Aqila gadis cantik berusia delapan belas tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan nya di negara Finlandia.
Malam itu untuk merayakan kelulusan nya, Aqila berhasil kabur dari penjagaan ketat para bodyguard milik kakak nya.
Tetapi siapa yang menyangka gadis itu malah kabur ke sebuah night club terkenal di kota tempat ia tinggal dan terjebak oleh sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan?
Lalu bagaimana kisah selanjutnya? Sesuatu seperti apa yang akan menimpah dirinya? Atau mungkin sebuah jebakan?
Note:- Agar mengerti jalan cerita sebelumnya, disarankan membaca karya "Terjebak Cinta Om Mafia Possesive"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-26-
"Ayolah kak, biarkan aku duduk sendiri" Bisik Aqila untuk kesekian kalinya.
Entah sudah berapa kali Aqila melontarkan perkataan seperti itu dengan nada pelan nya, tetapi Bram tidak merespon sedikit pun dan hanya mengusap-usap pinggang Aqila yang kini duduk dipangkuan nya.
"Beberapa dari mereka memutuskan untuk mengundurkan diri karena tidak bisa mengikuti perpindahan kantor utama ke negara ini" Jelas Digo yang sudah memasuki ruangan Bram sejak sepuluh menit yang lalu.
"Alasan lain?"
"Kebanyakan karena keluarga mereka yang tidak setsu boss"
Bram mengangguk pelan dan cukup memaklumi hal ini. Tidak semua karyawan handal nya ikut bersama nya ke New York walaupun gaji yang ditawarkan mencapai tiga kali lipat dari biasa nya.
"Tempatkan mereka di kantor cabang yang ada di sana" Titah Bram.
"Baik boss"
"Apa saja jadwal ku hari ini?"
"Hari ini anda hanya memiliki satu meeting tepat pukul sembilan nanti dengan Mr.Casto dari finlandia"
Kepala Aqila yang tadi nya ia sembunyikan di leher Bram karena malu, kini langsung terangkat begitu mendengar nama yang tak asing di telinga nya.
"Kenapa" Tanya Bram menatap raut wajah Aqila.
Sedangkan yang di tanya langsung menggeleng dan hendak bangun, namun lagi-lagi gerakan nya di tahan oleh lengan Bram yang melingkar di pinggang nya.
"Keluar lah, dan siapkan semua keperluan meeting hari ini" Ujar Bram menatap asisten nya yang sedari tadi menundukkan kepala nya.
"Baik boss, saya permisi" Setelah mengucapkan itu Digo langsung keluar dari ruangan Bram.
"Kak lepasin tangan nya, aku mau duduk sendiri"
Aqila mencoba melepaskan tangan Bram yang memeluk nya. Tetapi nihil, Bram malah semakin menekan tubuh Aqila hingga gadis itu bisa merasakan sesuatu di bawah sana.
"Jangan banyak bergerak atau aku tidak akan menjamin kesejahteraan mu, baby girl"
Kecupan basah Bram layangkan pada leher Aqila karena gadis itu mengalihkan pandangan nya. Dan penuh kehangatan Bram memeluk erat tubuh Aqila lalu menenggelamkan wajah nya di bahu istri kecil nya.
"Aku benar-benar tidak sanggup" Gumam Bram.
"Tidak sanggup? Kenapa? Kakak mau mati?"
Remasan gemas langsung Bram hadiahkan pada pinggang Aqila hingga sang pemilik bergerak merasakan geli.
"Stt.. Sayang.." Desis pelan Bram mengigit bahu Aqila.
Mulai bangun, mengeras, dan mengganjal. Itulah yang dapat Aqila rasakan di bawah sana saat tidak sengaja miliknya bergesekan dengan suatu itu.
"Ka-kak!" Pekik kaget Aqila saat tangan Bram masuk ke dalam baju nya.
Tatapan kedua nya beradu, mata Aqila yang melotot kaget dan menahan kedua tangan Bram sedangkan mata pria itu memercikkan api gaiirah nya.
"Boleh aku mencicipi nya?" Tanya Bram dengan suara yang mulai serak.
"Ci-cicipi apa?" Aqila benar-benar gugup, tatapan Bram sangat mendominasi sesuatu di dalam tubuh nya.
Bukan nya menjawab tetapi Bram malah menurunkan tatapan nya pada sepasang gunung berkacamata milik istri kecil nya.
"Gak!" Teriak spontan Aqila beralih menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.
Melihat tangan Aqila yang sudah berpindah dan tidak menahan tangan nya lagi, lantas Bram langsung meremat pinggang Aqila.
"Emm.." Aqila mengigit bibirnya dengan cepat ketika suara yang dapat membangkitkan harimau di dalam tubuh Bram.
"Aku ingin mencicipi sumber makanan untuk anak kita nanti, sayang.."
"Ga-gak boleh" Sekali lagi Aqila mencoba bangun dari pangkuan Bram, tetapi tetap sama Bram menahan nya bahkan kini wajah pria itu sudah berada tepat di leher Aqila.
Bram menduselkan hidung mancung nya di leher sang istri dan sesekali memberikan kecupan basah nya.
"Sekali saja" Lirih Bram penuh permohonan.
Aqila terdiam menatap kepala Bram, tangan nya pun masih berada di depan dada tidak bergerak sedikit pun.
"Sayang.."
"Gak boleh"
Kecupan yang tadinya terus terasa di leher Aqila, kini berubah menjadi gigitan kecil bersamaan dengan hiisapan nya.
"Kak emmh.. Jangan" Lirih Aqila mencoba mendorong kepala Bram.
Namun semakin Aqila mencoba mendorong kepala Bram, maka Bram semakin menguatkan gigitan dan hiisapan nya.
Tangan Bram mulai naik merremas gunung berkaca mata itu dengan remasan lembutnya.
"Ah.." Suara lembut itu berhasil membangkitkan harimau di dalam tubuh Bram.
"Ya, seperti itu baby"
Bram semakin menjadi, bahkan kini ia mengangkat tubuh Aqila ke atas meja kerja nya dan mulai naik mellumat rakus bibir pink Aqila.
"Emm!!" Aqila menepuk-nepuk punggung Bram agar pria itu melepaskan nya.
Posisi seperti ini sangat membahayakan dimana Bram menyingkirkan barang-barang yang ada di meja kerja nya hingga terjatuh ke lantai.
Lalu pria itu mendorong tubuh Aqila hingga terbaring dengan tubuh Bram yang berada di tengah-tengah kaki Aqila yang terbuka lebar.
"Aku akan menghamili mu sekarang juga, babyhh" Ujar serak Bram dengan tangan yang tergesa-gesa membuka pakaian Aqila.
"Boss Mr.Casto memajukan--" Ucapan Digo terhenti tepat didepan pintu sana kala melihat adegan menegangkan itu.
"Digo!!"
...****************...