NovelToon NovelToon
My Hot Baby

My Hot Baby

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Badboy / Cintamanis / Tamat
Popularitas:31.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Miracle

Zareena sungguh tidak menyangka jika kedatangannya ke rumah sang kakak malah bertemu sosok pria menyebalkan bernama Tristan. Lebih parahnya lagi, saudaranya malah menitipkan dirinya kepada pria itu. Lantas, apa yang terjadi? Tristan yang merupakan casanova dan Zareena yang ingin melepaskan kegadisannya. Siapa di antara mereka yang akan takluk lebih dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam

Zareena mempersilakan seseorang di luar sana untuk masuk ke dalam. Pelayan wanita yang datang menjemputnya untuk makan malam. Zareena sudah mengenakan gaun malam dengan bagian punggung yang terbuka dan rambut yang ia sanggul ke atas.

"Tuan Tristan sudah menunggu, Nona," ucap pelayan itu.

Zareena tersenyum. "Sepertinya dia menyiapkan makan malam yang spesial malam ini."

"Tentu. Karena Anda adalah wanita istimewa," sahut wanita itu yang usianya tidak jauh berbeda dari Zareena.

"Apa dia bekerja keras sore tadi?"

Pelayan itu tersenyum. "Silakan Nona tanya sendiri pada Tuan," ucapnya ketika sudah memenuhi tugas mengantar Zareena ke ruang makan.

Tristan tersenyum memandang sang wanita yang begitu memesonanya. Ia berjalan kemudian mendaratkan kecupan ringan di pipi Zareena.

"Silakan duduk," ucapnya sembari menarik kursi.

"Terima kasih," balas Zareena yang langsung duduk.

Tristan meraih botol warna hijau, membuka tutupnya kemudian menuangkan air berwarna putih ke gelas ramping berkaki tinggi.

"Untukmu, Sayang," ucap Tristan seraya memberi minumam itu pada Zareena.

Gelas berdenting, lalu keduanya menyesap sampanye itu sedikit demi sedikit. Zareena menyodorkan kembali gelasnya dan Tristan kembali menuang air itu.

"Sampanye yang enak," kata Zareena.

"Laurent Priute," jawab Tristan yang menyebut merek minumannya.

"Pantas saja. Aku sangat menyukainya."

"Isi perutmu dulu setelah itu kita bisa kembali menikmatinya."

Malam ini Tristan yang menjadi pelayan bagi Zareena. Ia betul-betul merasa diperhatikan oleh pria itu. Begitu dimanjakan seolah Zareena merasakan kalau ia adalah wanita yang paling dicintai.

"Kokimu sangat pandai memasak," puji Zareena.

"Tapi aku ingin sekali mencoba masakanmu. Cokelat yang tempo hari kau berikan sangat enak," kata Tristan.

"Aku akan senang menunjukkan keahlianku."

"Aku tidak sabar untuk itu."

Selesai makan malam, Tristan membawa Zareena ruang musik. Ada piano, pemutar musik dengan piring hitam serta ada gitar juga di sana.

"Kau bisa memainkan semua alat musik ini ?" tanya Zareena.

"Sedikit," jawab Tristan yang melangkah ke kotak musik, lalu menyalankannya. Lagu klasik dari piring hitam mengalun. Tristan mengulurkan tangannya dan Zareena menyambutnya. Keduanya berdansa bersama.

"Kau sangat cantik," puji Tristan.

"Kau begitu berbeda setelah aku mengenalmu cukup lama."

"Kau menyukaiku?" Tristan mengecup tulang selangka Zareena.

"Ya, aku menyukaimu."

Pelukan itu terasa erat. Membuat Zareena menengadah, memberi peluang bagi Tristan untuk menjelajahi sepanjang tulang jenjang wanita itu.

Tristan menyentuh dagu, lalu mendaratkan kecupan di bibir. Zareena membuka, membiarkan Tristan masuk mengobrak-abrik mulutnya.

"Kau pria yang panas," bisik Zareena seraya menggigit daun telinga Tristan.

"Dan kau begitu menggodaku," balas Tristan dengan mendorong Zareena ke dinding ruangan.

Tristan menurunkan gaun dari tubuh Zareena, mengecup seluruh bagian depan tubuh gadis itu. Ia tidak dapat menahan segala hasrat yang tengah terbakar saat ini.

Zareena menjerit pelan ketika Tristan membasahi ujung kelembutannya dengan lidah yang basah. Memutar-mutarnya kemudian mencucupnya kuat.

Tubuh Zareena mengeliat di dinding. Tatanan rambutnya telah kusut. Gaunnya sudah melorot sampai setengah badan dan Tristan menikmati dua kelembutan seperti bayi yang rakus.

"Kau begitu indah, Sayang," ucap Tristan.

Zareena semakin merapatkan wajah Tristan di antara belahan padat miliknya. Mengapit wajah pria itu hingga memerah.

"Nikmati dia, Sayang," ucap Zareena.

"Terima kasih sudah mengizinkanku," kata Tristan.

Secara bergantian Tristan mempermainkan dua buah kelembutan milik Zareena. Ia semakin senang saat suara nikmat keluar dari bibir gadis itu. Membuat Zareena semakin tersiksa, memaksanya agar wanita itu menuntut hal yang lebih dalam lagi.

Bersambung

1
Marhaban ya Nur17
miles ama Colin wkkwkw
Marhaban ya Nur17
Brian ama miles cucok kaya nya wkwkw
Marhaban ya Nur17
ok miles 🤭🤭🤭🤭
Marhaban ya Nur17
salah target wkwwk
Marhaban ya Nur17
miles 🤣🤣🤣🤣
Marhaban ya Nur17
g bakal mau lah jd adik mah
Marhaban ya Nur17
korban lagi se Brian wkwwkk
Marhaban ya Nur17
jail y Brian 😄
Marhaban ya Nur17
kaya film dramanya Hollywood ini wkkwkwkk yg jd tristanya brad Pitt trs jd zareenanya drew barimor or Sandra bulok
Marhaban ya Nur17
yg Oon neh Tristan wkwwkk
Marhaban ya Nur17
tuh yg gw suka ama zareena 👏👏👏
Marhaban ya Nur17
keren pendiriannya dan tegas klo menurut gw
Marhaban ya Nur17
video
Marhaban ya Nur17
korban neh se chris
Marhaban ya Nur17
Tristan kan mau enaknya doank wkkwkkw y g mau lah se cewek
Marhaban ya Nur17
yg bermasalah se Tristan se klo menurut gw
Marhaban ya Nur17
manusiawi se klo menurut gw zareena 👏👏👏
Marhaban ya Nur17
liarnya zareena mungkin krn Tristan y tp bener se yg namanya cewek butuh setatus
Marhaban ya Nur17
visualnya ok
Marhaban ya Nur17
nakal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!