NovelToon NovelToon
Merpati Kertas

Merpati Kertas

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:91.1k
Nilai: 5
Nama Author: Canum Xavier

Kepindahanku yang mendadak ke sekolah yang baru membawa perubahan besar dalam kisah cinta pertamaku. Bertemu Juan dan jatuh cinta padanya adalah hal terbaik selama masa SMAku. Juan mewarnai hariku dengan banyak romansa.

Tetapi datang seorang pria bernama Nandes yang mengaku jatuh cinta padaku saat pandangan pertama. Dengan gayanya yang slengean membuat aku pusing dengan kelakuannya setiap hari. Mengibarkan bendera perang kepada Juan secara terang-terangan.

Apakah mereka musuh lama? Rahasia apa yang Juan dan Nandes sembunyikan dariku? Dan siapa Meggy yang sering Nandes sebut dan membuat Juan seperti kehilangan kesadarannya?
Penuh banyak pertanyaan dan kisah kasih masa remaja yang dipenuhi rasa suka, cemburu dan patah hati, baca terus kelanjutan Merpati Kertas setiap episodenya.

^*^ Terima kasih kepada teman-teman pembaca yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca karyaku. Tolong klik Like, Favorit dan berikan saran yang membangun. ♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Canum Xavier, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Patah Hatiku

Sudah menjelang ujian akhir kelas 3. Di saat itu kelas 1, 2 akan segera di liburkan. Aku bertemu Juan di sekolah. Juan melihatku dalam diam, saat itu terjadi seperti ada rasa berbeda di perutku dan naik ke dada saat menatap mata Juan. Aku berpaling darinya dan bergegas masuk ke dalam kelas.

Elsa yang penasaran dengan apa yang terjadi terus bertanya padaku tentang apa aku putus dari Juan. Aku tidak memberi jawaban yang membuat dia merasa puas. Sampai saat pulang sekolah aku harus merelakan Elsa karena Juan memaksaku pulang bersamanya. 

Juan membawaku ke suatu tempat yang cukup sepi, dia bertanya padaku “ kamu sudah lihat dia?”.

“ Ya”, jawabku singkat.

Juan terdiam, menautkan kedua jari tangannya dan berkata lirih " Aku adalah seorang pembunuh Embun. Aku membunuh seorang gadis dengan impiannya menjadi desainer terkenal, aku membunuh seorang gadis yang menyukai bintang malam. Aku membunuh anak gadis dari orang tua yang memiliki harapan banyak padanya".

" Aku berusaha kembali hidup normal tetapi wajahnya terus membayangiku, wajahnya selalu tersenyum tanpa mengatakan apapun. Dan aku selalu terbangun karena melihat darah yang membasahi bajunya. Sepertinya Tuhan  ingin menghukum ku".

" Hari di mana wajahku lebam adalah hari aku bertemu kakak Meggy. Dia tidak akan pernah memaafkan ku dan aku tidak pernah berharap di maafkan. Karena jika Mereka memaafkan ku, di situlah aku akan semakin tersiksa dalam rasa bersalahku", suara Juan terdengar sangat lirih.

Aku memperhatikan wajah Juan dengan seksama, tidak ada air mata di sana tetapi wajah yang tampak lelah dan suram terlihat jelas.

Aku menggapai Juan yang terduduk di motornya dan memeluknya sambil menepuk punggungnya, menenangkan. Tidak ada penghiburan yang bisa kukatakan untuknya. 

" Terima kasih Embun, karena sudah bersamaku 1 tahun ini", Juan berkata lirih di bahuku. 

" Juan, tidak bisakah aku menjadi sandaran untukmu?", Aku merengkuh wajahnya dan menatap matanya.

Juan melihatku sedih lalu berkata " Aku akan menanggung beban ini sendiri Embun. Biarkan aku menderita seperti ini. Kamu gadis baik yang berhak bahagia. Tapi aku selalu menyukaimu Embun, aku jatuh hati padamu", kata Juan dan dia mencium lembut bibirku. 

Air mataku meleleh. Aku tahu ini adalah kata perpisahan. Kata yang tidak pernah ingin aku dengar dari Juan. Hatiku hancur, ada duri yang meninggalkan luka yang besar di hatiku. Aku memeluknya erat, tau ini adalah hal terakhir yang bisa ku lakukan. Menghirup wangi parfumnya sedalam mungkin. 

Juan mencium puncak kepalaku dengan penuh sayang, lalu melepaskan pelukannya padaku.

" Maafkan aku Embun, maafkan aku yang menyakiti hatimu. Maafkan aku", bisik Juan berkali-kali padaku.

Sebuah mobil berhenti di dekat kami. Nandes berada di balik kemudi, sepertinya Juan sudah menghubungi Nandes untuk menjemput ku.

" Nandes akan mengantar kamu pulang", Kata Juan menghapus air mataku. Aku menahan diri untuk tidak menangis sejadinya. Hatiku hancur, aku patah hati.

Aku menggenggam tangan Juan tidak ingin berpisah tetapi tidak ada satu katapun yang bisa keluar dari mulutku. Juan melepaskan genggaman tanganku dan menuntunku masuk ke dalam mobil, memasangkan sabuk pengaman untukku.

Melihatku sekali lalu menutup pintu mobil, untuk terakhir kalinya aku melihat mata Juan yang sendu saat menatapku. Nandes lalu membawa mobilnya meninggalkan Juan yang hanya bisa aku lihat melalui kaca spion.

***

Sampai hari terakhir perpisahan sekolah dengan anak kelas 3, aku tidak pernah melihat Juan lagi. Hanya Adam yang selalu bungkam setiap aku bertanya tentang Juan.

Pada akhirnya aku menyerah, menyerah pada cinta pertamaku. 

Suatu sore setelah aku pulang sekolah, Nandes datang kepadaku dan untuk pertama kalinya aku mendengar tentang Juan.

" Juan sudah pergi, keluar negri. Dia tidak akan kembali Embun, dia menitipkan ini untukmu", Nandes menyerahkan sebuah kotak berukuran sedang.

Saat membukanya aku langsung menangis, Juan membuat sangat banyak merpati kertas berwarna warni diatasnya ada ikat rambutku yang pernah Jaun ambil saat awal sekolah. 

Aku sesenggukan, Nandes meraih dan memelukku. Aku menangis dalam pelukannya. Menangisi cinta pertamaku yang pergi. Menangisi cintaku yang bertepuk sebelah tangan. Menangisi kebodohanku yang begitu mudah jatuh cinta. Menangisi Juanku yang pergi. 

Setelah kejadian itu Nandes selalu datang kepadaku. Walaupun Nandes tidak mengatakan apapun, aku tau dia berusaha keras menghiburku. Selama liburan aku selalu bersamanya sampai-sampai Elsa protes karena aku tidak bersamanya. 

Aku meratapi patah hatiku sepanjang semester sampai akhirnya aku memutuskan untuk melupakan Juan, melupakan cinta pertamaku. Mengubur semuanya dalam-dalam.

Tetapi satu hal yang aku tahu, setelah itu aku tidak bisa menerima cinta lagi semudah itu di sepanjang masa SMA dan kuliahku. Aku membangun tembok tinggi yang tidak bisa dilompati siapapun. Aku menutup hatiku tanpa aku sadari.

***

Embun usia 26 tahun

Pic Instagram by: @like_zina

NB: Hai pembacaku yang baik hati, selesailah sudah musim sekolah Embun. Aku akan membuat season 2 dengan versi saat sudah bekerja. Sedikit berbagi: saat membuat adegan perpisahan Juan dan Embun aku pribadi harus dengerin lagu sedih berkali-kali. Semoga usahaku ini menyentuh hati kalian saat membaca adegan perpisahan Juan dan Embun.

Tolong like, favorit dan komen kalian untuk novelku. Komentar kalian adalah hal yang membangun untukku. Terima kasih sudah setia membaca. Season 2 akan segera hadir. Salam sayang Aji ♡♡♡♡♡

1
Diana
👍👍👍
Diana
🤣🤣oalah mak...🤭💆
Diana
juan gak asyik ah...
Diana
e..e .. jeni mau kau apakan, juan?😱
Diana
aamiin...
Diana
pingin monica di bikin novel tersendiri, thor
Diana
gak usah tunangan, nandes, lgsg nikah aja. nanti ilang lg. sebelum janur melengkung masih milik umum. hmmm
Diana
kau jahat thor, bikin aku gak bisa berhenti baca sampek dini hari dan batre tinggal 2%.💆 hidungku mampet kebanyakan nangis 😭😭 semoga ujian embun cepat berakhit
Diana
kayaknya monica tuh pawang si nandes🤣🤣
Diana
semoga embun lekas bahagia...kasihan menderita terus gara² garangan😤
Diana
nggak ngerti harus komen apa😖
Diana
suka semua visualnya. artis lokal krn tokoh yg di ceritakan memang org indonesia.👍👍
Diana
kenapa jd begini😭😭😭
Diana
serba salah ya, embun? dah, juan utkku sj. mau aku jadikan mantu🤭 lumayan ganteng, kaya, smart beuhh...😝
Diana
mau ngapain ya berdua?🤔💆
Diana
jangan² juan kembali
Diana
serba salah ya mbun?
Diana
🤣🤣🤣
Diana
😂😂😂jd ngeri² sedep melihat pertemanan mereka.💆
Diana
mulutmu saa .. suka bener😂😤👊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!