.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Atmosfer ruangan itu terasa sangat mencekam, Zai duduk di kursinya dan Isabella hanya berdiri sambil menyilangkan tangannya menunggu sebuah penjelasan.
Apa yang barusan saja kulakukan? mengapa bibir Isabella begitu menggoda sampai aku tak bisa menahan diri, sekarang apa yang harus kukatakan kepadanya? Terlihat sebuah kebingungan dari ekspresi wajah Zai, dia sedikit melirik ke arah Isabella dan ternyata wanita itu menatapnya dengan wajah datar.
Sekarang dia benar-benar merasa seperti anak kecil yang tengah diinterogasi oleh ibunya, mungkin jika dia memang anak kecil, diam adalah cara terbaik untuk melewati situasi ini.
Namun Zai berbeda, dia tak mungkin terus-menerus diam dan hanya akan membuat dirinya semakin terpojok kan. Dia tak sadar sampai hilang kendali saat melihat bibir Isabella yang sangat menggoda, tubuhnya seolah bergerak sendiri di kendalikan oleh hasratnya.
Sekarang dia tak tahu harus melakukan apa, Zai tengah mencoba merangkai kata-kata untuk memberikan penjelasan kepada Isabella. Wanita itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, sedikitpun ekspresi tak terpancarkan dari wajahnya, membuat Zai semakin kebingungan untuk menjelaskannya.
"Katakan Zai..." Isabella berbicara dengan suara pelan namun terkesan mengintrogasi.
"Aku tak tahu harus berkata apa."
Kata-kata yang Zai itu berhasil membuat Isabella murka, bagaimana pria dihadapannya bisa mengatakan hal seperti itu dengan begitu mudahnya. Apakah sudah menjadi kebiasaannya melakukan hal seperti itu kepada banyak wanita? kini Isabella sudah merubah pandangannya terhadap Zai.
"Bagaimana bisa kau bicara seperti itu? kau baru saja mencium ku! apakah itu tidak berarti apa-apa bagi mu? huh! jika tahu seperti ini aku takkan mau bekerja di sini."
"Bukan seperti itu Isabella, bibir mu begitu menggoda saat berbicara di dalam di lift. Aku tak bisa menahan diri dan malah melakukannya begitu saja, aku juga tak tahu mengapa aku melakukan itu."
Isabella tertegun mendengar hal tersebut, Pipinya langsung bersemu dan malah membuang wajahnya malu. Entah mengapa api kemarahan yang ada di dalam hatinya tiba-tiba saja hilang, seperti ada sesuatu yang berhasil membuatnya padam.
"Sebenarnya karena mulut mu yang terlalu banyak mengoceh, aku tak sanggup untuk mendengarkannya," Gumam Zai.
"Apa yang kau katakan Zai?"
"Aaa? bukan apa-apa, owh ya. Bukankah kau ingin bertanya tentang pekerjaan mu?" Zai mencoba untuk mengalihkan pembicaraan agar tidak canggung.
Namun mau bagaimana pun mereka baru saja melakukan hal yang intim, jadi masih ada sedikit kecanggungan yang mereka rasakan.
Mengapa bibir ku terasa begitu manis ? Hmph... rasa strawberry. Zai membatin merasakan rasa manis yang tertinggal di lidahnya, dia memegang bibirnya dan malah membuat Isabella jadi salah tingkah.
Setelah itu mereka mulai membicarakan perihal pekerjaan yang akan dilakukan oleh Isabella selama bekerja di Girald Grub, mereka mulai membahas pekerjaan dan kembali bersikap wajar agar profesional, walaupun mereka sempat beberapa kali saling mencuri pandangan.
****
"Akhirnya aku bisa pulang dan beristirahat, pekerjaan hari ini sangat melelahkan. Belum lagi aku harus mondar-mandir ke sana ke mari menawarkan bantuan, huh... akhirnya besok aku bisa bekerja dengan tenang."
Isabella berbicara seorang diri sambil melangkah keluar dari perusahaan tempat dia bekerja, dia memesan kendaraan untuk mengantarkannya pulang.
Isabella berdiri sambil menunggu orang jemputannya, dia tak sengaja di tabrak seseorang yang tengah berjalan lurus tanpa melihat kedepan.
"Ahhh, maaf kan aku," Ucap Isabella meminta maaf terlebih dahulu agar tidak terjadi pertengkaran.
Saat Isabella melirik orang yang baru saja menabraknya, dia sontak terkejut bukan main karena merasa tak asing dengan wajah itu.
"Kau...?!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..