Follow IG : cerita_ajeng Kirana
"Yah... Sya bisa jelasin, ini gak seperti yang ayah Lihat..."
"Tidak seperti yang ayah lihat?? Kamu sudah merusak kepercayaan ayah Sya"
Syafeera Hadibah Putri -seorang mahasiswa jurusan Manajemen.. dengan karakter keras kepala tapi juga cerdas. mengharuskan menikah dengan seorang Pria bernama Aydan Atthallah. Seorang Dosen yang cukup jadi idola di kampus nya.
Akankah pernikah itu berjalan seperti Pernikahan pada umum nya??
Akankah peterpaksaa ini membuat mereka saling mencintai??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajeng Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Idul Fitri
Kebahagiaan menunaikan ibadah Ramadhan bersama keluarga tercinta itu gak bisa di utarakan, karna momen ini adalah suatu moment langka, karna apa?? ini adalah moment dimana kita melakukan amalan dengan pahala berlipat-lipat ganda hanya akan kita dapatkan di bulan suci Ramadhan, umur tidak ada yang tahu,. akankah tahun depan kita masih bisa merasakan?? maka dari ini jangan sia-siakan, karna apa yang telah terlewatkan tidak akan bisa kita ulang. apalagi bisa melaksanakan bersama keluarga.
Sama hal nya seperti Syafeera, sebelumnya dia Melewatkan banyak moment dan kesempatan, di tahun-tahun sebelumnya tak pernah terfikir bagaimana menjadi bunda, bahkan untuk sholat pun jika bukan karena ayah dan bunda yang menjadi alarm untuknya maka dengan Tampa pikir panjang semua akan dia lewatkan tanpa peduli hasil yang akan di dapat dari kelalaiannya.
Berbeda dengan tahun ini, kesempatan tak dia sia-siakan, membantu bunda menyiapkan menu berbuka hingga menu sahur, sholat pun Tampa pintu harus di gedor, jika soal ibadah sunah memang belum Syafeera jalani, tapi melihat perubahan sang putri menjalankan yang wajib dengan tangan terbuka saja sudah membuat hati ayah dan bunda sangat berbunga-bunga.
"masih betah dengan pakaian seperti ini??" tanya Qianita saat mereka sedang berbincang santai di teras menunggu waktu berbuka, yang melihat yang adik masih nyaman dengan celana Jeans-nya, dengan jilbab yang di ikat di leher.
"Sya belum mampu untuk seperti bunda dan teteh.. Semoga kedepannya bisa segera ya.. maaf Sya masih belum bisa lebih baik lagi"
"aamiin... jika mungkin sekarang masih ragu, semoga jika bukan dari ucapan teteh atau bunda yang bisa membuatmu yakin, di suatu hari nanti akan ada sosok lain yang mampu meyakinkan mu.."
Syafeera mengerutkan kening nya mendengar penuturan yang kakak nya.
"sahabat mungkin, atau calon Imam mu nanti" tambahan Qianita dengan senyum sedikit menggoda
"boro-boro calon imam..."
"ya gak sekarang atuh neng Sya...."
"ia..ia... semoga nanti ketemu jodoh yang baik, Sholeh, tajir lagi... aamiin..." ujar nya narsis
"Weh.. kok jadi matre gini ujungnya nya??"
"bukan matre teh, hanya realistis aja.."
"uang gak menjamin kebahagiaan Sya..."
"betul banget..." sambil mengajak kedua jempol nya "tapi teh, semua butuh uang, bagaimana kita mau berbagi ke orang tua kalau kita gak punya uang, bagaimana kita mau sedekah jika kita gak punya uang.. hayooo..."
Qianita tertawa kecil dengan pemikiran sang adik, dan kepalanya mengangguk angguk kecil
"kita wajib berjuang untuk kaya.. buka untuk mengejar dunia teh, tapi untuk akhirat.."
"dapat kata-kata bijak dari mana tuh...??" tanya bunda yang baru keluar
"efek sering ikut kajian kali Bun di kampus.. jadi ada yang nyangkut dikit, tapi lebih banyak yang hilang sih..hehehe"
🌠🌠🌠
Tak terasa sepekan sudah Syafeera bersama keluarga nya,. dan hari ini Adalah hari yang di nanti, setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ramadhan,. hari yang Fitri pun tiba, saling menjalin silaturahmi, jika mungkin mereka yang jarang berkunjung, di hari yang Fitri ini semua menyempatkan untuk berkunjung.. walau hanya sekedar bertukar sapa.
Bagaimana keluarga Syafeera yang lain seperti nenek atau kakek. Ayah dan bunda Merantau saat usia Qianita berusia 2th, keluarga besar ayah ada di Ciamis keluarga bunda di Surabaya.
Syafeera duduk bersimpuh di depan ayah, mencium tangan Sang Ayah..
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ayah...."
"waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh putri kecil ayah..."
"Ayah... di hari yang Fitri ini Syafeera bersimpuh memohon ampun, memohon maaf karna Syafeera selama ini terlalu sering mengecewakan ayah, terlalu sering membuat ayah marah... bahkan Sya sering membantah ayah...ampuni Syafeera ya... Syafeera mohon ampun, hiks...hiks... ampuni segala tutur kata Syafeera, tingkah Syafeera selama ini yah... Maafkan Syafeera belum bisa membahagiakan ayah, Syafeera belum mampu membanggakan ayah..hiks...hiks..."
"Syafeera anak ku, In Syaa Allah semua kesalahan Mu, ke khilafan mu sudah ayah ampuni dan ayah maafkan, ayah pun sama nak, ayah hanya manusia biasa memiliki keterbatasan, maafkan ayah jika terlalu keras dalam mendidik, tak ad tujuan lain Selain ingin anak-anaknya berjalan sesuai jalan nya Allah.. Syafeera adalah kebanggaan ayah, teruslah belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi nak..."
Saling peluk saling cium,.kasih sayang seorang ayah untuk putri kecil nya. air mata tak bisa di hindari, apalagi saat Syafeera bersimpuh di depan Bunda, tak dapat mengucap kata, hanya pelukan dengan air mata yang terjadi. tapi setelah beberapa menit Syafeera berusaha kuat untuk menghapus air mata nya. di cium tangan bunda..
"Bunda....hiks..hiks..hiks.. ampuni Sya Bu , Sya banyak salah sama bunda, Sya sering buat bunda nangis, Sya sering gak peduli dengan bunda, gak mau tahu akan kelelahan bunda, ampuni Sya Bun, ampuni Sya..." bukan kata romantis yang Syafeera utarakan, tapi apa yang dia utarakan akan setiap kesalahan di masa lalu nya, yang penuh penyesalan
"Sya selalu buat bunda emosi, bahkan Sya gak pernah bantu bunda buat makanan sahur ataupun berbuka,.maafin Sya Bun"
"hei....ini mohon maaf lahir batin idul Fitri atau lagi buka diary atas kesalahan masa lalu..??" tanya bunda dengan sok tegar nya, padahal bunda menahan tangis mendengar penyesalan sang putri nya.
"ampuni Syafeera Bun... Sya banyak salah Bun, banyak banget"
"Syafeera... bunda bahagia melihat Syafeera saat ini, terus lah belajar ke arah yang lebih baik nak.. menjadi wanita Sholeha.. sekalipun proses nya harus merangkak, jangan lelah nak, dan semua kesalahan Syafeera sudah bunda ampuni dan bunda maafkan..." jawab bunda sambil menarik Syafeera ke dalam pelukan nya.
Ayah, bunda dan Syafeera pun berpelukan, udah kaya Teletubbies aja ya berpelukan
Selesai dengan ayah dan bunda, Syafeera pun juga sungkem ke Qianita dan Yusuf, beda nya dengan Yusuf tak dramatis atau pun ada tangisan, bahkan saat meminta maaf Syafeera berada dalam pelukan sang kakak nya.. kakak ipar bukan lah Mahram jadi dosa besar bersentuhan dengan nya. jangan takut di bilang tidak sopan, atau mungkin bersalam dengan suami dari bibi kita pun dilarang, pasti akan ada penilaian tidak sopan, tapi lebih memilih mana, di cap tidak sopan di dunia atau melanggar apa yang di tetap kan oleh Allah...
sebagian mana hadis nya "Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu'jam Al Kabir )
🌠🌠🌠
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
bnyk ilmu agama yg di dapat dan dmengerti....matur nuwun kakak..
sehat selalu nggeh💝💝🙏🙏
matur nuwun🙏🙏🙏
selalu mengingatkan...bahwa Alquranlah yg terbaik💝💝🙏🙏
nggak cuma menceritakan tentang kisah cinta,tapi ilmu agama kita dapat
banyak nilai positifnya,jd tau artinya adzan untuk bayi baru lahir artinya kek gitu makasih kak, ilmunya sangat bermanfaat
sukses selalu kak Ajeng kirana 🤭🥰