tiga tahun sudah pernikahan kita...Dipaksa menikah di usia muda ketika kita masih duduk di bangku SMA..
Tak ada kontak fisik. Di rumah seperti orang asing. Aku tahu Aksa memiliki ke kasih tapi apa salah ku. Hingga batas kesabaran ku hilang juga.
"Kak Aksa aku ingin gomong".
"Kalau ngomong ya ngomong aja Bintang".
"Kak mari kita berpisah".
Apa Aksa mengabulkan permintaan Bintang. Atau mempertahankan pernikahannya ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vita no, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Insiden 2
Pagi pun menyongsong, aku enak tidur dengan bantal guling ku yang hangat. Aku nggak sadar kalau yang aku peluk buka guling tapi Bintang. Hingga aku mendengar suara mommy teriak-teriak memanggil-manggil. Dan aku dengar ada yang membuka kamar,aku nggak sadar kalau semalam aku tidur di kamar Bintang. Tanpa sadar aku ngomong.” Kenapa sih mommy masuk kekamar Aksa nggak ketuk pintu dulu sih. Hari ini kan hari libur mom, Aksa mau tidur sedikit lebih lama mom.”
“Aksa bangun kamu, kenapa kamu tidur di kamar Bintang nggak pakai baju lagi dan peluk-peluk Bintang. Kamu apakan anak gadis orang Aksa.” Ucap mommy sambil teria-teriak. Dan teriakan itu membuat deddy Rayyan menuju kelantai atas.
Melihat pemandangan yang tak seharusnya, deddy juga berteriak dan menarik tangan Aksa biar anaknya itu bangun.” Aksa apa yang kamu lakukan sama Bintang ha…”
Aku baru sadar kalau semalam aku mencoba menghangatkan tubuh Bintang yang terkena hipotermia manurut fikiran ku sih. Dan sontak aku bangun dan duduk di atas kasur. Sedangkan mommy berusaha mebangunkan Bintang yang belum juga bangun walau ada teriakan dari mommy dan deddy.
“Sayang, Bintang sayang bangun yuk,hai anak gadis nggak boleh bangun kesiangan. Yuk bangun, mandi dan terus sarapan.” Kata mommy dengan lembut.
“uh giliran aku aja di teriyaki sampai di tarik tangan jika bangunin aku.”gumam ku dalam hati.
Dan aku bangun dari tidur ku mendengar suara mommy yang lembut membangunkan aku. Aku duduk tanpa sadar ada kak Aksa yang duduk di sebelah kasur ku. Dengan santainya aku menjawab seakan nggak ada kejadian.”Iya mom, maaf ya mom Bintang kesiangan bangunnya. Soalnya semalam Bintang nggak enak badan mom.”
“Ya sudah, kamu mandi dulu gih.”
“Iya mom.” Dan saat aku mau turun aku melihat kak Aksa ada disebelah ku duduk sambil melihat ku. Tanpa sadar aku menatapnya dan bertanya dengan polosnya.”Kenapa kak Aksa ada di kamar Bintang dan duduk di atas kasur Bintang?”
“Sudah,Bintang pergi mandi dulu. Nanti aja ya kita bahasnya. Mommy dan deddy mau ngomong sama Aksa dulu ya.” Dan aku hanya menganggukkan kepala ku saja.
Sementara itu deddy dan kak Aksa pergi dari kamar ku. Aku nggak tahu apa yang terjadi. Ya udah aku masuk ke kamar mandi dan disaat aku mau berdiri menuju kamar mandi. Aku bingung kok aku pakai baju ini bukannya kemarin aku masih pakai baju sekolah. Aku raba tubuh ku, aku nggak pakai pakaian dalam hanya pakai baju daster hello kitty ku. Dan sontak aja aku teriak. Dan teriakan ku di dengar mommy. Hingga mommy masuk kekamarmandi ku bertanya.”Ada apa Bin, apa ada yang sakit?”
Aku peluk mommy dan menangis di pelukannya.”Mommy kenapa Bintang nggak pakai pakaian dalam dan hanya pakai baju aja. Trus siapa dong yang buka baju Bintang..hiks…hiks…his..”
“Udah ya sayang, jangan nangis. Nanti kita duduk dan bicarakan di ruangan keluarga sehabis Bintang mandi dan sarapan ya nak.”
“Ya mommy.” Ucap ku sambil sesegukan.
Sedangkan di ruang kerja deddy, deddy sangat marah dan kecewa dengan Aksa. “Aksa deddy nggak nyangka jika kelakuan kamu sebejad itu. Ingat Aksa, Bintang masih sekolah dan masih polos jangan kamu cemari fikirannya dengan hal-hal yang benar. Dengan seenaknya kamu tidur sambil meluk dia tanpa berpakaian. Sudah kamu apakan Bintang, jawab deddy, Aksa.”
“Deddy ini semua nggak seperti yang deddy fikirkan. Aku hanya membantu Bintang yang sakit karena kenak hujan kemarin pas pulang sekolah ded. Aksa nggak ngapa-ngapain Bintang ded.”ucap ku penuh keyakinan.
“Terlepas kamu nggak berbuat apa-apa sama Bintang. Tapi kalian sudah tidur satu kamar dan satu kasur mau tak mau kalian akan deddy nikah kan. Deddy nggak mau punya anak yang nggak bertanggung jawab. Seharusnya kamu nggak melakukan itu. Apa salahnya kamu bawa Bintang ke rumah sakit pakai mobil.”
“Tapi waktu itu aku nggak bisa mikir ded. Aku melihat Bintang sudah berbaring di lantai kamar mandi, dan hanya itu jalan satu-satunya agar aku bisa menolongnya ded.”
“Itu sudah jadi resiko kamu Aksa. Terlepas niat kamu menolong Bintang, tapi kamu harus bertanggung jawab atas pilihan yang kamu lakukan semalam. Dan jalan satu-satunya ya kalian harus menikah. Deddy akan telpon orang tua Bintang agar bisa dalam minggu ini mereka datang dan menikahkan kalian. Ingat itu Aksa, deddy ingin kalian menikah. Ini bukan perjodohan tapi kamu yang memulai kesalahan ini, maka kamu harus bertanggung jawab.”
Aku hanya bisa terdiam mendengarkan deddy ku bicara. Karena memang kesalahan itu aku yang buat. Mau tidak mau aku harus menikahi Bintang walaupun belum ada rasa cinta di hati ku. Terus terang Bintang cantik dan imut, aku juga tidak munafik jika aku mengagumi kecantikannya. Tapi hati ini belum ada getaran jika aku disisinya. Dan alhasil aku harus menikahinya karena tanggung jawab. Aku akan menjaganya dan tak akan menyentuhnya,karena jika suatu hari kamu berpisah dia akan tetap suci.”Aku harus bicara sama Bintang empat mata.” Gumam ku dalam hati.
Setelah itu aku dan deddy keruang makan dan makan bersama. Suasana di ruang makan begitu hening tak ada yang berbicara, hanya dentingan sendok yang berbunyi. Selesai makan kami duduk di ruang keluarga, menceritakan apa yang terjadi dikamar kepada Bintang. Karena kurasa Bintang tidak tahu dengan kejadian itu.
“Bintang, mommy ingin ngomong sama kamu. Tapi nanti ngomong kamu dengar mommy dengan selesai dulu ya, jangan memotong cerita mommy.”
“Iya mom.”
“Nah gini, Bintang pasti bingun kenapa pakaian Bintang bisa ketukar dan ada kak Aksa di samping tempat tidur kamu. itu karena yang mommy dengar kamu pulang habis kehujanan dan kata Aksa kamu menggigil dan tubuh mu panas. Jadi Aksa berinisiatif membantu kamu yang sedang pingsan dikamar mandi dengan cara menukar pakaian kamu dan menghangatkan tubuh kamu, karena Aksa takutnya kamu hipotermia. Jadi sepanjang malam kalian tidur di atas kasur yang sama sambil berpelukan dan tidak terjadi apa-apa sama kamu. Mommy menyayangkan sikap Aksa yang ceroboh, harusnya dia bawa kamu ke rumah sakit pakai mobil. Tapi tidak dilakukannya, jadi untuk menebus kesalahannya mommy sarankan kamu dan Aksa menikah. Mommy nggak ingin kamu dirugikan sayang. Kamu ngertikan maksud mommy.”
“Apa mom, aku harus nikah sama kak Aksa. Tapi mom, bagaimana nanti dengan sekolah Bintang dan cita-cita Bintang. Dan lagi Bintang takut jika nanti teman Bintang tahu kalau Bintang sudah nikah. Apa kata mama dan papa juga nantinya mom, pasti mereka kecewa sama Bintang.hiks…hiks…hiks…”jawab ku ke mommy dengan isak tangis ku.
Aku diam aja saat Bintang berbicara. Karena memang itu fatal kesalahan yang aku sendiri. Aku merasa bodoh, kenapa aku nggak kepikiran tentang membawa Bintang ke rumah sakit.” Mom ded, aku mau ngomong empat mata dengan Bintang dulu ya. Apa boleh, dan kamu BIntang mau kan bicara dengna kak Aksa.”
“Aksa mommy nggak bisa biarkan kamu bicara berdua dengan Bintang.”
“Sudah mom, biar Aksa bicara sama Bintang. Biar kali ini Aksa yang ambil keputusan tentang hidupnya.”
“Makasih ded pengertiannya. Dan mommy tenang aja, aku nggak bakal apa-apain Bintang. Yuk Bintang kita bicara di ruang kerja deddy aja, biar nggak menimbulkan kesalah pahaman lagi.”ucap ku sambil pergi duluan ke ruang kerja deddy dan diikuti oleh Bintang di belakang ku.