Seorang gadis yang sudah memiliki kekasih harus rela dijodohkan dengan sahabat kekasihnya.
Bagaimana ia bisa menjalani pernikahannya dengan seseorang yang pernah ada didalam hatinya, namun pergi meninggalkannya.
Dan disaat ia telah menjalin kasih dengan seseorang, laki-laki itu kembali datang kedalam hidupnya dengan status suami, hasil dari perjodohan yang dipaksakan oleh orangtua mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahputriona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Dit lo dimana?". Tanya Elvan saat sambungan telpon sudah terhubung
"*Cl*ub gue, sini lo gue tunggu". Jawab Radit
Elvan memutuskan sambungan telpon begitu saja dan langsung menuju ke club milik sahabatnya itu
Club ...
"El akhirnya lo kesini juga, lama banget lo gak pernah kesini kan?". Sapa Radit saat Elvan sudah berada dihadapannya
Elvan diam saja dan langsung meneguk anggur milik Radit hingga habis
"El ini punya gue apaan sih lo !". Ucap Radit begitu kesal minumannya dihabisi oleh Elvan
"Nih..." Menyodorkan minuman baru untuk Elvan
"Lo lagi ada masalah ya el?". Tanya Radit
"Gue udah nikah dit". Jawab Elvan tanpa berbasa basi
"Nikah ? becanda lo?". Tanya Radit tak mempercayai perkataan sahabatnya
"Lo liat gue lagi becanda!!". Kata Elvan yang masih meneguk minuman di depannya
"Gak sih, terus lo nikah sama siapa? kapan coba ? kenapa lo gak undang gue ? gimana...". Belum selesai Radit berbicara sudah dipotong oleh Elvan
"Bisa gak lo nanya satu - satu ? pusing nih kepala gue dengerin lo. Gue jelasin dan lo diam aja dengerin gue jangan motong omongan gue!!".Saut Elvan dan Radit hanya cekikikan mengiyakan sahabatnya itu
"Gue udah nikah sama Aileen, kemaren pas gue baru pulang dari Amerika". Lanjut Elvan kemudian meneguk lagi segelas anggur itu
"Gue dijodohin sama bokap gue sebelum bokap Aileen meninggal. Ay gak terima karena dia sudah menjalin kasih dengan Vano selama 2 tahun ini". Jelas Elvan dengan penuh kemarahan terlihat jelas dari rahangnya yang mengeras dan terlihat urat - uratnya disana
"Gue gak bisa ceraikan dia, gue udah janji sama bokapnya dia. Dari kemaren dia diamin gue dan sekarang dia lagi jalan sama Vano". Lanjut Elvan dan terus meneguk minuman di hadapannya hingga habis beberapa botol
"Ya tapi gak usah minum sebanyak ini juga el, lo gak biasa minum sebanyak ini". Kata Radit melarang Elvan
"Udah mba tolong di beresin semuanya jangan dikasih lagi". Ucap Radit pada pegawai nya yang ada disana untuk membereskan minuman yang ada di depan Elvan
"Gak usah takut gue akan bayar minuman gue dit, gue bahkan bisa beli cafe lo ini". Ucap Elvan yang sudah sedikit mabuk
"Gue tau lo lagi ada masalah, tapi bukan begini caranya lo selesaikan masalah lo. Lo harus ngomong baik - baik ke Ay kalau ini semua bukan kemauan lo juga". Ucap Radit memberi saran
"Ay emang udah sayang banget sama Vano el, begitu juga dengan Vano. Gue gak pernah liat dia setulus ini sama seorang gadis". Kata Radit yang terdengar jelas bahwa ia juga sedang bingung harus memihak pada siapa. keduanya adalah sahabatnya
"Gue juga tau itu dit. Tapi masalahnya sekarang Ay itu istri gue. Suami mana yang rela istrinya pergi dengan laki - laki lain ?". Ucap Elvan sedikit frustasi
"Ya lo harus sabar el, lo juga harus ngertiin posisi Vano. Gimana perasaan dia waktu dia tau gadis yang sangat dia cintai ternyata menikah dengan sahabatnya sendiri!". Ucap Radit yang tidak ingin ada perpecahan antara kedua sahabatnya ini
"Gue sudah mencoba buat sabar dit, gue gak pernah marah ke Ay. Gue kecewa sama takdir gue dit, kenapa gue harus dijodohin sama kekasih sahabat gue sendiri? hati gue bener - bener hancur dit. Gue gak bisa ngelakuin apa - apa". Ucap Elvan begitu lirih
"Gue gak bisa ninggalin Ay, tapi gue gak bisa liat dia sama Vano, gue gak mau merusak kesucian pernikahan. Dan gue juga gak bisa misahin mereka dit". Sambung Elvan setelah menarik nafas dalam - dalam sebelumnya
"Nanti gue bicara sama Vano el. Atau kita bertiga harus ngobrol bareng kita cari jalam tengahnya biar diantar kalian bedua gak ada yang saling terluka". Ucap Radit memberi ide pada kedua sahabatnya
"Lo yakin semuanya bisa selesai gitu aja ? Lo tau Vano itu keras kepala dan akan susah buat baikin dia kalau sudah terlanjur benci sama orang". Ucap Elvan sedikit ragu dengan usulan yang diberikan Radit
"Yakin gak yakin sih el, yang penting yakin aja dulu, belakang urusan Allah aja. Kita cukup jalani apa yang seharusnya kita jalani". Kata Radit optimis, mereka harus mencoba dulu bukan?
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu