NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena yang bernama Kalani Gianna, hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Tuan Noah, tolong lepaskan aku!" pinta Seraphina dengan napas tertahan.

Wajah Noah terlalu dekat dengannya. Napas hangat pria tampan itu bahkan terasa menerpa wajahnya.

"Kau harus menerimaku, Seraphina," kata Noah dengan seringai yang membuat bulu kuduk Seraphina jadi merinding. "Kalau tidak, satunya laki-laki yang akan kau nikahi cuma sampah bekas kakakmu itu."

Seraphina menelan ludah. Aura Noah terlalu mendominasi. Dia nyaris kehabisan napas dalam dekapan pria itu.

"Tapi, Tuan Noah..."

"Aku paham kekhawatiran mu," potong Noah. "Aku tahu, perbedaan kita memang sangat banyak. Aku tampan, kau biasa saja. Aku kaya, kau pas-pasan. Tapi, semua perbedaan itu bukan masalah bagiku. Jika kita sudah resmi menikah, milikku akan jadi milikmu. Orang-orang yang menghormati ku, juga akan menghormati mu."

Hati Seraphina perlahan mulai goyah. Pria ini sepertinya bersungguh-sungguh. Walau ucapannya sebagian terasa menyinggung, namun Seraphina bisa terima.

Noah hanya bicara soal kenyataan.

"Tuan Noah, sebaiknya lepaskan aku dulu. Orang-orang melihat kita."

"Bagus jika mereka lihat," balas Noah.

"Mereka sedang menggosipkan kita."

"Bukan masalah. Gosip adalah bagian dari hidup ku."

Perempuan itu mendengkus pelan. Dia memberanikan diri untuk menatap mata hazel Noah yang luar biasa indah.

"Tuan Noah, jika kita akhirnya benar-benar menikah dan tiba-tiba ada seorang wanita lain yang menarik perhatian mu, apa kau akan beralih padanya dan meninggalkan aku sebelum waktu dua tahun kita berakhir?"

Seraphina mengeratkan pegangannya pada tali tas yang ia sampirkan di bahunya. Menunggu dengan gugup jawaban yang akan keluar dari mulut Noah.

"Selama pernikahan kita aku takkan selingkuh."

Tawa kecil terdengar dari mulut Seraphina.

"Semua laki-laki memang pandai berbohong."

"Tatap mataku!" titah Noah.

Lagi, Seraphina menelan salivanya dengan susah payah. Wajah Noah semakin dekat dan membuat jantung Seraphina mulai berdetak tidak karuan.

"Ke-kenapa aku harus menatap matamu?" tanya Seraphina.

Dia berusaha membuang muka ke arah lain tapi Noah tak membiarkannya. Dagu Seraphina ia cengkram halus menggunakan tangan kanannya. Sementara, tangan kirinya masih memeluk pinggang wanita itu dengan posesif.

"Lihat baik-baik!" kata Noah. "Apa kau menemukan kebohongan di mataku?"

Tidak.

Itu jawabannya.

Sayangnya, Seraphina tak bisa mengatakan secara langsung.

"Aku paling benci laki-laki yang berselingkuh. Makanya, aku tidak akan pernah melakukannya."

"Kenapa?" tanya Seraphina.

"Jadilah istriku maka kau akan tahu alasannya," jawab Noah.

Tak ada kata-kata yang bisa di ucapkan oleh Seraphina untuk menolak pria itu lagi.

Noah punya kuasa.

Mudah baginya untuk membuat semua lelaki yang ada di kota itu untuk menolak kencan buta dengan Seraphina.

"Baiklah. Aku akan menikah dengan Tuan Noah."

Pria itu terdiam cukup lama. Jawaban Seraphina membuat tubuhnya membeku.

Ini bukan mimpi, kan?

Tak lama, dia pun tersenyum. "Pilihan yang bijak, Nona Seraphina!"

Dia mengecup pipi Seraphina sekali lalu melepaskan pelukannya dari pinggang perempuan itu.

"A-apa yang kau lakukan?" tanya Seraphina gugup. Dia memegang pipi yang baru saja dicium Noah dengan jantung yang hampir meledak.

"Mencium calon istriku," jawab Noah. Ia terlihat begitu santai seolah tak terjadi apa-apa.

Sebaliknya, pria itu justru sibuk merogoh semua sakunya. Seperti sedang mencari sesuatu.

"Dimana, ya?" gumam Noah. "Kok tidak ada?"

"Tuan Noah sedang apa?" tanya Seraphina canggung. Pria ini tak mudah untuk ditebak.

"Tunggu sebentar di sini! Jangan kemana-mana," pesan Noah sambil berjalan keluar dengan langkah mundur ke belakang.

"Ingat baik-baik. Jangan coba-coba kabur atau aku akan mengejarmu seperti anjing gila," lanjutnya sebelum berbalik dan berlari dengan cepat keluar restoran.

"Sepertinya, aku akan menikah dengan orang yang tidak waras," lirih Seraphina pasrah.

Sementara itu, Noah segera mencari Marco. Barangnya mungkin ada pada sang sahabat sekaligus asistennya itu.

"Marcooooo..." teriak Noah.

Marco yang sedang sibuk memberi gift pada streamer wanita di aplikasi joget-joget langsung menoleh dan tersentak kaget.

"Apa?" tanya Marco sembari menyembunyikan ponselnya.

"Mana barangku?" tanya Noah pada sang sahabat. Dia mencengkram kedua pundak Marco.

"Ba-barang apa?" Marco balik bertanya.

"Barangku, Marco. Masa' kau lupa?"

"Maksudnya, yang itu?" Marco menunjuk ke bawah perut Noah.

Pandangan Noah mengikuti arah telunjuk Marco. Dan, plak! Noah menampar wajah Marco.

"Bukan yang ini, b0doh!" sahut Noah sambil memegang aset paling berharganya.

Emosi Marco naik lagi. Wah!! Bos satu ini memang sangat layak untuk dijadikan tumbal proyek saja.

"Apa kau tidak bisa bicara baik-baik? Kenapa selalu pakai kekerasan?" protes Marco.

"Makanya, otak itu dipakai. Jangan hanya dijadikan pajangan. Aku sendiri merasa heran, kenapa aku bisa bersahabat dengan manusia sepertimu," gerutu Noah.

"Seharusnya, aku yang bilang begitu," balas Marco.

"Ish!"

Noah ingin memukul Marco lagi tapi sahabatnya itu dengan cepat menghindar.

"Sebenarnya, kau cari barang apa?"

"Kau lihat kotak beludru berwarna biru, tidak?"

Marco mengangguk-anggukkan kepalanya lalu dengan santai mengeluarkan benda yang dicari Noah dari saku jasnya.

"Maksudmu, yang ini?" tanya Marco. "Tadi, kau sendiri yang menitipkannya padaku, kan?"

Noah tersenyum senang. Dia meninju lengan Marco bersemangat.

"Syukurlah barangnya tidak hilang. Terimakasih, kawan!"

Noah buru-buru merebut kotak beludru itu dari tangan Marco lalu kembali berlari masuk ke dalam restoran.

Dia takut Seraphina kabur. Dia takut wanita itu akan menghilang dari pandangannya.

Untungnya, saat Noah kembali, Seraphina masih berada di tempat yang sama. Perempuan itu duduk dengan ekspresi wajah yang tampak gelisah.

"Seraphina!"

Perempuan itu sedikit tersentak lalu menoleh ke belakang. Detik itu juga, dia terpaku dengan mulut yang setengah terbuka.

"Tuan Noah, apa yang kau lakukan? Kenapa kamu berlutut?" tanya Seraphina salah tingkah.

Noah tersenyum. Dia membuka kotak beludru ditangannya lalu berkata, "Seraphina, maukah kamu menikah denganku?"

Deg.

Jantung Seraphina tak bisa biasa saja. Detakannya sudah melebihi batas normal. Dan, hal ini terus terjadi gara-gara Noah.

Untuk ukuran pernikahan sandiwara yang berbatas waktu, bukankah ini terlalu indah?

"Kenapa hanya diam saja? Apa kau akan terus membiarkan aku berlutut seperti ini? Sejujurnya, ini agak melelahkan. Lututku agak sakit."

"Terima!

"Terima!"

"Terima!"

Pengunjung lain mulai bersorak. Mendukung acara lamaran ini.

"Sera?" panggil Noah.

Fokus Seraphina akhirnya tertuju sepenuhnya pada Noah setelah sempat menoleh ke sekeliling melihat para pengunjung lain yang terlihat sangat mendukung mereka.

Tangannya terasa dingin.

"Noah, a-aku bersedia menikah denganmu."

Cincin berlian berukuran besar itu akhirnya terpasang di jari manis Seraphina. Ukurannya sangat pas, seperti sengaja dibuat secara khusus.

"Tuan Noah..." panggil Seraphina saat dalam perjalanan pulang.

Ya, Noah bersikeras untuk mengantarnya meski belum bisa berkenalan secara resmi dengan orangtua Seraphina.

"Hm?" sahut Noah.

"Apa cincinnya bisa Tuan Noah simpan dulu?" tanya Seraphina. Dia melepaskan cincin berlian itu dari tangannya lalu mengembalikannya pada Noah.

"Kenapa?" tanya Noah tak mengerti. Bukankah, tadi Seraphina sudah setuju untuk menerima lamarannya?

"Tolong berikan cincin ini pada hari dimana Tuan Noah akan menculik pengantin wanita."

Noah mendekatkan wajahnya. Dia tersenyum miring. "Sepertinya, ada yang ingin memanas-manasi seseorang dengan cincin ini."

Seraphina balas tersenyum. "Bagus jika Tuan Noah bisa mengerti."

1
bibuk Hannan & Afnan
ceritanya seru komplit ada sedih bahagia kocak juga hikmah dlm cerita ini ada pelajaran tentang kehidupan juga
bibuk Hannan & Afnan
kok ada nama Liam
bibuk Hannan & Afnan
kemdiaymenyambar = kemudian menyambar
typo nih thor
maya ros
akhirnya Sera ingat😇😇
maya ros
apa Sera ga ingat sama sekali wajahnya Noah?
My Sweetyy
thooor meleyot bangt sieh pengn donk dapetin kaya Noah 🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
sa ae modusmu si bayi T-rex 🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
ucapannya ckckck🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 iya bener iblis dan setan berteman 👏👏👏
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
Bang sat! nya mantep benerrr 👍😄😄😄😄
bibuk Hannan & Afnan
memang tdk ada sejarahnya nama durhaka tersemat ke orang tua tp ke anak, dan orang tua yg macam kau tua Bangka Romi itu namanya dzolim, dzolim itu lebih sadis kejam dr durhaka.
bibuk Hannan & Afnan
berpura-pura menyayangi! ampun dah itu hatinya si tua Bangka Romi ck ck ck lucu amat ya ke anak kandung sendiri malah bilangnya berpura-pura menyayangi,
bibuk Hannan & Afnan
membebaskan Seraphina? kalani Thor bukan Seraphina kan yg dipenjara kalani bukan Seraphina
rahmah
ceritanya bagus memang jodohnya Sera itu Noah sama² mengalami ortu yg tidak memperdulikannya Sera ortunya pilih kasih sampai calon suaminya dan suaminya direbut sama kakanya aja ortunya malah mendukung dan menuruti semua keinginan kakaknya saja tapi sama Sera tidak begitu juga dg Noah ayahnya lebih memperdulikan istri barunya serta anak² tirinya daripada Noah anak kandungnya sendiri dan akhirnya Sera dan Noah bertemu di desa neneknya sera karena perkataan perkataan neneknya lah yg bilang "langit tak selamanya mendung" Sera dg sabar menjalankan kehidupan nya tapi Sera dan kalani itu pekerjaannya apa ya dan Marco kasihan belum dapat jodoh meskipun dia sudah jadi CEO tapi yg penting Sera dan Noah bahagia dengan keluarga kecilnya bersama Leo putranya dan orang² yg jahat semuanya kena karma masing²..🤗
Deals Service
sedih campur seng dan terharu. cerita nya bener" seru dan pokok nya nyes x di hati 🥲
Airin Mukherjee
awas bintitan to mata🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
👍👏👏👏 Sera keren
bibuk Hannan & Afnan
modus 😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!