Sang pria merupakan guru baru di sekolah F, beliau mengajar pelajaran biologi untuk kelas tiga. untuk pertama kalinya sang guru terpana oleh muridnya sendiri yang duduk di bangku depan sendiri, siswi tersebut memang terkenal dengan kecerdasan dan kecantikannya, juga pendiam.
Dengan kuasanya sebagai guru pengajar mata pelajaran, serta anak dari kepala sekolah tersebut, pak Sauqi sering memberikan tugas pada Diah, sang murid yang jadi incarannya untuk mengerjakan di papan tulis. dengan begitu dia akan lebih sering memandang tubuh indah muridnya itu...
memang sungguh molek tubuh anak itu..!"batin Sauqi sambil melirik anak didiknya itu.
Namun kisah pendekatan Sauqi ke Diah tak semulus yang dia duga, terlalu banyak rintangan yang menghalanginya.
rintangan apakah itu..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akmalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Setelah dua keluarga bertemu di restoran Sari Utama dan kesepakatan acara pernikahan disetujui oleh kedua belah pihak, kini, baik Sauqi maupun Delia memisahkan diri dari kelompok para orang tua. Mereka berdua ingin merayakan kebahagiaan karena telah mendapat persetujuan dari masing masing orang tua. Yang awalnya Tn. Handoko tidak setuju, karena belum tahu siapa keluarga dari kekasih puterinya, kini telah ACC.
Sauqi mengajak Delia jalan jalan menggunakan mobilnya, untuk memutari indahnya kota J di malam hari. Di dalam mobil, mereka saling bergenggaman tangan, tak sedetikpun Sauqi melepaskan tangan Delia, meskipun dia memegang kemudi.
"Sayang, kamu tahu nggak, malam ini tuh, aku seneeengg banget...!"ujar Sauqi kepada Delia yang saat ini ada di sampingnya, sembari menciumi punggung tangan kanan kekasihnya itu. Mumpung masih ada di lampu merah, jadi Sauqi bebas memandangi wajah Delia, yang tampak cantik sekali.
Sedangkan Delia, kini merubah posisinya untuk menghadap wajah sang kekasih, sehingga dia memutar tubuhnya, supaya lebih dekat kepada Sauqi.
"Sama sayang, aku tuh nggak nyangka, kalau laki laki yang akan dijodohkan sama aku tuh, ya ternyata kamu. Tahu gitu, aku nggak akan stres memikirkan cara menggagalkan perjodohan ini..?"ujar Delia dengan manja. Kini, Delia bebas mengekspresikan perasaannya.
"Setelah tahu, laki laki itu, aku. Apa kamu... masih mau menggagalkan perjodohan ini, sayang..!"goda Sauqi pada Delia, yang kini mulai melajukan kemudinya, karena sudah lampu hijau.
"Tentu nggaklah..aku kan memang maunya sama kamu, sayang. Oiya, meskipun nantinya kita menikah, apa aku masih boleh melanjutkan di bangku kuliah..?"tanya Delia yang kini menyandarkan kepalanya di bahu kiri Sauqi. Sauqi membelai pipi kiri kekasihnya, juga menciumi rambut Delia.
Hari ini, dua sejoli itu sangat bahagia, karena satu bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan. Yang tentunya pernikahan mereka ini akan sangat meriah. Karena kedua orang tua mereka, sama sama pengusaha di bidang property, yang tentunya banyak relasinya.
"Kamu bebas, mau melanjutkan dimana, asalkan masih di dalam kota. Tapi ingat, meskipun kuliah, tetap harus ingat dengan aku dan keluarga. Aku nggak mau kamu mengabaikan aku..!"ujar Sauqi dengan tegas. Lalu dia mencium rambut Delia lagi.
"Kita ke toko perhiasan sekarang, ya sayang...!"ujar Sauqi lagi. Dia ingin membelikan cincin pertunangan, karena dia tadi tidak membawanya.
karena sebenarnya Sauqi juga tidak tahu, kalau wanita yang akan dijodohkan sama dia itu, adalah Delia, kekasihnya.
Seandainya Sauqi tahu kalau wanita itu adalah, Delia. Tentu saja Sauqi akan mempersiapkan segala hal, dari hal yang terkecil sekalipun.
"Untuk apa..? Katanya tadi, kita langsung ke apartemen. Kita langsung kesana saja, aku pengin istirahat..!"ujar Delia dengan manja. Delia memang sangat lelah hari ini, setelah semalaman dia nggak bisa tidur memikirkan perjodohannya, yang dia kira dengan laki laki lain.
"Aku tuh semalaman nggak bisa tidur loh, mikirin perjodohan ini. Makanya aku ngantuk sekali sekarang..!"lanjut Delia, yang masih bersandar di bahu sang kekasih.
"Oke, kita langsung ke apartemenku. Membeli cincin pertunangannya, lain kali saja.!"ujar Sauqi mengalah.
Kini, keduanya telah sampai di tempat parkir mobil, yang masih ada di area dalam apartemen Sauqi. Kemudian Sauqi memarkir mobilnya di area langganannya, yang tidak begitu jauh dari pintu masuk. Sauqi sudah mengenal betul dengan para petugas disana, karena Sauqi orangnya humble, ramah pada semua orang.
Sauqi dan Delia masih bergandengan tangan turun dari mobil. Sungguh keduanya merupakan pasangan yang serasi,Satunya cantik, satunya tampan. pastinya akan membuat iri orang yang melihat keduanya.
Apartemen tersebut ada lima belas lantai. Dan apartemen milik Sauqi, berada di lantai sepuluh. Keduanya naik ke dalam lift, tentunya lift tersebut kosong, memang biasanya kalau malam hari, diatas jam sepuluh apartemen itu sepi. Hanya orang orang tertentu yang sibuk Wira Wiri di dalamnya.
Saat di dalam lift...
Sauqi ganti merangkul bahu Delia, dia pandangi wajah cantik Delia yang sangat menggoda. Kini wajah keduanya hanya berjarak beberapa Senti. Delia maupun Sauqi sama sama merasakan deru napas dari keduanya. Dan langsung saja Sauqi mencium mesra bibir ranum kekasihnya, dengan lembut Sauqi menjelajahi bibir Delia yang masih perawan.
Sedangkan Delia, dia masih belum mengenal ciuman, dia hanya diam, Delia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Delia hanya memejamkan matanya, merasakan sentuhan bibir kekasihnya yang membuat hangat hatinya.
"Sayang, balas ciumanku..!"ujar Sauqi, setelah dia melepaskan bibirnya dari bibir Delia. Dan delia kaget dengan reaksi Sauqi yang secara tiba tiba melepaskan ciuman mereka.
"Aku nggak pernah ciuman, jadi aku nggak tahu cara membalas ciuman kamu..!"jawab Delia malu malu. Mungkin wajah Delia kali ini, merah padam seperti kepiting rebus. Delia sangat malu dengan Sauqi, meskipun dia kekasihnya.
"Kamu, nggak usah malu malu gitu, sayang. Jadi, bikin aku gemes saja sih..!"kata Sauqi yang mencubit mesra bibir Delia, yang baru saja dia cium. Sauqi sebenarnya juga tidak pernah berciuman, sama Delia tadi juga pengalaman pertamanya. Hanya saja, Sauqi sering melihat adegan mesra di film. Banyak koleksi film yang disimpan Sauqi di notebooknya.
Akhirnya, mereka menghentikan pembicaraan, setelah sampai di lantai sepuluh, dimana unit apartemen Sauqi berada. Kini keduanya berjalan keluar dari lift beriringan dengan mesra, Sauqi menggandeng bahu Delia, dan Delia bersandar di bahu Sauqi.
Setelah sampai di depan unit apartemen nya, Sauqi memencet tombol untuk membuka pintunya menggunakan sandi pasword tanggal lahirnya, biar memudahkan Sauqi mengingatnya. Tapi, mulai besok Sauqi akan merubahnya dengan tanggal hari ini, yang merupakan awal hubungannya dengan Delia berjalan.
Kemudian, setelah sampai di dalam unit apartemen..
Sauqi langsung menyambar bibir Delia lagi untuk yang kedua kalinya, dan sekarang ciuman Sauqi menuntut Delia untuk membalasnya, Sauqi memaksa masuk lidahnya ke dalam mulut Delia. Sedangkan Delia merasa shock dengan ciuman Sauqi yang tiba tiba. Dia merasa tidak bisa mengimbangi ciuman Sauqi, akhirnya Delia berusaha melepaskan diri dari Sauqi.
"Kenapa sayang..?kok dilepas sih..!"ujar Sauqi kaget, yang secara tiba tiba Delia melepaskan diri darinya. Sauqi merasa tidak terima atas penolakan Delia, kekasihnya.
"Abisnya sih, kamu bikin aku kaget saja. Aku kan nggak siap, dan aku juga belum tahu caranya..!"ujar Delia cemberut, yang langsung memajukan bibirnya beberapa Senti. Tentu saja hal itu, justru membuat Sauqi tambah gemes, ingin memakan habis kekasihnya yang lagi ngambek.
Lalu, Sauqi menarik Delia untuk mendekat kembali padanya, dia pandangi wajah cantik Delia, kini, dengan perlahan Sauqi memajukan wajahnya ke arah Delia.
Lalu, Sauqi mulai mencium lagi bibir Delia dengan penuh kelembutan. Dia absen setiap inci bibir Delia, Sauqi benar benar ingin merasakan manisnya bibir ranum Delia.
Ya, Delia hanya miliknya malam ini dan selamanya, itu janji Sauqi dalam hatinya.
Dia akan selalu menjaga kekasihnya. Dan akan memperlakukan Delia sebagai ratu dalam hidupnya. Waktu satu bulan rasanya sangat lama bagi Sauqi, dia ingin segera menikahi Delia.
tiba-tiba ja ada yg menyamar 😅😅