NovelToon NovelToon
Ketulusan Hati Ailee

Ketulusan Hati Ailee

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Beda Usia / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Merpati_Manis

Diabaikan dan diperlakukan dengan tidak adil oleh keluarga karena kelahiran Ailee dianggap sebagai penyebab kematian sang mama, membuat Ailee tumbuh menjadi gadis yang mandiri di usia yang masih belia.

Pertemuan Ailee dengan seorang nenek di tempat kerja, mungkinkah akan membawa angin segar bagi kehidupan gadis berhijab yang selalu ceria, meski hatinya rapuh dan penuh luka karena ketidakadilan yang dia terima selama ini.

"Nak, nenek punya seorang cucu laki-laki yang enggan untuk menikah. Nenek akan membujuknya dan nenek harap, kamu bersedia untuk menjadi istrinya," mohon sang nenek, di hari pertama mereka bertemu.

Sementara cucu laki-laki nenek Amira hanya diam, ketika sang nenek menawarkan kepadanya untuk menikah dengan Ailee karena Gilang memiliki trauma dengan pernikahan kedua orang tuanya.

Berhasilkah perjodohan yang dilakukan Nenek Amira?

Dapatkah Ailee mengobati trauma Gilang dan membuat pemuda dingin tersebut membuka hati untuknya?

🌹🌹🌹

Tinggalkan jejak, yah ⭐⭐⭐⭐⭐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuat Harimu Menjadi Lebih Indah

Semenjak hari itu, setelah berpamitan dengan teman-temannya di kantor, juga pada teman baiknya, Etik, Ailee tidak lagi pergi ke kantor milik Gilang.

Gadis itu menghabiskan hari-harinya bersama Nenek Amira, omanya Gilang, dengan berbagai kegiatan positif yang disarankan oleh wanita tua tersebut.

Sang oma mendampingi Ailee mengikuti kursus kepribadian, agar gadis belia itu tidak merasa malu atau minder jika nantinya mendampingi Gilang bertemu dengan rekan bisnisnya.

Dia juga melakukan berbagai perawatan, mulai dari ujung rambut, hingga ke ujung kukunya di klinik kecantikan langganan sang oma.

Sang oma juga memanjakan calon cucu menantunya itu dengan membelikan Ailee berbagai macam barang, mulai dari pakaian branded, perhiasan, hingga kosmetik agar Ailee mulia berhias demi menyenangkan suaminya kelak.

"Makasih banyak ya, Oma. Oma sudah membelikan Ai banyak barang yang sangat berharga. Meski sebenarnya, Ai tidak butuh semua ini, Oma. Bagi Ai, perhatian dan kasih sayang yang Ai Terima dari Oma dan dari cucu-cucu Oma, sudah lebih dari cukup," ucap Ailee seraya menjatuhkan kepalanya di bahu Nenek Amira, ketika mereka pulang dari butik langganan wanita tua itu.

Sang oma tersenyum dan dengan penuh sayang, mencium puncak kepala Ailee yang sangat manja padanya.

Ya, wanita tua itu sangat senang dengan kehadiran Ailee karena memang selama ini Nenek Amira merasa sendirian dan tidak memiliki teman yang bisa diajak untuk berbelanja atau ke salon bareng. Sebab, semua penghuni rumah itu adalah laki-laki dan beliau satu-satunya wanita dalam keluarga tersebut.

Hingga kehadiran Ailee, membuat wanita tua tersebut memiliki teman untuk berbagi banyak hal. Mulai dari memasak bareng, berkebun dan mengurus bunga-bunga kesukaannya, melakukan perawatan di salon dan juga shopping seperti sekarang ini.

Apalagi, pembawaan Ailee yang ceria dan selalu bisa membuat seisi rumah tertawa bahagia, membuat Nenek Amira semakin sayang pada Ailee.

Wanita tua itu juga tidak keberatan dan malah sangat senang, jika gadis belia yang ditemuinya di acara gathering perusahaan sang cucu, bermanja-manja padanya.

"Barang-barang itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kamu, Nak Ai. Kamu lebih berharga dari segalanya dan kehadiran kamu di rumah kita, menjadikan rumah kini semakin hangat dan semarak," tuturnya seraya mengusap punggung tangan Ailee, yang berada di atas pangkuannya.

Ailee tersenyum bahagia, sangat bersyukur dengan anugerah luar biasa yang dia terima. Anugerah yang merupakan buah dari kesabarannya selama ini.

"Kita mampir ke restoran dulu, Pak. Kita beli makan siang, drive thru saja, Pak," titahnya pada sopir keluarga.

"Memangnya, bibi tidak masak, Oma?" tanya Ailee seraya menegakkan tubuhnya, tidak lagu bersandar di bahu sang oma.

"Masak, tapi kita tidak makan siang di rumah. Kita langsung ke kantor Ge dan makan siang bareng di sana," balas sang oma.

Ailee mengangguk-angguk.

Tak berapa lama, mobil yang mereka tumpangi berbelok ke sebuah restoran dan berhenti tepat di depan layanan untuk pemesanan cepat.

Nenek Amira membuka jendela kaca mobil dan segera memesan makanan yang diinginkan.

Hanya dalam waktu sebentar, makanan yang di pesan telah diterima.

Sopir keluarga segera melajukan kembali mobil mewah Nenek Amira, untuk menuju kantor Gilang.

"Ini buat kamu." Nenek Amira memberikan beberapa lembar uang berwarna merah kepada sopir, sebelum beliau turun dari mobil.

"Maaf, aku sengaja tidak membelikan kamu makanan, agar kamu bebas memilih mau makan siang di mana," lanjutnya.

Sopir keluarga yang sudah setia mengabdi pada keluarga Gilang, tersenyum senang. "Terima kasih banyak, Nyonya."

Wanita tua yang bersahaja itu mengangguk dan kemudian segera turun, setelah pintunya dibukakan oleh pak sopir yang diikuti oleh Ailee.

Kedua wanita berbeda generasi itu berjalan bergandengan tangan memasuki lobi. Mereka berdua berjalan dengan mengembangkan senyuman di bibir masing-masing.

Semua mata tertuju ke arah mereka karena kebetulan di lobi tersebut ramai lalu-lalang karyawan yang hendak makan siang, di jam istirahat ini.

Ailee terlihat semakin cantik, anggun dan juga berkelas. Dari caranya berjalan, tersenyum dan menyapa para karyawan di kantor calon suaminya, menunjukkan kepribadian gadis belia itu yang memang sudah baik dari sananya, menjadi semakin baik.

"Gila, makin cantik aja calon istri bos," bisik salah seorang karyawan laki-laki yang baru saja berpapasan dengan Ailee dan sang oma.

"Benar dan meskipun dia sebentar lagi akan menjadi Nyonya Bos, tapi dia sama sekali tidak sombong dan tetap ramah seperti dulu," timpal yang lain.

Bisik-bisik itu terus berlanjut, bahkan ketika tubuh Ailee dan Nenek Amira telah menghilang di balik kotak besi yang membawa mereka untuk menuju ke lantai atas, tempat di mana ruangan Gilang berada.

Meski banyak yang mengagumi dan memuji Ailee, tetapi ada juga yang tetap masih menyimpan iri hati pada gadis cantik tersebut.

"Jadi makin besar kepala gadis udik itu, gara-gara dipuji oleh mata-mata keranjang seperti kalian!" geram Talita pada teman-temannya itu, ketika mereka sedang melintas di lobi hendak makan siang di luar.

"Bener banget, Ta. Entah apa yang dimiliki gadis itu, bisa-bisanya kalian semua keblinger dan menyanjung dia bak seorang Dewi!" timpal Risma yang juga tidak suka jika Ailee disanjung oleh teman-teman laki-lakinya.

Ya, mereka adalah dua wanita yang menghina Nenek Amira di acara family gathering kala itu.

Kedua wanita mantan senior Ailee di divisi umum tersebut tidak jera, meskipun Talita dan Risma sudah mendapatkan peringatan keras dari Erlan, berkali-kali.

Kalau saja Ailee tidak berbaik hati mempertahankan mereka dengan alasan kemanusiaan, Erlan pasti sudah memecat mereka berdua jauh-jauh hari.

"Sudah-sudah, iri terus kalian bawaannya. Sebaiknya mengaca dan memperbaiki diri dan jangan mencari-cari kesalahan orang lain!" nasehat salah seorang teman laki-laki yang paling ganteng, di antara yang lain.

Sementara di ruangan Gilang, pemuda tersebut sangat senang dengan kedatangan sang oma dan sang calon istri tercinta yang memang sudah dia tunggu-tunggu.

"Omaku, Sayang ... sungguh sangat pengertian." Gilang langsung memeluk omanya dan mencium pipi sang oma kanan-kiri, dengan gemas.

Begitulah Gilang yang telah kembali menjadi pribadi yang hangat dan juga riang. Pemuda itu dulu memang selalu bersikap hangat pada omanya, meski mereka berdua jarang bertemu karena sang oma ikut dengan putranya yang lain.

"Sayang ... ayo, duduk," ajak Gilang yang kemudian mendekati Ailee dan menuntun sang calon istri menuju sofa.

"Maaf ya, Mas. Ai enggak kasih kabar dulu sama Mas kalau kami mau ke sini. Habisnya adakan, Mas. Ai juga enggak tahu kalau Oma mau mengajak Ai untuk makan siang bareng di kantor Mas," ucap Ailee setelah mereka bertindak duduk.

"Er mana, Ge? Kok belum ada di sini?" tanya sang oma yang sepertinya sudah mengetahui sebuah rencana.

Belum sempat Gilang memberikan jawaban, Erlan datang sambil membawa kue tart dengan lilin kecil di atasnya yang menyala.

Gilang segera berdiri dan kemudian menyambut kue tersebut. Pemuda itu berjalan mendekati sang calon istri dan kemudian berlutut di depan Ailee seraya menyanyikan sebuah lagu ulang tahun yang sangat familiar.

'Selamat ulang tahun kuucapkan

Sambutlah hari indah bahagia

Selamat ulang tahun untuk kamu

Panjang umur di dalam hidupmu

Terimalah kadoku buat kamu

Yang kupersembahkan lewat laguku, ini.'

Erlan dan Nenek Amira pun ikut bernyanyi, dengan diiringi tepukan tangan.

Ailee yang tidak tahu apa-apa, hanya bisa menutup mulutnya. Dia merasa sangat terharu mendapatkan kejutan istimewa seperti ini, dari orang-orang yang menyayangi dan dia sayangi.

Selama ini, gadis belia itu memang tidak pernah peduli dengan hari ulang tahunnya karena memang tidak ada yang perhatian terhadap Ailee.

"Selamat ulang tahun, Sayang," ucap Gilang setelah Ailee meniup. lilinnya.

"Terima kasih banyak, Mas," ucap Ailee dengan netra berkaca-kaca. "Ini adalah hari terindah dalam hidup Ai," lanjutnya.

"Dan aku akan membuat hari-harimu selanjutnya, menjadi lebih indah dari ini, Sayang," janji Gilang seraya menatap dalam netra sang calon istri.

☕☕☕ bersambung ... ☕☕☕

1
D_Mayanti
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasi bintang limanya Kak 🥰
total 1 replies
erna suryaningsih
WKWKWK
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya di novel ini, Kak 🥰🙏
total 1 replies
erna suryaningsih
kukuh biang rusuh sama bang sat hadeh
Yus Ys
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Yus Ys
/Drool//Drool//Drool//Drool/
Dedeh Rokayah
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadir dan apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
KUCING GEMBUL
aciat aciat ciat, cieee om ge mulai resah pemirsa
Merpati_Manis (Hind Hastry): 😁😁😁😁😁
total 1 replies
KUCING GEMBUL
sosok aile begitu sangat tegar, keluarga yang cukup mampu. bahkan papanha pengacara, tapi dia disisihkan. Seperti bukan anak kandung tapi anak kandung.

mau bagaimana lagi butuh bertahun-tahun agar Aile bisa merasakan kebahagiaan, dan kedepannya Aile akan mendapat kebahagian secara perlahan.
KUCING GEMBUL
saya mampir nih kak, seru banget baca dr awal,.
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🙏
moga syuka 🥰
total 1 replies
bunda DF 💞
sukaa sm ceritanya,, 😍
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadir dan apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Cah Dangsambuh
bapak anak kaga jelas
Cah Dangsambuh
yuuuuuuu pak ceo kok nguping 😄😄😄
Cah Dangsambuh
iiiii bener kan si nenek tadi lagi ada misi ketauan deh karyawanya yang nggak tulus
Cah Dangsambuh
apa nenek itu neneknya sang ceo yg lagi nyamar aaah aku ikut halu😀😀😀
Cah Dangsambuh
sekarang mampir di sini 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh, Kak 🥰🙏
maaf, baru kebaca komennya 😊
total 1 replies
Maulida Hayati
Dasar keluarga tidak becus.
Maulida Hayati
gila gila gila
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🙏
mereka memang keluarga gila 🥹
total 1 replies
aya
kok jadi kurang respect dengan sifat Ailee yang terlalu naif ya, terlalu polos dan baik itu sama saja dengan bodoh, kadang yang berlebihan itu juga tidak baik
Merpati_Manis (Hind Hastry): hehe .... sifat orang kan beda2, Kak. dan bisa berubah seiring berjalannya waktu.
btw. mksh hadirnya 🥰🙏
total 1 replies
Dwi Purwati
Astaghfirullah.....
Dwi Purwati
ada ya keluarga y jahat n licik kaya gtuuu....
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!