernikahan settingan, mereka menyesal ,sedih dan dalam posisi serba salah. Kevin menyadari pernikahannya selama satu tahun ini mampu menghadirkan perasaan ingin memiliki nadya, namun ia pun tersadar bahwa sejak awal dialah yang sudah berkomitmen untuk tidak jatuh cinta terhadap Nadya.
semenjak terbongkarnya pernikahan settingan itu Kevin jatuh sakit, perasaan tidak enak badan itu memang sudah ia rasakan sejak awal,namun karena kewajibannya sebagai seorang pembicara di acara seminar dia memutuskan untuk pergi keacara yang di adakan dirumah sakit tersebut.
Kevin merasa pusing, badannya tak bertenaga lama kelamaan dia terjatuh dan pingsan,untung saja Nadya bersamanya jadi saat Kevin pingsan dia yang berinisiatif membawanya ke kamar Kevin bersama pak Arif supir dirumah Kevin.
sesampainya di kamar Kevin Nadya terkejut melihat keadaan sekeliling, foto-foto Kevin dan sita yang masih terpajang,dan mendominasi keadaan ruangan tersebut, lucunya lagi disamping tempat tidur Kevin ada foto sita diatas bantal,seolah mereka masih tidur bersama,sekita perasaan Nadya hancur, untuk pertama kalinya masuk ke kamar yang seharusnya menjadi kamar Nadya,namun itu semua tidak akan pernah terjadi karena Kevin hanya menganggapnya sebagai seorang pengasuh.
Nadya keluar kamar setelah membaringkan Kevin di tempat tidurnya,dan dia menyuruh bi Imah merawat kevin, sebelumnya Nadya berminat merawatnya namun ia urungkan karena takut Kevin marah.
"bi tolong urus dr.kevin badannya panas, sepertinya dia demam ,kompres saja menggunakan air hangat,berikan dia obat penurun demam jangan lupa buatkan bubur, sepertinya dia belum makan apapun"ucap Nadya memberikan perintah
"tapi mba,kan mba Nadya istrinya,saya takut lancang mba"
"apa bedanya dengan saya bi,saya juga seorang pengasuh, saya terikat kesepakatan untuk tidak bersikap sebagai seorang istri salah satunya Merawat dr.kevin"
"baiklah mba"
"tolong ya bi,hari ini saya lelah sekali banyak hal yang terjadi hari ini,ntah itu kebahagiaan maupun kesedihan, takdir sepertinya sedang bercanda dengan saya"
"yang sabar mba, mungkin ini ujian buat mba,Saya yakin mba Nadya bisa melewati ini semua dengan baik"
"aamiin,baiklah mba saya bersih-bersih dulu nanti kalo mas Kevin ga sadar-sadar dan demamnya masih samap panggil aja dokter yang biasa kerumah ya bi?"
"baik mba"
Nadya masuk kedalam kamar gudangnya,dia membersihkan diri dan setelahnya dia beristirahat,hari ini dia tidak menghampiri sikembar, badannya lelah begitu pun dengan pikirannya,Nadya tidak lagi memikirkan nasibnya karena dia tau bahwa dia sekarang adalah cucu dari orang yang paling kaya di Indonesia.
namun yang Nadya pikirkan adalah nasib si kembar jika dia memutuskan untuk pergi, maka siapa yang akan mengurusnya, Nadia berkomitmen untuk menjadi ibu sambung mereka meskipun dengan batas waktu yang ditentukan, namun keadaan tidak memungkinkan hal tersebut terjadi kecuali Kevin benar-benar menginginkan keberadaan Nadia, tapi hal itu lagi-lagi mustahil mengingat bahwa Kevin masih mencintai istrinya terdahulu.
***
Pagi pun tiba hal pertama yang Nadya lakukan adalah melihat sikembar,hari ini mereka sudah bangun dan mereka sudah berlarian keliling rumah Kevin yang cukup besar,mereka bahagia bisa merawat sikembar yang sekarang usianya hampir 2th,mereka sudah Pasih memanggil Nadya "ibu" tanpa disadari sikembar sudah menganggap Nadya seperti ibu kandungnya mereka.
diatas balkon sana ada yang memperhatikan kebersamaan Nadya dan anak-anaknya,Kevin akhir-akhir ini selalu memantau mereka dari kejauhan tak bisa dipungkiri dia mulai memiliki perasaan terhadap Nadya, terlebih lagi melihat ketulusannya merawat anak-anak,dia tidak menyangka bahwa kejadian bersama sita akan terulang kembali,namun ada rasa takut bahwa Nadya pun akan meninggalkan dia dan anak-anak. tiba-tiba Bi Imah menyapa Kevin .
"mas Kevin sudah bangun ,gimana mas keadaannya sudah baikan?"
Kevin tersadar dari lamunannya
"sudah bi berkat kalian yang merawat saya"
Nadya yang mendengar itu seolah tidak peduli,dia bersikap seperti biasanya.
"nad kita sarapan bareng Harini"ajak Kevin kepada Nadya
"mas duluan saja aku akan urus anak-anak terlebih dahulu"
Kevin merasa sedih mendapatkan penolakan dari Nadya.
"oiya mas nanti aku mau berbicara dengan mas jika ada waktu luang"
"baiklah kebetulan hari ini aku libur kerja,kita ngobrol saja setelah kamu selesai dengan anak-anak"
"baik mas"
Nadya kembali ke kamar si kembar untuk memandikan mereka, kemudian tak lupa dia memberikan sarapan setelah itu mereka bermain kembali bersama bi Ira dan bi imah, saat mereka bermain Nadya memutuskan untuk berbicara dengan Kevin perihal kelanjutan pernikahan mereka.
saat ini mereka tengah diruang kerja dr.kevin dan Nadya yang memulai pembicaraan.
"dokter saya tidak bertele-tele lagi,saya ingin menanyakan perihal kelanjutan pernikahan kita,saya akan menghormati segala keputusan yang dokter ambil termasuk menceraikan saya"
degggg jantung Kevin berdetak kencang mendengar apa yang Nadya bicarakan, ketakutan Kevin akhirnya terjadi juga,Kevin belum siap menerima kenyataan secara bersamaan.
"menurut kamu saya harus bagaimana Nadya?"sahut Kevin bertanya kembali
"sebaiknya dokter cepat menemukan pengganti saya,lebih tepatnya seorang pendamping yang dokter cintai,yang akan menjadi ibu bagi anak-anak dokter"
lagi dan lagi Kevin terkejut.
"apa saya bisa menemukannya dalam waktu cepat, sedangkan saya baru bisa mencintai istri saya dalam waktu yang cukup lama,dan sialnya mereka seolah membalas dendam karena telah membuat mereka menunggu,lalu meninggalkan saya"
"dokter" ucap Nadya
"kamu kenapa masih memanggil saya dengan sebutan itu,padahal kita sedang berdua"
"saya sudah terbiasa dok"
"begini saja saya akan memberikan kesempatan kepada dokter Kevin untuk menemukan pengganti saya,saya akan disini sampai satu tahun ke depan,jika dokter tidak juga menemukan pengganti saya,maka saya akan meminta cerai seolah saya yang melanggar kesepakatan dan saya tidak perlu mendapat apa-apa termasuk gaji bulanan yang selama ini saya dapatkan"
"apa harus seperti itu nad,saya tidak yakin akan menemukan pengganti kamu, anak-anak juga belum tentu menerima karena mereka sudah nyaman bersama kamu"
"mereka akan terbiasa dok,lagi pula bukankah kemarin mama Diana mengatakan kalau dokter masih mengharapkan wanita dimasa lalu dokter,kenapa tidak mencari dia saja,dia sudah jelas orang yang dokter inginkan"
Kevin seolah tak percaya jika Nadya akan mengatakan hal itu.
"dia tidak akan pernah kembali kepada saya nad,dia meninggalkan saya tanpa jejak,tanpa penjelasan dan tanpa kejelasan hubungan kami,dia hilang bak asap tertiup angin,oleh sebab itu saya dingin terhadap wanita,karena menurut saya wanita hanya membuat sakit saja"
"jangan seperti itu dok,karena sikap dokter yang berpikir bahwa wanita hanya bisa menyakiti,tanpa disadari dokter pun telah melakukan hal yang sama,berubah lagi agar kelak tidak ada lagi penyesalan dalam hidup dokter"
"ntahlah nad,mungkin ini adalah balasan untuk setiap tindakan ku,aku menyadari itu.
selamat pagi
semoga sehat semuanya
jangan lupa bahagia hari ini 😉❤️
maafkan ketypoan ini😁
pokoknya bikin si Kevin bucin akut😏