Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Pembalasan Dendam
Bram.. Lepaskan aku.
PLAKKK...
wajahku di tampar oleh stevani..
Sungguh aku geram sekali dengan wanita satu ini, dia tidak pernah merasa bersalah sama sekali telah menyakiti dan melukai hati alvin.
Alvin pun bodoh, masih mencintai wanita yang sudah menginjak injak harga dirinya..
"Apa hak mu menganggu urusanku dengan alvin, berani beraninya kamu juga menyentuhku..! "
"Cih.. Sebenarya aku yang harus jijik menyentuh wanita murahan sepertimu.. "
"Apa?? Berani beraninya kamu mengatakan aku wanita murahan! "
Dia ingin menamparku lagi namun aku tahan tangannya..
"Jangan sentuh aku.. Tanganmu terlalu kotor untukku..! "
"Aku hempaskan tangannya.
"Bram.. Jaga ucapanmu! kamu hanya kacung bagi Alvin.. "
"Terserah, aku hanya ingin melindungi sahabatku dari wanita murahan sepertimu, apa kamu sama sekali tidak merasa bersalah sudah memperlakukan Alvin seperti itu, kamu pergi ke pelukan adiknya..
kamu dan cristian sama sama tidak punya otak..! "
"Kamu tahu sendiri aku meninggalkan dia karena apa! "
"Ya.. Namun seharusnya kamu menemani dia di saat seperti ini, bukannya malah meninggalkanya.. Dan lebih kejamnya, kamu menggantikan dia dengan cristian.. Dasar wanita stresss. "
"Brengsek kamu! awas kamu.. Akan aku buat hidupmu kacau..! " Kata stevani dan dia pun pergi dengan geram, sampai sampai dia membleyeer bleyer knalpot mobilnya di depanku..
"Hufftt... Kenapa ada wanita sepicik dia.. Brengsek.. Mana sakit sekali tamparanya tadi, merusak ketampanan ku Saja.. " Kesalku..
Setelah dia benar benar pergi aku masuk ke dalam rumah dan aku lihat Alvin dan ayu hanya saling memandang tanpa bicara sedikitpun..
"Sudah aku usir dia darisini.. " Kata ku memecah keheningan keduanya..
"Kamu juga, kenapa tidak langsung kamu usir dia dari sini..! " Lanjut ku..
Namun Alvin tidak menjawab dan langsung duduk di sofa..
Aku pun menyusul dia duduk..
Aku melirik ke arah ayu, dia masih berdiri dan terdiam terpaku..
"Apakah aku boleh menyuruh ayu kesini, ada beberapa berkas yang harus dia tanda tangani.. " Bisik ku pada Alvin..
"Em.. Silahkan.. " Jawabnya singkat...
"Ayu tolong kemari, ada berkas yang harus kamu tanda tangani.. "
Namun ayu hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil melirik ke arah Alvin..
"Aku sudah ijin padanya, dan dia bilang boleh.."
Ayu pun nampak tersenyum dan duduk di sebelahku..
"Tanda tangani surat cerai ini, besok aku akan ke rumah mantan suamimu.. "
Ayu pun segera menandatangani berkas itu..
"Lalu berkas pengambilan hak asuh angel juga sudah ada..? "
"Sudah cantik.. " Kata Bram padaku dan seketika itu juga alvin melirik ke arah kami..
Namun aku dan Bram pura pura tidak melihatnya...
"Ini.. " Kata Bram sambil memberikan berkas itu...
"Tuan.. " Panggil ayu pada Alvin..
"Apa? Kamu panggil dia tuan? kayak pembantunya saja, mulailah memanggilnya dengan sebutan sayang.. "
"Tidak.., aku takut dia tidak nyaman jika aku memanggilnya dengan sebutan sayang... "
Dia kembali melirik ke arah kami..
"Panggil aku sayang.. Aku tidak apa apa...." Kata Alvin sambil pura pura cuek..
Hahahhaha... Tawa Bram sangat keras dan puas...
"Lihatlah, dia sangat senang kamu panggil sayang..cobalah.. "
"Tidak, aku malu.. " Jawabku lirih..
"Ah.. Jangan malu, kemarin kamu juga memanggilku dengan sebutan sayang... " Ucapku menggoda..
"Apa!! " Tiba tiba Alvin menggepbrak meja..
"Bercanda.. Tenang aku cuma bercanda bos.. "
Muka Alvin sangat marah..
"Pergilah jika urusanmu sudah selesai..!"ketus dia..
"Belum... Uangnya mana?? " Tanya Bram...
"Uang apa?? " Tanya Alvin..
"Uang yang akan di berikan pada mantan suami ku dan aku minta uang tambahan 50juta untuk aku berikan pada budhe lastri.. "
"Siapa budhe lastri?? "
"Wanita yang akan merawat angel sampai kontrak kita berakhir.. "
Alvin pun terlihat pergi dan masuk ke kamar..
"Ada pesan yang ingin kamu sampaikan pada mantan suamimu?? " Tanya ku pada ayu...
"Tolong vidio call aku setelah angel di tangan budhe lastri, aku ingin mas bayu melihatku dengan segala perubahanku, aku ingin dia menyesal telah mengusir ku, o ya.. Lemparkan uang itu tepat di hadapan mas bayu.. Agar dia merasa terhina, se terhina diriku saat dia mengusir ku demi selingkuhanya.. "
"Baiklah, namun aku jujur penasaran dengan wajah laki laki itu, seperti apa laki laki yang menelantarkanmu.. "
"Kamu akan tahu sendiri besok.. Nanti akan aku hubungi budhe lastri, agar mengambil angel ketika uang itu sudah di tangan mas bayu."
"Ini uangnya.. " Tiba tiba Alvin sudah berada di depan kami membawa sebuah koper berisi uang dan menaruhnya di meja.., namun dia lalu duduk di antara aku dan ayu..
"Haisttt... Kenapa kamu duduk di sini.. " Kesalku..
Namun dia hanya melirik dan duduk menyilangkan kakinya..
"Stevani sangat cantik, aku jadi agak takut.. " Kata ayu lirih..
"Tenang aku akan selalu di sampingmu... "
"Aku tidak yakin denganmu.."
"Kenapa? "
"Karena kamu masih mencintainya.. " Jawab ayu singkat..
"Tidak, aku tidak mencintainya.. "
"Aku tadi melihat kalian berciuman.. " Kata ayu lirih..
"Apa?? Kalian berciuman? BODOH!! kenapa kamu bodoh sekali Alvin..! "
"Aku tidak bisa menahan godaanya... Dia terlalu agresif.. "
"Susah.. Susah ngasih tahu orang yang bucin setengah mati sepertimu.. Aku sudah bilang, jangan tergoda olehnya, dia memang wanita penggoda, kamu tahu sendiri dia seperti apa, ingatlah dia wanita yng menginjak injak harga dirimu Alvin.. Ya Tuhan.. Betapa bodohnya kamu.. "
"Sudahlah, aku terlena tadi, besok aku akan lebih berhati hati.. "
"Bulshit... Jika aku tidak datang kamu pasti akan lebih jauh bersentuhan denganya.. "
"Tidak, tidak akan.. "
"Cih.. Alvin bodoh.. "
"Sudahlah.. Kalian malah bertengkar... " Kata ayu..
"Tugasmu semakin berat ayu, kamu akan bertarung dengan masa lalu Alvin yang masih dicintainya.. "
"Ah.. Aku semakin takut.. Dia begitu cantik, mempesona, dan pintar menggoda.. " Kata ayu lesu..
"Tenang, waktumu berpura pura cuma 1tahun, habis itu jadilah istriku, hanya akan ada kamu di hatiku... "
"Benarkah?? " Kata ayu namun aku tahu dia ingin menggoda Alvin..
"DIAM.. cepat pergi dari sini jika sudah selesai..! " Tegas Alvin...
Aku dan Bram cuma saling lirik melihat tingkah Alvin..
"Ok ok.. Aku akan pergi bos... Tapi ingat, jika stevani kesini lagi, kamu harus tegas dengannya.. Kamu harus memulai rencana kita dengan sangat matang.. Jangan sampai ada kesalahan.. Mengerti..? "
"Iya.. Iya.. Cepat pergilah, aku pusing terus mendengar ocehanmu.. "
"Ok ok.. Besok akan aku vidio call ketika aku sudah sampai disana, berdandan lah yang berkelas, pakai semua perhiasanmu, buat dia menangis darah sudah meninggalkanmu.. " Kataku pada ayu..
"Iya.. Terima kasih.. Maaf merepotkan.. "
"Apapun untukmu sayangku... " Kata ku pada ayu dan seketika Alvin melemparkan sepatunya ke arahku..
"Pergi... " Teriak Alvin..
Akupun segera berlari meninggalkan mereka berdua... Sungguh menggelikan sikap Alvin..
Pukul 07.00 aku bersiap pergi ke Jogja untuk bertemu dengan mantan suami ayu..
Sebenarnya aku agak malas mengurus hal ini karena tempatnya jauh, namun apalah dayaku, aku hanya sebatas bawahan yang menjalankan tugas dari atasan, sebatas teman yang ingin menyelamatkan sahabatku, dan juga seorang laki laki yang ingin menyelamatkan kebahagiaan seorang wanita bernama ayu..
"Hufftt.. Semangat Bram, ini demi Alvin dan juga ayu.. " Kataku sambil meregangkan tubuhku..
Setelah agak bersemangat aku segera membereskan semua berkas dan juga membawa uang tebusan..
Setelah semua siap aku segera berangkat ke bandara..
Sepanjang perjalanan aku hanya mendengarkan musik dan bersantai..
Citttttt....
Aku rem mobilku secara mendadak, karena tiba tiba ada mobil yang berhenti tepat di depan mobilku..
"Brengsek.. Siapa yang berani berani menghentikan mobil di depanku.. " Kesalku..
Akupun segera keluar dari mobil, dan aku lihat pemilik mobil juga ikut turun..
"Wanita?? " Tanyaku dalam hati..
Dia tinggi, badan agak berisi, pakaian rapi, namun aku tidak tahu dia siapa karena wajahnya tertutup masker..
"Hai.. Siapa kamu! Apa urusanmu denganku.. "
PLLLAK...
tiba tiba wanita itu menamparku..
"Hai!! " Teriakku...
Namun tiba tiba dia sudah berada di dalam mobil..
"Haisttt.. Kenapa kamu ikut masuk.. "
"Pokoknya kalau kamu tidak mengatakkan dimana dia sekarang, aku akan ikut kemanapun kamu pergi... "
Aku melihat ke arah jam tanganku, pesawatku kepada landas jam 8.30 dan ini sudah jam 08.00
"Haisttt... Terserah.. Akan aku tinggalkan kamu di bandara.. " Kataku kesal sambil menghidupkan mobilku...
Kami berdua terdiam, hanya terdiam..
"Dimana ayu..? "
"Bagaimanapun kamu menanyai ku, aku tidak akan mengatakannya, karena ayu juga berpesan jangan menagatakan pada siapapun akan keberadaanya.. Dia aman.. Tenanglah.. "
"Kalau aku tidak lihat sendiri, aku tidak akan percaya.. "
"Terserah.. "
Aku segera melakukan kendaraan ku dengan cepat, karena aku takut ketinggalan pesawat, namun di tengah perjalanan, saking aku terlalu fokus dengan jalan tanpa aku sadari dia membuka beberapa berkas yang aku taruh di dasborr mobilku..
"Apa ini,,? Berkas perceraian dan hak asuh anak..? "
"Hai.. Lancang sekali kamu buka buka catatan ku! " Bentakkku sambil merebut berkas itu dari tangannya..
"Jangan jangan kamu mau ke Jogja untuk mengurus ini..?? "
"Bukan urusanmu..! " Ketusku..
"Jika benar, aku ingin ikut, aku ingin menghajar bayu si brengsek itu karena sudah menyakiti sahabatku..! "
"Wah, kelihatanya akan sangat menarik jika dia terlibat.. Dia juga terlihat sangat tulus pada ayu seperti aku dengan Alvin.. " Gerutuku dalam hati..
"Apa kamu wanita yang bisa di percaya? Apa kamu benar benar tulus bersahabat dengan ayu? "
Aku melihat dia cuma mengangguk angukan kepalanya dengan menatapku penuh harap..
"Wahhh..boleh juga wanita ini buat teman aku kesana, toh dia juga teman ayu.. " Gerutu ku dalam hati..