Azella Belva atau akrab disapa Zee adalah seorang DJ bertubuh seksi yang dengan sukarela menikahi pria lansia berusia 70 tahun.
Gillberto Maddison, seorang casanova berparas tampan yang kembali dari Italia setelah mendapat kabar bahwa sang ayah jatuh sakit. Namun, Gill justru dikejutkan dengan kehadiran seorang gadis yang pernah ia tiduri. Parahnya, gadis itu kini menjadi ibu tirinya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Akankah keduanya saling menerima takdir sebagai ibu dan anak tiri? Atau justru melawan takdir dengan menjalin hubungan terlarang?
Jangan lupa kepo'in IG author @Oniya_99
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 ~ Om mau jadi papa Vinson?
"Om bintang lima!"
Mendengar panggilan unik itu, Gill langsung teringat akan tato bintang lima yang ada di perutnya.
"Bagaimana keadaanmu? Bagian mana saja yang terluka?" Gill bertanya khawatir sembari menurunkan malaikat kecilnya. Ia memutar tubuh kecil itu guna memeriksa kondisinya.
"Vinson baik-baik saja kok, tidak terluka sedikitpun. Om bintang lima bagaimana? Apa terluka?" tanya balik malaikat kecil bernama Vinson. Gill spontan menggelengkan kepala sebagai jawaban.
Setelah memastikan malaikat kecilnya baik-baik saja dan tidak terluka sedikitpun, barulah Gill menggendong Vinson lagi dan kemudian menghampiri karyawan minimarket yang tampak ketakutan, takut apabila gaji mereka sampai dipotong.
"Hitung kerugiannya, saya akan bayar dua kali lipat," imbuh Gill seraya mengulurkan blackcard-nya, membuat sang karyawan bergetar tubuhnya.
"Ba-baik, tuan," sahut karyawan lain kala melihat temannya mematung tercengang. Sembari menunggu karyawan menghitung kerugian, Gill terlebih dahulu membawa Vinson keluar dari mini market. Ia mendudukkan malaikat kecilnya itu di kursi, kemudian ia bantu minum susu yang sebelumnya Vinson inginkan.
"Kenapa kamu selalu sendirian? Di mana mamamu?" tanya Gill dengan ekspresi seriusnya.
"Mama sedang berperan jadi papa, jadi mama tidak bisa jemput Vinson. Biasanya tante yang jemput, tapi sepertinya tante lagi ada kesibukan makanya belum jemput Vinson. Om bintang lima tenang saja, Vinson baik-baik saja kok," terang Vinson membuat Gill menggelengkan kepala dengan geram.
"Baik-baik apanya? Kalau tadi tidak ada om, kamu kira apa yang akan terjadi padamu?" ketus Gill dengan posesifnya, Vinson hanya terkekeh karena merasa salah.
"Ya sudah, ikut om sekarang," Gill kembali menggendong Vinson usai mendapatkan kembali blackcard-nya. Ia membawa Vinson menuju motornya.
"Oh iya, tadi kamu bilang mamamu sedang berperan jadi papa. Itu maksudnya apa?" Gill bertanya sembari menaikkan Vinson ke atas motor sportnya.
"Oh, itu maksudnya mama lagi kerja cair uang buat besarin Vinson, Om." balas Vinson yang tampak begitu antusias berada di atas motor sport milik Gill.
"Papa kamu di mana?" tanya Gill lagi, ia sangat penasaran dengan latar belakang malaikat kecilnya. Bisa saja ia cari sendiri informasinya, tapi ia ingin dengar langsung dari Vinson.
"Vinson anak haram, Om. Jadi tidak punya papa. Kenapa Om bertanya? Om mau jadi papa Vinson?" balas Vinson membuat Gill tercengang karena merasa tidak asing dengan gaya bicara Vinson yang apa adanya.
Ya, gaya bicara itu persis seperti gaya bicaranya. Ada banyak kesamaan antara dirinya dan malaikat kecilnya itu, itulah sebabnya ia merasa tertarik dengan kehidupan Vinson yang sebenarnya. Gill mengulum senyum, ia siap meladeni malaikat kecilnya itu.
"Memangnya seperti apa tipe mamamu? Apa Om termasuk?" Gill bertanya sembari mengedipkan sebelah mata.
"Tipe mama itu seperti aku," balas Vinson percaya diri, ia juga mengedipkan sebelah mata persis seperti yang Gill lakukan barusan.
"Bocil maksudmu?" ledek Gill.
"Bukan bocil, tapi tampan, pintar dan dewasa. Intinya mama itu suka pria good boy, bukan pria bad boy yang suka mempermainkan wanita, tukang celap-celup, berantakan, tidak bertanggung jawab, lulusan S3 tapi bodoh, temperamen, pemalas, kasar, kejam dan arogant. Yang barusan Vinson sebutkan adalah daftar para-pria yang selama ini mama tolak."
Gill tersenyum kecut karena semua yang Vinson sebutkan adalah ciri-ciri dirinya. "Haha, kamu tenang saja, om kaya loh, banyak uangnya, mamamu pasti suka uang'kan?" bujuk Gill berusaha menggoda Vinson dengan kekayaannya.
"Semua pria yang mama tolak adalah pria kaya raya," jawab Vinson dengan santai, Gill menelan saliva bersusah payah.
"Mamamu cukup menarik, om penasaran seperti apa pesonanya?"
***
Hallo semuanya, apa kabar kalian? Baik-baik saja, kan? Othor rinduuu! Maaf kelamaan hiatusnya🙏🏻
luar biasa..!!!
suka banget sama cerita yg ini..
ada humornya tapi ada misterinya juga..
pokoknya the best lah😘😘😘
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk terus berkarya.. 😍🥰🤩😘
btw, skr lanjut berkarya dimana kak?
udah g ada novel baru lg..