Sinopsis
Seorang anak laki-laki kini menatap kosong karena sistem meninggalkannya setelah memberikan hadiah pemula: Fisik Saiyan, dan pelatihan Qi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kurosawa Ren (21)
Kurosawa Ren (21)
{Akhirnya, kita bisa menghirup udara segar!} Ren, yang mengenakan jaket biru, berjalan santai di sepanjang jalan desa bersama Ayane dan Sai.
Ini adalah pertama kalinya Sai berkeliling desa.
Sai melihat sekeliling, mereka tidak memakai topeng seperti biasanya, memperlihatkan wajah asli mereka.
{Ren, kau luar biasa. Kau benar-benar berhasil meyakinkan Danzo-sama untuk mengizinkan kita keluar...} Sai tersenyum
{Hehe, semua ini berkat Fu-sensei dan Torune-sensei.}
Ren sangat gembira bisa meninggalkan markas Akar dengan bebas, yang dia inginkan sekarang hanyalah bertemu Naruto.
Mereka belum jauh berjalan ketika beberapa ninja ANBU muncul!
Ren menghela napas.
Dia, Ayane, dan Sai menuju ke kantor Hokage.
Sosok Kakek yang sudah lama tidak ia temui tersenyum padanya, senyum hangat menyambutnya.
Ketika ditanya tentang rencana Danzo di masa depan, mereka menjawab bahwa mereka tidak tahu apa-apa.
Hiruzen mengangguk puas, menegaskan kesetiaan ketiga anak itu yang tak tergoyahkan.
Ren tersenyum menjawab semua yang ditanya tanpa akan membuat dirinya, Ayane, dan Sai dalam bahaya dicurigai Danzo.
{Baguslah, Danzo tidak mengecewakan, cara dia melatih kalian benar-benar bagus...} Hiruzen sesungguhnya tidak menyangka kalau Danzo bisa sebaik itu merawat ketiganya.
(Apa Danzo sudah terlalu tua, dia menjadi murah hati? ...tidak mungkin, pasti ada alasannya...) pikir Hiruzen.
Setelah mereka selesai dan keluar, kini mereka berjalan bersama, Ayane dan Sai hanya diam, namun mereka merasa khawatir, begitu banyak yang ditanya Hokage sebelumnya.
{Apa cuma perasaanku, Sandaime begitu curiga?} gumam Ayane.
{Aku merasa sama, seperti lebih ke arah mencurigakan sesuatu?} Sai tersenyum dan ikut bicara.
{Kalian terlalu banyak berpikir, lebih baik kita cari Naruto, sudah lama aku tidak melihatnya, mungkin dia di Ichiraku?}
Sai menoleh.
{Ichiraku... Aku jadi ingin makan ramen...}
{Aku juga...} tambah Ayane.
Benar saja, sampai di Ichiraku ada Naruto yang langsung tertegun saat melihat Ren dan Ayane.
{Kalian! Ren, Ayane!} seru Naruto, menangis terharu.
{Sudah lama sekali, ya Naruto...} Ren tersenyum.
{Aku... aku kira butuh waktu lebih lama, tidak menyangka akan bertemu kau lagi, Ren!} Naruto memeluknya.
Ren tersenyum canggung.
Sai yang melihat kejadian ini hanya tersenyum seperti biasanya, melirik Ayane yang tidak menunjukkan reaksi apapun.
{Kau tidak ingin datang ke klanmu?} tanya Sai berbisik.
{Lebih baik kita pesan ramen,} jawaban Ayane mengalihkan.
Paman Teuchi, pemilik Ichiraku, pun terharu dan mulai membuat pesanan ramen.
Naruto banyak bertanya tentang apa saja yang dilakukan Ren, yang menjawab dia punya pelatihan khusus untuk mereka bertiga dan membuat Naruto iri juga ingin mendapatkan pelatihan yang sama.
{Kau tidak cocok dengan pelatihan yang kami jalani, Naruto, kau punya cara latihan mu sendiri.}
Naruto garuk-garuk kepala. {Begitu kah?}
Naruto sangat ingin menjadi lebih kuat, selama menceritakan semuanya berhubungan dengan Sasuke sebagai rival.
Ren mengangguk dan sudah tahu arah perkembangan Naruto.
{Kau jelas tidak punya bakat, kalah berkali-kali?} Sai bicara.
{Apa kau bilang?!} Naruto terkejut, Sai bicara terlalu terus terang.
{Kasihan kau, lemah sekali...} Sai masih saja tersenyum, namun mengejek Naruto sekali lagi.
Ren geleng kepala dan memberikan mereka berdebat, lalu melihat Ayane yang duduk tidak jauh, Ren pun duduk lebih dekat dan bertanya.
{Tidak nyaman berada di luar karena sudah beradaptasi di markas?}
Ayane menoleh.
{Pertanyaan macam apa itu? Lebih baik di sini, jika di markas akan sangat membosankan...}
AUTHOR: Yang mau kasih dukungan silahkan di GOPAY
0821-9598-8184