NovelToon NovelToon
Menikahi Camelia

Menikahi Camelia

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Penyesalan Suami / Cerai / Tamat
Popularitas:957.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: parida hakim

"Apa yang kamu lakukan?"

Tanya cowok itu tiba-tiba dengan nada yang sedikit meninggi.

Camelia berjengit kaget, seketika menyimpan kembali ponsel itu ke atas meja nakas. Wajahnya terlihat sangat pucat dan tubuhnya mendadak gelisah.

"Maaf .. A- aku, tidak bermaksud __"

"Jangan pernah berani menyentuh apapun, termasuk dengan hape ku. Kamu gak berhak, kamu tahu siapa dirimu dan apa posisimu kan?"

Entah kenapa matanya mulai berkaca-kaca saat Cowok itu membentak dirinya.

Hatinya mencelos sakit, tapi .. dengan segera ia mengusap cairan bening itu dari matanya.

"Maafkan aku, qku gak bermaksud untuk mencampuri urusan pribadimu." Bibirnya bergetar. "Aku tahu siapa aku dan apa posisiku dirumah ini. Aku memang istri kamu, tapi aku bukan siapa-siapa bagi kamu. Aku sadar dan aku cukup tahu diri." Camelia tersenyum miris. "Terimakasih tuan Davin, sudah mengingatkan aku akan hal itu."

Camelia berbalik, lalu mengusap kembali air bening yang menetes di pipinya itu dengan kasar. Camelia pergi begitu saja meninggalkan Davin yang masih diam mematung.

Menceritakan tentang kehidupan berumah tangga, tanpa ada ikatan cinta sebelumnya.

Apakah mereka akan bertahan?
Apakah pernikahan itu bisa di perjuangkan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon parida hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua puluh enam

Balik lagi aku..

Jangan lupa untuk tinggalkan like, komen, share, dan vote-nya juga buat aku ya..

Oke kalau gitu kita lanjut lagi yu..??

Selamat membaca semuanya... ❤

****

"Mel... Apa kamu mau pergi sama aku.?"

Camelia mengangkat wajahnya, ia menatap Rakha yang sedang menatap balik ke arahnya. Camelia melirik sedikit ke arah Davin dan benar saja laki-laki itupun sedang menatap ke arahnya.

"Gimana, kalian mau ikut?" Tanya Yuan dengan senyuman di bibir merahnya.

Davin dan Camelia langsung membuang mukanya ke sembarang arah. Mereka menjadi salah tingkah sendiri.

"Gimana Mel?" Tanya Rakha, ia masih berharap agar Camelia mau ikut bersama dengannya.

"Tap - "

"Ya udah kalau gak bisa, gak pa-pa kok." potong Rakha dengan raut kecewa.

Camelia menatap Rakha, ada perasaan bersalah dalam hatinya sekarang. Ia bisa melihat bagaimana rasa kecewanya Rakha terhadap dirinya saat ini. Sudah berapa kali Camelia membuat raka kecewa, tetapi semua itu ia lakukan yang tak lain hanya ingin agar Rakha segera bisa melupakan dirinya dan tidak terlalu banyak berharap padanya. Camelia juga harus berusaha sekuat tenaga agar dirinya bisa melupakan rasa cintanya kepada Rakha.

Pernikahannya bersama Davin memang hanya karena terpaksa, tidak ada rasa cinta di antara keduanya. Tetapi Camelia sudah berpegang teguh dalam hatinya selama dirinya masih menjadi seorang istri, Camelia ingin menjadi istri yang baik dan menghormati suaminya, meskipun ke adaannya berbanding terbalik dengan suaminya itu. Davin masih dengan pendiriannya, ia masih menjalin hubungan dengan kekasihnya meski kini ia telah resmi menikah. Davin tetaplah Davin, ia termasuk orang yang selalu setia terhadap pasangannya, dan Davin sangat mencintai kekasihnya itu hingga sangat sulit jika Davin harus memutuskan hubungan mereka berdua hanya demi pernikahan pura-pura seperti ini.

"Ya udah aku ikut Kak.."

"Mel... Aku gak maksa, kalau kamu gak bisa juga gak pa-pa. Meski di antara kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi, tapi seenggaknya kita masih bisa berteman kan?"

Camelia tersenyum sembari menggeleng. "Ya kak."

Rakha-pun tersenyum, ia menatap wajah gadis yang selama ini sangat ia rindukan. Ingin sekali rasanya Rakha memeluknya, tetapi kini semuanya berbeda Rakha bukan lagi kekasihnya, ia hanya orang lain bagi Camelia saat ini.

Kini mereka semua telah berada di sebuah Kafe yang menjadi tempat favoritnya Yuanita dan Davin. Mereka segera duduk dan memesan beberapa makanan dan minumannya. Seperti biasa Yuan yang tidak lepasnya menggelayut manja, meski kini mereka tidak berdua, ada Rakha dan juga Camelia yang sekarang duduk bersama dengan mereka.

"Maaf Mel... " Ucap Rakha seraya mengusap lembut sebelah bibir Camelia yang terkena noda bekas makanannya.

Camelia terkejut, matanya mengerjap berkali-kali. Tidak pernah terlintas dalam pikirannya kalau Rakha akan tetap memperlakukannya dengan sangat lembut dan penuh perhatian seperti ini.

"Makasih Kak.."

Camelia tersenyum, tanpa sengaja matanya melirik ke arah dimana cowok itu sedang menatapnya tajam, siapa lagi kalau bukan Davin. Camelia segera menundukkan wajahnya, ia menyembunyikan rasa malunya ketika beberapa pasang mata itu sedang menatap ke arahnya.

"Permisi, aku mau ke belakang dulu sebentar." Ucap Camelia pelan, lantas dengan segera ia pergi meninggalkan tempat itu, Camelia pergi karena sengaja ingin menghindar dari mereka semua.

Saat berada di dalam toilet, Camelia segera membasuh wajahnya dengan air, ia menatap dirinya sendiri dalam pantulan cermin itu. Dan entah kenapa tiba-tiba saja wajah Davin ada dalam pikirannya saat ini. Camelia mengingat bagaimana Davin dan kekasihnya itu bermesraan di hadapannya sendiri. Ia juga ingat ketika Sorot mata dingin itu sedang menatapnya tajam, seolah sedang mengulitinya.

Camelia mengusap wajahnya, menggelengkan kepalanya pelan, Menarik nafas dalam dan menutup matanya erat. Itulah yang ia lakukan saat ini, agar ingatannya tentang laki-laki itu segera hilang dari pikirannya. Saat ia membuka pintu toilet itu, betapa terkejutnya Camelia karena ia melihat sosok seseorang yang tidak asing sedang berdiri dengan tubuh menyender pada dinding tembok

"Kamu? ngapain ada disini?" Tanya Camelia bingung.

"Mana hape kamu.?"

"Buat apa?"

"Mana?" ucap Davin dengan sedikit menaikan nada suaranya.

"Apaan sih." Camelia menggerutu, ia segera mengambil ponsel dari dalam tasnya itu.

Dengan cepat Davin mengambil ponselnya, ia segera membuka ponsel itu dengan mudah karena Camelia memang tidak pernah mengunci atau menggunakan pasword.

"Ini." Ucapnya kembali. "Nanti malam aku pulangnya telat."

"Ya udah." Jawab Camelia ketus.

"Itu no hape aku."

Camelia melirik, ia menatap layar ponselnya yang masih menyalah.

"Aku mau pulang."

Davin melirik, ia menatap Camelia dengan alis yang menaut. "Kenapa? bukannya Rakha masih ada disana?"

"Bisakan kamu bilang sama dia kalau aku balik duluan."

"Yang benar saja. Kenapa kamu gak mau balik lagi kesana?"

"Pokonya aku mau pulang, aku gak mau kesana lagi."

"Kenapa?"

Camelia memicik tajam. "Gak mau ya gak mau.!!" sungutnya kembali berkata, Camelia mengerutkan bibir dan menekuk wajahnya membuat Davin tidak berkedip saat melihat betapa menggemaskannya cewek yang sedang merajuk seperti anak kecil itu.

"Oh iya, aku juga mau nginap di rumah Mamaku."

"Kapan?"

"Sekarang, kamu gak keberatan kan?"

Davin mengedikan bahunya. "Terserah."

Camelia tersenyum. "Makasih ... Kamu baik deh." ujar Camelia dengan menangkup kedua pipinya Davin. "Kamu baik-baik tinggal sendirian di rumah, jangan kangen sama aku ya.?" Camelia terkekeh geli saat mengatakannya. Ia tidak sadar jika saat ini dirinya sedang melakukan kontak fisik terhadap Davin.

"Ternyata kamu mulai berani ya?"

"Apa?"

"Melanggar aturan."

Camelia mengerutkan keningnya, ia menatap Davin dengan lamat.

"Ya... Ampun.." Camelia terkejut dan dengan segera melepaskan kedua tangannya itu.

"Maaf... Ak - "

"Aku juga akan melanggar aturan yang sama." potong Davin cepat.

"Maksud kamu apa.?" Tanya Camelia gugup.

Davin menyunggingkan bibirnya, ia menatap Camelia dengan tatapan mata yang tidak bisa di artikan.

"Kita lihat saja nanti." Bisiknya pelan tepat di telinga Camelia.

* * *

1
Antoni syamri
mantap... gue suka cerita lo..
Heryta Herman
terima kasih thor/Pray/
Heryta Herman
sdh ada tanda" mau pergi tu si yuan..
Heryta Herman
yuan ga tau malu...sdh putus juga masih kejar suami orang...
Heryta Herman
bodo amat lah lu davin...
aku malah suka karakter rakha...mencintai dgn tulus dan mengikhlaskan camelia dan berharap camelia bahagia dgn pasangannya...salut sama rakha.
Heryta Herman
davun pria labil...tdk tegas dan egois...
yg namanya suami seharusnya mengedepankan istri,sikap dan tindakan mu slh besar...
Heryta Herman
cinta sesaat,selebihnya nafsu saja..
Heryta Herman
camwlia hanya sebagai pelampiasan nafsu mu davin...kasihan...
Heryta Herman
dasar bodoh kau davin..
tinggalkan davin secptnya camelia...
jngn ksh celah untuk dia terus membodohi mu
Heryta Herman
davin...kamu biki istrimu sprti jalang...kau pura" suka hanya unruk mentalurkan kebutuhan mu saja...
si bodoh camelia juga mau maunya cuma di jadikan pelampiasan davin...
Heryta Herman
ga hbs pikir ya...davin yg ego dan camelia yg goblok..
Heryta Herman
semoga semua yg sengaja di tutupi,baik status hubungan maupun persaan,akan terkuak
jngn jadikan camelia kambing hitam untuk hubungan davin dan yuan..kasihan thor...
Heryta Herman
kenapa sih di setiap nivel harus perempuan yg baper..padahal tdk swmua.permpuqn begitu...kesannya jadi murahan...
malang nya nasib jadi perempuan ya..
Heryta Herman
davin...kamu pengecut dan egois..bisa selingkuh tapi ga mau di selingkuhi..
tunggu karma mu davin...kau mempermainkan pernikahan...
Heryta Herman
lelaki labil dan egois...serakah...2 wanita swkaligus dia mau...enak aja lu davin...kamu pikir menikahi seorang wanita itu hanya permainan...kamu mencintai 1 wanita yg kau panggil kekasih tapi memiliki melukai 1wanita yg berstarus istri..otakmu sdh ga beres..
Heryta Herman
tdk suka karakter davin...egois... sok berkuasa bnyk aturan...pria begini sih....sorry...numpang lewat aja...ga kepengen...ga banget lah thor
Norvlin Medea
ternyata betul dugaanku, visual camelia lawan mainnya visul davin di film thailand yg berjudul paramook dan sweet shin🥰🥰
Norvlin Medea
visual davin itu pemeran film thailand paling top yg berjudul Paramook dan Sweet shin saya sudah nonton seru banget, pemeran ceweknyapun ngga kala cantiknya🥰
pokonya fans berat aku artis di thailand😍
Norvlin Medea
visual davin itu pemeran film thailand paling top yg berjudul Paramook dan Sweet shin saya sudah nonton seru banget, pemeran ceweknyapun ngga kala cantiknya🥰
pokonya fans berat aku artis di thailand
Mawar berduri
cerita yg bagus. trima kasih ats karyanya...semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!