Bagaimana jadinya jika permusuhan antara dua keluarga telah menjadi penghalang untuk kedua insan yang di mabuk cinta? Raja yang terlahir dari keluarga Kaya mencintai Rani yang juga seorang anak dari keluarga kaya, sama-sama saling mencintai saat pandangan pertama.
Kisah ini menceritakan tentang dua insan yang berusaha agar cinta mereka di restui dan berusaha agar permusuhan di antara keluarga mereka berakhir. Dengan banyak cobaan dan rintangan akhirnya mereka bisa menikah.
Tapi apakah yang akan terjadi selanjutnya dengan pernikahan antara Raja dan Rani tokoh utama di cerita ini?
Yuk ikuti ceritanya di jamin menarik dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Lembaran baru
Kini, Rani sudah bekerja sebagai sekretaris Rohit selama satu bulan. Suatu hari Rani datang ke rumah Rohit untuk satu pekerjaan. Rani mendapati beberapa produsen sedang menunggu di ruang tamu untuk kehadiran Rohit yang masih tidur di kamarnya.
Hal itu membuat Rani tidak enak hati dan mencoba berbicara kepada para produsen yang sedang duduk setia itu tentang keperluan mereka.
"Maaf Pak... Perkenalkan, saya Rani. Saya sekretaris Pak Rohit yang baru, ada yang bisa saya bantu?."
Akhirnya satu persatu para produsen itu mengatakan keperluannya masing-masing kepada Rani dan keseluruhannya keperluan semua orang yang disana sudah Rani handle dengan cepat dan mudah.
Sementara, Jay sedang mencoba membangunkan Rohit yang masih setia memeluk bantal gulingnya.
"Rohit... Cepat bangunlah... Semua orang sedang menunggumu di bawah."
Jay membangunkan Rohit dengan menggerakkan badan Rohit agar segera bangun. Jay sudah sangat dekat dengan Rohit bahkan bisa di bilang sahabat, mereka sangat dekat dan hanya ketika di kantor saja mereka bersikap profesional.
" Jay... Aku masih mengantuk. Biarkan mereka menunggu dan biarkan aku tidur sebentar lagi, ya."
"Rohit, ini menyangkut pekerjaanmu, jika kamu terkena masalah nanti aku juga yang kena jika kamu uring-uringan dan minta tolong."
Setelah beberapa kali di nasehati akhirnya Rohit bangun dan segera mandi. Setelah fresh dan rapi, Rohit segera turun ke bawah menuju tamunya tapi mendapati keadaan sudah sepi tidak ada satu orang pun kecuali Jay.
" Jay, mana tamunya? Bukankah kamu bilang ada banyak tamu?."
"Mereka semua sudah pergi, Rohit."
Rohit melongo dan tidak mempercayai perkataan Jay. Tadi menejernya itu menyuruhnya segera bangun, tapi setelah dia siap orang- itu sudah pergi.
"Rani, sekretaris barumu sudah datang sejak tadi. Dia menemui para tamu dan melayani mereka dengan telaten. Dsb akhirnya semua keperluan mereka terhadapmu sudah di selesaikan Rani dalam waktu singkat."
"Kenapa bisa begitu? Memangnya apa yang dia lakukan sehingga bisa mengerjakannya dengan sangat mudah?."
"Aku memang tidak salah memilihkan sekretaris untukmu Rohit, dia memang sangat bisa di andalkan."
Rohit mangut-mangut sambil melihat sekitar mencari keberadaan Rani.
"Baiklah, baiklah... Sekarang kamu katakan dimana sekretaris itu berada?."
"Dia sedang membuat laporan di ruang kerjamu."
Kata Jay sambil menggiring Rohit untuk menemui Rani.
Tok tok tok!
"Iya Pak Jay, aku sedang mengerjakannya dan sebentar lagi selesai."
Rani langsung berbicara tanpa melihat siapa orang yang datang. Seketika terkejut mendengar suara Rohit yakni orang yang sekarang menjadi bos nya.
"O ya? Jadi semuanya sudah beres?."
Rani menoleh dan menyadari jika itu Rohit lalu berkata,
"Oh, Anda Pak... Ya, aku sudah mengerjakan semuanya. Semua laporan keuangan anda, pemasukan juga pengeluarannya. Aku juga sudah mengatur jadwal Anda untuk satu bulan kedepan. Jadi anda tinggal menjalaninya."
Rohit menatap Rani merasa tidak menyangka pekerjaannya akan secepat itu, lalu Rohit mengatakan kepada Jay bahwa besok Rani tidak usah bekerja lagi karena Rani sudah menyelesaikan pekerjaan untuk satu bulan ke depan dan mengatakan bahwa Rani hanya akan di gaji untuk satu hari.
Rani dan Jay saling nenatap tidak percaya, lalu Jay membujuk Rohit agar tidak bertindak seperti itu.
"Rohit, kenapa kamu memperlakukan Rani seperti itu. Bukankah ini hal yang bagus, Rani sudah mengerjakan pekerjaannya dengan sangat baik. Pekerjaan yang biasanya di kerjakan selama berbulan-bulan oleh sekretarismu yang dulu tapi di kerjakan oleh Rani hanya dalam satu hari."
"Justru itu, dia terlalu cepat bekerja. Dan aku tidak suka itu."
Rohit membuat kedua orang itu merasa tidak berdaya dan membuat Rani putus asa. Tiba-tiba Rohit tertawa terbahak sambil memegang perutnya. Dia mentertawakan respon Rani dan Jay lalu Rohit berkata,
"A ha ha ha ha... Aku hanya bercanda... Mana mungkin aku akan memberhentikan orang serajin Rani."
Ketegangan di ruangan itu menjadi terbuyarkan lalu Jay berpura meninju Rohit yang sudah membuatnya merasa tegang.
Mereka tertawa bersama membuat Rani tersenyum melihat canda kedua pemuda yang sedang berada di depannya itu.
Rani sangat profesional dalam pekerjaannya dan selalu telaten dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Selama syuting film, Rani menemani Rohit ke lokasi syuting dan membantunya dalam segala hal, seperti menjadwalkan waktu syuting, mengatur pertemuan, dan berkomunikasi dengan para anggota tim.
Rohit menyadari bahwa Rani sangat ahli dalam pekerjaannya dan selalu dapat diandalkan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik dan tepat waktu.
Meskipun Rohit awalnya ragu untuk mempercayakan pekerjaan penting pada Rani, akhirnya ia belajar untuk menghargai kemampuan Rani dan menempatkannya pada posisi yang lebih penting dalam proyek film tersebut.
Rani juga memperlihatkan bakat yang luar biasa dalam pekerjaannya, dan membuktikan bahwa ia tidak hanya sekadar sekretaris, tetapi juga merupakan aset berharga bagi perusahaan produksi film.
Dengan dukungan dari Rani, Rohit berhasil menyelesaikan filmnya dengan sukses, dan memuji Rani atas kerja kerasnya dan kemampuannya dalam membantu proyek tersebut.
"Selamat Rohit, film mu sangat sukses," kata Jay.
"Kesuksesanku tidak luput dari dukungan kalian semua terutama sekretarisku, Rani."
Rohit menatap Rani dengan penuh bangga. Sekarang seluruh tim sedang berada di sebuah pesta untuk merayakan keberhasilan film Rohit.
Rohit yang sedari itu tidak berhenti memuji Rani dan hal itu membuat Jay mengira jika bos nya itu mulai tertarik kepada Rani sebagai seorang laki-laki terhadap perempuan.
Rani yang mendapat setiap pujian dari Rohit dan tim nya membuat dirinya semakin meyakinkan diri bahwa dia harus melakukan hal yang lebih baik lagi.
Saat Rani sedang berdiri di samping meja, Rohit mendekati Rani dan berkata,
"Rani... Terima kasih, atas semua bantuanmu pekerjaanku semuanya terselesaikan dengan baik."
"Pak Rohit, aku hanya mengerjakan apa yang seharusnya aku lakukan. Anda tidak perlu memujiku seperti itu."
"Aku sangat bersyukur kini kamu ada disini menemaniku."
Rohit menyunggingkan sebuah senyuman yang tidak bisa diartikan hingga membuat Rani merasa salah tingkah dan tidak terlalu nyaman berdekatan dengan Rohit, lalu dia berpura-pura menawarkan makanan kepada tim lain dan menghindari Rohit.
Satu minggu kemudian...
Rohit mendapatkan tawaran untuk syuting film baru di Swiss. Rohit sangat antusias dan menyarankan agar seluruh tim mereka ikut serta dalam syuting. Namun, Rani, sebagai sekretarisnya menolak tawaran tersebut karena alasan pribadi.
Rani pernah ke Swiss bersama mantan suaminya, Raja, saat bulan madu mereka. Kenangan bahagia mereka bersama masih terukir dalam ingatannya, namun sayangnya, pernikahan mereka tidak bertahan lama dan akhirnya bercerai.
Memikirkan kembali ke Swiss membuat Rani teringat akan masa lalunya yang menyakitkan dan ia belum siap untuk menghadapi kenangan tersebut.
Rani berbicara kepada Jay sang menejer tentang alasan dia tidak mau ikut ke Swiss dan Jay pun memahami situasi Rani tapi mencoba meyakinkannya untuk ikut serta, namun Rani tetap teguh pada keputusannya.
Jay, yang merasa empati terhadap perasaan Rani, menyarankan agar Rani tidak ikut saja tapi Rohit menolaknya dan harus mengikutsertakan Rani. Jika tidak dia mengatakan lebih baik tidak syuting saja. Karena demikian, akhirnya Rani terpaksa ikut ke Swiss.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Jangan lupa kasih like, subcribe, hadiah juga komentar terbaik ny ya... 😊🙏
tapi Rohit pergi kemana tuh? semoga Rohit dapat pasangan yang tepat dan mencintainya juga 🥰