Vivian Terpaksa menikah dengan tunangan sahabatnya untuk mengetahui kebenaran tentang kecelakaan yang di alami sahabatny
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Keahlian Vivian
Waktu telah banyak berubah, tampilan Vivian yang awalnya sedikit tomboi, jarang pakai rok dan Dress, Kini di tuntut untuk memakai Rok itu, Ia bekerja di tempat, dimana Daniel bekerja. hanya saja ... tempat Daniel dan Vivian berbeda. Ia diterima sebagai karyawan biasa di bagian marketing. Vivian sangat rajin bekerja meski sedang berbadan dua.
"Daniel, dia hamil? bukan anakmu kan?" tanya teman Daniel sekaligus atasannya itu
"Bukanlah, Dia sudah menikah ... seperti yang aku ceritakan, aku dan dia dulunya pasangan kekasih, sayangnya ... dia dipaksa nikah dengan, Adamshon. Atasan ku yang dulu, aku di sekap olehnya dan mengancam nya, Jika ia tidak menikah dengannya maka Adam akan mencelakai aku, Aku percaya akan cintanya, karena itu aku juga begitu, sayangnya ... dia hamil anaknya Adamshon saat ini, dan dia masih menjaga dirinya, Tapi aku sudah berjanji padanya, akan menganggap anak itu sebagai anakku meski kau tahu ... aku dengannya tidak menikah," ucap Daniel pada temannya yang tenyata menaruh hati pada Daniel
"Kau masih mencintai nya?" tanya atasan nya itu yang bernama Queen
"Masih, do'akan saja, semoga setelah kelahiran anak itu, aku bisa melamar nya," ucap Daniel yang tak melihat perubahan raut wajah Queen.
"Lihatlah, dia sangat rajin bekerja, Queen. Aku yakin ... kau tidak akan rugi mempekerjakan dia disini," puji Daniel yang semakin membuat tangan Queen terkepal
"Tapi ... dengan seiringnya bulan, kandungan itu akan semakin besar, Niel. Apakah itu tidak akan mempengaruhi kesehatan janinnya?" tanya Queen
"Aku juga mencemaskan itu, hanya saja ... dia bilang masih kuat," ucap Daniel
"Tapi, saat semua karyawan menanyakan siapa suaminya ? dan rumor ia hamil tanpa suami, itu akan mempengaruhi nama baik perusahaan , Daniel" ucap Queen
"Jika memang itu terjadi, maka aku akan mengumumkan kalau aku adalah Ayah dari anak itu," ucap Daniel tanpa berpikir lagi.
"Baiklah, bukankah nanti akan ada pertemuan dengan beberapa klien, dan kita harus menyiapkan presentase dalam masalah marketing perusahaan kita," ucap Daniel yang menyadarkan Queen akan semua emosi nya.
"Kau benar, panggil semua ketua bagian divisimarketing dan pemasaran, suruh mereka bersiap, aku sudah melihat presentase mereka," ucap Queen yang kini sudah berdiri dari duduknya
"Baiklah, ayo!" Daniel juga ikut berdiri dan mengikuti langkah Queen sang atasan.
...****************...
Semua mimpi bisa kita capai dengan usaha dan doa, usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, Setiap usaha kita akan membuat kita puas.
Seperti yang Adam dapatkan saat ini, Kesibukannya membuat ia bisa mengalihkan pikirannya agar tidak selalu memikirkan Vivian yang kini entah ada dimana.
"Tuan, ini berkas yang harus anda tanda tangani," ucap manja sekertaris baru Adam
"Letakkan saja di situ, nanti akan kau panggil kau ," ucap Adam tanpa melihat kearah Sekertaris nya, padahal sang sekertaris sudah memakai pakaian yang begitu minim, rok yang begitu pendek dengan baju yang begitu ketat, tapi tetap saja tidak bisa menarik perhatian sekarang Adam.
"Tuan, kita sudah memenangkan tender di negara Kuala Lumpur, Tuan." ucap Asisten Adam yang berada di belakang Sekertaris Adam .
"Jeni, keluarlah! " ucap Adam seraya menutup berkas yang dari tadi menjadi bahan pekerjaan nya, Mendengar usiran halus itu, tentu Sekertaris itu melangkah dengan kesal.
"Tunggu!" ucap Adam yang mana berhasil membuat Jeni tersenyum karena dia berfikir, Adam sudah tergoda dengan bokong semok nya
"Iya, Tuan" ucap Jeni seraya berbalik menghadap kearah Adam
"Mulai besok, jangan gunakan baju yang kecil, berpenampilan lah seperti karyawan yang lain, rok di bawah lutut, batas sampai lutut atau celana kantor," ucap Adam yang membuat Jeni merasa kecewa. Bukankah para lelaki paling suka dengan penampilan seperti ini, kenapa Tuannya malah berbeda.
"Baik, Tuan" hanya kata itu yang keluar dari mulut Jeni. Setelah itu Jenny keluar dari ruangan Adam dengan penuh kekesalan.
"Kenapa Nona Jeni? di tegur ya ... masalah penampilan, kalau mau menggoda, Tuan Adam ... jangan begini penampilan nya, gak akan ngaruh, karena yang Tuan Adam sukai itu wanita seperti ini," ucap ketua divisi yang penampilan nya seperti yang Adam katakan tadi padanya. Manager wanita itu memperlihatkan foto Vivian, yang berpenampilan memakai rok span sampai ke bawah lutut di padukan dengan kemeja, sungguh kuno menurut Jeni.
"Dia siapa?" tanya Jeni
:dia istrinya, tuan Adam. tapi ... dia meninggal kan Tuan Adam, rumor yang aku dengar, wanita ini sangat membenci Tuan Adam, tapi Tuan Adam tergila-gila padanya, kau lihatlah ... semua penampilan karyawan nya, seperti yang ia minta, harus berpakaian sopan," ucap Manager yang tenyata juga mengincar Adam.
'Banyak wanita yang tergila-gila pada Tuan Adam, tapi wanita ini malah membencinya bahkan kabur dari Tuan Adam, keren' Bathin Jeni
'Berarti sia-sia dong aku belajar kayak gini, berpenampilan menggoda,' bathin Jeni lagi
"Hai, kamu kok melamun, jadi ... jangan dengerin omongan orang kalau cara menggoda pria lain, mungkin bisa dengan penampilan seperti ini, tapi kalau mau menggoda Tuan Adam, malah tak berpengaruh," ucap Manager itu
"Aku fikir ... tadi Tuan Adam memiliki kelainan, Heheheh" ucap Jeni dengan tawanya
"Kau ini, ya sudah .... Semangat bagi kita untuk menggapai si duda itu, Eh ....bekum duda ya ... suami orang malah, hahahha karena, Tuan Adam tak mau menceraikan tuh istri," ucap Manager itu dengan tawanya
"Ehem ... " suara deheman itu membuat kedua wanita itu menghentikan langkah kecil ya dan tubuh nya tiba-tiba mematung karena sangat tahu siapa pemilik suara itu.
'Matilah' bathin Manager dan sekretaris Adam
...****************...
Betapa terkejutnya Queen saat melihat siapa yang masuk keruang pertemuan itu.
"Tuan Hari, apa maksudnya anda membawa karyawan biasa kedalam pertemuan ini," ucap Queen Emosi
"Aku yang memintanya," ucap Assisten Ayah nya Queen
"Tapi Paman, dia_"
"Yang membuat presentase itu adalah Vivian, Paman lihat sendiri itu, dan ketua divisi marketing mengakui nya, Queen ... duduklah! Paman tahu apa yang harus paman lakukan," ucap Asisten Ayahnya Queen. Yang mana ... Queen terpaksa duduk kembali.
"Baiklah, karena Tuan Monopo tidak bisa datang, saya adalah sebagai wakil di setiap keputusan yang akan di ambil dari pertemuan ini, dan Tuan Alka, inilah presentase terbaik kami," ucap Asisten Ayahnya Queen seraya bertepuk tangan yang di ikuti oleh semua yang ada di pertemuan itu.
"Vivian, silahkan di mulai," ucap Asisten Ayahnya Queen
Vivian adalah pekerja keras, Ia selalu belajar di setiap kesempitan, sehingga ia membuat Presentase yang di sukai oleh ketua divisi itu, Ketua itu ingin sekali mengakui cara pemikiran Vivian sebagai cara pemikiran nya sendiri, sayangnya ... semua terlihat oleh Asisten Ayahnya Queen. Sehingga kebenaran bisa terlihat dan mereka semua mengakui cara berfikir Vivian dalam sebuah Marketing.
Semua orang bertepuk tangan mendengar semua penjelasan Vivian, Meski gugup, tapi Vivian bisa lancar dalam penyampaian nya.
banyak sekali novel kayak gini, author tegas pada kesalahan sang suami ini adil tapi author apa yang dilakukan sang istri tidak dianggap salah
kita bongkar
*adam sang suami, pasti udah tau kesalahannya dan dia dapat balasan setimpal, kan ini adil
*vivian sang istri ini yang jadi masalah, istri pergi tinggalkan suaminya dan lari dari masalah itu udah suatu kesalahan tapi kita masih bisa maklumi lah dengan berbagai alasan seperti vivian pergi kita masih bisa mengerti alasan vivian pergi tapi yang jadi msalah besar dan fatal vivian pergi dengan lelaki lain, ini sudah tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun yang jadi mirisnya lagi author menganggap vivian pergi dengan lelaki lain bukan kesalahan yang perlu diluruskan
saran untuk para author dalm berkarya bukan hanya prestasi kalian bisa buat novel bagus tapi alangkah indahnya novel kalian (author wanita) jika kalian membuang jauh sifat keegoisan wanita, berlaku adil pada pelakor dan pebinor, berlaku adil pada suami buat salah dan istri buat salah, jika suami buat salah kalian laknat, begitu juga kalau istri buat salah kalian juga laknat,
author dalam berkarya jangan posisikan diri kalian sebagai wanita tapi posisikan lah diri kalian ditempat netral, maka kalian akan bisa membuat novel yang luar biasa novel bagus dari sisi karya, adil, tidak egois, dan bermoral
kalau bisa crazy up donggg
senenggg