"Saya akan tanggung jawab, dan akan nikahin kamu!"
"Maaf...saya tidak mau menikah dengan bapak bapak.", ketus Ayka.
Gadis itu memperhatikan pria tampan tetapi sedikit tua dari atas ke bawah.
"Ckk...belagu!! saya bukan bapak bapak!!"
Gertak Kaindra tidak mau kalah, emosinya sudah di ubun-ubun mendengar nyanyian dari gadis di depan nya.
"Oh bukan bapak bapak!! kalau begitu Om Om Casanova!!"
"Shitttt!!!"
"Dengerin Ayka Hermawan...saya bukan Casanova!!"
"Bukan Casanova, lalu apa?? player?? atau tukang celap celup tidak jelas??", geram Ayka lagi.
"Saya bukan pria be*jad yang hobinya keluar masuk lubang, dan celap celup sembarangan, tetapi hanya bermain lima jari saja!!"
"What!!! shintingg!!"
Bagaimana nasib cinta satu malam yang terjadi karena ketidaksengajaan antara Ayka dan Kaindra, yang diketahui adalah seorang guru dan murid??
Apakah Kaindra berhasil menikahi Ayka??dan dapat hidup bahagia??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaget Lagi
Setelah di rasa cukup beberapa menit di toilet, Ayka memutuskan untuk keluar dari sana, apalagi...ini sudah masuk jam pelajaran matematika, di mana yang mengajar adalah musuh bebuyutannya.
"Sudah telat!!"
Bukan sengaja , tetapi memang tidak sengaja melakukan nya. Ayka terlalu menghayati di dalam toilet hingga lupa waktu...
"Tidak masalah, yang penting masuk .... daripada kabur.", gumam Ayka lagi.
Yah, sesantai itu Ayka dengan sekolah nya, bahkan ia sendiri tidak tau bagaimana nasibnya setelah lulus sekolah nanti, yang akan terjadi selama kurang lebih 2 tahunan.
Tidak ada rencana, dan juga cita cita untuk meneruskan sekolah di mana dan mengambil jurusan apa, bahkan Ayka sendiri juga tidak tau ingin menjadi apa nanti nya
Perceraian dari kedua orang tuanya membuat dunia Ayka berubah seketika, dan ia tidak peduli lagi dengan diirnya, asalkan bisa senang senang dan bahagia...itu sudah cukup.
Ayka melangkah kan kakinya, pelan tapi pasti. Yang pasti Ayka tidak akan buru buru dan takut ketinggalan pelajaran.
Ayka begitu santai, hingga...langkah kakinya sudah berhenti di depan pintu kelasnya.
Tok...tok...tok...
Ayka mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kelas. Meskipun ia badung... tetapi Ayka masih punya adat dan tata cara masuk ke dalam kelas jika pintu nya tertutup.
Tidak ada jawaban, Ayka masuk ke dalam...ia sudah hafal jika guru killer dan musuh bebuyutan nya itu sudah tau kalau yang ada di luar adalah dirinya.
"Maaf Pak, saya terlam...."
Deg
Ada apa lagi ini?? kenapa orang itu ada di sini???
Ayka tidak jadi meneruskan ucapannya, ia kaget karena ternyata di depannya adalah guru BK dan bukan guru Matematika.
Ayka hanya menghela nafas panjang, ia sendiri sudah tidak mau berurusan dengan laki laki itu, terapi mengapa malahan dipertemukan lagi .
Hanya diam, tidak ngoceh seperti biasanya. Bukan nya takut... tetapi...Ayka lebih memilih yang aman saja, karena ia yakin pastinya Kaindra akan balas dendam dengan apa yang telah dilakukan nya.
"Ayka Hermawan...ini jam berapa??"
Sudah seperti kenal saja, padahal Kaindra adalah guru baru dan baru pertama kali mengajar dan itu dikelasnya, tetapi...dari nada bicara nya.. Kaindra seolah olah sudah kenal lama dengan Ayka.
Bukannya itu...laki laki yang ada di hotel dengan Ayka???
Yang kaget bukan hanya Ayka, Brian yang sudah di dalam juga kaget. Padahal ia di dalam dan sudah melihat Kaindra dari beberapa menit yang lalu, tetapi.. baru sadar setelah melihat perubahan wajah Ayka waktu masuk ke dalam kelas.
Gila!! dunia memang sempit....
Brian melihat interaksi antara Ayka dan Kaindra, dan ia tau.... kalau sudah terjadi sesuatu dengan sahabat baik nya itu. Apalagi.... hilangnya Ayka beberapa menit yang lalu, dan kenyataan yang menunjukkan kalau Kaindra adalah guru BK di sini, yang Brian sendiri sudah menyimpulkan kalau tadi Ayka sudah bertemu dengan Kaindra.
"Hampir jam sepuluh Pak...", jawab Ayka jujur.
Ia berusaha untuk tidak gugup di depan Kaindra dan bersikap apa adanya saja, tanpa pernah saling kenal.
"Jam sepuluh lebih lima menit...", ucap Kaindra dengan matanya melihat ke arah Ayka, dan tidak lupa dengan senyuman mania Kaindra, yang membuat semua wanita tergila gila, tetapi... tidak dengan Ayka.
"Iya Pak, maaf... boleh saya duduk Pak, capek habis kena hukuman...".
Enak saja duduk, kalau perlu kamu malahan aku minta untuk memijit seluruh badanku...lalu setelah itu kita melakukan seperti yang kemarin kita lakukan ..
sudah waktunya kebodohan di akhiri