Kiran adalah wanita yang mempunyai wajah jelek, bahkan semua orang menyebutnya dengan sebutan wanita si buruk rupa. Kiran dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang pengusaha tampan bernama Viki.
Viki terpaksa menikahi Kiran untuk menyelamatkan perusahaan orangtuanya yang hampir bangkrut.
Kehidupan Kiran sangatlah menderita, hingga suatu saat Kiran memergoki Viki sedang selingkuh dengan wanita lain. Kiran memutuskan untuk bercerai dengan Viki, dan bertekad ingin membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang sudah membuatnya menderita.
Akankah Kiran berhasil membalaskan dendamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 DESI
💞
💞
💞
💞
💞
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat semenjak dilahirkan di dunia ini, Princes menjadi anak emas yang sangat dijaga. Jangan sampai Princes terluka atau pun lecet karena kalau sampai itu terjadi, Daddy Raj akan sangat marah.
"Sayang, lihatlah aku bawa siapa?" seru Daddy Raj.
Kiran yang saat ini sedang bermain dengan Princes langsung menoleh.
"Siapa dia, Mas?"
"Perkenalkan nama saya Ali, Nyonya," sahut Bapak-bapak berbadan tegap itu.
"Sayang, Ali ini yang akan menjadi Bodyguardnya Princes," seru Daddy Raj.
"Bodyguard? Ya ampun Mas, usia Princes belum satu tahun loh kok bisa sih Mas cariin bodyguard untuknya?"
"Sayang, Princes adalah anak aku jadi dia harus dijaga soalnya tidak ada yang tahu niat orang yang ada di sekelilingnya, bisa jadi akan ada orang yang berniat jahat kepada Princes," sahut Daddy Raj.
"Astaga Mas, di rumah ini banyak sekali pengawal ngapain kamu mesti bawa bodyguard lagi?" kesal Mommy Kiran.
"Mereka akan mengawal semua penghuni rumah ini, tapi kalau Pak Ali akan khusus menjaga Princes jadi kamu jangan banyak membantah, pokoknya Pak Ali ini sudah terlatih, dia adalah juara MMA berturut-turut tingkat dunia jadi aku akan merasa sangat aman jika Princes dijaga oleh Pak Ali ini."
Kiran menghela napasnya, Kiran tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti semua perintah suaminya itu. Entah kenapa semenjak Princes lahir, suaminya itu menjadi sangat protektif kepada Princes bahkan Daddy Raj melarang siapa pun untuk menyentuh Princes kecuali Mommy Kiran, Mimi, dan juga Kakeknya.
Kiran hanya memutar bola matanya jengah, sungguh suaminya itu sangat berlebihan dalam mengurus anaknya itu.
***
Dua puluh tahun kemudian...
Tidak terasa Princes saat ini sudah berusia dua puluh tahun, Princes tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik bahkan banyak orang-orang yang bilang kalau putri Daddy Raj dan Mommy Kiran itu mirip seperti Barbie hidup.
"Pak Ali, besok kita harus pulang ke Indonesia ya?" seru Princes.
"Iya, Nona."
"Daddy sama Mommy apa mau ke sini?"
"Sepertinya mereka menunggu di Bandara saja, soalnya mereka tidak bisa meninggalkan Tuan besar," sahut Pak Ali.
"Oh, begitu ya."
"Semua barang-barang Nona sudah saya bereskan, jadi besok kita tinggal berangkat."
"Iya Pak Ali, terima kasih."
Di saat Princes menginjak usia remaja, Daddy Raj mengirim Princes ke Amerika untuk melanjutkan sekolah di sana dan Pak Ali juga terpaksa harus ikut menemani Princes.
Pak Ali hanya diberi izin pulang saat Princes memasuki libur sekolah, bahkan Pak Ali tidak sempat bersama istrinya di saat-saat terakhir istrinya.
Pak Ali mempunyai dua orang anak, bahkan kedua anak Pak Ali sampai membenci Ayahnya sendiri karena Ayahnya lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan keluarganya sendiri.
Sementara itu, di sebuah rumah sederhana kedua adik kakak sedang sarapan bersama.
"Kak, tadi malam Ayah telpon katanya besok Ayah pulang ke Indonesia," seru Gifty.
Anak sulung Pak Ali yang bernama Guntur itu tidak menanggapi ucapan adiknya itu, dia hanya fokus saja dengan sarapannya.
"Cepat habiskan sarapanmu, hari ini Kakak ada latihan, jadi Kakak tidak bisa lama-lama berada di sekolah kamu," seru Guntur dingin.
"Iya, Kak."
Hari ini adalah hari kelulusan Gifty dari SMA, dan Guntur harus ikut menyaksikan kelulusan adiknya itu.
Gifty merupakan anak yang baik dan polos, Gifty sangat takut kepada Kakaknya. Gifty tahu, kalau Kakaknya itu sangat membenci Ayahnya dan memang dirinya juga benci kepada Ayahnya tapi setelah dipikir-pikir, Ayahnya bekerja demi mereka juga buktinya dengan Ayahnya bekerja menjadi bodyguard, keuangan keluarga mereka pun menjadi terpenuhi.
"Ayo kita berangkat!" ajak Guntur.
"Iya, Kak."
Guntur segera menaiki motornya dan Gifty pun duduk di belakang.
"Kamu lihat kan, bahkan di acara kelulusan kamu pun dia tidak datang. Dia lebih mementingkan anak majikannya itu dibandingkan dengan anaknya sendiri," ketus Guntur.
"Ayah ada di Amerika Kak, Ayah tidak mungkin pulang. Gifty tidak apa-apa kok, asalkan ada Kakak yang menemani Gifty itu sudah lebih dari cukup," sahut Gifty.
"Tapi tetap saja, dia tidak bertanggung jawab kepada anaknya bahkan selama ini Kakak yang ngurus kamu."
Gifty tidak bisa berkata apa-apa lagi, Kakaknya memang selalu emosi kalau sudah membicarakan Ayahnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai. Seperti biasa, siswi di sekolahan Gifty akan berteriak histeris saat melihat Guntur.
Bagaimana tidak histeris, Guntur mempunyai badan yang sangat bagus, wajah yang tampan, dan terakhir Guntur merupakan atlit MMA yang saat ini sedang naik daun.
"Ini lah alasan Kakak malas datang ke sekolah kamu, teriakan bocil-bocil itu sangat menyebalkan," ketus Guntur.
Gifty lagi-lagi hanya terdiam, Guntur pun segera melangkahkan kakinya menuju aula sekolah untuk menghadiri kelulusan adiknya itu.
Guntur duduk dengan memperlihatkan wajah tidak bersahabat, entah menurun dari siapa padahal Pak Ali adalah sosok pria yang baik dan ramah.
Setelah acara sambutan dari berbagai pihak, tiba saatnya pembagian kelulusan dan seperti biasa Gifty menjadi juara umum. Jujur, dalam hati Guntur merasa sangat bangga kepada adiknya itu namun Guntur tidak pandai mengekspresikan rasa bahagianya.
Mau bahagia atau sedih, ekspresi Guntur tetap seperti itu datar dan dingin.
"Ayo Kak, kita pulang!" ajak Gifty.
"Selamat ya, Kakak bangga sama kamu," seru Guntur dengan mengusap kepala Gifty.
"Terima kasih, Kak."
Guntur melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya itu. "Kakak sudah pesankan taksi online untukmu, kamu pulang naik taksi online saja soalnya Kakak sudah terlambat pelatih Kakak sudah menghubungi Kakak terus."
"Iya Kak, biar Gifty pulang sendiri saja."
"Ya sudah, kamu hati-hati ya! Kalau ada apa-apa segera hubungi Kakak."
"Iya, Kak."
Guntur pun segera meninggalkan sekolah Gifty, sebentar lagi Guntur ada pertandingan MMA jadi Guntur harus rajin latihan.
Kemampuan Guntur dalam berkelahi tidak perlu diragukan lagi, Guntur memang menurun kepada Ayahnya suka dalam olahraga yang menguji adrenalinnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Guntur pun sampai di tempat latihan.
"Halo Guntur, hari ini kamu terlambat," seru Mita yang merupakan asisten Guntur.
"Aku harus menghadiri kelulusan Gifty dulu," sahut Guntur.
"Oh begitu ya."
Mita dengan cekatan mengambilkan minum untuk Guntur kemudian merapikan pakaian Guntur. Mita adalah sosok wanita yang manis, sejak dulu Mita sangat menyukai Guntur tapi Mita tidak berani mengungkapkannya karena dia tidak mau mendapatkan penolakan.
Sudah dua tahun Mita menjadi asisten Guntur, tugas Mita adalah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Guntur termasuk mengingatkan jadwal pertandingan yang akan diikuti oleh Guntur.
"Maaf Coach aku telat," seru Guntur.
"Tidak apa-apa, masih ada waktu. Sekarang kamu mulai latihan."
"Baik, Coach."
Guntur pun mulai berlatih, dan Mita hanya bisa memperhatikan Guntur dengan senyumannya.
"Kapan aku bisa mendapatkan hatimu, Guntur," batin Mita.